Postingan

jangan DIBIARKEN (6)

Irfan Muhammad Dalang Bom Bunuh Diri Cirebon? Oleh: Nasional - Kamis, 21 April 2011 | 07:46 WIB INILAH.COM, Jakarta - Teka-teki siapa dalang dan instruktur bom M Syarif, pelaku bom bunuh diri di Mapolres Cirebon Kota, perlahan mulai terkuak. Menurut seorang penyidik Bareskrim, M Syarif bersama adiknya, Achmad Basuki, direkrut di sebuah masjid di Cirebon oleh seorang bernama Irfan Muhammad. Berdasarkan pengakuan Basuki, ciri-ciri Irfan Muhammad mirip dengan buronan teroris yang terkenal dengan sebutan Sibgho yang tak lain adalah DPO kasus pelatihan ala militer di Jalin Jantho, Aceh Besar, 2010. Dalam catatan Kepolisian, Sibhgo termasuk ring pertama Dulmatin. Sibgho yang pernah memakai nama alias Mus'ab dan Kholil adalah seorang ahli rukyah (pengusir jin, red) yang sempat buka praktek di Pamulang, Tangerang Selatan. Pada 2001, Sibgho bergabung dengan kelompok KOMPAK yang didirikan Abdullah Sonata di Ambon. Dia lantas dikirim ke Poso untuk menjadi instruktur disana selam...

JANGAN BIARKAN (5)

Rabu, 20/04/2011 18:46 WIB Ayah Syarif Sebut Dalang Bom Bunuh Diri Dajjal Andri Haryanto - detikNews Cirebon - Abdul Gofur, ayah pelaku bom bunuh diri M Syarif geram dengan otak di belakang layar yang menggerakan aksi anaknya. Dia menyebut otak pelaku teror bom bunuh diri sebagai dajjal. "Pokoknya dia dajjal, menyengsarakan umat manusia. Dajjal, menyesatkan umat manusia. Kalau mau menyesatkan, anakmu sendiri jangan anak saya," saat ditanya siapa kelompok yang menggerakan anaknya melakukan bom bunuh diri. Pernyataan itu dikatakan Gofur saat melakukan survei di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jabang Bayi, Jl Raya Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (20/4). Gofur mengatakan hal itu dengan nada tinggi dan geram. Menurutnya, watak keras yang ada di dua anaknya, Syarif dan Basuki, bermula dari pecahnya bahtera rumah tangga yang dijalinnya bersama Sri Mulat, perempuan keturunan Keraton Kanoman. "Setelah pisah dengan ibunya ya jadi begini," katanya. Keretakan rumah...

jangan DIbiarkan (3)

Bagi Kelompok Radikal, Polisi Adalah 'Thogut' Oleh: Moh Anshari Nasional - Selasa, 19 April 2011 | 20:44 WIB INILAH.COM, Jakarta - Bagi kelompok agama garis keras, polisi dianggap toghut (berhala atau setan) yang harus dihancurkan. Belakangan, polisi menjadi target bom bunuh diri. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj mendesak kepada pemerintah agar menindak tegas pihak-pihak yang sering menyebut polisi toghut, sebab dampaknya sangat membahayakan. "Pemerintah harus menindak tegas. Penyebutan itu menyesatkan. Selama ini pemerintah kurang tegas, kecolongan terus. Polisi kecolongan terus," tandas Said di Gedung PBNU di Jakarta, Selasa (19/4/2011). Said menjelaskan, penilaian kelompok radikal bahwa pemerintah dan Polri toghut adalah salah. Pemerintah ini adalah pemerintahan yang sah. “Kalau pemerintah ini dianggap tidak sah, surat kawin tidak sah. Kalau pemerintah ini dianggap toghut, bikin akte dan surat nikah tidak sah dong." Said menjelaskan, polisi akhi...

