<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393</id><updated>2012-02-01T03:11:25.953-08:00</updated><category term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>GEREJA KERINDUAN INDISCHE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>345</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-7393264906469606730</id><published>2012-02-01T03:08:00.000-08:00</published><updated>2012-02-01T03:10:04.373-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>YTH: korupsi @polisi, rahasia umum</title><content type='html'>Kapolri Dikritik Praktek Suap Promosi JabatanSandro Gatra | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Rabu, 1 Februari 2012 | 17:18 WIBJAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dikritik terkait promosi dan mutasi jabatan. Pasalnya, promosi atau mutasi anggota dinilai bukan berdasarkan kinerja, tapi uang sogokan."Ada praktek suap dalam promosi jabatan," kata anggota Komisi III Herman Hery ketika rapat kerja bersama para pejabat tinggi Polri di Komplek Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (1/2/2012).Herman memberi contoh, berdasarkan laporan yang diterimanya, ada seorang perwira berpangkat AKBP menginginkan jabatan sebagai wakil direktur di Polda tipe B. Dia lalu mendekati pihak Sumber Daya Manusia Polri."Hasilnya, terjadi pembicaraan perlu disiapkan dana Rp 750 juta. Karena AKBP itu ngga bisa menyiapkan, keluar TR (telegram rahasia mutasi) menjadi Wadir Pam Obvit," kata Herman.Contoh lain, lanjut politisi PDI-P itu, ada seorang perwira yang dimutasi dan promosi hingga tiga kali dalam waktu empat bulan. Pada 19 Oktober 2011, papar dia, keluar TR untuk Kapolrestabes Samarinda yang dipromosikan menjadi Dirlantas Polda Bali. Lalu, pada 20 Desember 2011, dia dimutasi menjadi Kasubdit Patwal Baharkam Polri."Tanggal 26 Januari 2012 , dia dipromosikan lagi jadi Dirlantas di Polda Sumatera Utara. Terus terang jabatan Kasubdit Patwal ini jabatan kering. Dia dipindah jadi Dirlantas Polda Sumut. Siapa yang tidak mau jadi Dirlantas Polda Sumut? Rupanya, dia dipindah dari Dirlantas Polda Bali karena ada Kombes lain yang inginkan jabatan itu," kata dia."Kalau kita mau jujur buka-bukaan, minta semua polisi bersuara, mungkin ada 1.000 surat yang akan masuk. Di mana fungsi Deputi SDM," tambah Herman.Seharusnya, lanjut Herman, ada perlakukan adil untuk semua anggota. Misalnya, jika sudah dua tahun bertugas dengan baik di pedalaman Indonesia bagian timur, sebaiknya anggota tersebut dapat dipromosikan ke pulau Jawa."Jangan promosi jabatan karena uang. Itu akan mengakibatkan anggota sakit hati sehingga dalam melaksanakan tugas tidak sungguh-sungguh. Apalagi ditambah gaji kecil, dana operasi pas-pasan," pungkas Herman.Terkait kritikan itu, Kapolri mengatakan, mutasi atau promosi untuk AKBP ke atas ditangani Mabes Polri. Di bawah itu, diserahkan sepenuhnya kepada Polda dengan pemantauan Mabes Polri. Namun, Kapolri tak menjawab mengenai tudingan adanya suap dalam promosi itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-7393264906469606730?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/7393264906469606730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/02/yth-korupsi-polisi-serius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7393264906469606730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7393264906469606730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/02/yth-korupsi-polisi-serius.html' title='YTH: korupsi @polisi, rahasia umum'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-274697333954025552</id><published>2012-01-31T16:55:00.001-08:00</published><updated>2012-01-31T16:55:32.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>Mogok n MACET, 2 hal berbeda</title><content type='html'>Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menyesalkan sikap para buruh yang lagi-lagi mengancam memblokir jalan. Muhaimin menegaskan jika ada kasus seperti itu kembali maka Polisi akan mengambil tindakan tegas."Jadi, kesimpulan pertemuan terakhir itu jelas kasus itu pertama dan terakhir. Setelah ini tidak ada lagi pengulangan," kata Muhaimin usai menghadiri Ultah 60 Tahun Apindo di Hotel Hyatt, Bundaran HI, Jakarta, Selasa Malam (31/1/2012)."Pemblokiran jalan melanggar hukum, Polisi ambil tindakan tegas didalam penegakan hukum apalagi mengganggu ketertiban umum," imbuh Muhaimin.Seperti diketahui, setelah kisruh buruh di Bekasi beberapa hari lalu, kali ini puluhan ribu buruh di Tangerang mengancam akan menduduki tol Jakarta-Tangerang dan Bandara Soekarno-Hatta. Aksi akan mereka lakukan pada 9 Februari 2012 mendatang bila perundingan pada 1 Februari 2012 menemui jalan buntu.Ancaman aksi buruh Tangerang itu dilatarbelakangi langkah Apindo Tangerang yang menggugat ke PTUN Serang terkait keputusan gubernur. Gugatan disidangkan pada 18 Januari lalu.Dalam keputusan gubernur disebutkan, bahwa upah buruh rata-rata di Tangerang tahun 2012 sesuai Jakarta yakni Rp 1.529.000. Upah buruh dibagi menjadi 3 kategori yakni kelompok industri keras, kimia, dan logam Rp 1.758.000, kelompok 2 Rp 1.682.000, dan kelompok 3 Rp 1.605.000. Pihak Apindo ingin upah buruh sesuai dengan kesepakatan dewan pengupahan di angka Rp 1.381.000.Sumber: detikcom&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-274697333954025552?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/274697333954025552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/01/mogok-n-macet-2-hal-berbeda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/274697333954025552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/274697333954025552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/01/mogok-n-macet-2-hal-berbeda.html' title='Mogok n MACET, 2 hal berbeda'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-41340731979482294</id><published>2012-01-22T20:09:00.000-08:00</published><updated>2012-01-22T20:13:09.977-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>berkerudung dan KELALAIAN, belum tentu ada KAITAN</title><content type='html'>PKS: Kecelakaan Maut Kesalahan PengemudiOleh: Agus RahmatMetropolitan - Minggu, 22 Januari 2012 | 22:34 WIBINILAH.COM, Jakarta - Kecelakaan maut yang terjadi di Gambir minggu (22/1/2012) mengundang perhatian Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS menilai kecelakaan ini murni karena kelalaian pengemudi. Untuk itu, pengemudi harus bertanggungjawab."Sebenarnya trotoar di jalan Ridwan Rais sudah cukup baik, artinya faktor pengemudi benar-benar harus jadi perhatian pihak berwajib untuk memastikan penyebab kecelakaan tragis ini," ujar Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PKS Jakarta Triwicaksana, melalui rilis yang diterima INILAH.COM, Minggu (22/1/2012).Menurut pria yang akrab disapa Sani ini, perlu ada kampanye safety driving atau mengemudi yang aman. Untuk itu, dia meminta Polda Metro Jaya menggalakkan kampanye tersebut."Mungkin bisa diusulkan menjadikan safety driving sebagai bagian dari kurikulum di sekolah," sambungnya.Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.40 Wib di Jl Ridwan Rais, Tugu Tani di depan Kementerian Perdagangan, Gambir, Jakarta Pusat. Ada 13 korban, sembilan meninggal dunia dan 4 diantaranya luka-luka. Korban yang baru meninggal bernama M.Akbar yang sebelumnya sempat dirawat. Namun, karena luka yang cukup parah sehingga pria berusia 22 tahun ini menghembuskan nafas terakhirnya.Pengemudi mobil, Afriani Susanti (29) kini menjadi tersangka. Dia adalah warga jalan Ranggang terus No. 142 Sungai Bambu, Jakarta Utara. [gus]Apriyani Cs Juga Habis Pesta MirasTribunnews.com - Senin, 23 Januari 2012 11:06 WIBApriyani Cs Juga Habis Pesta MirasTRIBUNNEWS.COM/THERESIA FELISIANITRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengemudi Daihatsu Xenia maut yang menewaskan sembilan orang dan empat orang luka-luka, Apriyani Susanti (29) dan 3 temannya juga mengaku meminum minuman keras.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, Senin (23/1/2012) dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, menjelaskan berdasarkan pengembangan pemeriksaan tim Polda Metro Jaya Apriyani Susanti dan tiga penumpang mobil Xenia yakni Deny Mulyana (30), Adistria Putri Grani (26) dan Arisendi (34) juga mengkonsumsi ekstasi di sebuah tempat hiburan di bilangan Jakarta Pusat."Mereka ke tempat hiburan kemudian ke sebuah kafe kemudian berkunjung ke rekannya yang berulang tahun dan kembali pagi-pagi. Mereka menggunakannya di Kafe," ungkap Kabid Humas.Dilanjutkannya, ternyata ada perkembangan baru dari hasil pemeriksaan, berdasarkan data terakhir, sebelumnya mereka sempat minum minuman keras. "Mereka sebelumnya minum minuman keras, minum Wiski di satu kafe," jelasnya. "Kemudian menuju tempat hiburan, nah di situ baru dia menggunakan ekstasi, pengakuannya."Selain itu, hasil tes urine ditemukannya salah satunya ada yang memakai ganja. "Salah satunya ada yang kita temukan mengandung canabis, sejenis ganja," jelasnya.Ditegaskannya, bahwa saat mengunjungi rekannya yang merayakan ultah di sebuah hotel, mereka tidak mengkonsumsi ekstasi.Sebagaimana diberitakan, hasil tes urine pada pengemudi Daihatsu Xenia maut yang menewaskan sembilan orang dan empat orang yakni Afriyani Susanti (29) dan 3 temannya positif hasilnya terdapat kandungan methamphetamine.Namun, masih didalami apakah itu jenis sabu atau ekstasi kini masih dalam pendalaman. "Untuk hasil tes urinenya dinyatakan positif keempatnya metametamin. Bisa ekstasi bisa sabu," demikian diungkapkan Kabid Humas.Penulis: Srihandriatmo Malau  |  Editor: Prawira Maulana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-41340731979482294?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/41340731979482294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/01/berkerudung-dan-kelalaian-belum-tentu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/41340731979482294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/41340731979482294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/01/berkerudung-dan-kelalaian-belum-tentu.html' title='berkerudung dan KELALAIAN, belum tentu ada KAITAN'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1686440505593155876</id><published>2012-01-22T19:52:00.000-08:00</published><updated>2012-01-22T19:52:18.983-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>Ocehan Melulu @china matters</title><content type='html'>Etnis Tionghoa Harus Lepas dari Jebakan SejarahOleh: Herdi SahrasadNasional - Senin, 23 Januari 2012 | 07:55 WIBINILAH.COM, Jakarta - Perayaan Imlek kali ini seharusnya mendorong warga Tionghoa dan bumiputera makin berinteraksi secara terbuka, lepas dan bebas dengan semangat kebhinekaan dan ke-Indonesiaan.Keran kebebasan bagi warga etnis Tionghoa telah dibuka Presiden Abdurrahman Wahid di era kepemimpinannya. Kini, bagaimana warga tionghoa menilai kepemimpinan presiden SBY? Tentu beragam penilaian mereka.Ketua Komunitas Glodok Hermawi F Taslim menyatakan, kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat lemah. Khususnya dalam penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepemimpinan SBY yang lemah secara kamtibnas, dan ini tentu akan berpengaruh terhadap kepemimpinannya.Menurut Hermawi hal itu akan sangat berpengaruh pada kekuatan SBY dan partai Demokrat di pemilihan 2014 mendatang. Baginya, memang untuk menentukan pemimpin tidak lagi berpatokan pada persoalaan etnitsitas, namun pandangan publik terhadap kepemimpinan SBY yang sudah absen terhadap keamanan masyarakat sangatlah sulit untuk mendongkrak kredibilitas dan popularitas SBY maupun partainya.Sayang pula bahwa warga Tionghoa masih banyak yang eksklusif. Sehingga sejarawan JJ Rizal menilai warga keturunan Tionghoa yang masih bersikap eksklusif di masa kini sebagai kelompok yang masuk dalam jebakan sejarah kolonialisme."Eksklusivitas orang Tionghoa itu dibuat oleh pemerintah kolonial, kalau saat ini masih ada orang Tionghoa yang tetap bersikap eksklusif, maka artinya mereka masuk dalam jebakan sejarah," kata JJ Rizal, di Jakarta, Sabtu.Rizal menuturkan, pada era kolonialisme warga keturunan Tionghoa dimanfaatkan oleh para penjajah Belanda sebagai perantara dengan warga pribumi. Hal itu, lanjut dia, membuat warga Tionghoa menjadi mesin ekonomi Batavia saat itu dan muncul sebutan "hantu uang" untuk mereka.Kemudian saat perekonomian etnis Tionghoa mulai meluas dan berkembang, menurut dia, terjadi pembantaian besar-besaran terhadap warga etnis itu di 1740. "Mitos ini kemudian dilembagakan di zaman Orde Baru," katanya. Hal itu, membuat warga keturunan Tionghoa takut atau tidak tertarik untuk bergerak di bidang lain, misal politik atau menjadi pegawai pemerintah.Rizal menilai, orientasi menjadikan warga keturunan Tionghoa menjadi pedagang sangat berbahaya karena akan menimbulkan prasangka-prasangka. Oleh karena itu, ia mendorong untuk semua pihak bersikap makin terbuka satu sama lain dan bergaul tanpa batas-batas keetnisan.Meminjam diskursus Leo Suryadinata, kaum Tionghoa perlu untuk menjelaskan perannya di masa kini, termasuk pertanyaan tentang kewarganegaraan dan nasionalisme serta harus bebas dari jebakan sejarah yang muram di masa silam.Dalam kaitan ini, Ketua Yayasan Solidaritas Nusa Bangsa, Esther Yusuf, menilai bahwa warga Tionghoa cenderung tidak berpolitik karena trauma masa lalu yang belum hilang.Memang pelajaran di masa lalu masih jadi peringatan keras. Banyak orang yang melarang anak-anaknya untuk berpolitik. Ia juga mengutip kesaksian sejumlah warga keturunan Tionghoa pada peristiwa 1998 yang gagal menjangkau aparat keamanan untuk melindungi mereka.Sungguh, seluruh etnis kita, tidak hanya Tionghoa, hendaknya mulai peduli dengan berbagai kebijakan dan peraturan yang ada di Indonesia karena hal itu berkaitan dengan kehidupan semua warga sehari-hari. “Harus bersatu dan berjuang bersama bagi Republik Indonesia tanpa diskriminasi dan ketidakadilan,” katanya. [berbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1686440505593155876?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1686440505593155876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/01/ocehan-melulu-china-matters.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1686440505593155876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1686440505593155876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/01/ocehan-melulu-china-matters.html' title='Ocehan Melulu @china matters'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-6390062875944639410</id><published>2012-01-05T18:12:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T18:12:08.509-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>urus DIRI $endiri lah v. samaritans way</title><content type='html'>Pria Tua yang Sekarat di Jalan Itu Bekas Direktur PT ASDPTribunnews.com - Kamis, 5 Januari 2012 21:23 WIBLaporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu AjiTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Subarkah, pria renta yang ditemukan tergeletak dan kejang-kejang di pinggir jalan depan shelter Transjakarta Kampung Melayu, Rabu sore kemarin, hari ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Premier, Jatinegara, Jakarta Timur."Bapak masih dirawat, dan belum diketahui kondisi jelasnya, mohon doanya saja," ucap Bonita Adiningsih, istri Subarkah di RS Premier, Kamis (5/1/2012).Bonita juga menjelaskan bahwa kemarin suaminya, yang ternyata pernah menjabat sebagai Direktur Umum PT ASDP (Angkutan, Sungai, Danau dan Penyeberangan) di era 90-an, Ir Subarkah meminta izin pergi untuk membeli obat di kawasan Pramuka, Jakarta Timur. Bonita juga membenarkan bahwa suaminya sudah lama menderita sejumlah penyakit."Kondisinya memang sakit-sakitan, menderita kencing manis dan sudah lama terkena diabetes," ujar BonitaLebih lanjut ketika ditanya kenapa Subarkah kejang-kejang dan meminta pertolongan polisi, namun oknum polisi tersebut enggan menolong? Bonita mengatakan masalah tersebut jangan dibesar-besarkan.Seperti yang diberitakan sebelumnya, Subarkah (68) warga Jl Pepaya No 8, rt 04 rw 06, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tergeletak selama hampir 4 jam di Jalan Jatinegara Barat, dekat shelter Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur.Saksi mata melihat Subarkah tergeletak, tak ada satupun yang menolong pria renta tersebut. Polisi yang tengah patroli pun tak mau meolongnya dengan alasan bukan korban kecelakaan lalu lintas. Sampai akhirnya datang dua kerabatnya untuk membawa Subarkah ke rumah sakit.Penulis: Wahyu Aji  |  Editor: Prawira Maulana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-6390062875944639410?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/6390062875944639410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/01/urus-diri-endiri-lah-v-samaritans-way.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6390062875944639410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6390062875944639410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2012/01/urus-diri-endiri-lah-v-samaritans-way.html' title='urus DIRI $endiri lah v. samaritans way'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-3709380822409305035</id><published>2011-12-31T22:05:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T22:05:29.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jaNgaN leNgah, terorisme SELALU ADA</title><content type='html'>2011, Polri Tetapkan 84 Tersangka TerorisJumat, 30 Desember 2011 | 22:56investor dailyJAKARTA - Kepolisian Negara RI (Polri) sepanjang tahun 2011 telah menetapkan 84 tersangka kasus teroris yang berhasil tertangkap dan meninggal."Jumlah tersangka sebanyak 84 orang, meninggal sebanyak enam orang, luka-luka satu orang, proses pengadilan sebanyak 22 orang dan proses sidik sebanyak 15 orang," kata Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo saat Rilis Akhir Tahun di Mabes Polri Jakarta, Jumat.Selama tahun 2011, jelas Timur, Polri khususnya Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror telah menangani sekitar 10 kasus teror.“Di antaranya tindak pidana teror bom di Klaten, Polda Jateng, bom buku yang terjadi di Polda Metro Jaya, bom bunuh diri Cirebon di Polda Jawa Barat, bom Lubuk Linggau di Polda Sumatera Selatan dan kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Keputon Solo,” ujarnya.Menurut Kapolri, korban dari anggota Polri dalam penanganan aksi teror selama tahun 2011 di antaranya bom Cirebon sebanyak 25 orang luka-luka, bom buku sebanyak tiga orang luka-luka, penembakan di Palu sebanyak tiga orang meninggal dan penusukan di NTB satu orang meninggal.Sedangkan tersangka yang masuk jadi daftar pencarian orang (DPO) masih dalam proses pengejaran di antaranya yaitu Kamaludin alias Hasan usia 31 tahun, pernah diproses hukum dalam kasus bom Cimanggis pada 21 Maret 2004 dan Umar alias Bujang alias Rosi alias Dede usia 28 tahun kurir dari Dulmatin.Kemudian, Taufik Bulaga alias Upik Lawanga berumur 33 tahun, mempunyai keahlian merakit bom, selanjutnya adalah Hamzah (35), Agus Marsal (35), Ujang (38), Enjang (38), Yaya (30), dan Syekh Nana (50)."Masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan akan ancaman aksi teroris yang hingga kini masih nyata dan terus mengancam tata kehidupan bermasyarakat," kata Timur. (ant/gor)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-3709380822409305035?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/3709380822409305035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/12/jangan-lengah-terorisme-selalu-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/3709380822409305035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/3709380822409305035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/12/jangan-lengah-terorisme-selalu-ada.html' title='jaNgaN leNgah, terorisme SELALU ADA'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1304280625855760095</id><published>2011-12-19T21:58:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T21:58:28.527-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan lengah, terorisme dan kekerasan MASIH di SEKITAR kita</title><content type='html'>Teror Bom Menjelang NatalReny Sri Ayu | Nasru Alam Aziz | Selasa, 20 Desember 2011 | 08:46 WIBPALU, KOMPAS.com — Menjelang perayaan Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, Kota Palu, Sulawesi Tengah, diwarnai teror bom. Setelah ditemukan bom rakitan pada Senin pagi di dekat Pasar Babi, pada Selasa (20/12/2011) dini hari ditemukan lagi bom rakitan yang letaknya tidak jauh dari lokasi tersebut.Kepala Polres Palu Ajun Komisaris Besar  Ahmad Ramadhan mengemukakan, rangkaian bom ditemukan sekitar pukul 01.30 Wita oleh seorang warga. Benda tersebut ditemukan warga yang sebelumnya melihat seseorang meletakkan bungkusan tersebut di lorong dekat Pasar Babi, Jalan Sulawesi.Tak lama, unit penjinak bom ke lokasi untuk menjinakkan bom dan membawa benda tersebut ke Markas Komando Brimob. Temuan itu kian membuat warga sekitar Jalan Sulawesi khawatir.Lokasi penemuan kedua bom itu berdekatan, dan  tak jauh dari Gereja Bethel."Tentu saja kami khawatir karena terornya dua kali dalam waktu yang tidak lama. Apalagi warga di sini punya trauma soal bom karena pada 31 Desember 2005, bom pernah meledak di Pasar Babi," kata Marthen, warga Jalan Pattimura.Ledakan bom pada tahun 2005 memang menyimpan trauma pada sebagian warga karena saat itu bom meledak pada pagi hari saat Pasar Babi ramai pengunjung. Biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru, sejak pagi warga sekitar sudah ramai berbelanja. Saat itu bom menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1304280625855760095?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1304280625855760095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/12/jangan-lengah-terorisme-dan-kekerasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1304280625855760095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1304280625855760095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/12/jangan-lengah-terorisme-dan-kekerasan.html' title='jangan lengah, terorisme dan kekerasan MASIH di SEKITAR kita'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5188531662681466143</id><published>2011-12-12T02:08:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T02:23:40.624-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>YTH (?): sang k0rupt0r (?) (6)</title><content type='html'>'Cikeas Spring' atau 'Cikeas Winter'? (2-habis)Oleh Arief BudisusiloSabtu, 15 Oktober 2011 | 05:58 WIBbisnis indonesiaTentu saya sangat mendukung pragmatisme, asalkan untuk tujuan baik dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Mengapa tidak? Lee Kuan Yew, salah satu pemimpin negara yang sering dijadikan model, kerap mengatakan bahwa nilai dasar kemajuan Singapura terletak pada tiga hal. Pertama, pragmatisme. Tetapi pragmatisme yang dilandasi oleh good governance, tata kelola yang baik di segala lini: pemerintahan, perusahaan (swasta maupun BUMN), dan kehidupan masyarakatnya. Kedua, anti korupsi. Tidak ada kata ampun buat koruptor, siapapun dan apapun bentuk korupsinya. Ini penting terkait dengan kepastian, dan trust. Mengapa trust, bukan semata kepercayaan? Trust jauh lebih dalam ketimbang sekadar kepercayaan. “Winning the trust”, buat saya menjadi amat penting. Apalagi dalam survey global yang setiap tahun dirilis oleh Edelman Trust Barometer, trust terhadap pemerintah Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan terhadap media dan terhadap bisnis. Kalau dibalik, trust terhadap media dan bisnis di Indonesia jauh lebih tinggi dari trust terhadap pemerintah. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintahan SBY. Dan, asal tahu saja, perang melawan korupsi menjadi salah satu titik sentral dalam membangun trust. Meski selalu dinyatakan oleh SBY bahwa pemerintah serius memerangi korupsi, tetapi jika orang-orang di sekeliling petinggi pemerintahan justru menjadi aktor penting dalam berbagai kasus dugaan korupsi, bagaimana bisa membangun trust? Apalagi penegakan hukum terhadap kasus korupsi menjadi titik paling lemah. Maka, saya setuju dengan pandangan bahwa pimpinan penegak hukum dan penegak governance (seperti Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan), semestinyalah tidak dipilih oleh DPR, di mana di sana terjadi peluang transaksi politik dan bargaining alias dagang sapi. Ketiga, kata Lee, meritokrasi. Lagi-lagi, ini faktor penting sekali. Kalau meminjam bahasa gaul pegiat media sosial, ini “sesuatu banget”.  Anda, merujuk pernyataan Lee, bisa menduduki jabatan menteri karena prestasi dan kinerja. Anda bisa menduduki jabatan CEO karena kapasitas, kapabilitas dan kompetensi untuk membuat perusahaan maju dan berkembang, kecuali perusahaan keluarga nenek moyang. Anda berhak memperoleh gaji tinggi karena mampu memberikan sumbangan besar bagi profitabilitas perusahaan. Begitu seterusnya. Bukan karena teman koalisi, bukan karena sanak family, apalagi karena rekan main gaple. *** Meritokrasi? Anda boleh setuju atau tidak, kata itu masih sangat jauh di negeri ini. Mau contoh? Satu kementerian yang mendapatkan rapor excellent pun –tentu penilaian itu dating dari lembaga yang diserahi kewenangan menilai kementerian, yakni UKP4—justru sang menteri-nya digoyang-goyang untuk di-reshuffle karena ketidaknyamanan para mitra (atau tepatnya kawan koalisai utama) terkait business interest. Bocoran yang saya peroleh, dari 10 sektor penilaian, sembilan sektor dari kementerian tersebut mendapatkan nilai “memuaskan” dan satu sektor mendapatkan nilai alamaak: “sangat memuaskan”. Tetapi apa daya,  kepentingan bisnis yang berkawin dengan kepentingan politik yang berpelaminan di Dewan Perwakilan Rakyat membuat sang menteri digoyang-goyang. Ahh, mudah-mudahan saya salah baca saja. Soalnya, kalau sampai benar bacaan tersebut, bukan lagi “Cikeas Spring” yang terjadi, tetapi “Cikeas Winter” yang kita dapatkan. Ooh jangan. Moga-moga masih ada penjaga integritas di Kabinet SBYyang mampu mengawal kepentingan nasional. Soalnya lagi, kalau the nation guard itu sampai absen, saya khawatir akan muncul sayup-sayup yel-yel “Occupy Cikeas!”. Bagaimana menurut Anda?Senin, 12/12/2011 16:57 WIBDiperiksa di Ruang ICU RS MMC, Nunun Dijaga KetatFebrina Ayu Scottiati - detikNewsJakarta - Tersangka kasus suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Nunun Nurbaetie dilarikan ke RS MMC, Kuningan, Jakarta Selatan. Nunun diperiksa di ruang ICU dengan penjagaan ketat.Kabar Nunun yang diperiksa di RS MMC ini dibenarkan salah satu petugas administrasi RS MMC yang tak mau disebutkan namanya."Oh iya tadi ada, pukul 16.00 WIB, tiba dari arah basement, naik ke ICU. Dikawal banyak polisi dan 1 dokter pria," ujar petugas itu ketika ditemui di RS MMC, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (12/12/2011).Pantauan detikcom, penjagaan ketat itu dimulai dari ruang basement, 2 orang berbaju sipil dan seorang petugas keamanan RS MMC bersiaga. Di pintu muka ruang ICU, ada 2 polisi berseragam dan sekitar 5 penyidik KPK. Saat wartawan mengerubungi dan mengambil gambar ruang ICU itu salah satu dari mereka mengatakan agar tak mengganggu Nunun."Jangan diganggu, media suka sekali mengganggu. Sudahlah nanti saja di pengadilan saja, nanti kerjaan nggak beres nih. Penyidikan saya jangan diganggu," tukas perempuan berjilbab itu.Pada pukul 16.35 WIB, tampak dokter pribadi Nunun, dr Andreas Harry datang mengenakan kemeja merah muda.(nwk/vit)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5188531662681466143?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5188531662681466143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/12/yth-sang-k0rupt0r-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5188531662681466143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5188531662681466143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/12/yth-sang-k0rupt0r-6.html' title='YTH (?): sang k0rupt0r (?) (6)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-6381786414069203982</id><published>2011-12-01T23:11:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T23:12:04.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>YTH: pns BUKAN KORUPTOr dan YANG KORUpTOR</title><content type='html'>Jumat, 02/12/2011 11:44 WIBMengintip 5 PNS dengan Nilai Kekayaan FantastisAndi Saputra - detikNewsJakarta - Bekas pejabat Ditjen Pajak Bahasyim Assifie dihukum 12 tahun penjara karena kekayaannya sangat fantastis yaitu lebih dari Rp 64 miliar. Kekayaan Bahasyim seakan membuka daftar banyaknya kekayaan para PNS yang nilainya fantastis.Berdasarkan data yang dimiliki detikcom, berikut 5 nama PNS yang memiliki kekayaan yang mengagetkan tersebut:Bahasyim AssifieKekayaan atas nama sendiri Rp 64 Miliar. Adapun transaksi keuangan di rekening istri dan anaknya mencapai Rp 932 miliar. Atas dana mencurigakan ini, Bahasyim dihukum 12 tahun penjara. Uang Rp 64 miliar itu telah disita, namun Rp 932 belum disentuh aparat penegak hukum.Gayus TambunanBekas PNS golongan III A Ditjen Pajak memiliki rumah mewah di Gading Park View dan apartemen di Cempaka Mas, termasuk mobil mewah. Belum lagi harta bergerak dalam bentuk uang cash senilai lebih dari Rp 75 miliar. Gayus telah diputus bersalah dengan hukuman 12 tahun penjara atas gratifikasi serta 2 tahun penjara atas pemalsuan paspor.M TjiptardjoDirjen Pajak 2009-2011, M Tjiptoardjo, memiliki rumah mewah di Jalan Delima Jaya nomor 40, Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan. Di rumahnya yang cukup luas itu terdapat kebon binatang mini yang terdiri dari 5 menjangan, 2 burung kasuari, dan 4 burung ayam merak."Ini masalah pribadi. Saya sudah lapor KPK masalah itu. Saya tidak komentar. Saya punya hak untuk tidak menjawab. Itu pertanggung jawaban saya dengan KPK," kata Tjipto saat ditemui wartawan untuk diklarifikasi atas hartanya. Jawaban itu disampaikan Tjipto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 7 April 2010 silam.Marni Emmy MustafaKetua Pengadilan Tinggi Banajarmasin, Marni Emmy Mustafa, dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LKHPN) memiliki simpanan sebesar Rp 1,3 miliar dan US$ 16.500 di rekening miliknya. Namun dia buru-buru mengklarifikasi dan menyatakan dia salah tulis."Itu Rp 11 juta, makasih Pak. Boleh dicek nomor itu. Itu juga bisa dicek ke KPK, saya sudah laporkan semuanya," kata Marni saat wawancara calon hakim agung di kantor Komisi Yudisial (KY) beberapa waktu lalu.Aryanto SutadiLHKPN yang dibuat Irjen (Purn) Aryanto Sutadi yang ada di panitia seleksi (pansel) capim KPK tercatat Rp 4,4 miliar. Sementara berdasarkan LHKPN yang dibuat Aryanto untuk pencalonan dirinya tercatat Rp 5 miliar. Namun, menurut penelusuran panitia seleksi calon pimpinan KPK, kekayaannya Rp 8 miliar.Menurut Aryanto, perbedaan data kekayaan miliknya merupakan hikmah dan akibat sulitnya mengisi LHKPN. Manipulasi data LHKPN merupakan fakta yang terjadi ketika pertama kali mengisi pada tahun 2001. "Itu yang terjadi di kepolisian dan pasti kejahatan. Namun, semua begitu (saat mengisi) LHKPN. Jika ditindak, semua akan kena," bela Aryanto.(asp/vit)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-6381786414069203982?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/6381786414069203982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/12/yth-pns-bukan-koruptor-dan-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6381786414069203982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6381786414069203982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/12/yth-pns-bukan-koruptor-dan-yang.html' title='YTH: pns BUKAN KORUPTOr dan YANG KORUpTOR'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5504369717936177415</id><published>2011-11-24T18:32:00.001-08:00</published><updated>2011-11-24T18:33:12.695-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>uang negara atau uang presiden atau OCCUPY monas</title><content type='html'>Pernyataan SBY soal uang negara dipertanyakanOleh John Andhi OktaveriKamis, 24 November 2011 | 21:53 WIBbisnis indonesiaJAKARTA: Sejumlah kalangan mempertanyakan pernyataan Presiden SBY melalui Menteri Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi bahwa tidak ada sepeserpun uang negara yang digunakan untuk biaya perhelatan putranya, Edy Baskoro Yudhoyono dengan Siti Rubi Aliya Rajasa.Pengamat Politik dari LIPI, Ikrar Nusa Bakti mengatakan Presiden SBY harus mengklarifikasi pernyataannya mengenai tidak adanya uang negara yang digunakan untuk pesta penikahan putranya dengan putri Menko Perekonomi Hatta Rajasa tersebut.Menurut Ikrar, penggunaan berbagai fasilitas negara mulai dari istana, aparat keamanan, listrik, air dan sebagainya pasti dibiayai negara.“Penggunaan istana dengan tamannya, gedungnya, listriknya,bangku dan sebagainya termasuk aparat keamanan, jelas dibiayai negara. Memangnya SBY selama ini membiayai sendiri kebutuhan istana maupun aparat keamanan yang menjaganya,?” ujar Ikrar kepada wartawan hari ini.Menggunakan fasilitas negara, ujarnya,  memang tidak dalam bentuk uang, tapi tetap saja semua fasilitas tersebut dibayar dengan uang oleh negara.Ikrar tidak mau menjawab sikap apa namanya jika seorang pejabat tinggi negara seperti presiden menyangkal penggunaan fasilitas yang diberikan kepadanya.“Saya tidak tahu apa namanya kalau presiden menyangkal fasilitas yang diberikan negara dan dibiayai oleh rakyat. Anda jawab saja sendiri,” katanya menambahkan.Hanya saja Ikrar meminta KPK untuk berani memeriksa seputar pelaksanaan pesta tersebut mulai dari sumber dana yang digunakan maupun hadiah yang mungkin diterima meskipun dikatakan SBY menolak segala macam hadiah dan kado.“Kalau KPK berani memeriksa pejabat lainnya, saya harap KPK juga berani untuk mengusut dari mana biaya maupun berapa uang atau kado yang diterima selama perhelatan,” ujarnya.Sementara Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi mengatakan pernyataan SBY tersebut sangat menyakitkan karena menyatakan tidak ada sepeserpun uang negara yang digunakan untuk menggelar pesta yang mewah itu.Pernyataan itu dinilai Uchok sebagai pernyataan yang sombong dari seorang presiden karena meniadakan peran rakyat atas apa yang dinikmatinya sebagai presiden.Menurut dia, berbagai fasilitas yang diterima presiden adalah hal yang wajar dan menjadi haknya, namun presiden juga jangan lupa bahwa semua fasilitas itu yang membiayai adalah negara atau rakyat.“Memang siapa yang biayai kebutuhan dia sebagai presiden termasuk penggunaan Istana Cipanas? Kalau SBY menyangkal hal itu tentunya sangat melecehkan rakyat Indonesia,” ujarnya.Uchok menyarankan Presiden SBY meralat pernyataannya itu dan meminta maaf pada rakyat Indonesia sambil menjelaskan darimana dia dapat uang untuk menggelar pesta akbar itu. (Bsi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5504369717936177415?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5504369717936177415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/uang-negara-atau-uang-presiden-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5504369717936177415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5504369717936177415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/uang-negara-atau-uang-presiden-atau.html' title='uang negara atau uang presiden atau OCCUPY monas'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-6548655959623202651</id><published>2011-11-18T23:23:00.001-08:00</published><updated>2011-11-19T00:00:35.549-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan lengah, terorisme ITU CERDIK</title><content type='html'>Polri Khawatir Bom Marriot TerulangTRIBUNnews.comOleh Abdul Qodir | TRIBUNnews.com – 1 jam 0 menit laluTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri menyatakan pihaknya mengantisipasi sekecil apapuan hal-hal mencurigakan yang akan menimbulkan gangguan keamanan di tempat berlangsungnya KTT ASEAN, Bali.Karena itu, kepolisian mengapresiasi langkah satpam Hotel Westin yang mengamankan seorang pria mencurigakan dengan membawa kembang api di sekitar area penyelenggaraan KTT ASEAN, Bali, pada Sabtu (19/11/2011) pukul 03.30 WITa tadi.Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, saat dihubungi, Sabtu (19/11/2011) siang.Tak lama diinterogasi, kepolisian melepaskan ANS (20 th) yang sebelumnya ditangkap di Hotel Westin, kawasan KTT ASEAN, Nusa Dua, Bali, pada Sabtu (19/11/2011) pukul 03.30 WITa, karena membawa kembang api. Dari keterangan ANS, rencananya kembang api itu akan digunakan dalam sebuah acara pembukaan galeri di hotel tersebut pada sore ini.Saud mengakui diamankannya ANS tak lepas dari kekhawatiran pengeboman seperti terjadi di Hotel Marriot-Ritz Cartlon di Jakarta pada 2009."Langkah pengamanan hotel sudah tepat. Walaupun dia (ANS) sedang kerja di hotel itu, patut dicurigai setiap orang yang keluar masuk. Apalagi bawa barang bawaan kembang api di hari yang gelap. Ingat, dulu juga kejadian yang di Hotel Marriot juga seperti itu. Ada orang yang kerja antarbarang (toko florist atau bunga)," kata Saud.Menurut Saud, langkah-langkah pengamanan seperti ini harus didukung kejelian dari setiap pihak, termasuk pihak hotel yang memang kebetulan dekat dengan tempat penyelenggaraan KTT ASEAN.Pria Pembawa Pemicu Bom Mendekat ke Lokasi KTT ASEANRohmat - OkezoneSabtu, 19 November 2011 11:06 wibNUSA DUA - Polisi mengamankan seorang pria berinisial NS (20) karena diduga membawa detonator di antara semak-semak yang jarakanya tidak jauh dari lokasi perhelatan KTT ASEAN ke-19 di Nusa Dua, Bali.Hingga kini belum diperoleh informasi lebih jauh mengenai sosok NS, termasuk motif dia membawa bungkusan berisi barang berbahaya, hingga mampu menerobos Ring 1.Polisi belum bersedia membeberkan kronologis dan hasil pemeriksaan terhadap NS. Namun saat ini pria itu masih diamankan di Polsek Kuta Selatan.Informasi di lapangan, diketahui saat ditangkap, petugas menemukan bungkusan berisi detonator atau alat pemicu peledak.NS kabarnya ditangkap Sabtu (18/11/2011) dini hari tadi di semak semak sekitar Hotel Westin tak jauh dari Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).Polisi sudah mengamankan barang bukti alat detonator dan detonator lainnya yang dipakai untuk menyalakan kembang api. Polisi juga mengamankan kembang api, air mancur, terompet, avometer.‎Yang mengejutkan, pria tersebut mengantongi &lt;b&gt;ID khusus KTT ASEAN&lt;/b&gt; sehingga bisa leluasa keluar-masuk kawasan Nusa Dua yang selama ini disterilkan dan dalam kendali Paspampres.Informasi lain menyebutkan, NS bekerja untuk perlengkapan &lt;b&gt;sound system dan lighting &lt;/b&gt;di lokasi perhelatan KTT ASEAN, KTT ASEAN Plus, dan KTT Asia Timur yang juga dihadiri Presiden Amerika Serikat Barack Obama.Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Kuta Selatan dikatakan agar meminta izin dahulu ke Kapolsek. Namun sampai saat ini Kapolsek Kuta Selatan Kompol Putu Dedy belum bisa dihubungi.(amr)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-6548655959623202651?