Postingan

ketidakadilan yang TIDAK ADIL

3 Orang bakar diri protes masalah properti di China Senin, 13/09/2010 13:20:25 WIB Oleh: Antara BEIJING: Tiga orang dalam kondisi kritis di rumah sakit China setelah membakar diri untuk memprotes pengusiran secara paksa. Berita melalui Internet di China mengenai kejadian di Provinsi Jiangxi itu menayangkan foto-foto persis keadaan sebenarnya hari ini. Sedikitnya dua orang terbakar, tetapi sejumlah berita lainnya segera dihapus oleh sensor Internet pemerintah. China menjadi saksi atas gelombang bentrokan kekerasan dalam soal penyitaan tanah ketika para pejabat pemerintah secara paksa memindahkan para warganya untuk pengembangan properti atau berbagai proyek infrastruktur. Tindakan ini menyebabkan kegelisahan masyarakat. Kejadian itu terjadi pada Jumat di kota Fuzhou ketika Luo Zhifeng, 59, anak perempuannya, Zhong Ruqin, 31, dan teman keluarganya, Ye Zhongcheng, 79, membakar diri, kata rednet.com, sebuah situs resmi yang bermarkas di Provinsi Hunan. Mereka diberitakan tak pua...

Radikalisme DITOLAK, Kekerasan DIBENCI (6)

Dipimpin Ephorus, Jamaat HKBP Akan Lanjutkan Kebaktian di Bekasi Sabtu, 18 September 2010 , 07:47:00 WIB Laporan: Teguh Santosa RMOL. Sepekan setelah bentrok yang melukai dua pendeta, jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur, Ciketing, Bekasi Timur, akan kembali menggelar Kebaktian di hari Minggu besok (19/9). Menurut rencana, Kebaktian tersebut akan digelar di sebuah lahan terbuka di Desa Ciketing, dimulai pukul 9.00 WIB dan diakhiri satu jam kemudian. Adalah Ephorus HKBP, Pendeta Bonar Napitupulu, yang akan memimpin kebaktian ini didampingi Sekjen HKBP Pendeta Ramlan Hutahaean. Keduanya khusus datang dari kantor pusat HKBP di Pearaja, Tarutung, Sumatera Utara. Dari informasi yang diperoleh Rakyat Merdeka Online, kedua pemimpin HKBP itu datang ke Jakarta untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Sejauh ini belum diperoleh informasi kapan keduanya akan bertemu Presiden. [guh] Usman: SDA Sering Beda Pandangan dengan SBY Jum'at, 17 Sep...

sami2 umat berkitab

Gambar
Jumat, 10 September 2010 | 05:33 oleh Cipta Wahyana, Bloomberg, Reuters Rencana Pembakaran Al QuranSi Sinting Jones akhirnya batalkan pembakaran Al Quran FLORIDA. Setelah menuai kecaman dari seluruh dunia, termasuk dari Presiden Barrack Obama, Terry Jones, pemimpin gereja Dove World Outreach Center di Florida akhirnya membatalkan rencananya untuk memimpin pembakaran Al Quran. "Kita telah setuju untuk membatalkan rencana yang akan dilaksanakan pada Sabtu depan itu," ujar Jones dalam sebuah konferensi pers,Jumat (10/9), seperti dikutip Bloomberg.Tadinya, Jones berniat melaksanakan rencana tersebut untuk memperingati serangan teroris ke menara kembar WTC pada 11 September. kontan Umat Kristen dan Yahudi Tolak Bakar Qur'an Dewan Gereja Amerika Serikat menilai aksi sekte Evangelis di Florida bukan ciri Kristiani. SELASA, 7 SEPTEMBER 2010, 23:28 WIB Umi Kalsum, Ita Lismawati F. Malau VIVAnews - Evangelis bukanlah sekte besar di Amerika Serikat. Namun pernyataan pendeta...