JANGAN BIARKAN (2)

Rabu, 20/04/2011 06:01 WIB M Syarif Sempat Menanyakan Laptopnya yang Disita Polisi Andri Haryanto - detikNews Cirebon - Polisi menyita satu unit laptop dari salah satu pelaku perusakan Alfamart di Cirebon. Laptop diduga berisi materi pelatihan militer, namun polisi mengaku masih mendalami isi laptop tersebut. Beredar kabar, laptop tersebut milik M Syarif, pelaku bom bunuh diri di Polresta Cirebon. 18 Maret 2011, 6 narapidana kasus perusakan Alfamart bebas dari penjara. Mereka divonis 6 bulan bui karena ulah vandalis-nya. 5 Orang dinyatakan DPO (daftar pencarian orang), salah satunya M Syarif. Syarif bersama 3 orang rekannya menjemput teman-temannya yang baru menghirup udara bebas tersebut. "Di dalam angkutan umum Syarif menanyakan dimana laptop miliknya yang diserahkan kepada Agung (salah satu mantan napi)," kata salah satu sumber saat berbincang dengan detikcom, Rabu (20/4) dini hari. Mendengar obrolan tersebut, sumber detikcom menelusuri maksud pembicaraa...

JANGAN BIARKAN (1)

Densus 88 Buru Rekan M Syarif Rizka Diputra - Okezone Senin, 18 April 2011 20:23 wib JAKARTA - Polisi menyakini M Syarif tidak sendirian dalam melancarkan aksinya di Masjid Ad Dzikra kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat lalu. Karena itu, polisi memfokuskan diri menelusuri jejak Syarif sebelum meninggal. “Kami cari teman-temannya, ya masa sendiri,” ungkap Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/4/2011). Ketika ditanya apakah Syarif masuk jaringan Ngruki? Boy tidak memberikan jawaban tegas. “Belum, itu masukan buat kami. Maka dari itu anggota kami sedang mendalami, kita tunggu saja,” urainya. Dengan ditangkapnya rekan-rekan Syarif, Boy menyatakan akan memudahkan pengungkapan kasus pengeboman. “Harus didapatkan dulu rekan-rekannya. Saksi sudah 30 orang,” tandasnya.(ful) (mbs) Senin, 18/04/2011 22:01 WIB Alwi Shihab: Jihad Bukan Untuk Membunuh, Tapi Mencerahkan Egir Rivki - detikNews Jakarta - Mantan Men...

JANGAN lengah (tetap waspadai radikalisme dan kekerasan) (104)

PN CIREBON GELAR SIDANG PERDANA PERUSAKAN ALFAMART Selasa, 14 Des 2010 10:33:06| Hukum | Cirebon, 13/12 (ANTARA) - Sidang perdana kasus perusakan dua minimarket Alfamart di Kota Cirebon dengan menghadirkan lima terdakwa digelar di Pengadilan Negeri Kota Cirebon, Senin. Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut hadir kelima terdakwa yaitu Agustiawan, Opan Irawan, Agung Nuralam, Sigit Uryanto dan Sueb. Dalam dakwaannya, dinyatakan para terdakwa secara berkelompok telah melakukan perusakan terhadap dua minimarket Alfamart di Jalan Kesambi dan Jalan Ahmad Yani hingga menyebabkan kerugian hingga jutaan rupiah. "Secara berkelompok, para terdakwa telah melakukan kekerasan dan pengrusakan terhadap barang berupa minuman bir berbagai merek yang dibuktikan dengan rekaman kejadian," kata Sigit anggota JPU. Dikatakan Sigit, dalam aksi perusakan tersebut setiap pelaku mempunyai tugas masing-masing diantaranya bertugas sebagai pengatur la...

jangan LENGAH, PEMBIARAN (4)

Bom Bunuh Diri Cirebon Inilah Tingkah Tak Lazim M Syarif di Malam Pertama Oleh: Nasional - Senin, 18 April 2011 | 08:28 WIB INILAH.COM, Cirebon - Lazimnya, pengantin baru menghabiskan malam pertamanya di rumah. Namun, tidak demikian halnya dengan M Syarif, tersangka pelaku bom bunuh diri di Mapolres Cirebon Kota. Menurut Abdul Ghofur, ayah M Syarif, pada malam pertama setelah putra keempatnya itu menikahi Sri Maliha, dia justru pergi bersama sekitar 15 orang temannya menghadiri tabligh akbar di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat. "Biasanya kan habis menikah, malam pertamanya tetap di rumah tapi dia tidak, malah ikut pengajian di Tasik," ujar Ghofur. Ghofur mengaku tidak heran dengan perangai anaknya yang jauh berbeda dengan yang selama ini dikenalnya. Namun Ghofur tidak mengetahui aliran apa yang didalami oleh Syarif. “Terlihat ada perubahan yang drastis dalam diri anak saya itu, karenanya saya tidak heran jika dia (MS,red) sering ikut-ikutan dalam berbagai aksi de...