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/6548655959623202651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/jangan-lengah-terorisme-itu-cerdik_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6548655959623202651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6548655959623202651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/jangan-lengah-terorisme-itu-cerdik_18.html' title='jangan lengah, terorisme ITU CERDIK'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5796296653980224542</id><published>2011-11-15T01:31:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T01:31:29.554-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan LENGAH, terorisme itu CERDIk</title><content type='html'>Selasa, 15/11/2011 16:08 WIBJaringan Abu Omar Berencana Lakukan Penculikan Cepat &amp; RahasiaMega Putra Ratya - detikNewsJakarta - Polri sudah mengamankan 7 orang pelaku tindak pidana terorisme terkait jaringan Abu Omar. Jaringan tersebut diketahui berencana melakukan operasi penculikan cepat dan rahasia."Mereka berencana ikhtialat atau operasi penculikan cepat dan rahasia," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution, di kantornya Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (15/11/2011).Selain itu, lanjut Saud, jaringan tersebut juga sedang mempersiapkan i'dad atau latihan militer. Target mereka adalah yang mereka anggap musuh, di antaranya adalah kantor-kantor polisi di wilayah jakarta Barat."Mereka telah mensurvey lokasi antara lain polsek di Jakarta Barat," kata Saud.Kelompok Islam Syiah juga menjadi salah satu target jaringan Abu Omar. "Target lainnya yang jelas kita minta supaya warga juga waspada," paparnya.Sabtu (13/11), Densus 88 menangkap tiga orang yang ditangkap di Tangerang yaitu DAP (34 tahun) yang ditangkap di deket kediamannya di Perum Poriz, Cipondoh Makmur, Tangerang. Lalu BH alias Dodi (35 tahun), ditangkap di dekat kediamannya di Cibodas, Karawaci dan S ditangkap di Rajek, Tangerang serta disita senjata api M16 dan dua buah magazene serta 313 butir peluru. Satu orang lainnya yaitu AA alias Agung ditangkap di Rawa Badak Utara, Jakarta Utara.Kemudian pada Minggu (14/11), Densus 88 menangkap DWT (50 tahun) seorang penjual sayuran ditangkap di Duren Sawit, Jakarta Timur dan Sugih alias SGO yang berprofesi sebagai pedagang nasi goreng ditangkap di Rawa Bacang, Pondok Melati, Jati Rahayu, Bekasi.(mpr/lrn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5796296653980224542?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5796296653980224542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/jangan-lengah-terorisme-itu-cerdik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5796296653980224542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5796296653980224542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/jangan-lengah-terorisme-itu-cerdik.html' title='jangan LENGAH, terorisme itu CERDIk'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-515039738877110243</id><published>2011-11-15T01:29:00.001-08:00</published><updated>2012-02-01T03:11:25.966-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>YTH: Anggota DPR, yang KAYA RAYA</title><content type='html'>Selasa, 15/11/2011 16:11 WIBWow! Nilai Kendaraan Mewah Bambang Soesatyo Tembus Rp 10,4 MFajar Pratama - detikNewsJakarta - Bambang Soesatyo menjadi buah bibir. Kepemilikan mobil mewahnya menjadi sebuah fenomena, walau tidak aneh karena Bambang seorang pengusaha yang kini duduk menjadi anggota DPR di Komisi III.Nah, dalam laporan harta kekayaannya, tak tanggung-tanggung, nilai total harta tak bergeraknya yang terdiri dari 15 kendaraan mencapai Rp 10,4 miliar.Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya per 2010, Selasa (15/11/2011) diketahui Bambang Soesatyo ternyata tidak hanya memiliki dua buah mobil mewah bermerek Bentley dan Hummer. Lebih dari itu, Bambang memiliki mobil mewah lainnya seperti Land Rover, Mercedes Benz, dan Alphard, dan Harley Davidson.Kendaraan-kendaraan Bambang itu berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan Bambang ke KPK pada 28 Januari 2010. Pada LHKPN itu, total harta kekayaan Bambang senilai Rp 24,1 miliar dan 20.095 dolar AS.Beberapa waktu lalu, politisi Golkar ini sudah buka suara soal kepemilikan mobil mewahnya. Baginya, tak ada gunanya berpura-pura miskin kalau hanya untuk mengejar simpati."Terkait berita soal mobil mewah merk Bentley milik anggota DPR, sebetulnya yang begini ini tidak enak untuk dikomentari. Karena sebaik-baiknya hidup, ya apa adanya saja. Tidak perlu berlagak kaya atau tiba-tiba berlagak miskin untuk mendapat simpati. Yang penting jangan pamer," kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/11).Dia menjelaskan, Tuhan mengatur rezeki masing-masing umatnya, ada kaya ada juga yang miskin. "Jadi, jangan takut kaya atau takut miskin. Yang penting, kalau kaya harus banyak sedekah," tutur Bambang.(fjr/ndr)Selasa, 15/11/2011 13:04 WIBUltah ke-65 Ical Jadi Ajang Pamer Mobil MewahRizki Maulana - detikNewsPorsche Cayenne di Hut ke-65 Ical Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) memerintahkan anak buahnya di Golkar untuk bergaya hidup sederhana. Namun kenyataannya, dalam acara ulang tahun ke-65 Ical di kantor DPP Golkar, berjejer aneka mobil mewah.Pantauan detikcom, Selasa (15/11/2011) di halaman parkir DPP Partai Golkar Jl Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, berjejer sekitar 10 mobil mewah. Mobil itu antara lain BMW X5, Toyota Alphard, sedan Toyota Lexus, Porsche Cayenne warna hitam, Range Rover warna hitam, dan Jaguar warna hijau.Sementara ultah Ical diisi dengan syukuran dengan sekitar 500 anak yatim piatu. Acara diisi dengan pengajian dan sambutan dari Waketum Golkar Cicip Sutardjo. Hadir dalam acara itu Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Tantowi Yahya, Nurul Arifin, Nudirman Munir. Anak Ical Ardie Bakrie, dan menantu Ical Nia Ramadhani juga datang ke acara itu.Acara juga diisi dengan nyanyian 'Selamat Ulang Tahun', tiup lilin dan potong tumpeng dan kue ulang tahun. Ical yang mengenakan kemeja coklat tampak sumringah dengan dirayakan ulang tahunnya.Karangan bunga juga menghiasi pintu masuk gedung Golkar. Karangan itu antara lain dari Agung Laksono, dan Setya Novanto.Sebelumnya, Ical meminta seluruh kadernya bergaya sederhana. Ical juga telah meminta anggota dewan dari Golkar tidak memakai mobil mewah meskipun dari hasil keringat sendiri."Saya sudah mengimbau kepada seluruh anggota Partai Golkar yang duduk di dalam parlemen untuk tidak memakai mobil mewahnya ke DPR meskipun dari hasil keringat sendiri," kata Ical usai menyampaikan pidato politik di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Senin (14/11) kemarin.Kebijakan Promosi Jabatan di Polri Timbulkan Adanya Praktik SuapPenulis : Torie NatallovaRabu, 01 Februari 2012 15:40 WIB     JAKARTA--MICOM: Komisi III DPR mempertanyakan kebijakan promosi dan mutasi jabatan pejabat Polri yang tidak dilakukan secara profesional. Kebijakan ini memunculkan adanya praktik suap untuk mencapai promosi ataupun jabatan yang diinginkan."Praktik suap terjadi di promosi-jabatan. Seorang AKBP ingin menjadi wadir lantas, ia melakukan pendekatan Kabagmusjab. Namun, ia harus menyiapkan Rp750 juta. Karena tidak bisa menyiapkan (dana), ia jadi Wadir Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit). Dalam empat bulan satu kombes polisi bisa punya empat jabatan," ujar Herman Hery dari Fraksi PDIP, dalam rapat bersama Kapolri, di Jakarta, Rabu (1/2).Kebijakan tersebut tentu saja memandulkan fungsi Polri yang harusnya mengutamakan pelayanan publik. Menurut anggota Komisi III, Eva Sundari, kebijakan tersebut tidak lagi mengandalkan kinerja dan prestasi anggota Polri."Ini tentu menimbulkan demoralisasi dan bukan insentif bagi aparat yang berprestasi. Dampaknya secara akumulatif tentu menganggu kualitas pelayanan publik," jelas Eva, ketika dihubungi, Rabu.Kabar yang beredar di masyarakat bahwa ada banderol yang dipasang untuk mutasi dan promosi. Bahkan, kata Eva, kabarnya jabatan Kapolda Sumut 'berharga' Rp5 miliar. Hal ini, tutur Eva, tidak terlepas dari internal kepolisian, yang supply menciptakan demand.Kebijakan Mabes Polri menyebabkan aparat mencari duit dengan segala cara, agar bisa naik pangkat. Di saat yang sama, mereka (yang telah mengeluarkan biaya gara naik pangkat) harus mencari pengembaliannya dong," jelasnya.Celah ini memberikan peluang bagi masuknya sponsor yang tentu minta kontra-prestasi atas beberapa kasus."Ujungnya, muncul fenomena pelayanan polisi yang memihak pemodal. Publik yang dirugikan," jelas Eva, merujuk kasus di Mesuji dan Pelabuhan Sape. (*/OL-10)(nik/fay)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-515039738877110243?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/515039738877110243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/yth-anggota-dpr-yang-kaya-raya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/515039738877110243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/515039738877110243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/yth-anggota-dpr-yang-kaya-raya.html' title='YTH: Anggota DPR, yang KAYA RAYA'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-6363097345049519049</id><published>2011-11-15T01:25:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T01:26:02.711-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>JANGAN lengah, terorisme SEJAK DINI, kaya pauD</title><content type='html'>Selasa, 15/11/2011 16:11 WIB1 Tersangka Teroris Bima Siswa SMP, Tugasnya Beli Korek ApiKusmayadi - detikNews Mataram - Satu dari tujuh tersangka terorisme di Pondok Umar Bin Khattab, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Bima, NTB, ternyata siswa kelas III SMP. Terkait ledakan di Pondok UBK, siswa itu tugasnya hanya membeli korek api.Dia adalah MA, usianya masih 15 tahun. Saat ini MA masih tercatat sebagai siswa kelas III, SMPN 2 Dompu.MA ditangkap polisi di Bima pada 12 Juli 2011, sehari setelah ledakan di Pondok UBK yang diidentifikasi polisi sebagai bom. MA resmi ditahan 19 Juli 2011 di Mapolda NTB, Jalan Langko, Kota Mataram.Saat dibawa dari tahanan Mapolda NTB untuk diserahkan ke Kejaksaan Tinggi NTB, Selasa (15/11/2011) siang, MA dibawa terpisah dengan enam tersangka teroris lainnya. Hal ini lantaran usianya yang masih anak-anak.Kalau tersangka lain diangkut dengan mobil panser dengan pengawalan ketat, MA dibawa ke Kejati NTB dengan mobil patroli jenis Panther milik satuan Samapta Polda NTB. MA tiba paling belakang. Ia tak diborgol dan kerap menunduk.Di dalam mobil itu, MA ditemani kakak sepupunya, Darmansyah, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah, Mataram. Darmansyah pula yang tetap mendampingi MA saat menjalani pemeriksaan."Saya terus mendampingi selama ini. Orang tua kami tidak bisa sering-sering ke sini (Mataram)," kata Darmansyah pada detikcom, di sela-sela menunggu pemeriksaan MA dan barang bukti oleh jaksa di Kejati NTB.Darmansyah mengatakan, MA tidak tahu apa-apa terkait ledakan bom di Pondok UBK itu. "MA hanya diminta membeli korek api oleh Ustadz Abrori, pimpinan pondok. Itu saja. Selebihnya adik saya tidak mengerti apa-apa. Apalagi soal bom," katanya.MA tinggal di Desa O'o, di Dompu, kabupaten yang bersebelahan dengan Bima. Orang tuanya, Abdullah kini dalam kondisi sakit-sakitan, akibat anaknya menjadi tersangka tindak pidana terorisme.Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Muhammad Salim memastikan penahanan MA berbeda dengan enam tersangka teroris lain yang sudah dewasa. "Kita beri perlakuan berbeda. Tentu penahannya terpisah. Tapi soal tuntutan dan dakwaan, tentu saja akan sama. Tetap kita dakwa berlapis dengan pasal terorisme dan lainnya," kata Salim.Ketujuh tersangka teroris itu akan dijerat pasal berlapis mengacu pada UU No 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, UU Darurat No 12/1951 tentang senjata dan pasal dalam KUHP tentang pembunuhan.(fay/nvt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-6363097345049519049?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/6363097345049519049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/jangan-lengah-terorisme-sejak-dini-kaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6363097345049519049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6363097345049519049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/jangan-lengah-terorisme-sejak-dini-kaya.html' title='JANGAN lengah, terorisme SEJAK DINI, kaya pauD'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1723102256958636388</id><published>2011-11-04T00:41:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T00:41:09.094-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>kekerasan dilawan dengan KERAS (1) ... 041111</title><content type='html'>RUU Ormas: Pengadilan Bisa Bubarkan Ormas AnarkisRepublikaRepublika – 21 jam yang laluJAKARTA -- Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang dinilai anarkis bisa dibubarkan. Hal yang sama berlaku untuk Ormas yang menyebarkan permusuhan antar suku, agama, ras, dan antar golongan, atau memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.Ketua Pansus RUU Pemilu, Abdul Malik Haramain, menyatakan bahwa pemerintah bisa mengusulkan pembubaran suatu ormas yang melakukan pelanggaran. Ormas yang kerap melakukan kekerasan, menghakimi massa, mengganggu ketertiban, dan merusak fasilitas umum, kata malik, juga bisa dibubarkan."Kita tidak main-main, kalau memang Ormas seperti itu dibiarkan maka akan mengancam ketertiban umum," jelas Malik, saat dihubungi, Kamis (3/11). Dia mengatakan beberapa Ormas kerap melakukan penyerangan yang bersifat sporadis, sehingga menimbulkan korban jiwa, melukai masyarakat, bahkan membunuh. Dia mengatakan hal seperti ini tidak bisa dibiarkan, karena tindakan seperti itu dinilai tidak menghargai perbedaan dan mengancam demokrasi."Yang kita inginkan adalah dialog dan saling bertukar hujjah atau argumentasi," paparnya. Namun, Ormas terlalu mendoktrin pengikutnya sehingga terjadilah fanatik buta. Pengikut Ormas akhirnya merasa benci dengan tandingannya sehingga melakukan aksi menyerang. Disini tak ada lagi penghargaan terhadap perbedaan. "Yang ada hanyalah rasa ingin menang dari satu pihak. Ini berbahaya," jelas Malik.Pasal 52 RUU Ormas menyebutkan tahapan-tahapan pembubaran Ormas. Pertama adalah sanksi teguran tertulis. Jika tidak diindahkan maka pemerintah berhak untuk mengajukan permohonan untuk membekukan aktifitas Ormas paling lama 90 hari sampai keluarnya putusan pembekuan sementara dari pengadilan negeri atau Mahkamah Agung (MA).Pengadilan negeri atau Mahkamah Agung wajib memutus permohonan pembekuan sementara paling lama 30 hari terhitung sejak permohonan pembekuan sementara diajukan. Pasal ini juga menyebutkan pada ayat tujuh, Ormas yang sudah dibekukan sementara tetap melakukan pelanggaran, seperti mengganggu ketertiban dan merusak fasilitas umum, maka pemerintah berhak mengajukan permohonan pembubaran kepada pengadilan negeri untuk Ormas setingkat kabupaten atau kotamadya dan propinsi. Sedangkan Ormas nasional diajukan permohonan pembubarannya kepada Mahkamah Agung (MA).Pasal 52 ayat delapan RUU tersebut menyebutkan, pengadilan negeri atau Mahkamah Agung (MA) wajib memutus permohonan pembubaran paling lama 30 hari terhitung sejak permohonan pembubaran diajukan.Malik menyebutkan RUU ini jika disahkan nanti berlaku bagi Ormas apapun. Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat ini tidak kurang dari 1500 Ormas tingkat nasional terdaftar. Sedangkan di daerah, jumlah Ormas mencapai enam ribu. "Semuanya akan diperlakukan sama oleh RUU ini nantinya," papar Malik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1723102256958636388?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1723102256958636388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/kekerasan-dilawan-dengan-keras-1-041111.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1723102256958636388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1723102256958636388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/kekerasan-dilawan-dengan-keras-1-041111.html' title='kekerasan dilawan dengan KERAS (1) ... 041111'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-3028867498487862077</id><published>2011-11-03T02:13:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T02:13:47.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>waspadai teologi radikalisme dan kekerasan, MASEH (03 Nov 2011)</title><content type='html'>Kartun Nabi, Kantor Majalah di Prancis Dibom  Kamis, 03 November 2011 | 04:55 WIB&lt;span style="background-color: orange; font-size: large;"&gt;j&lt;b&gt;elas kekerasan bukan jalan keadilan yang dibenarkan dalam isu initapi pelecehan agama juga terkait soal etis, pertimbangkan lah secara serius sebelum melakukannya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;TEMPO Interaktif, Prancis - Perdana Menteri Prancis mengecam serangan dengan bom molotov kemarin dinihari yang membakar kantor sebuah majalah satire yang dalam edisi pekan ini "mengundang" Nabi Muhammad sebagai pemimpin redaksi tamu. Pejabat polisi di Paris menyebutkan, ledakan terjadi di kantor redaksi mingguan Charlie Hebdo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak ada korban jiwa karena kantor kosong. Pejabat yang enggan menyebutkan nama karena investigasi tengah dilakukan itu mengutip seorang saksi bahwa seseorang melemparkan dua benda bersumbu, dan api pun berkobar. Sekujur kantor berlantai dua itu rusak berat.&lt;/div&gt;Perdana Menteri Prancis Francois Fillon menyeru aparat keamanan agar memburu mereka yang bertanggung jawab dan menyeretnya ke pengadilan. "Kebebasan berekspresi adalah nilai tak tergantikan dalam demokrasi kami. Tak ada yang bisa membenarkan aksi kekerasan," Fillon menegaskan.&lt;div&gt;Pemimpin Redaksi Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier atau Charb, mengatakan api dipicu oleh bom molotov. Dia menuding pelakunya adalah orang-orang radikal bodoh yang tidak tahu apa itu Islam. "Mereka idiot yang mengkhianati kepercayaan mereka sendiri," ujarnya kepada televisi berita Associated Press, Rabu 2 November 2011 kemarin. "Tak ada yang tahu apa isinya kecuali mereka membelinya pagi ini."&lt;/div&gt;Halaman sampul mingguan yang terbit saban Rabu itu bertajuk "Syariah Hebdo", memajang sosok kartun pria dengan sorban, jubah putih, dengan wajah berjanggut, dan tersenyum lebar. Sosok “Nabi Muhammad” itu bilang, "100 cambukan jika kalian tidak mati karena tertawa."Sehari sebelumnya, muncul pernyataan majalah itu di situsnya bahwa edisi terbaru akan "merayakan" kemenangan partai Islam, Ennhada, dalam pemilu Tunisia dan mengundang Nabi Muhammad sebagai "pemimpin redaksi" tamu untuk edisi pekan ini. "Sang nabi Islam tidak perlu ditanya dua kali, dan kami berterima kasih untuk itu," demikian pernyataan Charlie Hebdo.Partai Ennhada saat ini tengah menyusun koalisi pemerintahan. Partai di negeri awal “Musim Semi Arab” itu berjanji bekerja sama dengan partai-partai lebih liberal dan menghargai kesetaraan gender.Kartun Nabi yang terbit pada 2005 di sebuah harian Denmark sempat memicu gelombang protes di negara-negara Islam.Presiden sebuah payung kelompok yang mewakili komunitas muslim Prancis—ada sekitar 5 juta pemeluk, yang terbesar di Eropa Barat--juga mengutuk serangan atas Charlie Hebdo. Ketua French Council for the Muslim Faith, Mohammed Moussaoul, menyatakan organisasinya menyesalkan nada sangat mengejek mingguan itu terhadap Islam dan Nabi, tetapi menegaskan perlawanan total terhadap semua aksi dan kekerasan.Ditambahkan Charb, majalahnya sudah menerima "banyak surat protes, ancaman, dan penghinaan" di Twitter dan Facebook sebelum serangan. "(Padahal) itu adalah sebuah lelucon yang topiknya membayangkan sebuah dunia di mana syariah akan diterapkan," tuturnya.AP | THE TELEGRAPH | BFM TV | DWI ARJANTO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-3028867498487862077?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/3028867498487862077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/waspadai-teologi-radikalisme-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/3028867498487862077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/3028867498487862077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/11/waspadai-teologi-radikalisme-dan.html' title='waspadai teologi radikalisme dan kekerasan, MASEH (03 Nov 2011)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-7077924632131064398</id><published>2011-10-25T18:10:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T18:14:10.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>YUK nonton, ya (26 Oktober 2011)</title><content type='html'>Korban bom bikin film ‘Ramadhan untuk Sakinah’Oleh Stefanus Arief SetiajiSelasa, 25 Oktober 2011 | 19:38 WIBbisnis indonesiaJAKARTA: Asosiasi Korban Bom Terorisme Indonesia (Askobi) bekerjasama dengan produser &amp; sutradara film Damien Dematra akan meluncurkan film layar lebar berjudul ‘Ramadhan untuk Sakinah’ paling lambat 2011 ini {pada Juli 2011?}.Ketua Umum Askobi Wahyu Adiartono mengatakan film ini diangkat dari sebuah buku yang berjudul sama dengan film tersebut dengan kisah cerita tentang kekuatan untuk memaafkan dari seorang korban ledakan bom di Jakarta.“Kita ingin membawa pesan bahwa kekerasan tidak harus selalu dibalas dengan kekerasan. Melalui media film ini pulalah kami ingi mengkampanyekan gerakan cinta damai serta membekali &lt;b&gt;generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh paham kekerasan&lt;/b&gt;,” ujarnya di sela press confrence pembuatan film, hari ini.Sebagai organisasi yang beranggotakan tak kurang 900 anggota korban bom terorisme, Askobi menilai pesan damai harus terus digaungkan untuk menciptakan kedamaian di bumi pertiwi mengingat ancaman kekerasan masih bisa terjadi.Sutradara film Ramadhan untuk Sakinah Damien Dematra menambahkan target utama penonton film ini adalah generasi muda, karena merekalah yang akan menjadi pilar menopang kehidupan bangsa masa depan.“Terus terang saya pribadi prihatin, kenapa anak muda sekarang mudah sekali tersulut emosi dan mudah dipengaruhi. Lewat film inilah, semoga generasi muda sadar bahwa korban kekerasan lebih banyak saudara kita sendiri,” tuturnya.Rencananya proses produksi film ini akan dimulai pada Januari 2012 dengan target penayangan di gedung bioskop saat musim.(api)2 Asuransi siap gabung ke konsorsium risiko terorismeOleh Anggi OktarindaRabu, 19 Oktober 2011 | 17:11 WIBbisnis indonesiaJAKARTA: Dua perusahaan asuransi umum sedang dalam proses untuk masuk ke dalam konsorsium asuransi terorisme dan sabotase yang saat ini diketuai oleh PT Maskapai Reasuransi Indonesia (Marein).Robby Loho, Direktur Utama Maskapai Reasuransi Indonesia (Marein), mengatakan kedua perusahaan asuransi umum tersebut berencana masuk ke bisnis proteksi asuransi terorisme dan sabotase sehingga bergabung dengan konsorsium.Saat ini, lanjutnya, jumlah perusahaan yang tergabung dalam konsorsium asuransi terorisme dan sabotase mencapai 55 perusahaan. Dengan penambahan dua perusahaan tersebut, maka jumlah perusahaan asuransi yang tergabung dalam konsorsium akan meningkat menjadi 57 perusahaan.Dengan demikian, masih ada 18 perusahaan dari total 85 perusahaan asuransi umum yang belum tergabung ke dalam konsorsium.“Seluruhnya perusahaan asuransi umum. Melalui konsorsium ini, kapasitas penjaminan mampu menanggung kerugian hingga US$8 juta atau setara dengan Rp80 miliar,” katanya, hari ini.Sejauh ini, lanjutnya, permintaan produk asuransi terorisme dan sabotase umumnya berasal dari pelaku industri perhotelan. Selain itu, permintaan proteksi terhadap aksi terorisme dan sabotase berasal dari pabrik dan pusat perbelanjaan.“Tempat ibadah juga sebetulnya bisa diikutsertakan dalam proteksi terorisme dan sabotase. Tapi sejauh ini umumnya berupa proteksi terhadap kerusuhan,” ujarnya.Beberapa perusahaan asuransi umum yang menjadi anggota konsorsium asuransi terorisme dan sabotase pada saat ini antara lain PT Asuransi Adira Dinamika, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Ramayana, PT Asuransi Tri Pakarta, dan PT Asuransi Wahana Tata.Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kornelius Simanjuntak mengatakan pelaku industri telah bahu membahu melakukan upaya pemulihan aksi teror. Hanya saja, sampai dengan saat ini konsorsium terorisme dan sabotase berjalan sendiri.Hal itu, lanjutnya, karena dampak resiko terorisme masih dianggap bersifat lokal, berbeda dengan dampak resiko gempa dan bencana yang dapat menyerang suatu wilayah yang luas dengan jumlah korban yang banyak.Andi Widjayanto, pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, mengatakan aksi terorisme adalah ancaman nyata. Dia memaparkan telah terjadi sebanyak 69 peristiwa teror bom di Indonesia sejak 1981 sampai dengan akhir September 2011.Menurut dia, penanganan aksi terorisme dilakukan melalui tiga strategi yaitu pencegahan, penindakan, dan pemulihan. Dia mengatakan konsentrasi pemerintah saat ini baru pada tahap kedua yaitu penindakan.“Kalaupun terjadi upaya pemulihan, fokus pemerintah masih untuk menindak pelaku kejahatan, bukan fokus kepada korban teror. Tindakan pemulihan terhadap korban ini dapat menjadi peluang bagi pelaku industri,” katanya.(faa)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-7077924632131064398?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/7077924632131064398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/yuk-nonton-ya-26-oktober-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7077924632131064398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7077924632131064398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/yuk-nonton-ya-26-oktober-2011.html' title='YUK nonton, ya (26 Oktober 2011)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-2563263911732241799</id><published>2011-10-20T21:35:00.001-07:00</published><updated>2011-10-20T21:36:00.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>JANGAN LENGAH, waspadai (as always) RADIKALISASI dan kekerasan (200)</title><content type='html'>Tim Inafis Geledah Rumah Orang Tua Buron Bom CirebonJum'at, 21 Oktober 2011 | 10:44 WIBTEMPO Interaktif, Cirebon - Tim Inafis (Indonesian Automatic Fingerprint Identification System) Mabes Polri menggeledah rumah orang tua Yadi Supriyadi alias Yadi Al Hasan, Jumat, 21 Oktober 2011. Berdasarkan pantauan, Tim Inafis tiba di rumah orang tua Yadi di Gang Supena RT 02 RW 01 Desa Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat  sekitar pukul 10.00 WIB.Terlihat 1 mobil Inafis, 5 mobil patroli polisi termasuk bantuan dari Kodim Sumber, Kabupaten Cirebon di lokasi rumah orang tua Yadi. Namun baik wartawan maupun warga tidak diperbolehkan mendekati area karena seluruh area yang mengitari rumah orangtua Yadi dipasang garis batas polisi (police line).Penggeledahan dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Cirebon Kota, AKP Agah Sonjaya. Dan disaksikan oleh kuwu (Kepala desa) Pasindangan, Misnadi, ketua RT, ketua RW, termasuk Siti Rokayah dan Aceng, ibu dan kakak kandung Yadi."Apa ya di rumah itu ada bom?, " tanya Aminah, warga setempat yang rumahnya hanya berjarak 2 rumah dari rumah orangtua Yadi. Amina mengatakan dari kabar yang beredar di masyarakat, setiap kali Yadi pulang ke rumah orang tuanya tidak pernah membawa apapun. "Tapi kalau benar ada, ya saya takut juga," katanya polos. Hingga berita ini diturunkan penggeledahan masih berlangsung.Yadi Supriyadi, 30 tahun, merupakan salah satu buron kasus bom Cirebon yang ditangkap Kamis, 20 Oktober 2011. Ia dibekuk dii rumah orang tuanya di Desa Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Brat.IVANSYAH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-2563263911732241799?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/2563263911732241799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/jangan-lengah-waspadai-as-always.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/2563263911732241799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/2563263911732241799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/jangan-lengah-waspadai-as-always.html' title='JANGAN LENGAH, waspadai (as always) RADIKALISASI dan kekerasan (200)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-7034937056563766140</id><published>2011-10-16T16:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T16:57:01.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>terorisme BELUM TAKLUK, jangan LENGAH, tetap WASPADA (bersama)</title><content type='html'>Hasyim Muzadi: Terorisme-Radikalisme Harus Ditanggulangi Bersama&lt;br /&gt;Minggu, 16 Oktober 2011 | 21:36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEPOK - Aksi terorisme dan radikalisme tidak bisa hanya dilakukan satu institusi saja, tetapi harus bersama-sama yang melibatkan berbagai unsur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aksi terorisme dan gerakan radikalisme sudah menjadi ancaman bagi masyarakat untuk itu penangannya harus dilakukan bersama-sama," kata Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS) KH Hasyim Muzadi di sela acara "training of trainers" ulama dan pimpinan pondok pesantren se-Indonesia di Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua Umum PBNU tersebut mengatakan, dengan Islam moderat yang tetap mengadopsi &lt;b&gt;kearifan lokal&lt;/b&gt; perlu terus dikembangkan, karena berdasarkan pengalaman konsep Islam moderat yang sering disampaikannya dalam berbagai forum internasional mendapatkan sambutan yang cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Indonesia penerapan hidup berdampingan dan toleransi antar sesama berjalan dengan baik, dan itu diakui dunia, namun kita belum sepenuhnya menggali dan menerapkan kemampuan itu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, katanya, Islam moderat yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi alam semesta) merupakan yang harus diterapkan, sehingga sudah saatnya warga NU memperkuat dengan mengumpulkan khazanah pemikiran untuk didokumentasikan dengan baik sebagai bahan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, katanya, juga perlu adanya perbaikan sistem di Indonesia, karena pasca reformasi yang dinilainya sudah kelewatan telah memberikan dampak dan pengaruh yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan dalam UU yang berlaku saat ini membuat pihak eksekutif mengalami keterbatasan dalam menjalankan fungsinya dan terperangkap dalam jebakan sistem.  "Ini menyebabkan pemimpinnya &lt;b&gt;ragu&lt;/b&gt; menjalankan kebijakan karena dibatasi oleh sistem yang ada," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi, lanjut dia, baru bisa menangkap pelaku teroris kalau sudah melakukan pengeboman dan teror karena, mereka bisa terkena HAM jika tidak ada bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim mengingatkan perlu &lt;b&gt;kewaspadaan pada gerakan trans-nasional&lt;/b&gt; yang menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Gerakan trans-nasional merupakan sebuah gerakan yang ada dan datangnya dari luar, yang mencoba untuk diterapkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;table bgcolor="”#000000″" border="”0″" cellpadding="”5″" cellspacing="”0″"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;table bgcolor="”#ffcccc”" border="”0″" cellspacing="”0″"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;perlu &lt;b&gt;kewaspadaan pada gerakan trans-nasional&lt;/b&gt; yang menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Gerakan trans-nasional merupakan sebuah gerakan yang ada dan datangnya dari luar&lt;/h1&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;Dikatakannya, mereka menumpahkan kebenciannya terhadap negara Amerika dan menyerangnya dari Indonesia. "Bom yang meledak di hotel, gereja, masjid dan lainnya yang menjadi korban adalah warga sipil yang tak berdosa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sejak awal NU tetap konsisten menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara, karena substansi dari Pancasila juga merupakan bagian dari kaidah ushuliyah.  "Perjuangan merebut kemerdeakaan, lanjutnya, merupakan hasil jerih payah dari semua pejuang warga Indonesia yang tanpa pandang bulu," katanya. (tk/ant)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-7034937056563766140?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/7034937056563766140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/terorisme-belum-takluk-jangan-lengah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7034937056563766140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7034937056563766140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/terorisme-belum-takluk-jangan-lengah.html' title='terorisme BELUM TAKLUK, jangan LENGAH, tetap WASPADA (bersama)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-8302230315562556994</id><published>2011-10-14T07:40:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T07:40:35.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>GKI Yasmin ajang kehausan</title><content type='html'>Jumat, 14/10/2011 21:24 WIB &lt;br /&gt;Megawati Sebut Kasus GKI Yasmin Bentuk Erosi Konstitusi&lt;br /&gt;Laurencius Simanjuntak - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Megawati Soekarnoputri menilai di negara ini telah terjadi apa yang dinamakan erosi konstitusi. Salah satu bentuknya adalah tidak dihormatinya hak beribadah warga negara, seperti yang dialami jemaat GKI Taman Yasmin, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak berbicara sebagai ketua umum PDI Perjuagan, tetapi sebagai pengamat kehidupan, sebagai warga bangsa, bahwa telah terjadi erosi konstitusi, orang tidak lagi melihat konstitusi kita," kata Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Megawati dalam jumpa pers usai rapat pleno di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megawati mengatakan, konstitusi mengatur hak setiap warga negara untuk memeluk agama dan menjalankannya sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Pancasila juga mewajibkan penghormatan kepada warga negara lain atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megawati melanjutkan, konteks kemanusiaan ini juga yang ia pakai dalam memandang perlu kemerdekaan di Palestina. "Bagaimana kita ingin perdamaian abadi di dunia internasional, jika di dalam negeri kita sendiri sangat sulit menyelesaikan persoalan seperti itu (GKI Yasmin)," ujar Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden ke-5 RI ini juga menyoroti pembiaran yang dilakukan pemerintah ketika warga mayoritas melakukan kekerasan kepada warga minoritas. "Pemerintah seharusnya tegas dan mengatakan 'bahwa tindakanmu salah, itu aturan kita, konstitusi kita, dasar hukum kita'," tegas Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lrn/anw)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-8302230315562556994?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/8302230315562556994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/gki-yasmin-ajang-kehausan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8302230315562556994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8302230315562556994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/gki-yasmin-ajang-kehausan.html' title='GKI Yasmin ajang kehausan'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-219194758880939605</id><published>2011-10-03T10:05:00.001-07:00</published><updated>2011-10-03T10:05:43.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>YANG tidak TERHORMAT: korupt0r (5)</title><content type='html'>Rapat Konsultasi DPR - KPK Antiklimaks  Senin, 03 Oktober 2011 | 21:50 WIB  TEMPO Interaktif, Jakarta - : Rapat konsultasi antara DPR, KPK, Polri dan Kejaksaan Agung, Senin 3 Oktober 2011 berakhir antiklimaks. Rapat dibiarkan mengambang, tanpa ada kesimpulan.  Bahkan yang terjadi selama rapat konsultasi adalah aksi serangan para politisi DPR yakni para pimpinan komisi III bertubi-tubi mencecar pimpinan KPK.  Substansi rapat yang seharusnya membahas soal penyamaan persepsi terkait pemeriksaan pimpinan Badan Anggaran melebar hingga memposisikan kelembagaan KPK. Terutama cara KPK menangani kasus korupsi hingga mencecar KPK yang tidak jelas menyelesaikan kasus Century dan kasus suap Wisma Atlet.  Rapat konsultasi hari ini sebenarnya tindak lanjut rapat serupa pada hari Kamis pekan lalu yang tidak dihadiri pimpinan KPK. Rapat yang berlangsung selama hampir dua jam tadi dihadiri oleh seluruh pimpinan DPR, empat komisioner KPK kecuali Bibit Samad Rianto, Kepala Polri Jenderal Pol Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, seluruh pimpinan Komisi Hukum DPR, serta pimpinan dan perwakilan fraksi-fraksi yang ada di DPR.Dalam rapat yang dipimpin  Ketua DPR Marzuki Alie, pimpinan KPK dihujani "serangan" dari pimpinan Komisi Hukum, yang mempertanyakan pemanggilan pimpinan Badan Anggaran oleh KPK, Selasa dua pekan lalu. "Kita setuju KPK butuh klarifikasi terhadap Banggar. Tapi apakah butuh klarifikasi sama artinya dengan menetapkan mereka sebagai saksi," ujar Ketua Komisi Hukum Benny Kabur Harman. Benny menyebut KPK sebagai institusi yang menebar ancaman menakutkan bagi DPR.  Menurut Benny, menjadi dua hal yang sangat berbeda ketika empat pimpinan Badan Anggaran ditingkatkan statusnya sebagai saksi dalam kasus korupsi di kementerian tenaga Kerja dan Transmigrasi. "Saksi itu dia alami, lihat, dan dengar. Pemanggilan mereka dalam status sebagai saksi dan kapasitas mereka sebagai pimpinan Banggar itu beda," ujar politikus Partai Demokrat ini.Wakil Ketua Komisi Hukum Azis Syamsuddin melontarkan argumen yang mendukung pernyataan Benny. Menurut dia, berdasarkan hukum acara pidana, permintaan klarifikasi dan meminta keterangan sebagai saksi adalah dua hal berbeda. "Kalau bapak (Busyro) bilang sama itu berarti kita (Komisi Hukum) salah pilih. Mereka (pimpinan Banggar) belum tentu terima duit kok," ujar politikus Partai Golkar ini. Sebelumnya, Ketua KPK Busyro Muqoddas menyampaikan bahwa pemanggilan pimpinan Badan Anggaran adalah dalam konteks pemanggilan perorangan, bukan sebagai pimpinan badan atau lembaga negara. "Kemudian kenapa dipanggil bersama itu semata teknis penyidikan, karena kasus Kemenakertrans sudah status penyidikan. Tidak ada maksud apapun juga memanggil apalagi mengadili," ujar dia.Menanggapi tudingan Azis yang menilai penanganan kasus Kemenakertrans lebih lambat daripada kasus korupsi Wisma Atlet di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Busyro menyatakan bahwa proses penyidikan di kedua kasus tersebut berbeda. "Wisma atlet ini jauh lebih kompleks dari kasus yang kedua (Kemenakertrans). Semua itu berbasis pada data dan ada langkah proyustisia yang sudah kami lakukan, semua berdasarkan KUHAP," katanya. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie menyatakan bahwa perselisihan yang masih muncul pasca rapat konsultasi soal pemanggilan pimpinan Badan Anggaran DPR oleh Komisi Pemberantasan Korupsi diselesaikan secara internal di Komisi Hukum. Pimpinan DPR memastikan tidak akan lagi menggelar rapat konsultasi serupa seperti hari ini."Kita sudah jelaskan dan rapat konsultasi hari ini sudah selesai. Apapun yang mengganjal bisa diselesaikan langsung antara Komisi III dan DPR dalam RDP (rapat dengar pendapat), ini tidak diambil kesimpulan," kata Marzuki di akhir rapat konsultasi di ruang rapat pimpinan DPR. MAHARDIKA SATRIA HADI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-219194758880939605?