saat presiden menyapa gunung

Selasa, 07/09/2010 01:52 WIB Getaran Letusan Gunung Sinabung Tak Terasa ke Hotel SBY Menginap Anwar Khumaini - detikNews Medan - Gunung Sinabung yang terletak di Kabanjahe, Sumatera Utara, Selasa (7/9/2010) dinihari kembali meletus. Namun, letusan gunung tersebut tidak terasa hingga ke Hotel Grand Angkasa di Medan, tempat Presiden SBY menginap. Pantauan detikcom di lokasi sekitar pukul 00.23 WIB, situasi di sekitar tempat menginap SBY terlihat kondusif. Tidak ada getaran sedikit pun dirasakan di hotel tersebut. SBY dan rombongan sendiri tiba di hotel tersebut pada Senin (6/9) sore, sebelum berbuka puasa. Adapun, jarak dari hotel ke kaki Gunung Sinabung berjarak sekitar 3 jam perjalanan. Dalam kunjungannya, SBY meninjau 3 lokasi pengungsian dan posko pemantauan Gunung Sinabung. Saat dipantau SBY, Gunung Sinabung sedang tertutup mendung. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, letusan terjadi sekitar pukul 00.23 WIB. Letusan tersebut...

kritik ITU perlu seh

Gambar
Kontras: Hak Bependapat Kol. Adjie Terbatas Untuk mencegah insubordinasi, menjaga profesionalisme, integritas, dan disiplin TNI. KAMIS, 9 SEPTEMBER 2010, 14:45 WIB Ita Lismawati F. Malau, Aries Setiawan VIVAnews - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai kebebasan berpendapat Kolonel (Pnb) Adjie Suradji memang bersyarat. "Hak berpendapat dijamin sebagai hak asasi manusia yang universal, tapi hak ini adalah hak bersyarat. Standar universalnya tak sempurna," kata Koordinator Kontras, Usman Hamid, dalam pesan singkat yang diterima VIVAnews, Kamis, 9 September 2010. Batas-batas ini, kata dia, diberlakukan bagi semua warga negara anggota TNI aktif, tidak terkecuali Adjie Suradji. Pembatasan ini antara lain tak boleh berpendapat di luar ijin atasan (baik atasan organis TNI ataupun pemegang otoritas sipil), tidak boleh ikut demonstrasi politik, membentuk serikat buruh dan mogok, serta dilarang menjadi anggota atau pengurus parpol. "Bahka...

silahturahmi membayangi kewaspadaan

Polri Waspadai Aksi Teroris Saat Lebaran Kewaspadaan ditingkatkan mengantisipasi aksi teror yang manfaatkan momentum silaturahmi. KAMIS, 2 SEPTEMBER 2010, 13:55 WIB Elin Yunita Kristanti (VIVAnews/Tri Saputro) BERITA TERKAIT FUI Tuntut Pembebasan Ba'asyir Tanpa Syarat Ba'asyir dan Ariel Salat Ied di Penjara MA: Pengadilan Khusus Teroris Belum Perlu Ba'asyir Tak Akan Dipindah dari Mabes Polri Polri: WN Prancis, Frederic Salvi Belum DPO VIVAnews -- Kepolisian Republik Indonesia mewaspadai kemungkinan munculnya aksi terorisme dari kelompok tertentu saat perayaan Lebaran 2010. "Kita tingkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror," ujar Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Nanan Sukarna di Jakarta, Kamis 2 September 2010. Nanan menyatakan hal itu saat menjadi inspektur upacara pada gelar pasukan Operasi Ketupat 2010 di Markas Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Ia menuturkan poli...

aksi 101010

Gerakan 10-10-2010 = 'S' Bye Bye Senin, 6 September 2010 - 05:08 wib Ferdinan - Okezone JAKARTA - Gabungan elemen masyarakat berencana menggelar aksi unjuk rasa serempak pada 10 Oktober mendatang. Aksi ini hadir sebagai luapan ekspresi kekecewaan terhadap kinerja Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Salah satu penggagas, Adhie Massardi, mengatakan aksi digelar untuk mengingatkan masyarakat atas merosotnya kinerja pemerintahan. Melalui gerakan ini diharapkan Presiden SBY bisa mengubah kebiasaanya menggunakan politik pencitraan dan menggantinya dengan aksi nyata demi kemajuan bangsa. “Yang kita inginkan pemerintah mengakhiri politik pencitraan, termasuk SBY yang harus segera memperbaiki diri,” kata Adhie dalam percakapan dengan okezone via telepon, Minggu (5/9/2010). Adhie mengklaim gerakan 10-10-2010 ini didukung sejumlah elemen pemerhati bangsa di antaranya Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Koalisi Masyarakat Anti Korupsi, Aktivis 1998 bahkan sejumlah purnawiraw...