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/219194758880939605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/yang-tidak-terhormat-korupt0r-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/219194758880939605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/219194758880939605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/10/yang-tidak-terhormat-korupt0r-5.html' title='YANG tidak TERHORMAT: korupt0r (5)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1936009287865666836</id><published>2011-09-25T08:32:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T22:40:40.133-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>teologi teradikalisasi dan terAteisasikan... (2)</title><content type='html'>Suicide bomber detonates explosives outside church in IndonesiaBy Kathy Quiano, CNNSeptember 25, 2011 -- Updated 1344 GMT (2144 HKT)Jakarta, Indonesia (CNN) -- A suicide bomber detonated explosives outside a church in central Java, Indonesia, on Sunday morning, wounding about 20 people.In the immediate aftermath of the blast in the town of Solo, officials provided conflicting figures for how many were killed. However, the Indonesian national police and local law enforcement confirmed later that only the suicide bomber died in the attack.The blast went off at the church's entrance as attendees were leaving a service, police said.Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono condemned the attack and ordered an intensive investigation.Tour d’Indonesia Will Still Make Solo Stop Despite Suicide BombingAmi Afriatni &amp; Arientha Primanita | September 26, 2011Related articlesNU Chairman Visits Solo Church, Victims 10:45pm Sep 27, 2011Another Bomb Found in Ambon 3:36pm Sep 27, 2011Indonesia’s ‘Individual Jihadists’ Gaining Ground 2:37pm Sep 27, 2011Solo Suicide Blast Suspect Linked to JAT: Police 10:35pm Sep 26, 2011Solo Reveals Terrorists’ Power Is Waning, but What’s Next? 9:19am Sep 27, 2011Tour d’Indonesia organizers said on Monday that the country’s top cycling event would still go through Solo despite a recent suicide bombing in the city.The Tour, which starts on Oct. 2 in Jakarta and finishes 10 days later in Bali, will pass through Solo in its sixth stage – a 123.3-kilometer race from Solo to Pacitan scheduled for Oct. 7. After finishing the fifth stage in Tawangmangu, Central Java, the cyclists will spend a night in Solo before starting the sixth stage.“So far, there are no changes. We believe that local police will beef up the security [in Solo],” Tour commissioner Erwin Anwar said on Monday. “We hope that this kind of terror will not happen again.”A bomb exploded on Sunday at the Bethel Injil Sepenuh church in Kepunton, Solo, killing the attacker and wounding 28 people.The eighth edition of the tour will cover 1,349.4 kilometers over 10 stages. It will begin with a 98-kilometer circuit race in Jakarta. Racers will compete over a shorter distance than last year’s 1,418-kilometer route.Organizers announced on Monday that 10 international teams had registered to vie for $125,000 total cash prize.“One of the region’s top teams, Azad University, withdrew from the race because the Iranian team said four of their cyclists were injured during training in the country,” Erwin said.There will be 10 local sides in the race, though national team cyclists will not compete for their respective clubs. The Indonesian Cycling Union (ISSI) barred them from the race, saying it could disrupt their preparation for November’s Southeast Asian Games.Tour d’Indonesia ParticipantsInternational teams: OCBC Singapore, Colossi-CNN (Netherlands), Plan B (Australia), Eddy Hollands Bicycle (Netherlands), Global (Australia), Trengganu (Malaysia), Hong Kong national team, Tabriz Petrochemical (Iran), Oschebronn (Germany), Malaysia national team.Local teams: WSP Management Yogyakarta, ISSI Bali, Polygon Sweet Nice, Custom, Binong Baru Club Pessel, Araya Indonesia, Jatayu, Kutai Kartanegara, Putra Perjuangan, Telkom Selection.Yosepa Hayat Sering Muncul Dini HariTribunnews.com - Rabu, 28 September 2011 11:08 WIBLaporan Wartawan Tribun Jabar Agung Yulianto WibowoTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Achmad Yosepa Hayat yang bernama asli Tino Damayanto, bisa dipastikan sebagai pengebom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo. Sebelum terjadi aksi bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon, April lalu, Hayat sering  mendatangi rumah kontrakan para karyawan warung bakso milik orangtuanya.Warung yang diberi nama Bakso Idaman, di Jalan Pandesan No 36, Kota Cirebon, merupakan tempat usaha milik Daud dan Hindun, orangtua Hayat. Bakso itu dikenal paling laris dibandingkan warung-warung di sekitarnya, meski satu porsi bakso dihargai Rp 14 ribu.Menurut Jariah, warga setempat, warung bakso itu buka dari pukul 08.00-21.00 WIB. Sejak buka sampai  malam hari, warung dengan pintu merah selalu dipenuhi dengan pembeli."Untuk ukuran orang sini, harganya cukup mahal karena seporsi Rp 14 ribu. Kalau beli Rp 5 ribu tidak boleh. Memang ramai dibandingkan warung-warung di sekitarnya," ujar perempuan berusia 50 tahun itu, Selasa (27/9/2011).Namun, sejak Senin lalu warung Bakso Idaman tak lagi buka. Pasangan Daud-Hindun dibawa ke Jakarta untuk melihat jenazah Hayat yang disemayamkan di RS Polri dr Sukanto, Karamat Jati, Jakarta.Ketua RT 04/01, Kampung Pandesan, Kelurahan Pandesan, Kecamatan Pekalangan, Kota Cirebon, Aat mengatakan, Hayat seringkali datang ke kontrakan karyawan Bakso Idaman yang letaknya tidak jauh dari warung. Hayat datang setiap pukul 02.00 atau pukul 02.30 dini hari."Kalau saya jaga malam, dia (Hayat) sering datang sekitar pukul 02.00. Ia berjalan kaki. Dia biasanya bawa ransel ke rumah kontrakan karyawan. Dulu isinya cowok semua, tapi sekarang cewek semua," ujar Aat.Ia menambahkan Hayat dan penghuni kontrakan jarang menyapa warga sekitarnya. Mereka bahkan belum memberikan identitasnya kepada pengurus kampung."Kalau ditanyakan masalah identiitas, susah sekali. Selalu bilang nanti-nanti saja. Saya sampai sempat mau lapor ke polisi. Hayat dulu sering muncul sebelum kejadian bom di Cirebon," ujar pria berambut gondrong ini.Selain tidak pernah menyapa warga sekitarnya, Hayat dan teman-temannya di kontrakan karyawan bakso itu enggan salat bersama jemaah lainnya. Dia baru melakukan salat ketika jemaah lainnya selesai melakukan ibadah.  Pasangan Daud dan Hindun mulai membuka usaha bakso di tempat itu sejak 1998. Warga di kawasan Jl Pandesan, Kota Cirebon, memanggil  Hayat dengan sebuatan  Surip.Editor: Ade Mayasanto  |  Sumber: Tribun JabarPelaku Bom Solo, Anggota JATMaria Natalia | Glori K. Wadrianto | Selasa, 27 September 2011 | 13:00 WIBJAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku ledakan bom bunuh diri di Solo, Pino Damayanto alias Ahmad Urip, adalah salah satu anggota organisasi Jamaah Ansharut Tauhid Cirebon (JAT Cirebon).Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam di Gedung Humas Polri, Selasa (27/9/2011). "Yang bersangkutan tahun 2010 masuk anggota JAT Cirebon. Namun sampai seberapa jauh, kami selidiki," ujar Anton saat memberikan rilis identifikasi dari Hayat.Pria dengan kulit sawo matang tersebut juga telah dipastikan pelaku dalam peristiwa bom bunuh diri di GBIS Kepunton Solo. Selain itu, Hayat juga terlibat dalam kasus pengrusakan Alfamart dan Indomaret di Cirebon pada tahun 2010. Namun, ia berhasil melarikan diri.Ia kemudian ikut terlibat dalam pengeboman di Cirebon pada 15 April 2011 di Masjid Adz Dzikro. Hayat diketahui sebagai orang yang mengantarkan pelaku bom bunuh diri Cirebon, Muhammad Syarif, ke masjid tersebut. Ngruki Bantah Disebut Tempat Mondok Yosepa HayatSelasa, 27 September 2011 | 09:21 WIBTEMPO Interaktif, Jakarta - Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menolak disebut-sebut sebagai tempat Achmad Yosepa Hayat, terduga bom bunuh diri di Gereja Bethel, Kepunton, Surakarta, menimba ilmu agama."Siapa yang bilang seperti itu. Tunjukkan orangnya, biar dia bertanggung jawab," kata Hamim Sofyan, juru bicara Pesantren Al Mukmin, saat dikonfirmasi, Selasa, 27 September 2011.Hamim mempersilakan semua pihak untuk mengecek jejak Yosepa di pondok pesantren yang pernah diasuh oleh Abu Bakar Ba'asyir, terpidana terorisme yang kini menjalani hukuman di Markas Besar Polri itu. "Informasinya dilacak ke sini, jangan cuma sumber dari luar," ucap dia setengah menekan suara sambil bergegas mematikan teleponnya. Ia berdalih sedang mengajar di pesantren tersebut.Yosepa meledakkan dirinya seusai jemaat Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, Jawa Tengah menggelar upacara kebaktian Ahad, 25 September 2011. Dalam insiden tersebut sekitar 15 jemaat yang berada di halaman gereja mengalami luka-luka. Adapun Yosepa tewas secara mengenaskan.Informasi mengenai jejak Yosepa di Ngruki diungkapkan oleh Syahrudin. Ketua RT 01 RW 02 Desa Astanalanggar, Kecamatan Losari, Cirebon, Jawa Barat, itu mengatakan Yosepa mondok di Pesantren Ngruki selama tiga tahun. "Sejak itulah ia menjadi tertutup, termasuk dengan warga desa di kampung halamannya," kata dia.Syahruddin juga mengatakan bahwa penjual bakso itu sering ikut aksi kelompok massa yang gemar melakukan pembongkaran dan penggerebekan tempat-tempat maksiat di Cirebon. Ia juga bergabung dengan sebuah majelis pengajian di daerah Panjunan, Kota Cirebon.Namun demikian, pernyataan Syahruddin dibantah oleh M. Daud Turani, ayah Yosepa. Ia mengatakan bahwa anaknya itu melewatkan SD di Losari, SMP di Kalimantan, dan SMA di Ciledug, Kabupaten Cirebon. "Anak saya tidak pernah mondok di Ngruki," ujarnya.TRI SUHARMANSelasa, 27/09/2011 12:14 WIBSaid Agil: Keyakinan Bomber Disambut Bidadari Itu Gombal!Muchus Budi R. - detikNewsSolo - Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj mengutuk keras tindakan Ahmad Yosepa yang meledakkan bom di GBIS Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Said bahkan menyebut, &lt;b&gt;keyakinan para bomber yang akan disambut bidadari hanyalah gombal.&lt;/b&gt;"Mereka ini berkeyakinan kalau sudah mati seperti ini (melakukan bom bunuh diri), begitu mati langsung disambut oleh pelukan bidadari. Keyakinan gombal itu," kata Said Agil.Hal itu disampakan Said Agil di GBIS Kepunton, Jalan Arief Rahman Hakim, Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/9/2011). Said Agil didampingi oleh Sekretaris Eksekutif Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Jeirry Sumampow dan Ketua Badan Antar-Gereja Kristen Surakarta Anton Karundeng.Said mengajak seluruh elemen bangsa terus bekerja keras untuk membentengi pengaruh kekerasan pada generasi muda, pelajar dan mahasiswa. Hal itu agar tidak ada lagi korban pemikiran radikal yang mengajarkan militan sehingga menganjurkan melakukan kekerasan atas nama agama."Kepada yang sudah terlanjur menjadi militan, kami ajak untuk kembali ke jalan yang benar," serunya.Seusai melakukan kunjungan ke gereja, Said Agil beserta rombongan mengunjungi para korban ledakan bom yang saat ini dirawat di RS dr Oen Panti Kosala, Solo.(mbr/ken) Selasa, 27/09/2011 13:31 WIBTetangga Terakhir Lihat Ahmad Yosepa Sebelum Bom CirebonFaiq Resha - detikNews Cirebon - Tetangga menilai Ahmad Yosepa Hayat sebagai sosok misterius. Dia kadang datang dan pergi, serta jarang bergaul dengan tetangga. Ketua RT setempat mengaku terakhir melihat Hayat sebelum peristiwa bom Cirebon yang meledak April silam."Datang sebentar lalu pergi lagi," kata Aat, Ketua RT 4 RW 1 Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Selasa (27/9/2011).Di RT ini, orang tua Hayat, H Daud Turani mengontrak rumah di Jl Pandesan. Hayat juga tinggal di rumah ini, namun dia jarang bergaul dengan tetangga."Jangankan Hayat, penghuni kontrakan juga jarang bergaul dengan tetangga," tambah Aat.Aat mengaku tidak tahu, kemana Hayat pergi. "Ya begitu, datang dan pergi," ujarnya.Aat terakhir kali melihat Hayat di rumah itu sebelum peristiwa bom di masjid Mapolresta Cirebon. Namun dia tidak tahu bagaimana dengan tetangga yang lain. Menurut Aat, rumah Hayat pernah didatangi polisi, sejak peristiwa bom di masjik kompleks Mapolresta Cirebon.Meskipun Hayat sudah lama tidak tampak di Pandesan, tidak demikian dengan pengakuan tetangga Hayat di rumah neneknya Masriah di Losari, Kabupaten Cirebon. Hayat pernah muncul sebelum bulan Ramadan lalu, namun tidak lama.Nenek Yosepa yang bernama Masriah, tinggal di Desa Astanalanggar, Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Yuli (46) tetangga Masriah yang mengenal Yosepa, mengaku melihat pria yang dipanggil Hayat itu pulang sebelum bulan Ramadan lalu."Sebelum puasa saja. Dia ke rumah Masriah, neneknya," ujar Yuli, Senin (26/9) kemarin.(fay/vit) Sosialisasikan Pendidikan Perdamaian&lt;br /&gt;Sonya Helen Sinombor | Nasru Alam Aziz | Senin, 26 September 2011 | 23:28 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALATIGA, KOMPAS.com -- Pusat Perdamaian Satya Wacana di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, memandang perlu ditingkatkan kebersamaan dalam masyarakat, supaya dapat mendeteksi dini terhadap gangguan keamanan. Oleh karena itu perlu diperkuat sosialisasi pendidikan perdamaian di tingkat keluarga, sekolah, dan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Pusat Perdamaian Satya Wacana Dr Christina Maya Indah, SH MH, Senin (26/9/2011), menyatakan mendukung penguatan kerja sama lintas iman demi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping itu, kata Christina, perlu ditingkatkan kesadaran akan pluralisme dan penghormatan hak asasi manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Perdamaian Satya Wacana menyatakan rasa berduka dan prihatin atas peristiwa peledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Minggu (25/9/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga ini mendorong penegakan hukum secara fair dan tuntas terhadap setiap tindakan pelanggaran hukum dalam rangka rule of law dan supremasi hukum. &lt;br /&gt;Dua Korban Kritis Bom Solo Sukses Dioperasi&lt;br /&gt;Kedua korban yang mengalami luka serius itu telah dioperasi.&lt;br /&gt;Senin, 26 September 2011, 07:07 WIB&lt;br /&gt;Ismoko Widjaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Jumlah Korban luka akibat bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegal Harjo, Jebres, Solo, Minggu 25 September, sebanyak 28 orang. Dua korban jemaat gereja yang mengalami luka serius sudah menjalani operasi dengan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Korban luka serius, satu wanita bernama Defiana yang mengalami benda asing masuk ke otaknya dan ibu-ibu masuk yang juga benda asing masuk ke rongga perutnya dan menembus saluran kencing," kata Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Supriantoro, Solo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Supriantoro kedua korban yang mengalami luka serius itu telah dioperasi. "Sekarang benda asing berupa mur yang bersarang di tubuh kedua korban serius itu sudah bisa diambil," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total jumlah korban luka saat ini saat ini adalah 28 orang. Sebanyak 24 orang dirawat di RS Dr Oen yang terdiri dari 14 rawat inap dan 10 rawat jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, hingga saat ini dari jamaat yang menjadi korban bom bunuh diri kemarin siang tidak ada yang meninggal dunia. Namun memang Defiana dan seorang ibu tadi yang mengalami luka serius. Operasi keduanya selesai malam tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata Supriantoro, hingga saat ini tujuh orang korban lainnya sudah dilakukan operasi. Dari hasil pemeriksaan korban, semua benda asing yang bersarang pada tubuh korban itu berupa mur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta ada juga ada korban yang terganggu pendengarannya. Sementara itu, untuk korban yang masih mengalami trauma, Kementerian Kesehatan berjanji akan beri penanganan dengan tim dokter spesialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Laporan: Erick Tanjung, Solo)&lt;br /&gt;• VIVAnews &lt;br /&gt;Komisi I: Upaya Deradikalisasi Belum Berhasil&lt;br /&gt;Ferdinan - Okezone&lt;br /&gt;Senin, 26 September 2011 06:41 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyesalkan terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS) Solo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubagus menilai upaya deradikalisasi yang sempat didengungkan pemerintah untuk menekan aksi terorisme belum berhasil. "Upaya deradikalisasi memang belum berhasil, upaya pemerintah belum signifikan," kata Tubagus kepada okezone, Minggu (25/9/2011) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, tindakan pencegahan di antaranya melalui upaya deradikalisasi harus menjadi fokus pemerintah untuk menangkal aksi teror yang masih menjadi ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segelintir orang siap mati untuk tujuan yang tidak jelas. Membunuh saudara-saudaranya itu sudah tidak bisa dipahami, karena itu harus jadi kewajiban kita semua untuk melakukan pencegahan," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mantan Sekretaris Militer era Presiden Megawati Soekarnoputri ini berharap aparat inteljen membenahi kinerjanya. Tubagus menilai kerja intelijen di bawah kepemimpinan Sutanto masih diragukan terkait sejumlah peristiwa kekerasan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politikus PDI Perjuangan ini menyarankan aparat intelijen melakukan koordinasi dengan polisi, kejaksaan serta unsur lainnya. Agar kejadian seperti bentrokan ataupun aksi terorisme dapat segera terdeteksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intelijen memang belum tajam, dan intelijen bukan cuma untuk menangkap tapi juga mencari informasi tentang motif mereka. Kita cari bersama upaya pencegahan dini melalui analisa masalah dengan koordinasi lintas badan," pungkasnya.&lt;br /&gt;(fer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berduka Teror Bom, Santri Sambangi Makam Gus Dur&lt;br /&gt;Nurul Arifin - Okezone&lt;br /&gt;Minggu, 25 September 2011 23:51 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JOMBANG - Sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Solo, Jawa Tengah, puluhan santri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang menggelar aksi di makam Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menyalakan lilin, aksi yang juga diikuti wartawan ini mengecam aksi bom bunuh diri yang mengakibatkan hampir 20 jemaat mengalami luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi keperihatian ini ditandai dengan menyalakan ratusan lilin di sekeliling makam Gus Dur yang dikenal sebagai bapak pluralisme tersebut. Begitu lampu makam dipadamkan suasana di sekitar makam terlihat khusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya lantunan doa yang berkumandang. Seorang santri bernama Habib masuk ke areal makam dengan membacakan sebuah sajak. Sajak itu berisikan pentingnya menjaga kerukunan dan keberagaman seperti yang diajarkan oleh almarhum Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai aksi keperihatinan itu, para peserta aksi baik wartawan maupun Santri langsung mengumandangkan sholawat Abu Nawas yang biasa dilantukan Presiden ke-4 tersebut. "Aksi ini adalah simbol penolakan sebaga bentuk kekerasan. Terlebih lagi mengatasnamakan agama," kata Lukman Hakiem, Pengurus Ponpes Tebuireng, Minggu (25/9/2011) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi keprihatinan dilakukan di makam sebab Gus Dur dikenal sebagai tokoh nasional yang terus memperjuangkan paham kebangsaan sesuai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang Jalaludin Hambali menegaskan aksi teror terhadap umat beragama tidak dibenarkan. "Kami ingin menunjukkan indahnya keberagaman. Harapannya, keberagaman bangsa ini tetap terjaga dan tidak terkoyak meski ada tragedi bom yang mencorengnya," kata Jalal.&lt;br /&gt;(fer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linda&lt;br /&gt;linda - pernah menjadi wartawan selama 23 tahun untuk majalah Tempo, Gatra dan penulis lepas di beberapa majalah wanita. Berhenti menjadi wartawan 10 tahun silam ternyata sulit dibarengi dengan berhenti menulis. Musik dan tulis menulis adalah aliran jiwa, semburan nafas yang dasyat dan sebuah semangat kehidupan.....&lt;br /&gt;Duh…, Peristiwa Bom yang Menyedihkan….&lt;br /&gt;FIKSI | 25 September 2011 | 22:39 41 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalian menjadi korban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat peribadahan dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudara-saudaraku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimalah prihatin tiada batas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari aku yang termangu-mangu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas teror seram menggelinding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke tempat suci kepercayaan umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;————–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa korban tak pilih kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelaku apalagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana pilih kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;umat Tuhan yang sama derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama hak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama mencintai kebesaranNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi mengapa masih saja ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang yang menganggap dirinya tertinggi di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hebat dalam paham yang dianutnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masa bodoh pada segala kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jauh pada rasa genggaman tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;———&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk para korban bom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kulemparkan bisikan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haruskah kalian yang dikorbankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah karena lain kepercayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka harus dimusnahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sungguh tak paham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;———-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu saat bisa terjadi pada kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa mengerikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bilakah  tempat ini memiliki kenyamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa mempertentangkan perbedaan kepercayaan…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom Solo, Penghinaan pada Pancasila&lt;br /&gt;Maria Natalia | Laksono Hari W | Minggu, 25 September 2011 | 20:10 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Konferensi Wali Gereja Indonesia, Romo Benny Susetyo, menyesalkan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo, Jawa Tengah. Gereja sebagai tempat ibadah semestinya dijaga, bukan dirusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sesalkan, ketika jemaat sedang melakukan kewajiban beribadah, muncul peristiwa seperti itu. Ini penghinaan terhadap rumah Tuhan dan Pancasila. Rumah Tuhan harusnya dijaga, bukan berperang rumah Tuhan. Orang-orang yang menghalalkan cara seperti itu tidak layak hidup dalam bangsa ini. Tindakan ini melukai bangsa kita, " ujar Romo Benny di Kantor Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2011) petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuntut pemerintah bersikap tegas terhadap berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi berlatar belakang SARA. Menurutnya, hal ini merusak nilai-nilai toleransi yang selama ini telah dipupuk lewat Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini saatnya Bapak Presiden kita tidak hanya berwacana tapi juga bertindak, menuntaskan kasus-kasus seperti ini, harus tegas memberantas budaya-budaya kekerasan semacam ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu Romo Benny mengucapkan terima kasih kepada GP Ansor yang bersedia membantu mengamankan beberapa tempat rawan, termasuk rumah ibadah di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GP Ansor Kutuk Bom Gereja di Solo&lt;br /&gt;Fahmi Firdaus - Okezone&lt;br /&gt;Minggu, 25 September 2011 21:39 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Gerakan Pemuda Ansor dan sejumlah tokoh agama mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo, Jawa Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini Jelas aksi yang merupakan perbuatan orang biadab yang tidak bermoral," kata Ketua umum GP Ansor, Nusron Wahid dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (25/9/2011) petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nusron, munculnya kembali teror bom ini menandakan adanya upaya mengganggu komitmen umat beragama terhadap Pancasila. "Komitmen kita sedang disobek- sobek, radikalisasi dan aksi kekerasan mengatasnamakan agama wajib kita perangi," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, GP Ansor meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi instruksi tegas agar aparat keamanan bergerak cepat menindak para pelaku teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"SBY harus berani menyatakan perang terhadap tindakan radikalisasi, negara tidak boleh kompromi terhadap tindakan apapun yang berbau radikalisasi. Berdasarkan konstitusi, negara wajib melindungi kebebasan beragama dan melindungi dari rasa takut terhadap teror," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga disampaikan Sekretaris Eksekutif Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Jerry Sumampow. PGI prihatin dengan adanya korban warga sipil. “Kami berharap mereka diberikan kekuatan dan pemulihan kesehatan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerry menyerukan agar pejabat di negara ini bekerja secara professional dalam mengungkap latar belakang peristiwa tersebut. &lt;br /&gt;(fer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Cirebon Kecam Bom Solo&lt;br /&gt;Rini Kustiasih | Agus Mulyadi | Minggu, 25 September 2011 | 21:51 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIREBON, KOMPAS.com - Ulama Cirebon yang tergabung dalam Forum Lintas Iman Cirebon Antiteror mengutuk keras bom bunuh diri di Solo, Minggu (25/9/2011). Kejadian itu menjadi bukti kegagalan pemerintah melindungi keamanan warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Fahmina Institute, sebuah lembaga studi Islam di Cirebon, Marzuki Wahid, mengatakan, terulangnya bom bunuh diri dalam kurun waktu lima bulan di Indonesia, yakni setelah bom Cirebon, antara lain disebabkan ketidakmampuan pemerintah selesaikan terorisme sampai ke akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyelesaian selama ini hanya di permukaan saja. Padahal, salah satu hak warga negara ialah mendapatkan perlindungan dan rasa aman," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryapranata, perwakilan ulama Budha, menyebutkan, Presiden dan polisi harus segera membongkar jaringan pelaku bom Solo. "Jangan sampai ada rakyat yang merasa tidak aman," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa bom Solo hanya berselang lima bulan dari bom bunuh diri di Markas Polres Kota Cirebon. &lt;br /&gt;Muhammadiyah: Pelaku Bom Tidak Ber-Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Agus Rahmat&lt;br /&gt;Nasional - Minggu, 25 September 2011 | 20:03 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM, Jakarta - Aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Pelaku bom tersebut hanyalah orang yang tidak ber-Tuhan dan berperikemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aksi seperti itu tidak dapat dibenarkan dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak ber-Tuhan dan berperikemanusiaan," tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin melalui rilis yang diterima INILAH.COM, Minggu (25/9/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Din menjelaskan, bahwa tindakan terorisme berupa bom, tidak bisa dibenarkan dan layak dikecam. Apalagi, dilakukan di tempat ibadah ketika para jemaah melaksanakan ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kejadian ini, Din meminta masyarakat tidak terprovokasi. Tidak menjadikan masalah ini meruncing menjadi persoalan yang rasis. "Mengimbau umat beragama agar dapat menahan diri dan tidak terpancing oleh pihak-pihak yang ingin mengail di air keruh, dan ingin mengadu domba antar umat beragama," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, diperlukan peran aktif Kepolisian mengungkap hal ini. Menurut Din, Polisi harus bisa menemukan aktor intelektual di balik aksi ini. "Kepada Polri untuk segera menyelidik dan menemukan pelaku serta aktor intelektualis di belakangnya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom meledak pada Minggu (25/9/2011) pukul 10.55 WIB. Seorang dinyatakan tewas dengan kondisi bagian perut dan dada hancur. Korban tewas diduga adalah pelaku bom bunuh diri tersebut. [mvi]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1936009287865666836?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1936009287865666836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/teologi-teradikalisasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1936009287865666836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1936009287865666836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/teologi-teradikalisasi-dan.html' title='teologi teradikalisasi dan terAteisasikan... (2)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1263453743293779366</id><published>2011-09-20T22:15:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T22:15:00.312-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>YANG tidak TERHORMAT: koruptor (4)</title><content type='html'>detikNews Berita&lt;br /&gt;Rabu, 21/09/2011 11:56 WIB&lt;br /&gt;Banyak Peroleh Simpati, Hakim Albertina Ho Ucapkan Terimakasih&lt;br /&gt;Ari Saputra - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta -&lt;b&gt; Simpati masyarakat mengalir kepada hakim Albertina Ho yang akan dimutasi&lt;/b&gt; ke Sungailiat, Bangka Belitung. Banyak yang menilai, mutasi itu bertujuan &lt;b&gt;mengasingkan hakim wanita yang berhasil membuktikan integritasnya terhadap kasus-kasus besar yang dia tangani.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat simpati masyarakat tersebut, Albertina Ho menyatakan terimakasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang masyarakat punya &lt;b&gt;hak menilai&lt;/b&gt;, berkomentar. Kalau yang baik, saya terima dengan senang hati. Itu masukan untuk saya. Komentar apapun diberikan oleh publik semuanya, itu masukan,“ kata Albertina di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (21/92011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada yang menyenangkan, saya terimakasih, ada simpati kepada saya. Saya tidak mengatakan pernah kecewa, saya tidak mengatakan saya tidak senang dengan mutasi ini. Sebagai bawahan, &lt;b&gt;saya laksanakan&lt;/b&gt;, “ imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albertina menjamin, di Sungailiat ia akan bekerja profesional meski keterbatasan fasilitas di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Profesional? &lt;b&gt;Iya&lt;/b&gt; donk. Fasilitas di berbagai daerah sama. Paling bedanya satu ber-AC, satu tidak pakai AC. Di manapun seharusnya kita tugas, tidak ada alasan tidak bisa profesional,“ tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ari/lh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1263453743293779366?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1263453743293779366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/yang-tidak-terhormat-koruptor-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1263453743293779366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1263453743293779366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/yang-tidak-terhormat-koruptor-4.html' title='YANG tidak TERHORMAT: koruptor (4)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5843896294400394600</id><published>2011-09-11T07:33:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T07:33:11.499-07:00</updated><title type='text'>teologi radikalisasi dan kekerasan TERAK$ELERA$I</title><content type='html'>Tragedi 9/11, Simbol Keberhasilan Islam RadikalMarieska Harya Virdhani - OkezoneMinggu, 11 September 2011 21:10 wibDEPOK – Tragedi 11 September 2001 silam, merupakan hari yang kelam bagi masyarakat dunia setelah menara kembar World Trade Center di New York City dan Pentagon di Arlington, Virginia, AS ditabrakkan dua pesawat jet yang dibajak.Pengamat Terorisme Al Chaidar menilai, tragedi 9/11 merupakan peringatan keberhasilan bagi pergerakan Islam radikal. Sebab, kata dia, sebelum kejadian tersebut belum pernah ada kekuatan terorisme yang berhasil menembus negara adidaya Amerika Serikat.“11 September merupakan tanggal keberhasilan bagi kalangan pergerakan Islam radikal, selama ini Amerika susah untuk diserang, Uni Soviet sendiri enggak pernah berhasil menembus kalangan Amerika,” katanya kepada okezone, Minggu (11/09/2011).Meski begitu, lanjutnya, kalangan lain memang tetap menganggap 9/11 sebagai insiden yang suram dan telah menodai Islam, tak terkecuali bagi masyarakat Indonesia.“Khusus di Indonesia, perkembangan teroris terus berkembang, mereka membentuk kelompok yang lebih kecil dan menyebar, apalagi pascakematian pemimpin Al Qaeda Osama Bin Ladden,” tandasnya.(ded)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5843896294400394600?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5843896294400394600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/teologi-radikalisasi-dan-kekerasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5843896294400394600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5843896294400394600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/teologi-radikalisasi-dan-kekerasan.html' title='teologi radikalisasi dan kekerasan TERAK$ELERA$I'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-3728050746644620336</id><published>2011-09-11T07:13:00.001-07:00</published><updated>2011-09-25T17:39:24.774-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>BAHA$A KEKERA$AN @ambon, lagi</title><content type='html'>Nasional&lt;br /&gt;Jawa Timur&lt;br /&gt;Polisi Temukan Bom Rakitan di Gereja Ambon&lt;br /&gt;Polisi memastikan bahwa benda mencurigakan itu adalah bom.&lt;br /&gt;Senin, 26 September 2011, 07:32 WIB&lt;br /&gt;Ismoko Widjaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Selang sehari setelah insiden bom bunuh diri terjadi di Solo, Jawa Tengah, ancaman bom melanda Ambon. Polres Maluku hari ini menemukan bom rakitan aktif di depan Gereja Maranata, Jalan Pattimura, Ambon, sekitar pukul 08.30 WIT. Bom yang terbuat dari pipa besi itu ditemukan warga sekitar dua jam sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu memang bom, tapi kami belum tahu bom itu dirangkai dan dibuat oleh bahan apa saja," kata Kapolres Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Susilo di lokasi kejadian, Jalan Pattimura, Ambon, Senin pagi 26 September 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djoko, awalnya masyarakat mengaku melihat benda mencurigakan itu yang terletak hanya sekitar 20 meter dari gereja induk umat protestan Ambon itu. Lalu, warga melapor polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah polisi mengolah tempat kejadian perkata, Djoko memastikan bahwa benda mencurigakan yang tertutup bahan plastik putih itu merupakan bom aktif. "Kami tidak tahu motifnya apa," kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah bom ini terkati bom bunuh diri Solo kemarin siang? "Kami belum bisa memastikan. Motif ancaman bom ini juga belum diketahui," kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djoko, polisi belum bisa mengambil kesimpulan bahwa bom ini terkait bom bunuh di Solo. Semua masih dalam penyelidikan. Djoko membantah kecolongan karena ditemukannya bom rakitan. (Laporan: Abdul Karim, Ambon)&lt;br /&gt;• VIVAnews &lt;br /&gt;Ratusan Pendeta Berdoa untuk Perdamaian Ambon "Kami berharap konflik di Ambon dan daerah lainnya di Indonesia bisa segera berakhir." Selasa, 20 September 2011, 21:40 WIB Eko Huda S   VIVANews – Ratusan pendeta berkumpul di Bali dalam rangka konferensi Sinoda. Di sela konfrensi tersebut, ratusan pendeta se-Indonesia itu menggelar doa bersama untuk perdamaian di Ambon.  "Kami berharap konflik di Ambon dan konflik daerah lainnya di Indonesia bisa segera berakhir. Harus ada pemahaman bersama bahwa dalam hidup bermasyarakat berbeda satu sama lain," kata Ketua Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Pendeta Mth Manuhutu di Denpasar, Selasa 20 September 2011.  Menurut dia, kerusuhan yang terjadi di Ambon dan konflik bernuansa SARA lainnya harus segera menjadi perhatian semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dan para pemuka agama. Diakuinya, sejak konflik pecah di Ambon, GPIB yang banyak beranggotakan warga asal Maluku itu terus berupaya meredam provokasi yang muncul.  "Kami instruksikan seluruh anggota terus mengedepankan cara-cara perdamaian dan terus berdoa agar konflik di Ambon segera berakhir," katanya.  Manuhutu menambahkan, daerah konflik ada baiknya meniru Bali yang dinilai mampu secara damai mengembangkan semangat pluralisme.  Rusuh Ambon sendiri, kata dia, tak menjadi isu utama dalam pertemuan yang dihadiri 400 pendeta se-Indonesia ini. Namun, isu itu tetap menjadi keprihatinan mereka.  Selain itu, dia juga mengaku saat ini memang belum ada penyikapan secara resmi dari GPIB atas kerusuhan Ambon. Namun secara prinsip, pihaknya mendorong arah penyelesaian masalah secara damai.  Dalam konferensi Sinodal Gereja Masyarakat (Germasa) ini diharapkan mampu menelorkan pemikiran bagaimana para pendeta di gereja masing-masing dapat mengembangkan sikap hidup damai dan kesetiakawanan sosial.  "Pertemuan ini juga untuk merumuskan bagaimana hubungan antara gereja dengan masyarakat, gereja dengan pemerintah dan gereja dan gereja," imbuhnya.  Konferensi Sinodal ini berlangsung selama tiga hari, menghadirkan para pembicara seperti menteri, akademisi, intelektual dan tokoh lintas agama.  Laporan: Bobby Andalan l Bali • VIVAnews  Polisi Akan Otopsi Jenazah Tukang Ojek di Ambon Fahmi Firdaus - Okezone Kamis, 15 September 2011 00:29 wib   JAKARTA- Polisi menyatakan siap melakukan otopsi jenazah Darfin Saiman, tukang ojek yang disebut-sebut sebagai penyebab awal bentrok di Ambon. Hal itu akan dilakukan jika pengusutan terkait meninggalnya Darfin masih dinilai meragukan.  “Karena kondisinya masih belum stabil maka distabilkan dulu dan saya telah mengirim tim, ada 13 orang ke sana untuk mengungkap semua,” kata Kabareskrim Komjen Sutarman, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Rabu (14/9/2011).  Ditegaskannya, otopsi ulang dilakukan jika kematian Darfin masih diragukan. “Jika penyidik disana belum melakukan otopsi, maka tim yang ke sana akan otopsi ulang. Kalau seandainya penyebab kematiannya masih meragukan. Tapi tergantung. Kemarin kami juga masih akan melihat apakah sudah dilakukan otopsi atau belum,” pungkasnya  Dijelaskan Sutarman, pecahnya bentrokan akhir pekan lalu disebabkan karena adanya perbedaan persepsi tentang penyebab tewasnya Darfin. “Ada perbedaan pesepsi penilaian tentang kasus kecelakaan yang terjadi. Mungkin  dihembuskan seseorang, ada yang bilang pasti dibunuh, misalnya seperti itu.  Kami juga akan melakukan penyidikan siapa yang menghembuskan seperti itu,” paparnya.  Selain itu, Sutarman mengatakan dari data yang diperoleh hingga saat ini jumlah korban tewas berjumlah enam orang. “Kami belum identifikasi keseluruhan karena ada di beberapa Rumah Sakit,” ujarnya. (ugo)  Kepala BIN Tak Mau Ungkit SMS Pemicu Konflik Ambon Misbahol Munir - Okezone Rabu, 14 September 2011 05:00 wib  JAKARTA - Kepala Badan Intelegen Nasional (BIN) Sutanto tak ingin mengungkit penyebab konflik antar warga di Ambon yang dikabarkan dipicu oleh provokasi melalui SMS. Dia mengimbau agar semua pihak untuk menjaga situasi Ambon semakin kondusif.   "Menjaga agar suasana ke depannya berlangsung tertib dan aman situasi di sana sudah mulai normal kembali begitu ya, itu yang penting kita jaga," ujar Sutanto kepada wartawan di saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2011).   Perihal dugaan pemicu konflik yang disebabkan SMS itu, pihaknya tak ingin mengungkitnya kembali. "Jangan diungkit-ungkit lagi yang sudah-sudah, kita harus jaga situasi agar tetap aman," kata dia.   Bahkan, saat ditanya apakah aktor  penyebar SMS itu sudah ditemukan, mantan Kapolri itu juga tak mau menjawabnya.   "Jangan diungkit-ungkit lagi, nanti terus apa, masyarakat masih trauma, tolong, kita harus punya empati dengan masyarakat, jangan disini kita asyik-asyik dengan berita-berita yang justru dapat membahayakan, tolong di itu ya. Ingat saudara-saudara kita di sana jangan sampai terjadi hal-hal seperti lalu," jelasnya.   Sutanto memastikan konflik Ambon tidak ada kaitannya dengan keterlibatan pihak asing. Hal yang paling utama kata Sutanto, kondisi Ambon sudah kondusif.   "Tidak ada itu tidak ada gitu-gituan jangan dikembang-kembangkan yang gitu-gituan, yang penting sekarang aman," pungkasnya.  (abe)  Jangan Lagi Ada Prahara Selasa, 13 September 2011 - 10:17 wib  Konflik terjadi di beberapa daerah di Kota Ambon, Maluku, Minggu (11/9/2011), sehari setelah tukang ojek asal Waihoang, Kecamatan Nusaniwe, Darmin Saiman, meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas tunggal di kawasan Gunung Nona.  Warga asal tempat tinggalnya menerima informasi menyesatkan melalui pesan singkat berantai bahwa Darmin dibunuh. Konflik antarmasyarakat pun begitu cepat menyebar dari daerah Mangga Dua, Tugu Trikora, Batu Merah, Diponegoro, dan Talake. Ini bukan pertama kali konflik terjadi di Ambon.  Beberapa pekan lalu juga terjadi kerusuhan besar di Universitas Pattimura (Unpatti) di Ambon pascapengumuman hasil ujian masuk universitas tersebut. Kerusuhan yang sampai membakar sebagian ruangan di Kampus Unpatti terjadi karena ada isu tiadanya keadilan dalam persentase penerimaan mahasiswa baru antara mereka yang beragama &lt;b&gt;Islam dan Kristen&lt;/b&gt;.  Sampai saat ini penerimaan pegawai pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, dosen, atau mahasiswa atas &lt;b&gt;dasar agama&lt;/b&gt; kadang dijadikan alasan terjadi konflik di Maluku. Padahal, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu &lt;b&gt;sudah berupaya keras untuk melakukan program afirmatif &lt;/b&gt;agar ada keseimbangan antaragama dalam penerimaan pegawai pemda atau penentuan jabatan di pemda.  Namun, pada tingkatan universitas, persoalan ketidakseimbangan antarpemeluk agama kadang masih muncul. Kata-kata bertuah seperti “Kitorang Samua Basudara” atau “Pela Gandong” seakan tak bermakna lagi sejak terjadi konflik di Ambon 12 tahun lalu yang pemicunya amat sepele yakni ada seorang preman di Hari Raya Idul Fitri 1999 yang memalak seorang sopir angkot di Ambon.  Konflik itu begitu cepat meluas bukan saja di Kota Ambon, melainkan juga sampai ke Maluku Utara dan Maluku Tenggara. Bukan saja harta yang hangus terbakar pada kerusuhan 12 tahun silam itu,melainkan juga tidak sedikit nyawa yang hilang. Ribuan orang mengungsi dari tempat tinggalnya, bahkan sampai ke luar dari Ambon, Ternate, atau Bacan.  Hingga kini masih banyak dari mereka yang terpaksa mengungsi itu yang belum kembali ke rumah lama karena sudah rata dengan tanah atau masih ada rasa takut serta trauma yang mendalam. Saat kerusuhan di Unpatti bulan lalu sebenarnya juga ada upaya untuk mengipas-ngipas masyarakat agar konflik membesar. Namun, upaya mereka yang menginginkan Ambon rusuh ternyata tidak berhasil.  Kini hanya karena isu dibunuhnya seorang tukang ojek,kerusuhan kembali terjadi di Ambon. Ini menunjukkan masih ada &lt;b&gt;rasa saling tidak percaya di kalangan masyarakat bawah&lt;/b&gt; di Ambon atau bahkan di Maluku secara keseluruhan.  Tanda Tanya  Jika penulis membandingkan apa yang terjadi di Unpatti bulan lalu dan di Nusaniwe, Minggu lalu, ada satu pertanyaan mendasar yang tebersit di benak penulis. Mengapa kalangan intelijen keamanan atau intelijen Kodam &lt;b&gt;tidak cepat &lt;/b&gt;mencium akan ada kerusuhan besar Minggu lalu?  Apakah memang terjadi kelalaian dari aparat intelijen untuk menjaring informasi dan mencegah terjadi pendadakan strategis dari mereka yang memang ingin “membakar Ambon”? Mengapa pula polisi seolah tidak berdaya dan terlambat dalam melokalisasi bentrokan massa di Ambon?  Apakah memang polisi jumlahnya amat terbatas sehingga membutuhkan bantuan pasukan tambahan 200 orang pasukan Brimob dari Makassar&lt;b&gt;? &lt;/b&gt;Mengapa pula konflik begitu mudah terjadi pada masyarakat Ambon atau Maluku? Apakah memang sudah tidak ada lagi rasa persaudaraan di antara mereka, atau memang masih ada orang-orang yang ingin mengail di air keruh atau menjadikan konflik sebagai lahan subur untuk mendapatkan keuntungan materi atau kekuasaan&lt;b&gt;?&lt;/b&gt;  Jika itu benar-benar terjadi, betapa teganya para&lt;b&gt; arsitek konflik&lt;/b&gt; itu terhadap masyarakat Ambon yang sedang berupaya keras membangun tali persaudaraan di antara mereka, terlebih lagi hubungan di antara sesama saudara yang &lt;b&gt;berlainan agama.&lt;/b&gt; Dua belas tahun sudah konflik besar di Maluku berlalu.  Sudah sering pula kalangan masyarakat sipil berupaya untuk terus saling bekerja sama setelah baku bae Maluku dilakukan secara bertahap dari Denpasar, Bali, ke Kota Palu di Sulawesi Tengah, sampai ke Malino di Sulawesi Selatan dan kembali ke Ambon. Penulis menjadi saksi dari upaya awal &lt;b&gt;baku bae Maluku&lt;/b&gt; di Denpasar dan di Palu yang mempertemukan antarpara Panglima Perang dari Ambon 12 tahun lalu.  Tak sedikit pula upaya mama-mama Ambon untuk membangun kembali tali persaudaraan dan kerja sama melalui pembukaan kembali pasar di Kota Ambon yang mempertemukan berbagai etnik dan agama. Intinya, mereka ingin agar Ambon khususnya dan Maluku serta Maluku Utara pada umumnya menjadi daerah yang nyaman untuk berkehidupan bersama.  Satu hal yang menarik, di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (12/9/2011) malam, terjadi suatu gerakan pengibaran bendera Merah Putih sepanjang 100 meter yang dibawa kalangan mahasiswa, seniman, dan masyarakat umum serta menyerukan agar kedamaian di Ambon tercipta kembali. Hal yang menarik, para aktivis gerakan tersebut menggunakan pakaian adat dan agama mereka masing-masing.  Ini menunjukkan betapa masih ada asa pada masyarakat kita untuk tetap menegakkan empat pilar penopang bangunan keindonesiaan yaitu &lt;b&gt;Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika,dan NKRI.&lt;/b&gt; Ajakan dari Kota Pahlawan, Surabaya, mengandung suatu nilai luhur kebangsaan kita bahwa kita adalah satu bangsa yang tidak bisa dikotak-kotakkan oleh perbedaan etnis, agama, kepercayaan, atau aliran apa pun.  Sebagai sesama anak bangsa, kita tentu tidak ingin melihat Ambon membara kembali, yang dapat menimbulkan prahara baru di Maluku. Rasa sakit yang dialami orang Ambon tentu dirasakan pula oleh kita semua karena bagaimanapun kita adalah sesama anak bangsa yang bersaudara dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai ke Pulau Rote. Jangan ada lagi prahara di Ambon atau tempat lain di Republik ini!  IKRAR NUSA BHAKTI Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI Ambon Berdamailah M Budi Santosa Senin, 12 September 2011 - 10:35 wib  KOTA Ambon mencekam. Dalam situasi ini, warga kocar-kacir setelah terdengar suara tembakan di Kota Ambon, Maluku. Polisi yang hanya berjumlah beberapa orang itu, terpaksa melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan kerumunan massa yang membawa senjata tajam saat bentrokan meletus di pusat kota.  Suara tembakan itu terdengar dari kawasan Diponegoro, Pohon Pule, Airmata Cina, dan Talake. Warga makin banyak yang mengungsi di masjid, dan lokasi lainnya yang dinilai aman. Dilaporkan di sejumlah titik di kota Ambon, massa bentrok karena dipicu tewasnya seorang warga berprofesi sebagai tukang ojek, bernama Darmin Saiman dengan sejumlah luka di tubuhnya.  Dalam bentrokan itu, massa sempat membakar sejumlah kendaraan roda dua dan merusak kendaraan roda empat. Selain di kawasan Mangga Dua, bentrokan ternyata meluas  ke sejumlah titik di Kota Ambon, di antaranya kawasan Tugu Trikora, Kota Ambon. Kabar terakhir jumlah korban tewas menjadi lima orang.  Paragraf di atas adalah petikan dari salah satu berita di Okezone.com dan Sindonews.com. Narasi itu menggambarkan kerusuhan yang pecah pada akhir pekan kemarin. Setelah ditelisik, akar kerusuhan itu adalah tewasnya seorang tukang ojek yang sebelumnya dikabarkan dibunuh. Namun, kini sudah terkonfirmasi bahwa tukang ojek itu tewas karena kecelakaan tunggal. Namun, informasi salah yang kadung berembus itu sudah menaikkan tensi berbagai kelompok di Kota Ambon. Kerusuhan pun pecah.  Kini, situasi di Ambon berangsur pulih. Aparat Kepolisian dan TNI, bahu membahu dengan tokoh masyarakat dan aparat pemerintah daerah terus mendekati kelompok-kelompok yang bersitegang. Diharapkan dengan pendekatan persuasif dan penyampaian informasi yang benar, maka kerusuhan tidak akan berlanjut.  Belajar dari kasus serupa yang terjadi beberapa tahun silam, maka aparat keamanan dan kepolisian harus bekerja sigap. Mereka harus bisa memisahkan kelompok yang berseteru. Kelompok-kelompok itu juga harus segera didamaikan. Korban tewas dan korban luka harus diberikan kompensasi dan layanan kesehatan yang memadai. Masing-masing pihaknya pun diimbau untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi-informasi sesat yang memang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang menginginkan Ambon membara kembali.  Langkah tepat dan cepat dari aparat, sikap dewasa warga dan tokoh masyarakat, tidak mudah terpancing provokasi, adalah dosis yang tepat untuk segera menyelesaikan kerusuhan ini. Kita berharap jangan lagi Ambon membara. Sudah cukup korban tewas dan korban luka sebagai tumbal. Jangan biarkan warga tak bersalah saling serang karena provokasi yang tidak jelas. Ibunda Yakin Darfin Tewas Dibunuh Bukan Kecelakaan Selasa, 13 September 2011 06:35 wib okezone AMBON - Darfin Saiman seorang tukang ojek yang tewas di kawasan Gunung Nona Ambon Sabtu malam lalu, masih meninggalkan tanda tanya. Namun pihak keluarga yakin, almarhum meninggal akibat di bunuh.   Ibunda korban, Halimah Jogja yakin jika putranya tersebut tewas dibunuh, saat pulang mengantar penumpang di kawasan Gunung Nona Ambon. Bukan kecelakaan lalu lintas sebagaimana kabar yang berkembang di masyarakat.  Keyakinannya bukan tanpa alasan karena masih meninggalkan tanda Tanya bagi keluarga.  “Pakaian yang dikenakan nampak jelas sobekan benda tajam yang menembus bagian belakang. Selain itu, helm dan motor juga tidak menunjukan tanda tanda kecelakaan lalu lintas, seperti yang di kemukakan polisi,” kata Halimah kepada wartawan, Senin (12/9/2011) malam.   Halimah dan keluarga menginginkan polisi melakukan penyelidikan lebih jauh atas kematian anaknya tersebut. Menurutnya, jika polisi lebih transparan atas kasus kematian anaknya, kerusuhan antar warga Minggu sore bisa saja tidak terjadi.  Almarhum Darfin meninggalkan seorang istri dan  seorang putra yang kini duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar. Setelah kepergian almarhum, Halimah harus menghidupi cucunya dan istri almarhum. (put)  (Wahyudi Mirahadi/SUN TV/hri) Pemuda Maluku Harap Warga Tak Terprovokasi Nurul Hidayat | Hery Prasetyo | Senin, 12 September 2011 | 03:24 WIB    JAKARTA-KOMPAS.com - Pemuda Maluku Indonesia Bersatu menyatakan keprihatinan atas terjadinya bentrokan di Kota Ambon. "Kami bersama para tokoh-tokoh agama dan masyarakat Ambon menyatakan keprihatinan kita atas kejadian yang baru saja terjadi hari ini di kota Ambon," ujar Ketua Umum Pemuda Maluku Indonesia Bersatu, Ronald A Syauta dalam jumpa persnya di Senayan, Jakarta, Minggu (11/9/2011).  Lebih lanjut Ronald berharap agar masyarakat Maluku menahan diri agar tidak mudah terprovokasi. Ronald juga menghimbau agar tokoh-tokoh agama dan masyarakat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hal ini.  "Kami di sini berharap agar masyarakat Maluku, khususnya di Ambon, jangan terprovokasi oleh situasi yang berkembang serta mengharapkan peran serta tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk segera memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa menahan diri," tambahnya.  Seperti pemberitaan sebelumnya, Kota Ambon, Minggu (11/9/2011), dilanda ketegangan akibat terjadinya bentrokan dua kelompok massa di sejumlah titik di kota itu. Massa tidak hanya saling berhadapan dan melempar batu, tetapi juga sempat membakar sejumlah kendaraan yang ada di jalan. Berdasarkan sumber di lapangan, bentrokan ini dipicu tewasnya seorang tukang ojek dengan sejumlah luka.  Kelompok yang berpihak kepada tukang ojek bernama Darmin Saiman itu tersulut amarahnya akibat kematian itu. Awal bentrokan terjadi di kawasan Mangga Dua seusai pemakaman Darmin. Bentrokan kemudian meluas ke kawasan Tugu Trikora.  Amankan Ambon, Pati Mabes Polri Terbang ke Ambon Headline Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Anton Bachrul Alam - inilah.com Oleh: Laela Zahra dan Santi Andriani Nasional - Minggu, 11 September 2011 | 20:45 WIB   INILAH.COM, Jakarta- Sejumlah Pejabat Tinggi (Pati) Mabes Polri terbang ke Kota Ambon malam ini, Minggu (11/9/2011) untuk membantu tokoh masyarakat mencegah terjadinya bentrokan kembali pasca bentrok warga yang terjadi petang tadi. Para Pati terbang dengan menumpang pesawat Lion Air.  “Mabes juga mendukung tokoh agama untuk mengambil langkah-langkah untuk meredam, kita membantu muspida di sana, Malam ini juga dibawah pimpinan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, anggota dan para pejabat tinggi Polri (Pati) juga datang ke sana dengan memakai Lion. Kita membantu muspida dsana," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Anton Bachrul Alam di Gedung Mabes Polri, Minggu (11/9)  Anton menambahkan,untuk mengamankan situasi Ambon pasca bantrokan warga Polri mengirim 200 personil Brimob dari Makasar. Saat ini, situasi di Ambon pun sudah bisa dikendalikan.  "Malam ini kita juga kirim pasukan ke sana dari Makasar ada 200 personil Brimob, untuk membantu Kapolda," sambungnya.  Laporan hingga kini, dikatakan Anton, pun tidak ada korban yang tewas akibat bentrok tersebut. Korban bentrok, katanya, hanya luka ringan akibat saling terkena lemparan.  Sebelumnya, bentrok warga terjadi yang diduga sementara akibat kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Darmin Saiman, juru ojek warga Waihaong.  Darmin Saiman mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, pada Sabtu malam dan ditolong keluarga Tatuhey, yang membawanya ke rumah sakit, tapi korban meninggal dalam perjalanan.(ndr)  Ambon Kondusif, Polisi Tetap Berjaga di Jalan Minggu, 11 September 2011 18:48 wib okezone  AMBON- Pascabentrok yang terjadi siang tadi, kondisi Ambon kini mulai kondusif. Meski demikian, puluhan personel gabungan dari TNI dan Polri masih berjaga di sejumlah titik di pusat Kota Ambon.  Titik tersebut yakni kawasan Tugu Trikora, Mardika, dan Talake, di mana perbatasan di mana dua kelompok massa terlibat bentrok, Minggu (11/9/2011).  Pantauan di lapangan, puluhan petugas ini berjaga dengan senjata lengkap. Kondisi di jalan pun sepi dan kondusif. Sementara sejumlah jalan masih di palang warga untuk menghindari bentrok susulan.  Malam ini dikabarkan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu akan mengumpulkan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, Kapolda Maluku, dan Pangdam Patimurra.  Namun belum diketahui pasti lokasi pertemuan tersebut. Kabar yang berkembang mereka akan dikumpulkan di Kantor Gubernur Maluku, namun ada pula yang mengatakan di kediaman Gubernur Maluku. (Insyani/SUN TV/kem)  Minggu, 11/09/2011 20:43 WIB Dua Tank dan Ratusan Personel TNI Jaga Lokasi Ricuh di Ambon M Hanafi Holle - detikNews    Jakarta - Perang batu masih terjadi di beberapa titik di Kota Ambon. Di Simpang Tiga Trikora, dua buah tank dan ratusan personel TNI menjaga lokasi di bentrok.  Pantauan detikcom, ratusan personel TNI tersebut tampak bersenjata lengkap, Minggu (11/9/2011). Sesekali terdengar suara tembakan. Namun tidak jelas dari mana suara tembakan itu berasal.  Di sekitar Waringin, api masih tampak membumbung dari rumah-rumah yang dibakar. Beberapa korban yang terkena lemparan batu saat bentrok dibawa ke RS untuk mendapat perawatan medis.  Sementara itu warga masih terlihat bersiaga. Aparat keamanan terus mencoba mengamankan situasi di Ambon.  (rdf/lia)  Bentrokan di Ambon Kapolda: 60 Terluka, 1 Tewas K29-11 | Glori K. Wadrianto | Minggu, 11 September 2011 | 19:34 WIB :    AMBON, KOMPAS.com — Kepala Polda Maluku Brigjen (Pol) Syarif Gunawan mengatakan, sedikitnya 60 korban luka-luka menyusul bentrokan antara dua kelompok massa di Ambon, Minggu (11/9/2011) siang hingga petang.  Syarif mengatakan, korban umumnya mengalami luka akibat lemparan batu dan tembakan. Sementara satu korban tewas akibat tembakan. Namun, dia mengaku, pihak kepolisian belum mengetahui identitas korban.  Seperti yang diberitakan sebelumnya, satu orang yang dikabarkan tewas bernama Clifford, berusia 15 tahun. Kini, keluarganya masih mengungsi di gunung dan menunggu kedatangan jenazah Clift, panggilan akrab korban. Seperti dikutip dari kantor berita Antara, informasi ini diperoleh dari keluarga korban yang enggan disebutkan identitasnya.  Sementara itu, Syarif mengatakan, Ambon menjelang malam berangsur kondusif dan terkendali. Sebanyak 600 personel gabungan dari Brimob Polda Maluku dan Kodam 16/Pattimura diterjunkan ke sejumlah titik rawan bentrokan, antara lain Tugu Trikora, Mardika, dan Waringin Talake. Sejumlah panser pun kini disiagakan di kawasan tersebut.  Dia memastikan, bentrokan dipicu kabar bohong yang menyebutkan seorang tukang ojek tewas dibunuh. Padahal, kenyataannya, tukang ojek itu tewas murni karena kecelakaan lalu lintas. "Situasi sementara ini sudah bisa dikendalikan aparat," katanya, malam ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-3728050746644620336?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/3728050746644620336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/bahaa-kekeraan-ambon-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/3728050746644620336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/3728050746644620336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/bahaa-kekeraan-ambon-lagi.html' title='BAHA$A KEKERA$AN @ambon, lagi'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-3484654379629114985</id><published>2011-09-10T21:52:00.000-07:00</published><updated>2011-09-10T21:52:31.497-07:00</updated><title type='text'>IMAN dan kekerasan teror, TIDAK NYAMBUNG teru$ (seharusnya)</title><content type='html'>Terrorism not linked to faith: Pravin ParekhNews Comments (0)pakistan todayLAHORE - Supreme Court Bar Association of India President Pravin H Parekh said on Friday that terrorism was not linked to faith and nationality, adding that India and Pakistan needed to make joint efforts to defeat this evil in any part of the world.A 70-member delegation of Indian lawyers arrived in Lahore through the Wahga border to attend a three-day seminar titled “Justice for all and impunity for none”. The delegation was welcomed by Supreme Court Bar Association of Pakistan President Asma Jahangir.Addressing the international moot on justice, Parekh said India and Pakistan shared a number of commonalities and pooling their ideas at an intellectual level could help overcome various challenges, including terrorism.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-3484654379629114985?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/3484654379629114985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/iman-dan-kekerasan-teror-tidak-nyambung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/3484654379629114985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/3484654379629114985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/iman-dan-kekerasan-teror-tidak-nyambung.html' title='IMAN dan kekerasan teror, TIDAK NYAMBUNG teru$ (seharusnya)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-4782675072642023306</id><published>2011-09-10T21:43:00.001-07:00</published><updated>2011-09-10T21:43:51.766-07:00</updated><title type='text'>merah putihnya 911</title><content type='html'>Peringati Tragedi 9/11, Merah Putih Raksasa DibentangkanFitriyah Tri Cahyani - OkezoneMinggu, 11 September 2011 09:51 wibJAKARTA - Sekelompok orang yang menamakan dirinya Komunitas Kerja Sosial "Nasionalis Bersatoe", membentangkan bendera merah putih raksasa di depan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati tragedi pembajakan tiga pesawat jet yang selanjutnya ditabrakkan ke menara kembar World Trade Center di New York City dan Pentagon di Arlington, Virginia, AS pada 11 September 2001 silam."Besarnya 10 x 15 M. Bendera berwarna merah dipegangbentangkan dengan tiga bambu. Satu bambunya tiga orang yang memegang. Sedangkan warna putihnya dipegang oleh 15 orang sambil meneriakkan kata "Merdeka"," ujar Budi Jarot, pembina Komunitas Nasionalis Bersatoe, Minggu (11/9/2011).Budi menjelaskan, aksi tersebut rencananya akan dilakukan mulai perempatan Sarinah menuju Bundaran HI, namun hal tersebut tidak dizinkan oleh pihak kepolisian. "Jadinya dikibarkannya di depan Bundaran HI," jelasnya.Aksi tersebut hanya dilakukan oleh sekira 10 hingga 20 orang dan pembentangan bendera digelar selama lima menit.(ded)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-4782675072642023306?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/4782675072642023306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/merah-putihnya-911.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4782675072642023306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4782675072642023306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/merah-putihnya-911.html' title='merah putihnya 911'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1804791346693970841</id><published>2011-09-07T18:27:00.001-07:00</published><updated>2011-09-07T18:27:11.918-07:00</updated><title type='text'>Munir, the unsung hero</title><content type='html'>Anhar Gonggong Sepakat Munir Dapat Gelar PahlawanTri Kurniawan - OkezoneKamis, 8 September 2011 07:00 wib 0  4Email0Aktitivs HAM Munir (Foto: Dok Okezone)Aktitivs HAM Munir (Foto: Dok Okezone)JAKARTA - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir dinilai sejumlah kalangan berhak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Usulan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Munir yang meninggal tujuh tahun lalu itu, dikenal gigih dalam memperjuangkan HAM.Sejarawan LIPI Anhar Gonggong, setuju dengan wacana penerimaan gelar pahlawan untuk Munir. Anhar beralasan, ikut mengagumi perjuangan Munir dalam membela korban-korban kemanusiaan."Dia (Munir) sosok yang mungkin bisa mendapatkan kualifikasi itu (gelar pahlawan) tetapi kan apakah pendapat saya bisa disepakati orang lain di Departemen Sosial (Depsos) itu lain persoalan," katanya kepada okezone, Rabu (7/9/2011) malam.Secara pribadi, Anhar mengaku kenal dekat dengan Munir. Kendati demikian untuk memberikan gelar pahlawan kepada seseorang, kata dia, bukanlah perkara mudah. "Itu ada proses panjang, itu di Depsos akan di bicarakan panjang lebar," tambahnya.Apa yang telah dilakukan Munir selama ini, tambah dia, tentu bisa memberikan pelajaran bagi banyak orang. Kendati tetap perlu diingat belum tentu semua orang juga senang dengan apa yang telah dilakukan Munir.Anhar juga melihat saat ini sudah tidak ada lagi sosok seperti Munir. “Keberaniannya melawan Soeharto diktator ketika itu, itu tidak terlalu banyak orang sevokal Munir menghadapi kekuasan otoriter ketika itu. Enggak ada, siapa sekarang? Semua orang sudah terkooptasi oleh lembaga. Kalau orang sudah duduk dalam lembaga sudah berhenti dia," pungkasnya.(ded)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1804791346693970841?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1804791346693970841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/munir-unsung-hero.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1804791346693970841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1804791346693970841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/munir-unsung-hero.html' title='Munir, the unsung hero'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-7373502761449543788</id><published>2011-09-07T18:20:00.000-07:00</published><updated>2011-09-07T18:20:38.628-07:00</updated><title type='text'>Allende, at last</title><content type='html'>SANTIAGO, Sept 7, 2011 (AFP)  The funeral for Salvador Allende, the Chilean president who died in a bloody 1973 military coup, will be held in private out of respect for victims of the weekend's plane crash at Robinson Crusoe Island, the family said in a statement.Allende's remains were exhumed in May and examined in a bid to unravel mysteries surrounding his death during the coup. Experts concluded he committed suicide, and was not murdered as some had alleged.Allende, who was president from 1970 to 1973, was originally scheduled to be reburied September 4 in a public ceremony scheduled to coincide with the 41th anniversary of the elections that swept the socialist Allende to office. The funeral however was postponed following the September 2 plane crash that killed 21 people, including top Chilean media personalities.Allende's bones are being held at the Legal Medical Service, where the remains of several crash victims have been taken.Separately, President Sebastian Pinera announced that the Chilean air force has asked a special judge to look into the cause of the plane crash.The announcement comes amid a swirl of criticism over the military plane's flight plan and the lack of experience of the 26 year-old pilot.The CASA 212 turbo-prop plane went down during a failed attempt to land on Robinson Crusoe, the main island of the Juan Fernandez archipelago, which lies in the Pacific some 700 kilometers (435 miles) west of the South American coastline.ALLENDE adalah tokoh presiden terpilih secara demokratis di Chili, dan ia berasal dari partai kiri saat perang dingin kapitalis dan komunis masih sengit. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-7373502761449543788?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/7373502761449543788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/allende-at-last.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7373502761449543788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7373502761449543788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/allende-at-last.html' title='Allende, at last'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-6859159952252033449</id><published>2011-09-05T20:55:00.001-07:00</published><updated>2011-09-05T20:55:47.730-07:00</updated><title type='text'>jangan-jangan emang LENGAH, disengaja ?</title><content type='html'>Bocoran Wikileaks: Mendanai FPI adalah Tradisi Polri dan BINTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wikileaks kembali membocorkan sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan Indonesia. Kali ini dalam dokumen terbarunya, Wikileaks memaparkan mengenai hubungan antara polisi dengan ormas Front Pembela Islam (FPI).Selain mengungkapkan mengenai FPI yang dijadikan ‘attack dog’ Polri, telegram rahasia itu juga mengungkapkan bahwa mantan Kapolri yang kini menjadi Kepala BIN, Jenderal (Purn) Sutanto, adalah tokoh yang telah mendanai FPI.Pendanaan dari Sutanto itu diberikan sebelum serangan yang dilakukan FPI ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Februari 2006 silam. Namun kemudian Sutanto menghentikan aliran dananya setelah serangan terjadi."Yahya Asagaf, seorang pejabat senior BIN mengatakan, Sutanto yang saat itu menjadi Kapolri menganggap FPI bermanfaat sebagai ‘attack dog’,” ungkap telegram rahasia yang dipublikasikan oleh Wikileaks itu.Saat pejabat kedutaan AS menanyakan manfaat FPI memainkan peran ‘attack dog’ itu, karena sebenarnya polisi sudah cukup menakutkan bagi masyarakat, Yahya menjelaskan bahwa FPI digunakan sebagai ‘alat’ oleh polisi, agar petugas keamanan itu tidak menerima kritik terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia. Disebutkan juga bahwa mendanai FPI adalah sudah tradisi di lingkungan Polri dan BIN.Kawat diplomatik yang dipublikasikan Wikileaks juga mengatakan bahwa FPI mendapatkan sebagian besar dananya dari petugas keamanan, tetapi mereka harus menghadapi pemotongan dana setelah serangan dilakukan.http://www.tribunnews.com/2011/09/03...-polri-dan-binBocoran Wikileaks: Donatur FPI Telah Menciptakan "Monster"TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wikileaks kembali membocorkan sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan Indonesia. Kali ini dalam dokumen terbarunya, Wikilekas memaparkan mengenai hubungan antara polisi dengan ormas Front Pembela Islam (FPI).Selain mengungkapkan mengenai FPI yang dijadikan ‘attack dog’ Polri, bocoran Wikileaks juga menyebutkan mengenai mantan Kapolri yang kini menjadi Kepala BIN, Jenderal (Purn) Sutanto sebagai tokoh yang pernah mendanai FPI.Dan di telegram terbaru di akhir 2006 yang kemudian dibocorkan oleh Wikileaks, disebutkan bahwa Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), mengatakan bahwa para pensiunan jenderal yang selama ini membantu dan mendanai FPI, termasuk mantan Kapolda Metro Jaya Nugroho Djajusman, belakangan kehilangan kontrol atas kelompok tersebut.Disebutkan bahwa para donatur FPI itu telah "menciptakan monster" yang sekarang menjadi independen dan tidak merasa terikat kepada para donatur mereka sebelumnya."Walaupun siapa saja yang memiliki uang dapat menyewa FPI untuk kepentingan politik, namun tidak ada seorang pun di luar FPI bisa mengontrol Habib Rizieq yang kini menjadi bos bagi dirinya sendiri,” ungkap bocoran telegram rahasia tersebut.http://www.tribunnews.com/2011/09/03...ptakan-monster&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-6859159952252033449?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/6859159952252033449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/jangan-jangan-emang-lengah-disengaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6859159952252033449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6859159952252033449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/jangan-jangan-emang-lengah-disengaja.html' title='jangan-jangan emang LENGAH, disengaja ?'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-4388775137235128402</id><published>2011-09-05T10:26:00.000-07:00</published><updated>2011-09-05T10:26:13.973-07:00</updated><title type='text'>YANG tidak TERHORMAT: korupt0R (3)</title><content type='html'>KETUA UMUM PP MUHAMMADIYAH DIN SYAMSUDDIN"Idul Fitri: Pemimpin yang Korup Bertobatlah""Silaturahmi itu harusnya dari atas ke bawah, dari pemimpin ke bawahan. Bukan sebaliknya."SELASA, 30 AGUSTUS 2011, 00:01 WIB Eko Huda SVIVAnews - Setelah berpuasa selama bulan Ramadan, umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri. Mereka merayakannya dengan berbagai macam cara, dan juga kondisi. Ada yang mudik, atau pulang ke kampung halaman bersama keluarga. Ada pula yang harus merayakan Lebaran di tanah rantau.Bagi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Din Syamsuddin, perayaan Lebaran bisa dinikmati dalam berbagai cara dan kondisi. Pria kelahiran Sumbawa Besar 31 Agustus 1958 itu juga memiliki bermacam pengalaman dalam merayakan Lebaran.Sebagai tokoh masyarakat, Din punya pendapat sendiri tentang kebiasaan open house yang kerap digelar oleh para tokoh elit. Selain itu, Din juga memiliki harapan terhadap Bangsa Indonesia setelah menjalani puasa di Bulan Ramadan dan merayakan lebaran.Berikut wawancara VIVAnews.com dengan Din Syamsuddin pada Jumat, 26 Agustus 2011:Apa makna Idul Fitri?Lebaran atau dalam bahasa Arabnya Idul Fitri adalah hari raya kesucian, kekuatan, dan kemenangan. Kata fitrah mengandung ketiga unsur tadi. Oleh karena itu, sesuai dengan arti kata fitrah, maka Idul Fitri adalah hari raya kesucian, kekuatan, dan kemenangan.Kita berharap pada hari itu kita bisa sampai pada derajat tersebut. Saya menghayati Idul Fitri sebagai momentum silaturahmi. Maka, Idul Fitri penuh dengan silatarahmi ke keluarga, kerabat, dan handai taulan.Saat Idul Fitri, apa saja kegiatan Anda?Selain salat ya bersilaturahmi ke keluarga, sama anak-anak, adik-adik, sepupu dan keluarga terdekat.Anda punya tradisi mudik?Tidak harus mudik, tapi kalau ada waktu senggang saya sempatkan pulang ke kampung selama 3 atau 4 hari. Mengunjungi ibu saya. Namun, terkadang saya tak perlu mudik, karena ibu saya sering ke Jakarta. Jadi kami berlebaran saja di Jakarta bersama keluarga.(Din Syamsuddin berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Saat ini, kerabat di daerah asalnya masih banyak. Sang ibu, juga masih berdomisili di sana)Sebagai Ketua Umum Muhammadiyah, ada kegiatan khusus saat Lebaran?Sejak 2005, saya jadi Ketua Umum Muhammadiyah. Sejak itu hari pertama saya saat Idul Fitri pasti ke Yogya. Karena, tradisi pimpinan di kantor pusat Muhammadiyah pada hari pertama lebaran itu menggelar Syawalan. Dan di situ ada ceramah tunggal dari ketua umum di kantor pusat.Biasanya saya ajak keluarga ke Yogya itu. Dari Yogya, saya langsung balik ke Jakarta pada hari pertama itu juga untuk berlebaran di Jakarta.(Din menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah pada periode 2005-2010. Dia terpilih lagi untuk masa jabatan 2010-2015)Anda menggelar open house, menerima tamu di rumah pada saat tertentu?Tidak pernah open house, tapi kalau ada orang datang ke rumah ya pasti saya terima. Tidak ada waktu tertentu yang disiapkan khusus menerima tamu di rumah saya. Tidak ada jadwal resmi.Selain itu, kalau silaturahmi saya jarang ke atasan, kecuali pernah satu atau dua kali, saat jadi dirjen saya ke atasan.(Din Syamsuddin pernah menjabat sebagai Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Depnakertrans RI periode 1998-2000)Alasan Anda?Alasannya, silaturahmi itu harusnya dari atas ke bawah, dari pemimpin ke bawahan yang dipimpin. Karena yang potensial bersalah itu pemimpin, bukan rakyat. Maka, saya tidak setuju kalau ada halal bihalal dikondisikan rakyat berbondong-bondong ke pemimpin.Apalagi dengan iming-iming bingkisan atau uang, saya sangat tidak setuju. Sehingga ada yang sampai meninggal seperti tahun lalu. Malah jadi musibah. Manfaatnya memang selalu ada, tapi logikanya terbalik. Jadi yang bersalaman itu harus pemimpin ke bawahan, bukan sebaliknya.Anda pernah menjalani Idul Fitri di luar negeri?Iya, tentu pernah, sewaktu saya sekolah di Los Angeles.(Setelah menuntut ilmu di Pondok Modern Gontor dan IAIN Jakarta, Din Syamsuddin melanjutkan kuliahnya di University of  California Los Angeles (UCLA), USA, mengambil Interdepartmental Programme in Islamic Studies tahun 1998 untuk program magister. Din lalu melanjutkan sekolahnya di universitas dan jurusan sama untuk programPh.d pada 1991)Apa kesan Anda saat itu?Tentu lain, tidak ada suasana seperti di tanah air. Selain itu juga kegembiraan tidak seperti di Indonesia karena memang jauh dari keluarga.Artinya, di sana kita ketemu sesama orang Indonesia di konsulat kita, atau paling tidak di Islamic Center. Tentu itu berkesan bagi saya. Ya mungkin bukan perasaan minoritas, tapi suasana Idul Fitri yang tidak dominan, paling di Islamic Center. Tapi sama-sama gembira dan berkesan. Apalagi kalau saat masih puasa, waktu winter itu lebih panjang puasanya.Selama Lebaran Anda dikunjungi kolega non-muslim?Sangat banyak, bahkan mereka yang paling rajin mengirim parsel, mereka paling rajin ke rumah pada hari raya pertama.Tanggapan Anda atas kunjungan mereka?Bagus, bagus. Mereka memberi ucapan selamat. Ini bukan masalah akidah, tapi tentang aspek sosial. Ini merupakan bagian dari toleransi.Imbauan Anda sebagai tokoh masyarakat apa?Pesan saya mari kita maknai Idul Fitri sesuai maknanya, hari raya kemenangan, kesucian, dan kekuatan. Intinya pesan utamanya silaturahmi, tingkatkan silaturahmi. Kita pelihara nilai Ramadan, insyaf, jangan sampai kita jebol bersama pelampiasan kita makan kue Idul Fitri.Idul Fitri bukan akhir, itu awal mengaplikasikan nilai-nilai Ramadan yang telah kita jalani selama sebulan sebelumnya. Kita pelihara nilai Ramadan itu untuk sebelas bulan ke depan.Harapan Anda untuk Indonesia setelah lebaran?Indonesia tetap bersatu. Perbedaan pendapat jangan menjadikan kita pecah. Bagaimana Ramadan bisa kita terapkan dalam kehidupan, jangan ada perilaku menyimpang seperti korupsi. Pemimpin yang korup harus bertobat, menghentikan praktik itu. (np)• VIVAnews&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-4388775137235128402?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/4388775137235128402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/yang-tidak-terhormat-korupt0r-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4388775137235128402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4388775137235128402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/yang-tidak-terhormat-korupt0r-3.html' title='YANG tidak TERHORMAT: korupt0R (3)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-4339006388689184052</id><published>2011-09-05T10:11:00.000-07:00</published><updated>2011-09-05T10:11:25.904-07:00</updated><title type='text'>YTH: k0R(p)upt0R(p) (2)</title><content type='html'>PKS Heran Zulkieflimansyah Pasok Info ke ASZulkieflimansyah - inilah.com/WirasatriaOleh: Agus RahmatNasional - Senin, 5 September 2011 | 13:10 WIBTERKAITGiliran Foke Digelitik WikileaksGolkar: Tak Ada Setoran dari FokeSisi Gelap Bocoran Biaya Politik PKS ke Kedubes ASWikileaks: Foke Beli Suara di Pilkada 2007PDIP Siap Dikonfrontir Dengan FokeINILAH.COM, Jakarta - PKS mempertanyakan motif dan motivasi Zulkieflimansyah memberikan informasi kepada pihak Kedubes AS terkait pendanaan pilkada gubernur DKI.Menurut Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, pihaknya tidak mengetahui mengapa rekan sejawatnya itu memberi bocoran ke Kedubes AS. "Saya tidak tahu juga berbicara atas dasar apa dan kapasitas apa," ujar Mustafa ketika dikonfirmasi INILAH.COM, di Jakarta, Senin (5/9/2011).Tekait apakah akan ada sanksi untuk Zulkieflimansyah, dia tidak bisa berspekulasi. "Kita di DPP tidak tahu persis soal Pilgub DKI," elaknya.Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zulkieflimansyah mengaku pernah ditanya oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) soal uang yang harus dikeluarkan untuk bisa 'bertarung' dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).Zul, sapaan akrabnya, diajak bincang-bincang oleh beberapa kedubes, bukan hanya Kedubes AS, saat dirinya maju sebagai calon gubernur Banten 2007."Mereka tanya-tanyalah pengeluaran jadi cagub Banten berapa, saya jawab sekitar Rp8 miliar sampai Rp10 miliar," ujarnya kepada INILAH.COM, Senin (5/9/2011).Karena penyelenggaraan Pilkada Banten dan DKI digelar di tahun yang sama, beberapa kedubes menanyakan hal yang serupa. Zul menjawab sekitar Rp15 miliar sampai 20 miliar untuk Pilkada DKI. [mah]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-4339006388689184052?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/4339006388689184052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/yth-k0rpupt0rp-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4339006388689184052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4339006388689184052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/yth-k0rpupt0rp-2.html' title='YTH: k0R(p)upt0R(p) (2)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-7315740435381530633</id><published>2011-09-05T02:48:00.001-07:00</published><updated>2011-09-05T02:48:29.982-07:00</updated><title type='text'>YANG TERHORMAT: korupt0R(p) (1)</title><content type='html'>Senin, 05/09/2011 12:22 WIBBebas dari Penjara, Aulia Pohan Jadi Penasihat Dimana-mana Herdaru Purnomo - detikFinanceJakarta - Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan sudah bebas dari penjara sejak tahun lalu. Mantan terpidana kasus aliran dana BI yang juga besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu kini mengaku sibuk dengan menjadi penasihat dimana-mana."Saya jadi penasihat dimana-mana saat ini. Ya kalau masih bisa mengabdi kepada negara kenapa tidak," ujar Aulia Pohan ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (5/9/2011).BI memang sempat didera berbagai masalah dengan ditahannya para mantan petinggi otoritas moneter tersebut. Namun Aulia mengakui, BI saat ini jauh lebih baik dibawah kepemimpinan Darmin Nasution. Menurut Aulia, Darmin bisa membersihkan bank sentral dari unsur politik."Pak Darmin itu bagus, membersihkan dari politik," jelasnya.Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga berbicara mengenai perlunya manajemen protokol krisis seperti Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK). Namun ia menilai, lembaga pengawas baru seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak diperlukan di Indonesia."(JPSK) itu harus lah, jadi kita kembali ke profesional. Nah ini OJK mau diambil ya bagaimana nanti," ungkap Aulia.Dikatakan Aulia, pengawasan perbankan pada intinya saat ini harus diserahkan kepada ahlinya yakni BI. Menurutnya tidak perlu ada lembaga baru seperti halnya Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada masa dahulu."Jadi ya serahkan pada ahlinya. Jangan kaya dulu dibikin BPPN ternyata rusak juga kan, janganlah dibuat lembaga baru," jelasnya.Kisah perjalanan Aulia hingga menjadi tahanan memang sangat menyita perhatian publik. Dimulai saat kasus ini digulirkan pertama kali oleh laporan Ketua BPK Anwar Nasution tentang adanya penyelewangan dana YPPI sebesar Rp 100 miliar ke sejumlah mantan pejabat BI dan anggota dewan pada tahun 2003.Kasus ini juga telah menyeret beberapa pejabat BI dan anggota DPR. Sebut saja mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang sudah divonis 5 tahun penjara. Lalu mantan Deputi direktorat Hukum BI Oey Hoey Tiong dan mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak.Selain itu, anggota DPR Hamka Yandhu dan Antony Zeidra Abidin saat ini sedang menjalani persidangan dalam kasus yang sama. Terakhir adalah Aulia Pohan, Aslim Tadjuddin, Maman Sumantri dan Bun Bunan Hutapea. Seluruhnya adalah mantan deputi gubernur BI.Aulia Pohan divonis 4 tahun penjara. Namun Mahkamah Agung mengurangi masa tahanan Aulia menjadi hanya 3 tahun dengan denda Rp 200 juta. Aulia Pohan bebas bersyarat pada 18 Agustus 2010.(dru/qom) &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-7315740435381530633?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/7315740435381530633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/yang-terhormat-korupt0rp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7315740435381530633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7315740435381530633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/yang-terhormat-korupt0rp.html' title='YANG TERHORMAT: korupt0R(p) (1)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-8526690574915208400</id><published>2011-09-04T17:48:00.001-07:00</published><updated>2011-09-04T17:52:49.695-07:00</updated><title type='text'>jangan REMEHkan teologi radikal dan pro-KEKERASAN (153)</title><content type='html'>Kamis, 01/09/2011 22:31 WIBKisah Teroris Seharga Rp 8 MiliarDekat Osama Tapi Mengemis di PakistanM. Rizal - detikNewsJakarta - Hujan deras tengah mengguyur Abbottabad, Pakistan. Kalender menunjukkan hari itu tanggal 16 Januari 2011.Di luar rumah Abdul Hameed, ada sepasang orang asing tengah berteduh. Mereka menggigil kedinginan dan tampak kelaparan. Putri Hameed yang tidak tega lantas meminta sang ayah agar menolong orang asing itu.Orang asing itu adalah gembong teroris Umar Patek dan Rukkayah, istrinya. Atas persetujuan istrinya, Hameed pun mengizinkan sepasang orang asing itu menginap di kamar kosong di lantai dua."Kami pikir, mereka sesama manusia yang membutuhkan bantuan, bagaimana kami tega menolak," kata Hameed yang merupakan pensiunan akuntan itu seperti dilansir AFP.Singkat cerita, pasangan orang asing itu pun tinggal satu rumah dengan keluarga Abdul Hameed. Abdul memang mengakui, ada keanehan perilaku pasangan orang asing yang telah diizinkan menumpang di rumahnya itu. Kedua orang asing ini tidak pernah meninggalkan kamar. Bahkan, nampan berisi makanan yang disediakan tiga kali dalam sehari oleh anak perempuan Hameed pun jarang disentuh.Sembilan hari setelah orang asing itu menginap Hameed baru sadar tamunya adalah teroris yang tengah dicari-cari. Tentara Pakistan tiba-tiba menyerbu rumah Hameed, menggeledahnya, dan menyeret sang tamu setelah dilumpuhkan dengan tembakan.***Patek kabur dari Indonesia tidak lama setelah Dulmatin tewas. Sahabat dekat Patek ini tewas ditembak anggota Densus 88 Mabes Polri di rumah toko Multiplus, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 10 Maret 2010 lalu. Saat penyergapan, Patek yang diduga sebagai Komandan Lapangan aksi serangan bom Bali I tahun 2002 itu juga berada di lokasi yang sama.Setelah Dulmatin tewas, Patek kemudian melarikan diri ke luar negeri bersama istrinya yang berwarga negara Filipina. Meski warga Filipina, Rukkayah juga memiliki paspor Indonesia.Selama Patek melarikan diri ke Pakistan, sejumlah media asing melansir, kehidupan teroris yang dibandrol US$ 1 juta itu dan istrinya agak berbeda.Seperti pengakuan Abdul Hameed, pemilik rumah yang pernah menampung Umar Patek selama sembilan hari mendapatkan Patek dan istrinya dalam kondisi kedinginan akibat cuaca hujan yang saat itu melanda kota Abbottabad. Bahkan sejumlah media asing, khususnya di Inggris menyebutkan, kondisi pria asal Pemalang itu terlihat seperti pengemis dan menggelandang."Ya kan hidup berkelana. Mungkin saja dia mengemis atau menggelandang, kita melihatnya seperti itu.Tapi bagi dia yang memiliki alam pikiran dan pemahaman lain, mungkin menikmatinya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Untung Yoga Ana kepada detik+.Namun kuasa hukum Umar Patek, Asludin Hatjani membantah kehidupan kliennya di Pakistan terlunta-lunta dan mengemis. Patek mengaku selama di Pakistan, ia ditampung rekannya yang bernama Haidar."Itu nggak benar. Saya dapat cerita langsung dari Umar Patek. Dia ditampung di rumah Haidar. Jadi selama ini hidupnya dijamin temannya itu," katanya kepada detik+.Asludin juga membantah Patek ke Pakistan untuk mencari perlindungan Osama. Keberangkatan Umar Patek dan istrinya ke Pakistan disebut hanya pindah untuk istirahat. Ia memilih pindah karena saat itu dia sempat diajak Dulmatin agar mau melatih di tempat pelatihan di Aceh. "Umar menolak dan menghindar, sehingga dia pergi ke Pakistan," ujar Asludin.&lt;b&gt;Patek dan istrinya masuk ke Pakistan dengan memalsukan dokumen paspor. Paspor palsu itu didapat tersangka setumpuk kasus terorisme itu dari seorang agen di kantor imigrasi Jakarta Timur. Kantor ini juga yang dulu pernah mengeluarkan paspor Gayus Tambunan atas nama Sony Laksono.&lt;/b&gt;"Paspornya sebenarnya asli. Hanya identitasnya yang palsu. Kedua (paspor) diurus di Jakarta Timurmelalui orang sana," jelas pengacara Patek, Asludin Hatjani.Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyidikan. Kepolisian mengaku sangat sulit memahami jalan pikiran Patek. Mentor Amrozi ini memiliki tabiat yang berbeda dengan orang pada umumnya. "Semua manusia, saya mungkin juga anda dianggap tidak benar semua di matanya. &lt;b&gt;Hanya dia yang merasa benar. Ini kan sulit&lt;/b&gt;," jelas Untung.(zal/iy) &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-8526690574915208400?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/8526690574915208400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/jangan-remehkan-teologi-radikal-dan-pro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8526690574915208400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8526690574915208400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/jangan-remehkan-teologi-radikal-dan-pro.html' title='jangan REMEHkan teologi radikal dan pro-KEKERASAN (153)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-8288826733648247562</id><published>2011-09-02T19:32:00.000-07:00</published><updated>2011-09-02T19:32:14.195-07:00</updated><title type='text'>AYO BANGUN agama YANG KRITIS</title><content type='html'>The role of religion as social critiqueAchmad Munjid, Philadelphia | Fri, 09/02/2011 7:00 AMIn offering its system of meaning, religion has two dialectical functions in public life: social critique and instrument of legitimacy. When the first function doesn’t effectively work, the second one will go unchecked, and religion becomes prone to abuse of power. We can find this in the history of world religions and in our Indonesian reality today.Sociologically, most major religions emerged in times of crisis initially and primarily as ethical, moral and social critiques of the status quo. Founders of religions are strident social critics who, at times, have to suffer alienation, persecution, expulsion or even crucifixion.As such religion emerged as a radical challenge and prophetic alternative to the existing confining social praxis, moral decadence, corrupt tradition and false system of consciousness. In this way, religion also provides inspiration, social energy and vision to create sociological imagination.Sociological imagination, to reinterpret C. Wright Mills (1959), refers to a creative ability to see the big picture beyond the perceived unalterable web of circumstances and relationships between personal story and social history in a given society.In Abrahamic traditions, as social critique, the principle of ethical monotheism of Judaism freed generations of enslaved Jews under the ancient Egyptians to become “the chosen people”. Christianity empowered a handful of marginalized people, entrapped by first century Jewish violent sectarianism and Roman oppression, to become exemplary people espousing altruism and love.Islam also liberated seventh-century Arabs locked up for generations in raw materialism and tribalism, creating a strong community united by transcendental humanism based on the principles of justice, compassion and peace.This social critique function of religion declines when religion is overly co-opted by established authority. As a consequence, religion serves more as an instrument of legitimacy. Instead of providing sociological imagination, religion is turned into a set of doctrines and closed theology consisting of anti-historical rules, along with anunquestionable reward-punishment mechanism.It happened to Christianity from the period of Constantine onward. It also happened to Islam soon after the death of Muhammad. The same story applied to Confucianism when it became the state orthodoxy under the Han dynasty in the second century BCE.We need to remember, however, that the pendulum between social critique and instrument of legitimacy always swings back and forth in the history of any religion. That is why we witness the waves of heresies and reformation movements in all religions. Such individuals as Martin Luther, Siddharta Gautama, Mahavira, Confucius and other reformers will come on to the scene when religion functions more as an instrument of legitimacy.Since Islam is the religion of the majority here, the case of Islam is instructive in an Indonesian context.The emergence of so many “false prophets” over the past few years is a symptom of how religion (Islam) has increasingly become an instrument of legitimacy. Look at our religious forums in mosques, public gatherings, on TV and radio programs or any mass media, and you will see how most clerics are desperately selling obsolete images of heaven but losing almost all connection with the actual problems of their audience.Some even believe there is one simple normative solution to solve all problems, such as the implementation of sharia in its very narrow sense. The option left is either sharia today or hell in the hereafter.We are a society in deep crisis surrounded by a great many problems: high poverty and unemployment rates, poor education and environment, unanticipated frequent natural disasters, annual epidemics, etc. Many people are suffering in “hell” every day. They don’t need encouragement merely to follow blindly a set of obsolete rules from ancient times.What they need is spirit and energy to change reality and transform their lives. We must stop religious bullying and religious hoax from spreading further.If minority groups are being denied the right to practice their religion or even being persecuted, as in the many instances of church banning/burning and attacks on Ahmadiyah and Shiite communities, what is that if not “religious bullying”? This can sew the seeds of greater violence, even terrorism, in the name of religion.Formally, our public space looks much more Islamized today. By looking at their physical appearance, you might assume that Indonesian people are much more religious now than ever. Islamic political parties and missionary organizations are multiplying and becoming very aggressive. Islamic products, signs, institutions and groups areeverywhere.However, when we look at the widening gap between rich and poor, high crime rates, worsening corruption at all levels (including by Muslim politicians), the more intolerant attitude toward others as shown by current findings of the Pew Research Center, all things that are contrary to the central message of Islam, what connection can we make?Of course, Islam and Muslims are not solely responsible, but if the observable phenomenon of Islamization is not to be simply a rebranding of the same old stuff to make it look nicer in mainstream discourse, there needs to be fundamental change in this majority Muslim society. If not, that is what I call “religious hoax”.The function of religion as social critique is not working. Over the past two decades, Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah, the two largest Muslim organizations, seem to have lost support especially among the young due to their declining vitality in presenting Islam as social critique. Sadly, the groups that are promoting Islam as social critique, and therefore more attractive to our youth, are the exclusivists with a narrow sociological imagination. While sounding attractive to some, their final orientation will not fit, it may even endanger, our diverse society.We are grateful to have had such figures as Abdurrahman “Gus Dur” Wahid who presented religion as a struggle to create a just and peaceful society for all, Y.B. Mangunwijaya who used his faith as a force to defend the marginalized against all kinds of domination, Th. Sumartana and Djohan Effendi who dedicated their lives to nurture religious diversity as a means to develop democracy, and many others who share their visions.Certainly, we need many more individuals and groups like them to keep the primary function of religion as social critique working properly.The writer is president of Nahdlatul Ulama (NU) Community in North America.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-8288826733648247562?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/8288826733648247562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/ayo-bangun-agama-yang-kritis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8288826733648247562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8288826733648247562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/ayo-bangun-agama-yang-kritis.html' title='AYO BANGUN agama YANG KRITIS'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-8505498907229444324</id><published>2011-09-02T19:22:00.001-07:00</published><updated>2011-09-02T19:27:42.408-07:00</updated><title type='text'>jangan BIARKEN teologi RADIKALISASI dan KEKERASAN (152)</title><content type='html'>Kamis, 01/09/2011 10:56 WIBKisah Teroris Seharga Rp 8 MiliarRahasia Pertemuan Umar Patek &amp;amp; OsamaM. Rizal - detikNewsJakarta - Osama Bin Laden tewas di kota yang sama dengan tempat ditangkapnya Umar Patek. Osama juga tewas setelah 4 bulan Patek ditangkap. Adakah semua itu hanya kebetulan?Umar Patek ditangkap di Abbottabad, Januari 2011 lalu. Gembong teroris asal Pemalang, Jawa Tengah itu, meninggalkan Filipina untuk menemui Osama di Pakistan. Perjalanan ke Pakistan sebenarnya merupakan perjalanan yang berisiko bagi Patek.Filipina adalah tempat persembunyian yang aman untuk Patek dari buruan petugas keamanan dan intelijen 4 negara, Indonesia, Filipina, Australia dan AS yang mengincarnya. Patek memiliki kedekatan dengan kelompok pemberontak Abu Sayyaf di Mindano, Morro.Kedekatannya dengan kelompok Abu Sayyaf ini membuat Patek akrab dengan keponakan Osama, Jamal Al Khalifah. Keponakan Osama ini mendapatkan tugas langsung membantu perjuangan Abu Sayap atau Moro Islamic Libartion Front (MILF) atau Front Pembebasan Moro.Kelompok Abu Sayyaf merupakan kelompok militan yang terdekat dengan Osama di Asia Tenggara. Keakrabannya dengan Jamal inilah yang diduga membuat Patek juga dikenal Osama.Ada dua orang Indonesia yang terhubung dengan Osama, yaitu Hambali yang bisa mendapatkan “kedudukan di Al Qaeda dan Umar Patek,” kata penulis buku 'Temanku Teroris?' Noor Huda Ismail.Patek diduga kuat merupakan salah satu orang kepercayaan Osama untuk jaringan internasional. Rekam jejak Patek memperkuat dugaan ini. Suami Rukkayah ini pernah menjadi salah satu instruktur senior di Afghanistan.Bahkan pada tahun 1989an awal hingga akhir dia tercatat sebagai instruktur mujahidin didikan Central Intellegence Agency (CIA), dinas rahasia Amerika Serikat (AS) untuk mengusir Uni Soviet (sekarang Rusia). Osama pun awalnya juga didikan AS untuk melawan komunis Uni Soviet di Afghanistan.Beliau (Umar Patek, red) bisa berbahasa Urdu, Arab dan Parsi dengan baik. Sangat mengenal Osama dan merupakan orang kepercayaannya untuk jaringan internasional,” ungkap pengamat terorisme Mardigu WP kepada detik+.Hubungan Patek dan Osama juga bisa dilihat dari dana aktivitas teroris asal Pemalang itu di Indonesia yang berasal dari luar negeri dan berkaitan dengan Al Qaeda.Bagi Osama, sosok Patek sangat penting, karena termasuk tokoh istimewa yang memiliki kemampuan mobilisasi yang cukup tinggi. Patek berhasil melarikan diri ke Filipina dan bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf dalam waktu yang cukuplama.Bahkan pada September 2006, ia pernah diberitakan tewas di Propinsi Sulu, Filipina Selatan. Namun, belakangan di awal tahun 2010, dia malah diberitakan masih aktif membantu kegiatan operasi kelompok Abu Sayyaf di Sulu.“Orang yang diburu-buru oleh banyak negara ini justru mampu melakukan perjalanan sampai ke Pakistan. Artinya, tentunya dia bukan orang sembarangan,” analisa pengamat terorisme UI Yon Mahmudi.Dengan bekal kedekatan itu, tidak aneh bila Patek ingin bertemu Osama di Pakistan. Tapi, terjadikah pertemuan itu?Hingga kini tidak ada jawaban pasti. Hanya saja Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro sempat mengatakan, adanya tanda-tanda Patek akan melakukan pertemuan dengan Osama sebelum akhirnya pria yang diduga sebagai otak pelaku serangan 11 September itu tewas.Hanya saja, pemerintah Indonesia tidak memiliki informasi lebih rinci yang menunjukan penangkapan Patek memang membantu penyerbuan pasukan AS di rumah persembunyian Osama di Abbottabad.Tidak adanya kepastian itu memunculkan spekulasi dan sejumlah analisa peggerebekan yang menewaskan Osama ini berkat bantuan orang dalam organisasi Al Qaeda sendiri, termasuk petunjuk dari penangkapan Patek. Benarkah?Ada dua kelompok berbeda jawaban untuk pertanyaan itu. Kelompok pertama meyakini memang benar Osama terendus berkat penangkapan Patek. Pihak intelijen mengetahui rencana pertemuan Patek dengan Osama dan terus menguntitnya."Dengan ditangkapnya Umar Patek, semakin jelaslah posisi Osama. Dapat dipastikan salah satu informasi tentang lokasi Osama juga berasal dari dia (Patek),” ujar Yon Mahmudi.Namun Mardigu berpendapat Patek bukan satu- satunya sumber yang membuat Osama diketahui dan disergap. “Ia merupakan salah satu indikasi dalam ‘matching data’ intelijen,” tegasnya.Tapi mantan Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono tidak percaya Patek berhasil bertemu Osama. Bos Al Qaeda ini tidak akan begitu saja bisa ditemui sembarangan orang, termasuk teroris sekelas Umar Patek. “Tidak mungkin juga ketemu Umar Patek yang bukan levelnya itu. Itu naif sekali," ungkap Hendro kepada detik+.Menurut Hendro, Osama kemungkinan berhasil dilumpuhkan karena adanya permainan intelijen AS dan Pakistan. Apalagi melihat begitu lamanya Osama tinggal di Pakistan sudah barang tentu mendapatkan perlindungan dari intelijen dan militerPakistan. "Ya kalau sekarang itu bisa dilakukan, kemungkinan orang itu juga bermain dengan intelijen dan militer setempat," ujarnya.Jadi lanjut Hendropriyono, Osama tertangkap akibat strategi pemerintah AS yang melepaskan sejumlah kurir-kurir Osama dari tahanan Guantanamo, sehingga jejak Osama ini terendus melalui jejak para kurir ini.Pengacara Patek, Asludin Hatjani, pun membantah kemungkinan adanya pertemuan kliennya dengan Osama. Apalagi menghubung-hubungkannya dengan penyergapan yang menewaskan Osama. “Saya dapat cerita langsung dari Umar Patek, tidak pernah adapertemuan itu. Kalau ada informasi soal itu dan disebarkan dalam jaringan media massa asing dan motifnya apa saya belum tahu,” jelasnya lagi.(zal/iy)&lt;br /&gt;Kamis, 01/09/2011 11:21 WIBKisah Teroris Seharga Rp 8 MiliarUmar Patek Pernah Jadi Siswa KebanggaanDani Wisnu - detikNewsPemalang - Pada akhirnya semua takluk pada waktu. Tidak ada yang abadi, apalagi dalam kurun waktu 25 tahun. Banyak yang telah berubah. Nama, rumah, dan juga pandangan hidup. Ada yang menjadi lebih baik. Ada yang malah lebih buruk.Pemalang, Jawa Tengah, menjadi saksi perubahan itu. Di kota yang berbatasan dengan Laut Jawa ini, seorang remaja yang pernah menjadi kebanggaan kini menjelma menjadi tokoh teroris yang sangat menakutkan.Ia dulu dipanggil dengan nama kesayangan Hisyam. Kini namanya lebih dikenal sebagai Umar Patek. Ia gembong teroris yang sangat diburu. Tidak hanya menebar teror bom di tanah airnya, tapi juga di manca negara. Amerika Serikat membandrol harga US$ 1 juta atau sekitar Rp 8 miliar kepada siapa saja yang bisa menangkapnya atau memberikan informasi untuk menangkapnya.Hisyam remaja adalah siswa yang cerdas terutama untuk pelajaran eksakta. Saat bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Pemalang, nilai rapor blasteran Arab-Jawa itu selalu 8 untuk mata pelajaran IPA dan Bahasa Arab."Ia salah satu siswa kebanggaan karena pandai,” kata Wakil Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Pemalang Sucipto saat di temui detik+.Sang guru sungguh tidak menyangka murid kebanggaan itu kini dikenal sebagai teroris kelas wahid. Hisyam yang memiliki nama Umar Patek alias Abu Syeih alias Umar Arab diduga terlibat dalam rangkaian aksi teror di Indonesia, yaitu bom Natal tahun 2000, bom Bali I yang menewaskan 220 orang, pelatihan militer di Aceh dan juga aksi teror di Filipina.Para guru dan tetangganya mengenal laki-laki kelahiran Pemalang, 20 Juli 1966 ini sebagai orang yang pendiam dan tertutup. "Ia lulus tahun 1986. Anaknya tertutup dan jarang bergaul sehingga tidak semua guru kenal dengannya,” ungkap Sucipto.Pemalang bagi Umar Patek barangkali tinggal menjadi masa lalu. Ia telah meninggalkan kota itu sejak lulus SMA. Sekarang kota ini bukan lagi menjadi kota yang penting untuk dikunjunginya bila pulang. Tidak ada lagi rumah keluarga sang teroris itu di kota penghasil sarung tenun ini.Waktu kecil, Patek dan keluarga tinggal di Jalan Semeru No 20 Kelurahan Mulyoharjo Pemalang, Jawa Tengah. Sama seperti di sekolahan, putra pasangan Ali Zain dan Fatimah itu juga dianggap sebagai orang yang tertutup karena jarang bergaul dengan masyarakat.Patek terakhir kali terlihat di kampung halamannya pada pertengahan tahun 2000 silam sebelum terjadi bom Natal 24 Desember tahun 2000. Dua tahun setelah kasus bom itu, keluarga Patek pun menghilang. Mereka pindah secara diam-diam.Sejak 2002 itu, rumah yang ditinggal penghuninya itu lantas dialihfungsikan menjadi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Tempat Penitipan Anak (TPA) Al-Irsyad Al-Islamiyah."Sejak tahun 2002 lalu orang tuanya sudah pindah ke Jawa Timur,” kata salah satu tetangga dekat Umar Patek, Rifki Toufa.Di mata tetangga, tidak hanya Patek yang merupakan putra sulung pasangan Ali Zain dan Fatimah yang tertutup, semua keluarganya pun demikian.Bahkan saat pindah ke Jawa Timur semua tetangga tidak ada yang diberitahu sehingga sampai saat ini tidak ada yang tahu persis dimana mereka pindah.“Saat pindah rumah para tetangga tidak ada yang tahu, tiba-tiba rumahnya sudah kosong,” terang Rifki.Warga terkaget-kaget saat mendengar kabar Hisyam adalah Umar Patek. Tetangga tidak menyangka Hisyam yang pendiam menjadi buronan kasus teroris."Pertama para tetangga tidak percaya, namun setelah melihat foto di TV ternyata benar jika Umar Patek adalah Hisyam,” jelas Rifki.Umar Patek ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan pada akhir Januari lalu. Ia kini menghuni Rutan Brimob Kelapa Dua dan menjalani pemeriksaan untuk mengurai jaringan terorisme di Indonesia.(iy/iy) &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-8505498907229444324?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/8505498907229444324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/jangan-biarken-teologi-radikalisasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8505498907229444324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8505498907229444324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/09/jangan-biarken-teologi-radikalisasi-dan.html' title='jangan BIARKEN teologi RADIKALISASI dan KEKERASAN (152)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-4469696906913852241</id><published>2011-08-28T03:26:00.001-07:00</published><updated>2011-08-28T03:26:58.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan BIARKEN teologi radikal dan kekerasan (151) ... 270811</title><content type='html'>Minggu, 28/08/2011 13:50 WIB&lt;br /&gt;Polisi Harus Beri Perlindungan SCTV dari Tekanan FPI&lt;br /&gt;Laurencius Simanjuntak - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Kepolisian seharusnya memberikan perlindungan kepada SCTV karena ditekan oleh Front Pembela Islam (FPI) terkait rencana penayangan film '?' pada malam takbir. Kepolisian tidak bisa tinggal diam ketika lembaga penyiaran diintervensi oleh pihak-pihak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tindakan FPI itu berlebihan. Seharusnya pemerintah, kepolisian mengambil sikap memberikan perlindungan kepada SCTV. Kalau dibiarkan ini bisa menjadi preseden untuk hal-hal yang lainnya," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung pada detikcom, Minggu (28/8/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pram, sapaan akrab Pramono, mengatakan jika tidak setuju atas tindakan FPI itu, "SCTV juga bisa melakukan gugatan hukum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, politikus PDI Perjuangan ini menegaskan tindakan massa FPI yang menekan lembaga penyiaran tidak boleh terjadi dalam negara demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau FPI keberatan bisa melalui KPI (Komisi Penyiaran Indonesia-red)," ujar Pram menambahkan SCTV juga tidak perlu takut jika rencana penayangan sudah sesuai prosedur yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu kemarin seratusan orang yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor stasiun televisi SCTV. Mereka mendesak stasiun televisi nasional itu membatalkan penayangan film berjudul '?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film '?' menggambarkan umat Islam itu bengis dan jahat. Ada adegan orang islam merusak restoran China, lalu pendeta ditusuk dan gereja dibom," ujar Ketua FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, di halaman SCTV Tower, Jl Asia Afrika, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa FPI yang datang dengan menggunakan sepeda motor itu menggelar orasi selama sekitar 15 menit. Mereka akhirnya diterima pihak SCTV. FPI dan SCTV menggelar dialog atas tuntutan tersebut di lantai 19 gedung tersebut. Dialog yang berlangsung dalam suasana tenang itu berakhir 20 menit kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terimakasih atas silaturahmi dari FPI, ini merupakan masukan dan evaluasi bagi kami. Sebagaimana kita telah berkomunikasi, kami nyatakan tidak akan memutar film '?' pada malam takbiran nanti," kata Corprotare Secretary SCTV, Hardijanto Soeroso, di akhir pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pertemuan itu FPI membubarkan diri. Raut muka mereka menunjukkan rasa puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini dirilis di bioskop sekitar 7 April 2011 lalu. Sutradara muda ini mengangkat tema toleransi beragama dan film itu sempat mengundang kontroversi saat tayang perdana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin menunjukkan lewat film ini gambaran beberapa peristiwa yang terjadi. Pada adegan terakhir film ini nanti David Chalik mengungkap bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Buat saya itulah Islam,” ujar Hanung soal filmya itu di Radja Ketjil, Gandaria City Mall, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lrn/nrl) &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-4469696906913852241?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/4469696906913852241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/jangan-biarken-teologi-radikal-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4469696906913852241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4469696906913852241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/jangan-biarken-teologi-radikal-dan.html' title='jangan BIARKEN teologi radikal dan kekerasan (151) ... 270811'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1387646848691675913</id><published>2011-08-17T09:08:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T09:33:33.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan DIDIAMKAN, teologi radikalis dan pro kekerasan AMAT BERBAHAYA (150)</title><content type='html'>Jihad, ‘pesantren’ and terrorist encounters&lt;br /&gt;Muhammad Adlin Sila, Canberra | Sun, 08/14/2011 7:00 AM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Jakarta Post recently reported that the bombing in Umar bin Khattab Islamic boarding school (pesantren) in Sonolo, near the West Nusa Tenggara town of Bima, was related to Umar Patek, a wanted terrorist suspect arrested in Pakistan (The Jakarta Post, July 25, 2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima came to the police’s attention late last June, when a 16-year-old student was arrested for allegedly stabbing a policeman to death. The police believe the young boy was a member of an Islamic militant group and that the boy insisted he killed the officer as a reprisal for the police manhunt for jihadists.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This pesantren became increasingly notorious following an explosion occurred on July 11, that left one man dead. According to the minister of religious affairs, this pesantren, founded in 2004, is exclusive and is not yet regarded as a type of pesantren (Kompas.com, 07/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren teachers do teach their pupils (santri) about jihad (bab al-jihaad), but only in a moderate way. Jihad is the Arabic word for what can be variously translated as “struggle”, “effort”, “strive”, “exert” or “fight”, depending on the context. The root of the word jihad is juhd which means “effort”. Another related word is ijtihad which means “working hard or diligently”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contrary to common interpretations, the word jihad does not necessarily imply any violent effort, let alone “war” (harb) or “killing” (qital) and such instances of extreme violence. It is a general term, and jihad can mean violent as well as peaceful action, depending on the context in which it is used.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is no command to murder or massacre as far as jihad is concerned. There is not one word in the Holy Koran to justify murder or massacre under any circumstances whatsoever (Al Baqarah 2:11-12). Therefore, the entire Muslim community all the over the world should condemn brutal murder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Patek and his followers have been abusing the meaning of jihad by referring to it as a holy war, whereby Muslims unreasonably kill non-believers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a result, some Muslims have begun to adopt this misleading meaning of jihad. The use of pesantren in further disseminating this misleading meaning of jihad has further discredited Islam as a whole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren through their association and brotherhood (e.g., Rabithah Ma’ahid al Islamiyyah, the association of pesantren) should emphasize that acts of terrorism against innocent civilians, whether through aggression or suicidal means, is under no circumstances permissible in Islam. Terrorism is fasad (mischief) and against the teachings of Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The presence of pesantren in Indonesia is worth mentioning in the spread of well-equipped graduates of the Islamic principles throughout the country. Such traditional Islamic boarding schools are also seen as cultural brokers, to quote the late former president Abdurrahman “Gus Dur” Wahid, in the sense that pesantren have been playing a vital role in incorporating local culture as an effective tool in the dissemination of Islamic teachings among local peoples.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren aim to deepen the knowledge of the Koran, particularly through the study of Arabic, traditions of exegesis and the traditions of the Prophet (Sunnah). These institutions emphasize the core values of sincerity, simplicity, individual autonomy, solidarity and self-control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia is home to more than 14,000 pesantren, the majority of which teach a moderate understanding of Islam. Only five pesantren are closely linked to terror group Jamaah Islamiah (JI) of Abu Bakar Ba’asyir. These are al-Mukmin in Ngruki, Sukohardjo in Central Java, Al-Multaquien in Jepara, Central Java, Dar-us-Syahadh in Boyolali, Central Java and al-Islam in Lamongan in East Java (Sharif Shuja – Terrorism Monitor April 2005 of The Jamestown Foundation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The alleged link between Umar bin Khattab pesantren in Bima to Umar Patek has put Indonesian pesantren under the microscope and public suspicion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren are traditionally owned by a number of Muslim organizations, the most popular and the largest one being Nahdlatul Ulama (NU). According to local statistics, the number of pesantren in Bima municipality now stands at 19, with 108 clerics (kyai) and 2.828 students (santri), while in neighboring Bima regency there are 44 pesantren with 823 kyai and 4,945 santri. Most of the pesantren in Bima fall under NU auspices.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Considering the crucial role of pesantren in Indonesia, a continuous effort to combat the infiltration of Muslim militancy and suicide bombers into the Islamic boarding schools should top the priority of the NU and other Muslim organizations. At the same time, these Muslim organizations should work side by side with the government (i.e., Religious Affairs Ministry) in disseminating moderate interpretations of jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously, pesantren were reluctant to cooperate with the government for fear of losing their traditional curricula. But now they should act, or else everything will be too late. Clerics and Muslim leaders in Indonesia have to openly condemn acts of terrorism and suicide bombings as being un-Islamic. Such heinous acts have never been taught in Islamic literatures or at pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The writer, a researcher at the Religious Affairs Ministry Research and Development Body, and is a doctoral degree candidate in anthropology at the Australian National University, Canberra.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1387646848691675913?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1387646848691675913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/jangan-didiamkan-teologi-radikalis-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1387646848691675913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1387646848691675913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/jangan-didiamkan-teologi-radikalis-dan.html' title='jangan DIDIAMKAN, teologi radikalis dan pro kekerasan AMAT BERBAHAYA (150)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-8369825832266533972</id><published>2011-08-14T17:41:00.001-07:00</published><updated>2011-08-14T17:41:50.206-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>antisekular CAPRES dari republik</title><content type='html'>Bachmann and the good book&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aug 10th 2011, 14:32 by R.M. | CHICAGO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YESTERDAY Politico reported that the Obama campaign was planning to destroy Mitt Romney, should he win the Republican nomination, by portraying him as "weird". So much for "hope" and "change". None of those quoted in the piece say it, but such a strategy would obviously play on America's perception of Mr Romney's Mormonism. And that got me thinking, what if Michele Bachmann wins the nomination?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In next week's New Yorker, Ryan Lizza has a dispassionate profile of Mrs Bachmann that explores, among other things, the candidate's religious beliefs. She recommends Christian books and films that suggest non-Christians are trouble, that the government may be poisoning the water supply, and that America's civil war was a theological battle that pitted the victimised Christian South against the godless North. She is a fan of Nancy Pearcey's book, "Total Truth: Liberating Christianity from Its Cultural Captivity", which argues that only systems built on "Biblical truth" are correct. She says she was profoundly affected by Francis Schaeffer's film series "How Should We Then Live?", which again promotes the idea that the inerrant bible is the final authority, while also condemning the influence of the Italian Renaissance, the Enlightenment, Darwin, secular humanism, and postmodernism. In Mr Lizza's piece Sara Diamond, an author who has studied evangelical movements, sums up the thinking of Schaeffer, whom Mrs Bachmann calls "a tremendous philosopher", as follows: “Christians, and Christians alone, are Biblically mandated to occupy all secular institutions until Christ returns.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Does Mrs Bachmann believe all this? Mr Lizza reports&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As I started getting deeper into a conversation with her about Schaeffer, she abruptly ended the interview. She said she had to leave for an appearance on “Hannity” but would try to set up another time to talk. I didn’t hear from her again. Her press secretary later told me that Bachmann “wasn’t comfortable with the line of questions, and that’s why there wasn’t a follow-up conversation.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr Lizza goes on to say that "Bachmann and her political consultants...know that her inoffensive ode to liberty is necessary because many voters don’t respond well to religious language." But religion isn't really the problem, it's the extreme nature of her beliefs. Promoting a literal interpretation of the bible as the only standard on which to base society is simply not good politics in modern America, most of it anyway. And though she has watched her steps as a presidential candidate, the extent of her biblical devotion has been on display in the past. During her 2006 House campaign, for example, Mrs Bachmann famously quoted a passage from the bible in reference to some career advice from her husband: "The Lord says be submissive. Wives, you are to be submissive to your husbands." In 2003, in a conversation about public abstinence education, she argued that "the Bible presents a standard to which everyone can repair, whether you are a believer or not." Even now, she peppers her remarks with biblical allusions that often make little sense until you realise their source.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But if Mrs Bachmann's religious views are extreme, then so are many of her political beliefs, and yet her support keeps growing. In fact, Mrs Bachmann only seems to be able to view the world as a battle between extremes. It is her defining quality. Since the current president took office, Mrs Bachmann has argued that "we are headed down the lane of economic Marxism", that health-care reform will "make us like Havana in 1959", and that the Affordable Care Act is "the crown jewel of socialism." Now hark back to the late 1990s, when Mrs Bachmann was crusading against state and federal education law. Per Mr Lizza:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bachmann’s analysis of education law similarly veered off into conspiratorial warnings. “Government now will be controlling people,” she said during one lecture on education, at a church in Minnesota. “What has history shown us about planned, state economies in the last one hundred years? Think Fascism, think Communism, think socialism. Think, the state-planned economies, totalitarianism. Think Cuba! Do you want Cuba’s economy or do you want the United States of America’s economy?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhaps Mrs Bachmann is simply the right candidate at the right moment, her worldview a perfect fit for a Republican Party that is more combative and polarising than ever.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-8369825832266533972?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/8369825832266533972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/antisekularisasi-capres-dari-republik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8369825832266533972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8369825832266533972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/antisekularisasi-capres-dari-republik.html' title='antisekular CAPRES dari republik'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-2672561435611642098</id><published>2011-08-14T02:28:00.001-07:00</published><updated>2011-08-14T02:34:53.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>BANTAHAN penyebab kematian seorang BERSIH</title><content type='html'>Belajar dari Kematian Adjie Massaid&lt;br /&gt;Asep Candra | Senin, 7 Februari 2011 | 11:18 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com -  Saya sudah kenal almarhum Adjie Massaid sejak tahun 2000-an, dan sepanjang pengetahuan saya, Adjie memiliki gaya hidup yang relatif sehat. Dua sahabat Adjie di Belanda yakni Justin dan Richard juga adalah teman saya sesama member Klub Ade Rai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua teman ini mengkonfirmasi soal gaya hidup Adjie yang cukup health conscious sampai saat-saat terakhirnya. Almarhum dikenal kerap memilih makanan yang sehat dan rutin berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adjie juga dikenal sangat terlatih dalam berolahraga sepakbola, bahkan kapasitasnya boleh saya bilang setara dengan pemain timnas. Adjie adalah didikan klub sepakbola Belanda. Sempat bermain di klub Ajax junior, yang tentu bukan sekolah sepakbola biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pengetahuan saya, gaya hidup sehat di kalangan pesepakbola di Belanda sudah menjadi budaya. Mereka makan roti gandum, buah-buahan, spaghetti, tidak memakan gorengan, menghindari kehidupan malam. Mereka serius sekali menjalankan pola hidup ini karena sudah terkondisikan, dan Adjie adalah bagian dari pendidikan itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, Adjie rutin bermain sepakbola. Saya juga diberi konfirmasi oleh Donny Pattinasarany, yang juga adik legenda sepakbola nasional Ronny Pattinasarany. Kami bertemu pada Minggu (6/2/2011) kemarin di Metro TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Donny adalah eks pemain PSM Makassar dan dia adalah salah satu yang bermain dengan Adjie pada malam terakhir sebelum peristiwa. Bung Donny sendiri sudah berusia 55 tahun. Dan menurut beliau, soal makanan, Adjie jauh lebih sehat ketimbang beliau sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu mematahkan beberapa argumentasi yang menjadi pemicu kematiannya yang mendadak seperti faktor 'minimnya' persiapan dalam olahraga, usia, dan jenis olahraga yang dilakukan almarhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dicatat adalah, seharusnya rutinitas berolahraga juga diikuti dengan pola makan yang sehat. Radikal bebas apabila bertemu dengan kolesterol akan sangat berpotensi menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Donny, pada malam terakhir itu mereka bermain 3 set masing-masing 30 menit. Adjie bermain sampai dengan menit ke 80, dan harus meninggalkan lapangan karena alasan yang Bung Donny tidak tahu. Menurut beliau, tidak ada tanda-tanda Adjie sesak nafas, kelelahan, dan lain sebagainya. Bahkan masih dengan ceria berfoto-foto dan saling tos-tosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adjie juga tidak bermain futsal seperti yang ramai dikabarkan. Tetapi ia bermain sepakbola di lapangan Lebak Bulus. Ia juga tidak terjatuh di lapangan. Justru pada malam itu, Adjie berhasil mencetak 2 gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup Adjie yang sehat, mengkonsumsi makanan sehat dan pemilih, ini pun mematahkan argumentasi seolah Adjie menjalankan hidup tidak sehat dan akibatnya terkena sakit jantung.  Bahkan menurut Justin, Adjie masih menjalankan hidup sehat sampai akhir hayatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidap sehat harus lengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh saja bermain futsal sampai usia berapa pun, asal sesuai dengan kondisi kita, dan menjalankan gaya hidup sehat yang lengkap. Tidak hanya olahraga, tapi juga memilih makanan yang sehat. Futsal sangat menyehatkan, dan memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Mungkin yang perlu dipelajari adalah cara-cara menjaga kesehatan dengan sepakbola sebagai bagian dari program olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak mantan pemain sepakbola profesional Indonesia saat ini sudah berusia 50-60 tahun yang masih bermain sepakbola, sesuai kondisi, dan bermain dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Minggu malam tadi, saya hanya tahu bahwa "katanya.." Adjie diduga meninggal karena sakit jantung. Saya sendiri sebagai dokter lebih menunggu pernyataan resmi  yang bersumber dari pihak rumah sakit yang  paling "akurat" dalam menjelaskan pada masyarakat apa yang menjadi penyebab kematian Adjie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi akan menjadi lebih bernilai  kalau diberikan oleh pihak yang merawat Adjie mulai dari saat masuk rumah sakit sampai kepada kematiannya, dan akan lebih solid informasinya kalau Adjie diotopsi dan yang disampaikan adalah hasil otopsi, akan tetapi mungkin pihak keluarga berpandangan lain. Jadi saya berpendapat, sebaiknya tidak berspekulasi soal penyebab kematian Adjie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, kita perlu luruskan tema berita  "Adjie meninggal terkena sakit jantung saat main futsal".  Atau "bermain futsal berbahaya dan menyebabkan kematian", atau "futsal tidak cocok pada usia 40 tahun". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun mau didata, berapa orang yang meninggal akibat futsal, maka dibandingkan dengan yang main futsal, maka kejadiannya jauh. Sangat jauh lebih kecil dibandingkan kematian akibat kecelakaaan akibat sepeda motor. Bayangkan kalau ada himbauan, sebaiknya tidak naik sepeda motor karena berisiko menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari tulisan ini adalah bahwa kematian Adjie Massaid tentunya  meninggalkan pembelajaran bagi kita untuk menyadari betapa kematian adalah hal yang pasti bagi siapa pun. Oleh karena itu, kita harus dengan sadar menjaga kesehatan. Sebab apabila kita sudah tidak memilikinya, berapapun yang kita bayar, kita tidak akan sanggup membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama untuk bisa menjaga kesehatan adalah belajar bagaimana memulai hidup sehat, bagaimana menjalankannya, dan bagaimana mempertahankannya selama mungkin agar kita memiliki kualitas hidup yang baik sampai akhir hayat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Phaidon L Toruan dr MM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corporate Health Trainer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran Berharga dari Kematian Adjie Massaid Menurut Pandangan Islam&lt;br /&gt;OPINI | 06 February 2011 | 05:54 4119 85 6 dari 11 Kompasianer menilai bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12969466561264547205&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almarhum Adjie Massaid dan istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dan kematian, merupakan ciptaan Allah, dan hanya Dia-lah yang Maha Menentukan segala sesuatu. Allah berfirman: “Maha Suci Allah yang di-Tangan-Nya segala Kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas Segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia Menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Al Mulk:1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arikel ini bersifat umum peringatan bagi kita semua termasuk penulis. Kebetulan Jum’at malam ada seorang yang sangat terkenal, mungkin semua rakyat Indonesia mengenalnya, seorang mantan aktor yang cukup terkenal, mantan suami seorang penyanyi terkenal, dan seorang politisi anggota DPR yang muda dan tampan, yang dapat kita ambil pelajaran yang sangat berharga dari kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Adjie Massaid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai artis dan anggota DPR, nama Adjie Massaid memang dikenal luas oleh masyarakat. Tak heran jika pemakaman Adjie hari Sabtu (5/1) dihadiri oleh ribuan warga masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir untuk politisi Partai Demokrat itu. Adjie Massaid dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Sabtu (5/2/2011) pukul 12.15 WIB, ribuan orang menyemut di sekitar tempat Adjie dimakamkan. Bahkan ada sebagian warga yang terlihat menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan di Detik News, istri Adjie, Angelina Sondakh, terlihat tidak mampu menahan kesedihannya. Mantan Putri Indonesia itu terlihat terus berlinang air mata dan tak mau beranjak dari samping peti yang membungkus jenazah suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu mantan istri Adjie, Reza Artamevia yang memegang foto Adjie juga tidak kalah sedihnya. Mata Reza terlihat merah dan sembab karena menangis. Seluruh kerabat Adjie dan Angie juga terlihat sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adjie Massaid meninggal pukul 02.00 WIB Sabtu dinihari di tengah breaking news TV yang menyiarkan siaran langsung dari Al Jazeera tentang demonstrasi besar-besaran rakyat Mesir yang menginginkan Presiden mereka Hosni Mubarak mundur.. Adjie sempat dibawa ke RS Fatmawati, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Adjie meninggal dunia karena serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah Rahasia Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Al Qur’an: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”, “apabila sudah tiba saatnya, tidak dapat dimajukan atau dimundurkan walau satu detik-pun” (Al Ayat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang meninggal ketika masih dalam kandungan, ada orang yang meninggal sesaat setelah dilahirkan. Ada yang neinggal di usia balita, atau di usia remaja. Ada yang meninggal hanya beberapa hari sebelum rencana pernikahannya. Begitulah, manusia dapat mati kapan saja, tidak pandang usia, apakah bayi, muda atau tua, semua akan mati bila ajal tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara matinya pun bermacam-macam. Ada yang meninggal di tempat tidurnya sendiri di rumahnya, ada yang meninggal di atas perut seorang pelacur, ada yang mati tertabrak pesawat yang jatuh, ada yang meninggal karena tertembak polisi saat melarikan diri karena berbuat kejahatan. Ada yang mati di meja operasi, ada ibu yang kehilangan nyawa saat melahirkan. Ada yang tewas dalam kecelakaan pesawat udara, tenggelam di laut dlsb. Tapi kematian yang paling indah adalah saat berjuang di jalan Allah atau saat menjalankan ibadah. Insya Allah meninggal dengan khusnul khotimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kematian merupakan rahasia Allah, Hanya Allah yang tahu kapan kita mati, dimana dan dengan cara apa. Oleh karena itu, mestinya kita harus selalu siap kapan saja ajal akan menjemput kita. Caranya?. Perbanyaklah amal ibadah dan selalu mengingat mati. Hadist Rasulullah SAW menyatakan bahwa, orang yang pintar bukan seorang profesor atau doktor, tetapi orang yang selalu ingat bahwa dia akan mati, dan dia telah menyiapkan diri untuk menyambut kematian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Tak Mungkin Dapat Menghindari Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak mungkin dapat menghindar dari kematian, walaupun kita bersembunyi di dalam benteng yang kokoh. Allah berfirman: ”Di mana saja kamu berada, kematian akan menemui kamu, walau kamu berada dalam benteng yang tinggi dan kokoh” (An Nisa 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tak mungkin dapat lari dari kematian itu. Perhatikan ayat berikut: ”Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka kematian itu akan menemuimu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (Al Jumuah 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap yang Bernyawa Akan Merasakan Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:”Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa mnghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, maka akan Kami berikan pula kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan bagi orang-orang yang bersyukur” (Ali Imran 145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup di dunia hanya sementara untuk beribadah, untuk menyiapkan bekal kehidupan di Akhirat kelak. Allah berfirman: “Tidak-lah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (Al Ayat). .Jangan sampai kita tertipu oleh syaitan, sehingga kita lebih mementingkan kehidupan dunia. Dunia jangan dijadikan tujuan hidup, tapi jadikan sarana untuk mencapai kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang abadi di Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, bahwa kita hidup di dunia bagaikan seorang musafir yang sedang dalam perjalanan yang sangat jauh. Kita singgah sebentar berteduh di bawah sebuah pohon, lalu akan melanjutkan lagi perjalanan yang sangat panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di dunia ini dibanding dengan kehidupan di Akhirat bagaikan kita masuk ke dalam WC untuk buang hajat, hanya sebentar sekali dibanding dengan kita berada di ruang lain di rumah kita. Kalau kita membangun rumah kita di dunia ini sedemikian bagus dan mahalnya, itu sama saja dengan kita membangun WC dari emas. Percuma saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dunia hanyalah senda-gurau dan main-main. Hanya sebentar. Umur kita yang 60-79 tahun ini sebenarnya hanya dalam hitungan menit waktu di Akhirat,. Satu hari waktu Akhirat sama dengan seribu tahun waktu Dunia. Hidup di dunia hanya sementara, sedang kehidupan Akhirat tak pernah berakhir, abadi selama-lamanya. Abadan abada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia akan kita tinggalkan, dan itu pasti, lebih pasti daripada tebitnya matahari di pagi hari di sebelah Timur, karena menjelang Hari Kiamat matahari akan terbit dari Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Hanya Membawa Kain Kafan dan Amal Saleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setinggi apapun jabatan kita, sehebat apapun kedudukan kita, sebanyak apapun uang dan harta kekayaan yang kita miliki, sesayang apapun kita kepada keluarga, istri atau suami dan anak-anak, suatu saat mereka semua akan meninggalkan kita. Kalau bukan mereka yang meninggalkan kita, maka kitalah yang akan meninggalkan mereka, dan itu pasti terjadi, hanya soal waktu, cepat atau lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan kembali kepada Allah dengan meninggalkan itu semua. Kita hanya ditemani dua helai kain putih, kain kafan. Keluarga kita, istri atau suami dan anak-anak dan cucu-cucu harta (mobil), hanya mengantar kita sampai ke kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hanya amal saleh dan ibadah, yang setia menemani kita sampai ke liang kubur. ”Amal ibadah yang paling utama setelah iman kepada Allah adalah Shalat. Apabila Shalat baik, maka akan baik pula amal ibadah yang lain. Apabila shalatnya rusak, apalagi tak shalat sama sekali, maka amal ibadah yang lain tidak akan dilihat sama sekali” (Al Hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pahala yang paling besar ganjarannya di sisi Allah adalah pahala jihad, karena sesaat saja kita keluar di Jalan Allah lebih besar pahalanya daripada pahala seluruh ibadah kita selama kita hidup yang kita jalankan saat bersama keluarga.. Namun perlu saya tegaskan, bahwa jihad bukan membunuh manusia seperti para terorist itu, tapi mengajak manusia untuk taat kepada Allah. Membunuh serorang manusia, seolah-olah kita membunuh seluruh umat manusia. (Al Qur’an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan antara Keluarga,  Harta dan Amal Soleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Nabi SAW bertanya kepada para sahabanya: “Tahukah kalian bagaimana perempamaan kalian dengan sanak saudara kalian, harta kalian dan amal perbuatan kalian?”. Atas keinginan para sahabat, Nabi SAW bersabda: ”Perumpamaannya bagaikan seseorang yang mempunyai tiga sauadara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang kematiannnya, ia memanggil saudara-sauadaranya dan berkata: “Saudara-saudaraku, kalian telah mengetahui bagaimana keadaanku kini?”. Saudaranya yang pertama menjawab: “Aku akan menyayangimu, aku akan mengobatimu, dan aku akan melayani segala keperluanmu. Jika kamu meninggal dunia, aku akan memandikanmu, mengkafanimu, dan menguburkanmu. Lalu aku akan selalu mengingat kebaikanmu”. Sabda Nabi: “Saudara seperti ini adalah keluarga dan sanak-saudaramu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudaian pertanyaan yang sama diajukan kepada saudaranya yang kedua. Lalu dijawab: “Aku akan bersamamu selama engkau masih hidup. Jika kamu meninggal dunia, aku akan pergi kepada orang lain”. “Saudaranya ini adalah hartanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia memanggil saudaranya yang ke-tiga, dan menanyakan hal yang sama. Maka dijawab: “Walaupun di dalam kubur aku akan tetap bersamamu. Akan ku tenangkan hatimu jika akan dihisab, dan aku akan meberatkan timbangan amal baikmu”. Saudaranya yang ketiga ini adalah amal salehnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi SAW: “Sekarang sebutlah, manakah yang menjadi pilihanmu?”. Para sahabat r.hum menjawab: “Ya Rasulullah, jelas saudara yang terakhir itulah yang kami pilih. Yang pertama dan kedua kurang bermanfaat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keselamatan di Kubur Sebagai Barometer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubur adalah tempat persinggahan pergantian antara dua alam. Kubur adalah akhir dari kehidupan dunia, sekaligus awal kehidupan Akhirat. Alam kubur adalah barometer untuk kehidupan selanjutnya. Bila kita selamat di alam kubur, insya Allah akan selamat juga saat kita meniti Jembatan Syirat dan kehidupan di Akhirat selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga di Alam Mahsyar yang sangat dahsyat dimana matahari begitu dekat di atas kepala kita. Kalau di alam Mahsyar kita selamat, insya-Allah ke Surga-lah kita akan kembali. Suatu tempat yang sangat diinginkan oleh setiap manusia, tempat nenek moyang kita dulu berasal, Adam dan Hawa. Semoga kita kelak akan masuk ke dalam Surga karena Kasih dan Sayang Allah. Amin ya Robbal A’lamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “Perbanyaklah mengingat maut. Di kubur tiada seharipun yang terlewat kecuali kubur akan berkata: “Aku rumah yang tidak mengenal persahabatan, aku rumah kesendirian, aku rumah yang penuh tanah, aku rumah ulat-ulat”.(Al Hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan Kubur Terhadap Orang Beriman dan Beramal Saleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang Mukmin diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan berkata: “Selamat datang wahai Fulan, bagus engkau telah datang. Di antara orang-orang yang tinggal di atas bumi, engkaulah orang yang paling aku sukai. Sekarang engkau telah tiba, maka aku akan berbuat yang terbaik untukmu”. Lalu kubur akan melebar seluas pandangan mayit, dan akan dibukakan salah satu pintu Surga baginya, sehingga berhembuslah angin Surga kepadanya, dan akan tercium harumnya Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan Kubur terhadap Orang Ingkar dan Tidak Beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika seorang yang berakhlak buruk di masukkan ke dalam kubur, maka kubur akan berkata: “Tiada ucapan selamat datang bagimu. Sangat buruk kedatanganmu ini. Dari semua orang yang berada di atas bumi, kamulah orang yang paling kubenci. Sekarang kamu datang kepadaku. Maka lihatlah bagaimana aku memperlakukan dirimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kubur akan merapat dan terus menghimpitnya, sehingga tulang rusuknya saling menikam. Lalu datanglah 70 ekor ular untuk menyilksanya. Jika satu tetes saja dari bisa ular itu jatuh ke bumi, tidak sehelai rumputpun yang dapat tumbuh di atas bumi. Ular itu terus menerus mematukknya sampai hari Kiamat. Sabda Nabi: “Kubur adalah taman dari taman-taman Surga, atau jurang dari jurang-jurang Neraka”.(Al Hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan di Akhirat Yang Sangat Adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan di Akhirat adalah pengadilan yang paling adil, tidak seperti pengadilan di dunia ini. Pada Pengadilan di Akhirat, tidak ada saksi palsu, tidak ada jaksa penuntut umum yang korup, tidak ada hakim yang korup, tidak ada polisi korup, tidak ada advokat yang tukang berbohong dan menerima suap demi untuk memenangkan perkara yang ditanganinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diadili atau para terdakwa tidak bisa berbohong lagi seperti di dunia, karena yang berbicara bukan mulutnya yang suka berbohong, mengingkari kejahatan yang telah dilakukannya atau mengakui sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Mulutnya terkunci rapat, tak mampu bicara, terkunci rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bicara sebagai saksi adalah segala anggota tubuh. Bagi seorang pe-zinah misalnya, otaknya akan mengaku bahwa dia-lah yang merencankan zinah itu, hatinya akan mengaku bahwa dirinyalah yang menginginkannya, kedua kakinya akan bersaksi bahwa merekalah yang berjalan ke tempat perzinahan, kedua tangannya bersaksi bahwa merekalah yang memegang dan membelai pasangan mesumnya, kedua matanya akan mengaku bahwa merekalah yang menatap mata dan memandang lawan mainnya, mulutnya akan berksaksi bahwa dialah yang tukang merayu, kedua telinganya akan mengaku bahwa merekalah yang mendengar segala rayuan gombal itu, hidungnya mengaku bahwa dialah yang mencium orang yang mestinya bukan haknya, lalu bibirnya akan mengiyakan bahwa mereka juga ikut bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga untuk tindak kejahatan lainnya seperti korupsi, mafia hokum, mafia pajak, minum minuman keras, narkoba, berbuat zalim kepada orang lain termasuk kepada rakyat bagi seorang pemimpin, tingkat apapun pimpinan tersebut, semua akan diminati-pertanggung jawabanyya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirul Kalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian begitu menakutkan, tapi tak bisa dihindarkan, dan itu pasti akan terjadi pada setiap insan yang telah dilahirkan. Kematian tidak pandang bulu, bisa datang setiap waktu tanpa peringatan terlebih dahulu Untuk menghadapi kematian hanya ada satu jalan, perkuat iman dan perbanyak ibadah dan amal saleh.kepada Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga artikel ini bermanfaat adanya untuk mengingatkan kita semua bahwa kitapun akan mati, dan dinilai Allah sebagai amal baik bagi kita, penulis dan pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan ikhwan kami Adjie Massaid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semga Allah mengampuni dosa-dosa dan menerima segala amal ibadahmu dan keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan yang teramat berat ini. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, Ahad ,6 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakaruddi Is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 11 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelina Sondakh Dituding Korupsi, Pong Harjatmo Tak Kaget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelina Sondakh dikabarkan terlibat korupsi dana pembiayaan Sea Games ke-XXVI di Palembang. Artis senior Pong Haryatmo mengaku tak terkejut dengan tuduhan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Itu baru rumor saja. Saya memang enggak ikuti kabar itu dan saya sendiri pun sudah enggak kaget," kata Pong saat dijumpai di acara Indonesian Movie Awards, Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (10/5) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum sepenuhnya percaya, Pong yakin, istri mendiang Adjie Massaid itu tak  terlibat dalam bisnis haram tersebut. "Sebenarnya saya sendiri merasa kurang yakin kalau dia (Angie) terlibat. Saya memang sudah enggak percaya dengan kinerja DPR sekarang ini, tapi semuanya, kan, harus ditelusuri dulu," katanya bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Pong, siapapun di negeri ini bisa saja terlibat korupsi. "Kuncinya satu, komando dari Presiden atau panglima tertinggi, harus tegas," ungkap lelaki yang pernah mencorat-coret kubah gedung MPR RI itu.&lt;br /&gt;Okki &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-2672561435611642098?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/2672561435611642098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/bantahan-penyebab-kematian-seorang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/2672561435611642098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/2672561435611642098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/bantahan-penyebab-kematian-seorang.html' title='BANTAHAN penyebab kematian seorang BERSIH'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-218952958817883199</id><published>2011-08-10T19:43:00.001-07:00</published><updated>2011-08-11T19:12:00.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan ABAI, pastikan TANGKAL terorisme dan kekerasan (147)</title><content type='html'>Wawancara Soal Umar Patek? Wani Piro...  &lt;br /&gt;Kamis, 11 Agustus 2011 | 13:07 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Pemalang - Informasi seputar kehidupan Umar Patek di Pemalang dijadikan lahan bisnis oleh sanak keluarganya. Mereka meminta uang untuk memberikan informasi dan komentar terkait Umar Patek. "Mau minta komentar terkait Umar? Berani bayar berapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar di atas acap tercetus warga Jalan Semeru, Kelurahan Mulyoharjo, Pemalang, saat Tempo mencoba meminta komentar sanak keluarga Umar Patek atau Hisyam yang kembali ke Tanah Air, Rabu malam, 10 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Umar Patek bagi warga Jalan Semeru yang mayoritas teman sepermainan dan satu klan dengannya dalam keluarga besar Bawasir sangatlah mahal. Tak tanggung-tanggung mereka berani menentukan harga seiring lama penawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cepek dulu untuk komentar saya yang saudara jauh, kalau ketemu Said atau Syarif (saudara kandung Hisyam) tambah lagi. Ini biaya pulsa," ujar Farid Bawazir, salah seorang teman kecil dan saudara Umar Patek saat masih tinggal di Jalan Semeru dulu. "Situ kerja, saya juga cari duit," ujar Farid menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak seorang broker, Farid pun masih menawar harga lebih tinggi dengan ketentuan semakin lama proses wawancara dan sumber yang jelas. "Ini baru ngobrol dengan Said, itu belum Syarif, kakak Hisyam, yang lebih tahu kehidupannya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farid memang memegang kendali dalam proses pencarian informasi. Ia merupakan satu-satunya warga Jalan Semeru yang masih menyimpan nomor kontak dan alamat keluarga Umar Patek yang sekarang tinggal di Jawa Timur. Ia pun membuktikan saat menelepon salah seorang adik Umar Patek, Said, dan pembuktian pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Farid, nilai informasi yang ia tawarkan tak lepas dari pengalaman Azam Ba'abut, kakak kandung Dulmatin, yang pernah mendapatkan sejumlah uang saat diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi nasional. Kondisi ini sengaja dimanfaatkan oleh Farid yang enggan mengakui pekerjaan kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masih mengharap imbalan, Farid memberikan sedikit komentar terkait penahanan Umar Patek di Jakarta oleh kepolisian. "Saya enggan menjenguk, urusannya bisa ribet, ada cek DNA dan lain sebagainya, apa lagi saya saudara jauh," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang Renjani Puspo Sari menilai fenomena penjualan informasi dari narasumber ini aneh, apalagi untuk wawancara berita hard news dan perlu diketahui publik. Menurut Renjani, fenomena membayar narasumber ini terjadi pada media TV untuk talk show. "Itu pun ada standar nominal dan ketentuan-ketentuan khusus," ujar Renjani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan untuk narasumber tertentu seperti pejabat publik, misalnya, mereka biasanya tidak dibayar karena tugas mereka menyiarkan kepentingan publik. Namun bila narasumber adalah warga miskin, beberapa media menyebutnya sebagai ongkos transport dengan nilai yang rasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi bila semakin besar, apalagi bila sampai terjadi tawar-menawar justru akan mempengaruhi independensi berita," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renjani menilai jika ada media yang melakukan praktek membiasakan membayar narasumber, bahkan dengan jumlah uang tak rasional, sama artinya dia menutup akses informasi dari media lain sehingga publik tidak bisa mendapatkan informasi yang berimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EDI FAISOL&lt;br /&gt;Lemhanas: Penanganan Terorisme Secara Lebih Persuasif&lt;br /&gt;Kamis, 11 Agustus 2011 | 16:20&lt;br /&gt;investor daily&lt;br /&gt;JAKARTA- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji berharap, penanganan teroris di Indonesia ke depan lebih mengutamakan langkah-langkah persuasif pasca pemulangan gembong teroris Umar Patek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai penutupan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVII di Jakarta, Kamis (11/8) ia mengatakan pendekatan persuasif sekaligus melihat peta jaringan terorisme yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang direkomendasikan oleh PPSA adalah 'soft power' untuk melihat anatomi dari jaringannya seperti apa, itu penting sekali," ujar Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengemukakan, dengan kepulangan Umar Patek Polri diharapkan dapat melakukan pengembangan jaringan teroris yang selama ini ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harapan saya agar semuanya lebih terungkap, jaringannya lebih terungkap," kata Budi menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang otak bom Bali I Umar Patek telah tiba di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis ia mengatakan teroris asal Pemalang, Jawa Tengah itu dibawa dari Pakistan dengan pengawalan ketat tim Detasemen Khusus Antiteror 88.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Patek menjadi buronan internasional dan ditangkap aparat keamanan Pakistan pada Maret 2011 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teroris yang memiliki nama alias Abdul Ghoni alias Abu Syeikh alias Umar Arab salah seorang otak pelaku bom bali I pada 2002 yang sampai saat ini belum tersentuh hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Patek juga disebut sebagai salah seorang buronan teroris berbahaya sehingga pemerintah Amerika Serikat pun menghargai kepalanya sebesar satu juta dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Patek kabur dari Indonesia pada 2003 lalu dengan bantuan Abdullah Sonata dan organisasi Kompak pimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sempat bergabung dengan Front Pembebasan Islam Moro, Filipina (MILF).(ant/hrb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 11/08/2011 09:30 WIB&lt;br /&gt;Polri Langsung Proses Umar Patek&lt;br /&gt;Aprizal Rahmatullah - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Buronan teroris Umar Patek telah tiba di Indonesia dan ditahan di Rutan Mako Brimob. Polri selanjutnya akan memproses Patek terkait kasus-kasus terorisme yang melilitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepertinya kita langsung memproses yang bersangkutan (Patek)," ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam saat dihubungi detikcom, Kamis (11/8/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton mengatakan, Patek tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur sekitar pukul 07.00 WIB. Dengan pengawalan ketat, Patek dibawa ke Mako Brimob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti kita proses kasus-kasus yang terkait," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai juga membenarkan Patek telah tiba di Indonesia. Pemulangan Patek cukup lama setelah tertangkap otoritas Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul," ujar Ansyaad saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (11/8/2011) tentang kedatangan Umar Patek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Patek dikenal sebagai ahli merakit bom. Setelah meledaknya bom Bali 2002, pergerakan Umar Patek banyak tercium di luar negeri. Oleh karenanya, pemerintah ingin membuktikan juga pendanaan Umar Patek berasal dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umar Patek masuk dalam UN Consolidation List. Jadi dia itu buronan internasional," ujar Ansyaad beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Patek ditangkap polisi Pakistan awal Maret 2011. Pemerintah Indonesia mengaku memerlukan pria kelahiran 1970 itu untuk membongkar sisa jaringan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ape/rdf) &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-218952958817883199?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/218952958817883199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/jangan-abai-pastikan-tangkal-terorisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/218952958817883199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/218952958817883199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/08/jangan-abai-pastikan-tangkal-terorisme.html' title='jangan ABAI, pastikan TANGKAL terorisme dan kekerasan (147)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-2257042955732838787</id><published>2011-07-23T06:29:00.000-07:00</published><updated>2011-07-28T18:11:28.895-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>TEROR by FUNDAMENTALIST</title><content type='html'>Norwegian massacre is wrong, not far right&lt;br /&gt;July 26, 2011&lt;br /&gt;smh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Norwegian man accused of killing at least 92 of his fellow citizens on Friday wrote that "once you decide to strike, it is better to kill too many than not enough, or you risk reducing the desired ideological impact of the strike".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If there is any consolation in this massacre, it is that deranged people like Anders Behring Breivik can't think straight. He had enough mental clarity to organise logistics but so little connection with the larger reality of humanity that he failed to understand his butchery would have the opposite effect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Much media reaction to the tragedy has conflated the incident with the rise of far-right parties in Europe. The coverage implies that Breivik's attack is an extension of the trend and a frightening portent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is exactly wrong. His use of violence to pursue a "crusade" to halt the "Islamicisation [sic] of Europe" has discredited his cause, not advanced it. This is the worst thing that has happened to the far right in western Europe in years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breivik wrote in his rantings, which, for some reason, most media are dignifying with the title "manifesto", that he admired Europe's standout Muslim-baiting politician, Geert Wilders of the Freedom Party in the Netherlands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilders opposes Muslim immigrants and wants the Koran and face-covering banned. His party won 15 per cent of the vote in last year's election, making it the third-biggest in the Dutch parliament.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But&lt;b&gt; Wilders knows that any association with the mad butcher of Oslo is poison. He issued a statement on Breivik on Saturday: "I despise everything he stands for and everything he did&lt;/b&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breivik once belonged to the far-right political party in Norway, the Progress Party. The party did well in the parliamentary elections of 2009. It won 23 per cent of the vote and entrenched itself as Norway's main political party.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But it did this by moderating its positions, &lt;b&gt;sidelining members whose criticism of immigrants was seen as racist&lt;/b&gt;. It shifted emphasis to opposing Norway's overbearing welfare state.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breivik, apparently frustrated, left the party. But when news of his atrocity hit, Norway's media quickly went to the Progress Party's leader, Siv Jensen, for her thoughts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jensen instantly denounced him: "The horrible and cowardly attacks we've witnessed are contrary to the principles and values underpinning the Norwegian society."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Populus opinion poll in Britain early this year suggested that 48 per cent of Britons would support an English nationalist political party if it were not "associated with violence and fascist imagery".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Violence and extremism discredit everything they touch. They do not attract but repel people from political causes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breivik's own study should have taught him this lesson. He apparently studied his Islamist counterparts, al-Qaeda. He reportedly wrote: "Just like Jihadi warriors are the plum tree of the Ummah [Muslim community], we will be the plum tree for Europe and for Christianity."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He failed to notice that al-Qaeda's strategy and its tactics have failed, and failed spectacularly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why do terrorists use terror? Because they cannot win by conventional means. Terror is the tool of the weak against the strong. Al-Qaeda attacked the US in the hope that it would have two effects.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One, to diminish its enemy by provoking the US into a misjudged response. This succeeded. Not when the US invaded Afghanistan, which was a rational and well-supported response, but when it pointlessly invaded Iraq at enormous cost in blood and treasure and US credibility.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two, al-Qaeda hoped to strengthen itself by winning support among the world's 1 billion Muslims. This seemed to have some initial success but has failed dismally. Ultimately, the mass of common Muslims were repelled by the use of violence against innocent people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When an Arab uprising eventually occurred it was the so-called Arab Spring, where the people were inspired by hopes for democracy and dignity in a civilised society, not by savagery and extremism. When the US eventually killed Osama bin Laden this year, his death caused barely a ripple among the world's mainstream Muslims. He was a false prophet, roundly rejected.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There has been a rising tide of anti-immigrant, pro-nationalist sentiment in Western Europe in recent years. It has four striking features.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, it has been quite successful at the ballot box. In the Netherlands, France, Denmark, Hungary and Switzerland, far-right parties have won between 10 and 30 per cent of the vote in national elections in the past four years. In Sweden, the far-right party went from zero to 20 seats in parliament with 5.7 per cent at last year's election. In Austria, the xenophobic Freedom Party won a quarter of the vote at provincial elections in the capital, Vienna, last year, a portent for the 2013 election.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second, it has mobilised in opposition to Islam and Islamic immigrants and Islamic emblems but this is part of a wider theme about identity. "The key topics are always the same," said Uwe Jun of the University of Trier in Germany. "National identity, migration and a rather sceptical attitude towards Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Third, it is remarkable that Europe has not seen a great deal more of this. The European Union project of dissolving borders and allowing free movement of people is a radical experiment in post-national social engineering. This plus a terrible financial crisis surely creates the perfect laboratory conditions for a nationalist backlash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet, third, it has involved very little violence, till now. Europol this year reported that there were no right-wing terrorist attacks in Europe last year. There were, however, 45 left-wing and anarchist attacks and 160 separatist attacks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Europe has to work out its problems but not Breivik's way. He might have known that "once you decide to strike", you damage the cause you are supposedly advancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But then again, how do you explain common sense to the criminally deranged?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter Hartcher is The Sydney Morning Herald's international editor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Read more: http://www.smh.com.au/opinion/politics/norwegian-massacre-is-wrong-not-far-right-20110725-1hx03.html#ixzz1TS6DkNIY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massacre marks end of Norway's golden era&lt;br /&gt;Anthony Browne&lt;br /&gt;July 25, 2011&lt;br /&gt;smh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norway is like a heart-achingly beautiful village the size of a country, with a quality of life, wealth and social equality few could dream of. But this idyll - repeatedly recognised by the United Nations as the best country on earth to live - has been utterly, incomprehensibly shattered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The 4 million Norwegians are flag-wavingly proud of their country, and proud of doing good in the world. They are always the peace-brokers and peacekeepers, the givers of Nobel Prizes, the biggest donors of foreign aid per capita on the planet. Unlike most European countries, they are unencumbered by national or imperial guilt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is a country of incredible trust, where King Harald rides the Oslo tram alongside his subjects, and where crime is so low people often don't lock their doors. When, as a small child, I got lost in Oslo with my brother and sister, it didn't really matter - strangers are never a threat. There is no class system. It has such a generous welfare state, it is almost impossible to be poor.&lt;br /&gt;Advertisement: Story continues below&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In short, it is difficult to think of a place less likely to suffer the worst mass shooting in history. If the killer had been a foreigner - an utlending - they might have found it more explicable. But a blond Norwegian farmer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am heading to a family reunion in Norway, which includes a cousin who felt the blast of the bomb in her suburban Oslo home. I know the country will be very different from the one I have known all my life - and the one where my father met my Norwegian mother half a century ago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norwegians are not normally given to anguished introspection about their nation. The annual UN report singing its praises is greeted with a shrug, because they are all conscious they have been living in an astonishing, eye-watering golden age.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For most of its history, Norway was under the control of Sweden or Denmark, with Norwegians very much second-class citizens. Even after independence - celebrated with fervour every year - the country was still poor and isolated, with little but fish to live off. Things weren't helped by the Nazi occupation, during which my grandfather was imprisoned for working for the resistance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, until the 1960s, Norway was a poor, backward country. Then it struck oil and never looked back. The government's main budget problem is what to do with its huge surpluses - apart from add to the vast sovereign wealth fund built up for its citizens. Billions of krone are spent on building road tunnels through granite rock to remote communities. The electricity is all hydroelectric, but the power stations are buried tastefully inside the mountains. It is the most beautiful country in Europe, although it gets few tourists because its petro-currency makes it so expensive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet as the attacks show, the country has a dark side. Norwegians have, until very recently, had little contact with the outside world - they couldn't afford to travel and no one went to visit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In recent years, however, Norway started receiving immigration from around the world and Islam has become the second biggest religion. Given Norway's homogenous insularity, the impact of such different cultures has been even bigger than it was in Britain in the 1960s. Casual racism is rife. Only in Norway have I heard someone order a taxi and request that the driver be white. News reports can display an unwitting racism that is shocking to foreign ears. There is widespread unease about the way the country is changing, which even mainstream politicians play on, with inflammatory anti-immigration rhetoric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many Norwegians don't want their idyll spoiled, by either joining the EU, or by turning multicultural - and it is this nativist side of the country that has now turned horrifyingly murderous. Clearly, Norway must confront its racist demons, in the same way other western nations have. But the shock of the attack could also crystallise fears of many Norwegians that they don't like where their country is going and actually spur anti-immigration sentiment. Either way, Norway's innocence has come to a tragic and horrifying end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthony Browne works for the mayor of London, Boris Johnson. This article first appeared in the London Telegraph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Read more: http://www.smh.com.au/opinion/society-and-culture/massacre-marks-end-of-norways-golden-era-20110724-1hv8g.html#ixzz1TS4SV0yE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 26/07/2011 11:03 WIB&lt;br /&gt;Opini&lt;br /&gt;Breivik, Petani yang Dikecewakan Partai Buruh &lt;br /&gt;Ardi Winangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Disebut-sebut Norwegia adalah sebuah negeri damai di kawasan Skandinavia, namun secara tiba-tiba dari negeri yang menganut sistem pemerintahan monarki konstitusional itu, masyarakat dunia dikejutkan oleh aksi terorisme. Lebih mengejutkan lagi, aksi terorisme yang menewaskan 92 orang, baik yang dilakukan dengan cara penembakan di Pulau Otoeya maupun peledakan bom di kantor pemerintahan di Oslo, dilakukan oleh fundamentalis Kristen. Media menyebutnya dengan sebutan seorang fundamentalis kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku yang namanya diidentifikasi Anders Behring Breivik mempunyai pekerjaan sebagai petani organik yang mengaku dirinya seorang Kristen konservatif. Dirinya mempunyai sebuah keyakinan yang kuat yang menyatakan, satu orang dengan keyakinan setara dengan kekuatan pasukan 100 ribu orang dengan satu misi. Tidak hanya itu, Breivik terungkap telah bergabung dengan satu partai yang anti terhadap kaum imigran, multikulturalisme, dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertangkapnya Breivik maka hilanglah spekulasi yang sebelumnya menuduh apa yang terjadi di Oslo dilakukan oleh terorisme dari fundamentalis Islam. Dugaan itu sebelumnya menguat karena Norwegia pada saat yang sama sedang mengadili 2 terdakwa perencana teror yang dilakukan oleh anggota Al Qaeda. Selain itu pengadilan di negeri yang merdeka 17 mei 1814 itu juga tengah mengadili seorang ulama kelahiran Iraq yang hendak mengancam politisi Swedia itu. Ulama itu akan membunuh mereka jika sampai dideportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Oslo dan Pulau Utoya itu tentu tidak dikehendaki masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat Eropa pada khususnya. Masyarakat Eropa dan Amerika Serikat, dengan kejadian ini tentu akan membelalakan matanya bahwa ternyata terorisme dilakukan tidak hanya oleh kelompok fundamentalis Islam, dari kelompok fundamentalis Kristen pun ternyata mempunyai kesempatan dan peluang yang sama bila mereka mau. Dan itu terbukti pada apa yang dilakukan oleh Breivik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelijen kecolongan dari terorisme yang dilakukan Breivik sebab selama ini intelijen Norwegia lebih mengawasi sepak terjang ummat Muslim daripada kelompok-kelompok yang anti pemerintahan Perdana Menteri Jens Stoltenberg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat tidak menghendaki terorisme yang dilakukan Breivik, bukan hanya karena apa yang dilakukan adalah sebuah kejahatan kemanusiaan namun akan membiaskan atau mementahkan 'program' mereka untuk melawan terorisme dan memusuhi serta mengusir ummat Islam dari Eropa yang selama ini telah berjalan sesuai dengan skenario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini banyak politisi negeri-negeri Eropa seperti Belanda, Swiss, Denmark, Swedia, Perancis, Jerman, serta beberapa negara lainnya mengkampanyekan anti Muslim. Kampanye yang dilakukan adalah dengan cara melarang penggunaan simbol-simbol Islam dan mendirikan masjid. Selain itu melakukan pembatasan terhadap kaum imigran yang datang dari negara-negara Arab dan Afrika Utara. Mereka khawatir dengan massifnya kaum Muslim dengan membawa identitas asalnya akan membuat rusaknya identitas dan nasionalisme bangsa-bangsa Eropa. Untuk mencegah hal yang demikian, maka fitnah, pelecehan, dan tindak kekerasan dilakukan oleh negara-negara Eropa kepada kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas apa yang dilakukan oleh Breivik maka membuktikan bahwa apa yang selama ini dituduhkan oleh negara-negara Eropa kepada ummat Muslim tidak selamanya benar. Amerika Serikat sendiri kebingungan dalam mensikapi terorisme di Oslo dan Pulau Otoeya, sebab dilakukan oleh kelompok yang selama ini tidak masuk dalam catatan kelompok yang harus diperangi. Sehingga pastinya Amerika Serikat tidak akan mengirimkan pasukan ke Norwegia. Tidak seperti ketika Al Qaeda melakukan aksi 9/11, mereka langsung menginvasi Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas apa yang dilakukan Breivik akan terjadi babak baru hubungan antara Islam, Kristen, dan Barat. Barat akan menjadi paham bahwa ajaran kekerasan tidak hanya ada dalam satu agama saja (Islam) namun pada semua agama, dan itu dilakukan bila ummatnya mengalami tekanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breivik kecewa pada kebijakan Stoltenberg yang disebutnya terlalu ke kiri. Breivik yang selama ini tergabung di dalam partai kanan merasa tidak terakomodasi. Stoltenberg adalan ekonom Norwegia, ketua Partai Buruh Norwegia (Norwegian Labour Party) atau Det norske Arbeiderparti sejak tahun 2001. Dirinya juga ketua Workers' Youth Leagaue periode 1985-1989 dan Oslo Chapter untuk Partai Buruh 1990-1992. Partai Buruh Norwegia adalah partai politik demokratik sosial yang didirikan pada tahun 1887. Partai Buruh merupakan partai politik terbesar di Norwegia sejak tahun 1927 dan sering memperoleh lebih dari separuh total kursi di parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang petani, bisa jadi Breivik selama ini sering dikecewakan oleh kebijakan Stoltenberg. Sehingga pupuk dan bahan kimia yang dibelinya dalam jumlah besar, yang sedianya untuk perusahaan pertanian yang ia dirikan, Breivik Geofarm, ia gunakan untuk merakit bom. Selanjutnya kekecewaan Breivik itu dengan menggunakan keyakinan yang dianut dilampiaskan dengan meledakan kantor pemerintahan dan menembaki kader-kader Partai Buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Breivik harus menjadikan masukan bagi Stoltenberg. Ia harus mampu mengakomodasi dan memperhatikan semua kelompok, etnis, dan agama agar kekecewaan dari masyarakat tidak diwujudkan dalam bentuk aksi teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun biasanya bila ada aksi teror, pemerintah biasanya langsung reaktif dengan bertindak keras. Bila negara-negara Eropa selama selama ini melarang simbol-simbol fundamentalis Islam, bisa jadi pasca terorisme di Norwegia yang dilakukan oleh Breivik itu akan membuat simbol-simbol dan gerakan fundamentalis Kristen akan juga diawasi dan dilarang oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Ardi Winangun pernah bekerja di Civil-Militery Relations Studies (Vilters). Penulis tinggal di Matraman, Jakarta Timur. Nomor kontak: 08159052503. Email: ardi_winangun@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(vit/vit)&lt;br /&gt;Norway mourns victims of anti-Islam "Crusader"&lt;br /&gt;ReutersBy Victoria Klesty and Gwladys Fouche | Reuters – 6 hrs ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUNDVOLLEN, Norway (Reuters) - Norway mourned on Sunday 93 people killed in a shooting spree and car bombing by a Norwegian who saw his attacks as "atrocious, but necessary" to defeat liberal immigration policies and the spread of Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In his first comment via a lawyer since his arrest, Anders Behring Breivik, 32, said he wanted to explain himself at a court hearing on Monday about extending his custody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a rambling manifesto before the attacks, Breivik said he was part of a crusade to fight a tide of Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He has said that he believed the actions were atrocious, but that in his head they were necessary," Geir Lippestad said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The lawyer said Breivik had admitted to Friday's shootings at a Labour party youth camp and the bombing that killed seven people in Oslo's government district a few hours earlier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, "he feels that what he has done does not deserve punishment," Lippestad told NRK public television.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"What he has said is that he wants a change in society and in his understanding, in his head, there must be a revolution."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oslo's acting police chief Sveinung Sponheim confirmed to reporters that Breivik would be able to speak to the court. It was not clear whether the hearing would be closed or in public.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He has admitted to the facts of both the bombing and the shooting, although he's not admitting criminal guilt," Sponheim said, adding that Breivik had said he acted alone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Police were checking this because some witness statements from the island spoke of more than one gunman, Sponheim said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norway mourns victims of twin attacksNorway mourns the 93 victims of the deadly twin attacks which rocked the country on Friday, as hundreds gather outside Oslo cathedral to show their solidarity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NATIONAL TRAGEDY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The violence, Norway's worst since World War Two, has profoundly shocked the usually peaceful nation of 4.8 million.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;King Harald and Prime Minister Jens Stoltenberg were among mourners at a service in Oslo cathedral, where the premier spoke emotionally about the victims, some of whom he knew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"This represents a national tragedy," he declared.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tearful people placed flowers and candles outside the cathedral. Soldiers with guns and wearing bullet-proof vests blocked streets leading to the government district.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Police said Breivik surrendered when they arrived on the small island of Utoeya in a lake northwest of Oslo after he had shot dead at least 85 people, mostly young people attending a summer camp of the youth wing of Norway's ruling Labour Party.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About 650 people were on the island when Breivik, wearing a police uniform, opened fire. Police said it took them an hour from when they were first alerted to stop the massacre, the worst by a single gunman in modern times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An inadequate boat and a decision to await a special armed unit from Oslo, 45 km (28 miles) away, delayed the response.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"When so many people and equipment were put into it, the boat started to take on water, so that the motor stopped," said Erik Berga, police operations chief in Buskerud County.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A person wounded in the shooting died in hospital, raising the death toll to 93, Norway's NRK television said. Police say some people remain missing. Ninety-seven people were wounded.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otto Loevik had to decide who to pick up on his boat and who to leave behind as he came under fire trying to rescue fleeing teenagers. "He remembers the faces of the youths he left behind," Loevik's wife, Wenche, told Reuters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He told me: 'I had to chose who to pick up on the boat and who to leave behind. Who do you choose?'," she said. Her husband, who declined to be interviewed, rescued some 40 to 50 terrified youths.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norwegian police said a British police officer was providing technical expertise in the investigation but that they had not requested any separate inquiries in foreign countries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTI-JIHAD MANIFESTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breivik posted a 1,500-page manifesto, written in English, on Friday, describing his violent philosophy and how he planned his onslaught and made explosives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The killings would draw attention to the manifesto entitled "2083-A European Declaration of Independence," Breivik wrote.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Once you decide to strike, it is better to kill too many than not enough, or you risk reducing the desired ideological impact of the strike," he added.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The manifesto posted by Breivik, a self-styled founder member of a modern Knights Templar organization, hints at a wider conspiracy of self-appointed crusaders and shows a mind influenced by the fantasy imagery of online gaming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The order is to serve as an armed Indigenous Rights Organization and as a Crusader Movement (anti-Jihad movement)," he writes in the document, chunks of which are cut and pasted from other far-right, anti-Islam documents on the Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breivik says he is not against immigrants who integrate and reserves a lot of his fury for a liberal European political establishment he views as promoting Europe's destruction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He hints at a wider conspiracy in the document, saying that the Knights Templar, a medieval order of crusading warrior monks, had been reconstituted in London in 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breivik attacks the "Islamic colonisation and Islamisation of Western Europe" and the "rise of cultural Marxism/multi-culturalism."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A video posted on YouTube called "Knights Templar 2083" showed pictures of Breivik, including one of him in a scuba diving outfit pointing an automatic weapon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parliament, in recess until October, is to be recalled for a memorial service. Party leaders will discuss how the attacks would affect campaigning for local elections in September.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We will have an election, we will have a political debate," said Stoltenberg, premier and Labour Party leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"But I believe everyone understands that we have to discuss the form of the debate ... to avoid a conflict between the political debate and the need to show dignity and compassion."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erna Solberg, head of the main opposition Conservative Party, said: "We have to agree the rules of the game."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMMIGRATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norway has long been open to immigration, which has been criticised by the populist Progress Party, to which Breivik once belonged. Labour, whose youth camp he attacked, backs multi-culturalism to accommodate different ethnic communities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Norway will keep going. But there will be a Norway before and after the dramatic attacks on Friday," Stoltenberg said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"But I am quite sure that you will also recognize Norway afterwards -- it will be an open Norway, a democratic Norway and a Norway where we take care of each other."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The attacks have prompted soul-searching in Norway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Oslo cathedral, Britt Aanes, a priest aged 42 said the fact that Breivik was Norwegian had affected people deeply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"In one way, I think it was good that it was not a Muslim terrorist group behind this," she said. It pointed up the complexity of immigration and inter-religious issues for Norwegians, "a small and privileged people," she said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We must open our eyes and not simply think that we can keep all this wealth to ourselves."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some analysts questioned whether Norway, focused on al Qaeda-type militancy, had overlooked domestic threats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"While the main terrorist threat to democratic societies around the world still comes from Islamist extremists, the horrific events in Norway are a reminder that white far-right extremism is also a major and possibly growing threat," said James Brandon, research head at London's Quilliam think-tank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home-grown anti-government figures have struck elsewhere, notably in the United States, where Timothy McVeigh killed 168 people with a truck bomb in Oklahoma City in 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grief was still raw for survivors and relatives clustered at a hotel in Sundvollen near Utoeya island. They huddled together, many with bloodshot eyes, at terrace tables.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Additional reporting by Walter Gibbs, Anna Ringstrom, Henrik Stoelen, Terje Solsvik, Patrick Lannin, Johan Ahlander, Wojciech Moskwa, John Acher and Ole Petter Skonnord in Oslo, William Maclean in London; Writing by Alistair Lyon; Editing by Jon Boyle)&lt;br /&gt;Sabtu, 23/07/2011 15:45 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rita Uli Hutapea - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oslo - Seorang pria Norwegia telah ditahan sebagai tersangka utama dua serangan teror di Norwegia. Kepolisian Norwegia menyebut pria tersebut sebagai seorang Kristen fundamentalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat kepolisian Roger Andersen seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (23/7/2011) mengatakan, berdasarkan informasi yang diposting tersangka di internet, dia "Kristen fundamentalis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepolisian belum merilis identitas tersangka tersebut namun banyak media Norwegia mengidentifikasi pria berambut priang itu sebagai Anders Behring Breivik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisioner kepolisian Sveinung Sponheim mengkonfirmasi bahwa pria berumur 32 tahun itu telah memposting pernyataan-pernyataan anti-Islam di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut stasiun televisi TV2, tersangka terkait dengan ekstremis sayap kanan dan memiliki dua senjata yang terdaftar atas namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Norwegia lainnya memberitakan, di laman Facebook-nya Breivik menyebut dirinya sebagai "konservatif, Kristen" dan hobi berburu dan permainan komputer seperti World of Warcraft dan Modern Warfare 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ita/ita)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-2257042955732838787?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/2257042955732838787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/teror-by-fundamentalist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/2257042955732838787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/2257042955732838787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/teror-by-fundamentalist.html' title='TEROR by FUNDAMENTALIST'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5309175912979180307</id><published>2011-07-14T20:14:00.000-07:00</published><updated>2011-07-14T20:14:26.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>ESKAPISME ala pastafaria</title><content type='html'>Sekte Pastafaria: Surga Sediakan Penari Bugil&lt;br /&gt;Kamis, 14 Juli 2011 | 13:57 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Wina - Sekte Pastafaria atau Gereja Monster Spagheti Terbang menjadi pembicaraan di Austria setelah seorang penganutnya, Niko Alm, diizinkan mengenakan semacam peci dalam foto surat izin mengemudi. Keberhasilan itu tercapai setelah perjuangan Alm selama tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peci bulat yang juga kerap dikenakan kaum Muslim itu memang menjadi semacam identitas bagi penganut Pastafaria. “Hari ini (Kamis), saya bisa mendapatkan SIM baru saya. Peci saya telah diakui oleh Republik Austria,” tulis Alm dalam blog pribadinya, Kamis, 14 Juli 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alm mengatakan ia mengajukan permohonan SIM dengan foto berpeci pada 2008. Ia juga mengungkapkan bakal memperjuangkan sekte Pastafaria sebagai agama resmi yang diakui Pemerintah Austria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastafaria adalah aliran sesat dalam agama Kristen. Kelompok ini didirikan pada 2005 oleh seorang sarjana fisika dari Negara Bagian Oregon, Amerika Serikat. Mulanya keyakinan Pastafaria adalah sebuah surat protes terhadap Dewan Pendidikan Kansas karena membolehkan Desain Intelijen sebagai alternatif dari teori evolusi diajarkan di sekolah-sekolah pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastafaria menyatakan bahwa alam semesta diciptakan oleh sebuah monster yang sedang mabuk. Mereka menilai teori evolusi banyak kekurangannya. Agama ini juga mengajarkan surga menyediakan segunung bir dan banyak penari bugil. Seperti umat Islam, para pemeluk Pastafaria merayakan Jumat sebagai hari suci mereka. Menurut pastafaria, bajak laut adalah profesi abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran ini terus berkembang dan telah memiliki ribuan pengikut di pelbagai kampus besar di seantero Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAILY MAIL | TELEGRAPH | FAISAL ASSEGAF&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5309175912979180307?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5309175912979180307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/eskapisme-ala-pastafaria.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5309175912979180307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5309175912979180307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/eskapisme-ala-pastafaria.html' title='ESKAPISME ala pastafaria'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-582845610328867071</id><published>2011-07-13T04:00:00.000-07:00</published><updated>2011-07-13T04:00:59.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>kok DI LUAR, ga sekalian LUAR NEGERI</title><content type='html'>Kemkum HAM: Misbakhun Boleh Keluar Sel Pagi Sampai Sore&lt;br /&gt;Ferdinan - Okezone&lt;br /&gt;Rabu, 13 Juli 2011 17:37 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM memastikan terpidana kasus pemalsuan dokumen pengajuan kredit Bank Century Misbakhun telah mendapat hak asimilasi. Asimilasi merupakan hak warga binaan untuk menghirup udara bebas sesuai jadwal yang ditentukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya dapat konfirmasi ke kepala kantor wilayah Kemenkum HAM DKI Sihabudin, bahwa Misbakhun mendapat asimilasi," kata Humas Kemenkum HAM Martuar Batubara saat dikonfirmasi okezone, Rabu (13/7/2011).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun, Martuar mengaku tidak tahu detil proses asimilasi yang diberikan ke Misbakhun. "Penghitungannya dia dapat asimilasi yang paham Pak Sihabudin dan jajaran Dirjen Pemasyarakatan," sambungnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Martuar menjelaskan setiap warga binaan berhak mendapat asimilasi bila sudah menjalani 2/3 hukuman pidana. Selain itu, syarat kelakuan baik selama menjalani hukuman juga jadi pertimbangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama menjalani proses asimilasi, Misbakhun berhak menghirup udara bebas mulai pukul 08.00-16.00 WIB. "Pagi keluar dari Lapas untuk bekerja sesuai persetujuan kementerian. Sore dia kembali ke Lapas dan tidur di Lapas," tegasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemberian asimilasi ini diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 12 Tahun 1999 dengan perangkat turunan yang diatur melalui Peraturan Menteri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Asimilasi dalam rangka membaurkan warga binaan ke masyarakat atau disebut reintegrasi sosial," ujar Martuar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Misbahkun sendiri ditahan sejak Selasa 27 April 2010 lalu. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2 November 2010 menghukum Misbakhun satu tahun penjara, namun hukuman ini diperberat menjadi dua tahun oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Di tingkat kasasi Misbakhun ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(teb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergok di Mall, Misbakhun Gugup Berusaha Menghindar&lt;br /&gt;K. Yudha Wirakusuma - Okezone&lt;br /&gt;Rabu, 13 Juli 2011 17:32 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA – Pada saat berada di Rice Bowl, Ratu Plaza, Misbakhun sempat menghindar dan memalingkan mukanya. Hal tersebut diungkapkan Monik, wartawan yang menjadi salah satu saksi mata terdakwa kasus letter of credit (LC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya Pak Misbakhun duduk dua meja depan saya, nah saya langsung ambil hape saya langsung memotret dia pakai BB. Nah saat saya potret, dia langsung nunduk di bawah meja menghindar,” ungkap Monik saat berbincang dengan okezone, Rabu (13/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Misbakhun sempat pindah berhadapan membelakangi saya, lanjut Monik, karena pindah saya merasa gerak-geriknya mencurigakan. “Saya samperin. Pak Misbakhun selamat siang Saya bertanya apakah bapak sudah diluar(penjara), diluar kapan? Eh  dia gugup,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diketahui Misbakhun terbukti melakukan pemalsuan dokumen dalam pengajuan letter of credit (L/C) Bank Century.(kyw)&lt;br /&gt;(ton)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-582845610328867071?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/582845610328867071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/kok-di-luar-ga-sekalian-luar-negeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/582845610328867071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/582845610328867071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/kok-di-luar-ga-sekalian-luar-negeri.html' title='kok DI LUAR, ga sekalian LUAR NEGERI'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-7716558461959989616</id><published>2011-07-11T22:08:00.001-07:00</published><updated>2011-07-21T05:39:25.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan LENGAH, waspadai teologi radikal dan pro-kekerasan (146)</title><content type='html'>Abrori Tersangka Terorisme&lt;br /&gt;Kistyarini | Rabu, 20 Juli 2011 | 16:22 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATARAM, KOMPAS.com - Penyidik Polda Nusa Tenggara Barat menetapkan Ustadz Abrori, pimpinan Pondok Pesantren Umar Bin Khatab di Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, sebagai tersangka tindak pidana terorisme.&lt;br /&gt;Kini Abrori berstatus tersangka pelaku terorisme, yang dikenakan pasal 6, 7, 9 dan 13 Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme&lt;br /&gt;-- AKP Lalu Wirajaya, Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda NTB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) AKP Lalu Wirajaya, di Mataram, Rabu (20/7/2011), mengatakan, Ustadz Abrori ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana terorisme setelah diperiksa secara intensif di Mapolda NTB selama lima hari, sejak Sabtu (16/7/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kini Abrori berstatus tersangka pelaku terorisme, yang dikenakan pasal 6, 7, 9 dan 13 Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13 B Undang Undang (UU) Terorisme itu, misalnya, menyebutkan bahwa seseorang menyebarkan kebencian yang dapat mendorong orang, memengaruhi orang atau merangsang terjadinya terorisme dapat dikenakan dipidanakan paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyidik Polda NTB juga menjerat Sa’ban Arahman (18), tersangka pembunuh anggota polisi di Polsek Bolo, Kabupaten Bima, 30 Juni lalu, dengan UU Terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tersangka pelaku tindak pidana terorisme itu semula diperiksa penyidik Polres Bima, kemudian diambil alih penyidik Polda NTB.&lt;br /&gt;Bom Terurai Ditemukan di Dalam Ponpes&lt;br /&gt;Sandro Gatra | Glori K. Wadrianto | Rabu, 13 Juli 2011 | 18:39 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian menemukan beberapa bom rakitan yang telah diurai ketika menggeledah Pondok Pesantren Umar Bin Khattab di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/7/2011). "Kami menyita beberapa bom yang telah didisposal. Jumlahnya saya belum dapat informasi," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, ketika dihubungi, Rabu (13/7/2011). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton membantah ditemukannya senjata api di ponpes. Dikatakan Anton pula, tidak ada santri atau pengurus ponpes yang ditangkap ketika pihaknya masuk ke dalam ponpes. Polisi mengambil langkah represif setelah mendapat masukan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam rapat dengan Kepala Polda Brigjen (Pol) Arief W di bandara NTB. Sebelumnya, selama dua hari polisi memilih bernegosiasi dengan pihak ponpes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton melanjutkan, tujuh orang yang sempat diamankan telah dilepas karena tidak terlibat. Adapun enam orang lain masih diperiksa karena diduga mengetahui peristiwa meledaknya bom rakitan yang menewaskan ustaz sekaligus bendahara ponpes, yakni Abdullah alias Firdaus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, bom rakitan itu diduga akan digunakan untuk menyerang kepolisian. Sebelumnya, Polda NTB menahan Sa'ban Abdurrahman (18), santri ponpes itu, karena membunuh Brigadir Rokhmat Saefudin, yang tengah tugas piket di Polsek Bolo, Bima. Menurut Polri, Sa'ban mengaku diperintah Tuhan untuk membunuh karena polisi menjalankan undang-undang yang tidak sesuai dengan syariat Islam.&lt;br /&gt;Rabu, 13/07/2011 19:32 WIB&lt;br /&gt;Polisi Masuk ke Ponpes Umar Bin Khattab Bima, Ledakan Kembali Terjadi &lt;br /&gt;Kusmayadi - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram - Negosiasi aparat kepolisian dengan perantara tokoh agama dan tokoh masyarakat Bima akhirnya membuahkan hasil. Setelah menunggu 48 jam, tadi sore polisi akhirnya bisa memasuki area Ponpes Umar Bin Khattab di Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Bima, NTB. Belum ada yang ditangkap dalam penggeledahan itu, karena Ponpes dalam keadaan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M Yusrin, saksi mata di lokasi kejadian yang dihubungi detikcom Rabu (13/7/2011) petang mengatakan, area ponpes disisir dan di geledah aparat Densus 88 dan satuan Brimob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusrin mengatakan, mendengar delapan kali ledakan saat penyisiran. Namun belakangan diketahui ledakan itu berasal dari bom asap yang dilepas aparat Densus 88.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ledakan keras justru terjadi, setelah tim Densus 88 selesai menggelar penyisiran dan berada di titik aman, sekitar 150 meter dari area pesantren. Asap mengepul membubung ke udara, terlihat dari radius 150 meter. Belum diketahui apakah itu bom atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Densus 88 menyisir seluruh bangunan pesantren, baik ruang kelas hingga perpustakaan. Rumah pimpinan ponpes, yang berada dalam satu kompleks pesantren juga tak luput dari penggeledahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luar pesantren, ledakan terlihat bersumber dari kompleks perumahan para pengurus pesantren, bukan dari ruang kelas dan ruang perpustakaan. Namun saat penggeledahan, Yusrin mengaku tak melihat perlawanan dari santri di lokasi pesantren. Pesantren rupanya sudah kosong, para pemimpin pesantren juga tak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyisiran itu, polisi menemukan anak panah, delapan bom molotov dan satu pucuk senapan angin. Namun tak ada santri yang ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjagaan saat penggeledahan sangat ketat sekali. Warga yang bermukim di dekat ponpes diminta menjauh dari area hingga radius 200 meter. Penggeledahan dipimpin langsung Kapolres Bima, AKBP Fauza Barito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai penyisiran dan penggeledahan, Kapolda NTB, Brigjen Polisi Arief Wachyunadi didampingi Wakil Bupati Bima Syafruddin HM Nur, meninjau lokasi pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(her/her)&lt;br /&gt;Polisi Isolasi Area Ponpes Umar bin Khattab&lt;br /&gt;Rizka Diputra - Okezone&lt;br /&gt;Rabu, 13 Juli 2011 16:42 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Polisi masih berupaya melakukan negosiasi dengan pihak Pondok Pesantren Umar bin Khattab untuk memasuki area pesantren pascaledakan yang menewaskan Firdaus. Polisi pun kini mengisolasi kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aparat gabungan masih standby, seperti informasi sebelumnya, polisi masih mengisolasi," ujar Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein saat dihubungi wartawan, Rabu (13/7/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lokasi masih dijaga oleh pasukan dari Polres Bima, Polresta Bima, Brimob dan bantuan Polda NTB," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ledakan, ponpes dijaga ketat oleh para santri dan warga sehingga polisi tidak bisa memasuki lokasi. Rencana olah TKP pada Senin malam gagal dilakukan karena dihalangi santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya negosiasi tetap dilakukan untuk menghindari bentrokan hingga polisi memasuki lokasi pada pagi tadi setelah ponpes sepi.&lt;br /&gt;(hri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram, Indonesia, July 13, 2011 (AFP) &lt;br /&gt;Indonesian police were locked in a tense stand off with armed students at an Islamic boarding school for a third day on Wednesday, after a bomb blast there killed a suspected terrorist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Police say the school is linked to radical cleric Abu Bakar Bashir, who was jailed for 15 years last month for funding a terrorist group that was planning attacks against Westerners and political leaders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Security forces arrived at the school at Bima town, West Nusa Tenggara province, late Monday after a home-made bomb exploded in one of the rooms, killing a man suspected of being a Philippine-trained bomb expert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Local media have quoted police as saying the unidentified man was suspected of instructing students on how to make bombs when one of the devices exploded.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After the blast, hundreds of students and teachers armed with knives and swords blocked the entrance, preventing police and soldiers from investigating the incident.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We've been trying to enter the school to carry out our investigations by being persuasive, but the students are still blocking us," provincial police spokesman Sukarman Husein told AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"If persuasion doesn't work we'll have to enter the school with full force some time later today."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said about 200 police and troops were deployed around the school but were keeping their distance so as not to aggravate the students, who were armed with traditional swords.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eight people were in custody in connection to the incident, Husein said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;National police spokesman Anton Bachrul Alam said protesters had blocked a road in the nearby division of Dompu around midnight, demanding the return of the body of the suspected terrorist, who lived in the area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam said that while negotiating, the people threw stones at police.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Dompu police chief and several police members were hurt. Three civilians were hurt. We suspected one of them was shot by a police member but it was not fatal," he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam said the negotiation by the Dompu police chief was successful and the crowd eventually dispersed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Religious Affairs Minister Suryadharma Ali said the police had to take strong action if the school was linked to extremist groups.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"If anyone related to the bomb blasts is found to be a member of a radical group, then the boarding school must be closed and the students must be re-guided," the Jakarta Globe newspaper quoted Suryadharma as saying.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said the school had resisted government attempts to moderate its teachings in the past.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Police are understood to be wary of triggering a violent Islamist backlash if they crack down too heavily on the school, despite its apparent involvement in bomb-making and religious extremism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the school's leaders was reportedly arrested last year in connection with the terror group Bashir was convicted of funding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And a student called Saban Arohmah was arrested last month for killing a police officer with a sword slash to the neck, according to the Kompas news website.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"From his testimony, the student admitted that the premeditated murder was part of a jihad (holy war) mission," Kompas quoted Husein as saying.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The killer reportedly belonged to Bashir's Jamaah Ansharut Tauhid, an extremist group campaigning to bring Indonesia, the world's most populous Muslim-majority state, under strict Islamic law.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia is a pluralist democracy and most of its 200 million Muslims are moderates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But it has struggled to deal with a radical fringe of Islamist jihadis who have carried out numerous bloody attacks including the 2002 Bali bombings that killed more than 200 people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 12/07/2011 11:57 WIB&lt;br /&gt;Seorang Tewas Akibat Bom di Pesantren Bima, Polisi Tetap Tak Boleh Masuk &lt;br /&gt;Kusmayadi - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataram - Polisi masih belum bisa melakukan olah tempat kejadian perkara terkait dugaan ledakan bom rakitan di sebuah ruangan Pondok Pesantren Umar Bin Khattab, Desa Sanolo, Kecamatan Sila, Kabupaten Bima, NTB. Padahal, ledakan ini telah menewaskan satu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan terjadi Senin (11/7) pukul 15.30 Wita kemarin. "Ledakan itu diduga berasal dari bom rakitan. Ledakannya sangat besar dan asapnya tebal," kata Kepala Urusan Penerangan Umum Polda NTB AKP R Sudjoko Aman, di Mataram, Selasa (12/7/2011) siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko - panggilan Sudjoko - menjelaskan, bom telah menewaskan satu orang bernama Firdaus, yang diidentifikasi sebagai bendahara di Ponpes itu. Jenazah Firdaus diambil langsung oleh pihak keluarga ke dalam ponpes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jenazahnya telah diambil pihak keluarga. Korban berasal dari Kabupaten Dompu," ujar Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djoko, bom meledak di sebuah ruangan dalam kompleks Ponpes. "Jadi bukan di halaman, tapi dalam ruangan," kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polda NTB telah menerjunkan satu peleton Brimob, didukung Densus 88 Anti Teror dan Tim Gegana. Namun sayang, sudah hampir 24 jam menunggu, mereka tetap tidak diperbolehkan masuk ke dalam pesantren itu. Mereka dihadang para santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak kemarin hingga sekarang, polisi belum bisa melakukan olah TKP karena dihadang santri ponpes. Santri bersenjatakan pedang. Polisi tertahan di 150 meter dari area pesantren," kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu, Saaban Abdurrahman (18), santri pesantren Umar Bin Khattab, ditahan Polda NTB. Saaban telah membunuh seorang polisi karena dianggap kafir dan pantas dibunuh. Saban dibawa ke Mataram dengan pengawalan ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(fay/asy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-7716558461959989616?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/7716558461959989616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/jangan-lengah-waspadai-teologi-radikal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7716558461959989616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7716558461959989616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/jangan-lengah-waspadai-teologi-radikal.html' title='jangan LENGAH, waspadai teologi radikal dan pro-kekerasan (146)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-6312546976117107888</id><published>2011-07-06T19:20:00.001-07:00</published><updated>2011-08-14T08:49:30.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>na$1b bendum sebuah partai</title><content type='html'>Diistimewakan, Ada Kompromi dalam Pemulangan Nazar&lt;br /&gt;Misbahol Munir - Okezone&lt;br /&gt;Minggu, 14 Agustus 2011 21:01 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Kini eks Bendahara Umum Partai Demokrat yang menjadi pesakitan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meringkuk di tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perburuan Nazaruddin pun bisa dibilang istimewa, sebab penjemputan tersangka kasus suap Wisma Atlet SEA Games itu menggunakan jet pribadi dengan menggelontorkan dana sewa Rp4 milliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota peneliti Indonesia Corruption Wacth (ICW), Abdullah Dahlan, mempertanyakan anggaran negara Rp4 miliar yang digunakan untuk pemulangan Nazaruddin itu. Dia menilai sudah sejak awal penegak hukum dan pemerintah terkesan memanjakan dan mengistimewakan Nazaruddin dengan pemulangan menggunakan pesawat jet pribadi dan ditempatkannya dia di salah satu sel di Mako Brimob Depok yang memiliki fasilitas pendingin ruangan atau AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di samping perlakuan berbeda, ada juga anggaran negara besar yang digunakan. Walaupun mungkin itu biaya patungan, yang jelas dana itu itu dari APBN. Disayangkan bahwa anggaran itu besar sekali hanya untuk memulangkan saja,” ujar Abdullah saat dihubungi wartawan, Minggu (14/8/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdullah, penegak hukum juga tak bisa beralasan biaya mahal demi keamanan. Sebab, hal tersebut bisa diakali dengan memperketat sistem selama proses pemulangan. “Itu tetap bisa memakai pesawat komersial. Ini yang memang bisa dilihat sebagai perlakukan ke Nazaruddin terlalu berlebihan,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada dikatakan Ketua Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) Tom Pasaribu. Tom saat dihubungi secara terpisah, menganggap aneh dengan tindakan KPK dan pemerintah yang memanjakan Nazaruddin dengan berbagai fasilitas, mengingat dia adalah tersangka korupsi yang menyedot uang rakyat demi kepentingan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak pantas sama sekali dia mendapat perlakuan-perlakuan khusus. Untuk apa dia seolah-olah dielukan-elukan padahal dia sebagai penjahat,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari awal Tom menilai Nazaruddin adalah koruptor dan bukan pahlawan yang kejahatannya bukan hanya di kasus Sesmenpora, tapi puluhan proyek negara di BUMN, kementerian, dan pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kasus suap Sesmenpora, Nazaruddin diduga terlibat korupsi pembangunan pabrik vaksin flu burung oleh PT Anugerah Nusantara (AN) sebesar Rp700 miliar. Lalu korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar dokter atau dokter spesialis pada rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan oleh PT Mahkota Negara (MN) senilai Rp492 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tom Pasaribu menduga alasan pemulangan Nazaruddin yang mahal dengan menggunakan pesawat pribadi bertujuan memudahkan proses lobi pihak tertentu untuk merekayasa kasus. “Kalau naik pesawat komersial mereka tidak memiliki kebebasan untuk berbicara dengan Nazaruddin. Inikan biar ada yg bisa ditutupin. Nanti akan dipilah-pilah mana kasus yang akan dibuka mana yang tidak,” ungkap Tom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara terkait wacana pemberian status whistle blower kepada Nazaruddin, Abdullah Dahlan menilai pemerintah dan lembaga penegak hukum seharusnya berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, agak dilematis untuk menyatakan Nazaruddin sebagai justice whistle blower mengingat status Nazaruddin sebagai tersangka yang memiliki peran di banyak kejahatan. “Itu yang kita lihat susahnya untuk memposisikan dia diberi perlindungan oleh LPSK, karena sejak awal dia memang susah dipercaya,” kata Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyarankan agar sebaiknya perlindungan kepada Nazaruddin, kalau memang benar dia berniat membantu proses penegakan hukum, diserahkan kepada KPK. Tom juga menyatakan dirinya justru agak curiga dengan bentuk-bentuk perlindungan kepada Nazaruddin sebagai tawaran agar yang bersangkutan tak mau membongkar kejahatan berjamaah yang dulu dituduhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibaratnya dia memegang kartu truf KPK, Kepolisian, dan politikus, kalau tak diatur bisa ngotot terus membuka banyak hal,” pungkasnya.&lt;br /&gt;(ram)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberkan Isi Tas Nazaruddin, KPK Langgar KUHAP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Laela Zahra&lt;br /&gt;Nasional - Minggu, 14 Agustus 2011 | 06:58 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai telah melanggar Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), terkait pembongkaran isi tas Nazaruddin dihadapan media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jelas ini melanggar hukum , itu tidak benar dan itu kebohongan publik," kata pengamat hukum pidana Jamin Ginting, dalam dialog di Metro Tv, Minggu (14/8/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, kata Jamin, barang bukti terkait Nazaruddin dibuka dihadapan Nazaruddin, bukan dihadapan media massa. itu juga seperti yang diatur dalam KUHAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya ikuti aturan yang ada dalam proses acara pidana, jangan ada hal-hal yang terkesan tergesa-tergesa, ada yaang ditutup-tutupi," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KPK dan tim gabungan penjemput Nazaruddin membongkar isi tas Nazaruddin tanpa disaksikan Nazaruddin. KPK malah membongkar tas tersebut dihadapan media massa. Hal inilah yang dinilai telah melanggar aturan hukum yang berlaku. [lal]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Piliang: Flashdisk Nazaruddin Berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Renny Sundayani&lt;br /&gt;Nasional - Minggu, 14 Agustus 2011 | 12:30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM, Jakarta - Jurnalis independen Iwan Piliang mengatakan barang bukti berupa flashdisk milik tersangka kasus wisma atlet M Nazaruddin yang diperlihatkan oleh penyidik KPK bukanlah flashdisk yang diperlihatkan saat dirinya berkomunikasi dengan Nazaruddin melalui Skype.&lt;br /&gt;"Itu jelas berbeda dengan flashdisk sewaktu Nazaruddin menunjukan kepada saya melalui Skype, yang mereka tunjukkan (penyidik KPK) ada gantungannya, sedangkan waktu Nazaruddin tunjukan kepada saya tidak ada gantungannya dan merek flashdisk-nya jelas berbeda," ujar Iwan ketika dihubungi INILAH.COM, Minggu (14/8/2011).&lt;br /&gt;Iwan menilai barang bukti milik Nazaruddin seperti tas, flashdisk dan CD yang diperlihatkan di KPK kepada sejumlah media massa, Sabtu (14/8/2011) malam, dianggap banyak keganjilan.&lt;br /&gt;"Seperti tas hitam milik Nazaruddin yang katanya ada isinya CD, flashdisk, kenapa sudah dalam plastik dan kenapa video yang di CD kenapa tidak diputar, lalu barang bukti lainnya milik Nazaruddin seperti handphone Blackberrynya, kartu, memory cardnya bagaimana, inikan menimbulkan kecurigaan?," tegas Iwan&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, tas hitam milik M Nazaruddin dibuka di hadapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas dan Kabareskrim Polri Komjen Sutarman di Gedung KPK, Sabtu (13/8/2011).&lt;br /&gt;Salah satu isi tas tersebut adalah sebuah flashdisk yang disebutkan seorang penyidik KPK, Arif, bermerek Sony Vaio berkapasitas 4Gb. Namun, flashdisk tersebut tampak berbeda dengan yang diperlihatkan Nazaruddin saat berkomunikasi dengan Iwan Piliang melalui Skype.&lt;br /&gt;Saat berkomunikasi via Skype, Nazaruddin memperlihatkan sebuah flashdisk yang menurutnya berisi data-data penting mengenai aliran uang ke petinggi Partai Demokrat. Flashdisk tersebut tampak berbeda dengan yang diperlihatkan di KPK. [bar]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 08/08/2011 18:33 WIB&lt;br /&gt;Busyro Apresiasi Penangkapan Nazaruddin &lt;br /&gt;Fajar Pratama - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Tersangka kasus suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin berhasil ditangkap oleh tim gabungan KPK, Polri, Imigrasi dan Interpol. Ketua KPK Busyro Muqoddas mengapresiasi kerjasama antara pihaknya dengan lembaga-lembaga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya (sudah ditangkap). Saya sudah koordinasi dengan Kapolri, Menlu dan Menkopolhukam. Nazar ditangkap karena kerjasama KPK, Polri, Imigrasi dan interpol," tutur Busyro dalam pesan singkatnya, Senin (8/8/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah telah mengumumkan Muhammad Nazaruddin ditangkap di Kolombia. "Ditangkapnya saat yang bersangkutan akan keluar dari negara itu. Saya tidak tahu apakah di airport atau di pelabuhan. Saya tidak tahu," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Djoko Suyanto saat menggelar jumpa pers didampingi Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 8 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djoko, Nazaruddin ditangkap oleh Interpol Kolombia yang kemudian melaporkan penangkapan tersebut ke Duta Besar Indonesia di Kolombia Michael Menufandu. Michael pun sudah berangkat dari Bogota ke Cartagena dan sudah bertemu langsung dengan pria tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael, kata dia, mengatakan secara fisik pria yang ditangkap dengan membawa paspor dengan nama M. Syahruddin itu identik dengan apa yang selama ini disebut Nazaruddin. Belakangan Mabes Polri telah memastikan bahwa pria itu merupakan Nazaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang bersangkutan (Nazaruddin) minta didampingi terus oleh Dubes," kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah diberitahukan tentang berita ini. "Keselamatan yang bersangkutan dijaga seketat-ketatnya. Dan kedua, yang bersangkutan bisa dibawa ke Tanah Air untuk dilakukan proses hukum di Indonesia," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(fjr/mad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"SBY Itu Pendendam"&lt;br /&gt;Catur Nugroho Saputra - Okezone&lt;br /&gt;Minggu, 24 Juli 2011 17:35 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Pidato-pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang curhatan hatinya, dinilai sebagai bukti sifat sensitif dan reaktif yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan B Tonti, salah seorang pendiri Partai Demokrat, saat mengisi acara diskusi di Doekoen Coffee, Minggu (24/7/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mengenal dia, dia mempunyai tiga sifat, sensitif dan reaktif artinya kupingnya tipis, reaksinya positif kadang negatif dan pendendam," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tonti mengatakan, pada saat pendirian Partai Demokrat (PD) dia menayakan apakah sebaiknya bergabung dengan partai besar atau membuat partai baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya kita setuju membuat partai baru dan SBY sendirilah yang memberikan Partai Demokrat, dan kita disuruh berjuang dari luar sedangkan dia dari dalam," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mendekati pemilu, lanjut Tonti, SBY baru mengundurkan diri dari jabatannya di kabinet. "Dengan kata lain kita yang berjuang keras," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap kali akan bersalaman dengan saya wajah dan sikap SBY tegang, berbeda bila bersalaman dengan orang lain, kalau ketemu yang keempat kali dia bisa kena serangan jantung kali," katanya sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara Nazar, Harga BBM Batal Naik?&lt;br /&gt;Hasanuddin Aco | Erlangga Djumena | Minggu, 24 Juli 2011 | 09:27 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tampaknya tidak tertarik dengan usulan IMF (Dana Moneter Internasional) dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) agar menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikemukakan Pengamat Ekonomi, Ryan Kiryanto, Sabtu (23/7/2011). "Saya punya keyakinan Pemerintah tidak akan naikkan harga BBM," kata Ryan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ryan, ada sejumlah pertimbangan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Di antaranya partai politik penguasa di pemerintahan yakni Partai Demokrat saat ini tengah dalam sorotan publik atas dugaan kasus Mantan Bendahara M Nazaruddin. "Risiko politiknya tambah besar kalau menaikkan harga BBM," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan pemerintahan yang berbasis Partai Demokrat saat ini tengah berada dalam tekanan politik dengan ramainya pergunjingan soal Nazaruddin. Di tengah sorotan publik itu karena Nazaruddin itu, Pemerintah yang dimotori Partai Demokrat tidak mau menambah risiko dengan menaikkan harga BBM. "Yah mungkin, gara-gara tekanan politik yang berisiko karena Nazaruddin," canda Ryan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ryan juga mengatakan jika harga BBM naik maka yang paling kena dampaknya adalah masyarakat miskin pengguna BBM bersubsidi. "Terutama para nelayan," ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika harga BBM naik, menurut Ryan juga akan berpengaruh pada kenaikkan tingkat inflasi. "Kalau harga BBM dan tarif listrik tidak naik maka tingkat inflasi bisa 5 persen tahun ini," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan sinyal pemerintah tidak menaikkan harga BBM juga bisa dilihat dari upaya pemerintah menaikkan budget subsidi dalam APBN sebesar Rp 150 triliun khusus untuk subsidi listrik dan BBM. "Tentu ini menambah defisit APBN," kata Ryan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Ryan menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan mengambil kebijakan menambal defisit 2,1 persen itu (Rp 500 triliun). "Kebijakannya, kemungkinan pemerintah akan berlakukan tax atau pajak untuk UKM. Besarannya 2,5-5 persen," ujar Ryan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menegaskan jika kebijakan ini akan mendapatkan resistensi dari pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah). "Dengan pendapatan UKM yang kecil tapi dikenakan pajak maka konsekuensinya pelaku UKM akan menaikkan harga produk. Ini akan membuat tingkat inflasi tambah tidak akan terkendali," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;tribunnews.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyonya Anas Berkongsi dengan Nazaruddin Cs.&lt;br /&gt;Sabtu, 23 Juli 2011 | 12:18 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta - Kiprah Athiyyah Laila di sejumlah perusahaan terus terungkap. Istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ini ternyata berkongsi dengan M. Nazaruddin dan kawan-kawan di PT Berkah Alam Berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dokumen pengesahan perseroan yang diterbitkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, PT Berkah Alam awalnya bernama PT Sumber Mulya 2000. Perusahaan itu didirikan pada 7 Juni 2001 oleh Zaedun, Sabikis, dan Beby Siregar. Saat itu, modal dasar perusahaan masih Rp 60 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 4 Februari 2008, pendiri dan pengurus PT Sumber Mulya 2000 mengubah anggaran dasar perseroan. Mereka menyerahkan kepemilikan saham kepada M. Nazaruddin, Athiyyah Laila, dan Munadi Herlambang. Kali ini modal dasar PT Sumber Mulya melonjak menjadi Rp 109 miliar. Komposisi kepemilikan sahamnya: M. Nazaruddin Rp 40 miliar, Athiyyah Rp 34,5 miliar, dan Munadi Rp 34,5 miliar. Adapun susunan pengurus baru perseroan adalah Marisi Matondang (Direktur), Nazaruddin (Komisaris Utama), serta Athiyyah dan Munadi (Komisaris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, pada 25 Maret 2008, PT Sumber Mulya 2000 berganti nama menjadi PT Berkah Alam Berlimpah. Tapi, susunan pemegang saham, direksi, dan komisaris tidak berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelusuran Tempo, PT Berkah Alam merupakan perusahan kedua yang terkait dengan Nyonya Anas. Nama Athiyyah juga tercatat sebagai pemilik saham dan komisaris pada akta PT Dutasari Citralaras. Di Dutasari, Athiyyah berkongsi dengan Machfud Suroso dan PT Msons Capital, yang dimiliki Munadi Herlambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas Urbaningrum kemarin mengaku tidak tahu bahwa Athiyyah menjadi pemilik dan pengurus di PT Berkah Alam. Anas hanya membenarkan bahwa Athiyyah pernah bergabung di PT Dutasari, meski telah mengundurkan diri sejak 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ditelusuri saja, silakan," kata Anas. "Kalau ada pelanggaran hukum, silakan diproses dengan adil dan transparan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dari tempat persembunyiannya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin membenarkan bahwa Athiyyah berkongsi dengan Marisi Matondang di PT Berkah Alam. Marisi adalah orang kepercayaan Nazar sekaligus Direktur Utama di PT Mahkota Negara, perusahaan lain yang didirikan Nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nazar, pada 2009 PT Berkah Alam menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, bersama PT Alifindo Nuratama Perkasa sebagai pemenang tendernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Alifindo merupakan satu dari sekian perusahaan Nazar yang kerap memenangi proyek pemerintah. Di PT Alifindo, Nazar menempatkan istrinya, Neneng Sriwahyuni, sebagai pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Nazar dan Anas, sosok Munadi Herlambang bukanlah orang asing. Di Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Munadi menjabat Sekretaris Bidang Pemuda dan Olahraga. "Itu teman," kata Anas ketika ditanya soal hubungan Munadi dengan dia dan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M TAUFIK | RUSMAN P | TRI SUHARMAN | D SARI&lt;br /&gt;SBY Hadang Kongres Luar Biasa Demokrat&lt;br /&gt;Minggu, 24 Juli 2011 | 05:24 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Bogor-Isu kongres luar biasa (KLB) untuk melengserkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam rapat koordinasi nasional tampaknya sulit terwujud. Menurut anggota Dewan Pembina Demokrat, Ahmad Mubarok, para elite partai telah bertemu pada Jumat malam dan memastikan rapat berjalan sesuai dengan perintah Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. "Forum ini adalah rapat koordinasi. Tidak ada KLB," ujar dia di lobi gedung Sentul International Convention Center di Bogor, Jawa Barat, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Demokrat selama dua hari hingga Minggu ini menggelar rapat koordinasi. Menjelang rapat, muncul wacana kongres luar biasa untuk melengserkan Anas Urbaningrum. Ini bermula dari "serangan" mantan Bendahara Umum Demokrat M. Nazaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat persembunyian, Nazaruddin menyebut Anas dan sejumlah pejabat teras Demokrat terlibat permainan anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sekretaris Demokrat Jawa Tengah, Dani Sriyanto, menilai "nyanyian" Nazaruddin itu perlu disikapi dengan meminta Anas lengser melalui KLB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad menyatakan memahami dan akan merespons aspirasi pengurus di daerah. Namun, kata dia, "Responsnya kan bisa menerima atau menolak." Sekretaris Dewan Pembina Demokrat Andi Mallarangeng juga menegaskan tidak ada kongres luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan wacana kongres luar biasa sulit terwujud karena terganjal aturan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burhanuddin menjelaskan, berdasarkan Bab X Pasal 100 AD/ART Partai Demokrat, KLB dapat diadakan atas permintaan majelis tinggi partai atau dua per tiga dari jumlah dewan pimpinan daerah serta setengah dari jumlah dewan pimpinan cabang. Ketua majelis tinggi secara ex officio dijabat ketua dewan pembina. "Meski majelis tinggi bisa menyarankan kongres luar biasa, jika arus bawahnya solid mendukung Anas, ya, sulit," kata Burhanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Anas meyakini tidak ada agenda melengserkan dirinya dari kursi ketua umum. Bahkan, menurut dia, pidato SBY menegaskan kepadanya untuk melakukan perbaikan partai. "Beliau menguraikan sangat terang-benderang bagaimana tema rakornas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY dalam pidato pembukaan rapat, meminta para kader tidak asal bicara ataupun saling serang. "Ini memalukan dan merugikan partai," katanya. SBY pun mengancam para kader dan pengurus partai yang tidak sanggup menjalankan etika partai agar meninggalkan partai. "Silakan serahkan kartu anggota," ujarnya. Ia juga meminta Dewan Kehormatan secara tegas memberlakukan kode etik bagi kader yang tersangkut kasus hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burhanuddin menilai, pidato SBY itu pertanda diberikannya kesempatan kedua bagi Anas untuk memperbaiki lingkup internal partai. Mubarok menambahkan, pidato SBY merupakan bagian dari pembersihan partai. Caranya, pemberian sanksi kepada para kader yang bermasalah. Pemberian sanksi akan diberlakukan seusai rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAHARDIKA S H | EKO ARI W | ARDIANSYAH RAZAK | KARTIKA CANDRA | SUKMA&lt;br /&gt;&lt;img alt="image.tempointeraktif.com (274×156)" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=84191&amp;amp;width=274" /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 22/07/2011 21:11 WIB&lt;br /&gt;Foto Nazaruddin Nyempil di Istana  &lt;br /&gt;Anwar Khumaini - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Muhammad Nazaruddin bisa jadi saat ini adalah tokoh yang paling dicari. Bahkan Presiden SBY hari ini baik sebagai Presiden atau pun sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat meminta Nazar untuk pulang. Saat semua orang sibuk mencarinya, ternyata 'Nazaruddin' ada di Istana. Lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud Nazaruddin di sini bukan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu sebenarnya. Melainkan sebuah foto yang ditempel di koridor yang menuju Kantor Presiden. Foto Nazar nyempil di antara para pimpinan fraksi dan pimpinan lembaga negara yang sedang melakukan rapat konsultasi tahunan dengan Presiden SBY di Istana Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam foto tersebut, seperti pantauan detikcom, Jumat (22/7/2011) tampak Nazaruddin mengenakan jas warna hitam. Dia tampak melirik Presiden SBY dan Ketua DPR Marzuki Alie yang sedang menggelar jumpa pers. Nazar berada di belakang para pimpinan lembaga negara dan pimpinan fraksi di DPR yang sedang berjajar mendengarkan SBY jumpa pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada yang mengkonfirmasi apakah foto tersebut adalah Nazaruddin sebenarnya. Namun jika dilihat dari wajahnya, memang pria keturunan Arab yang nyempil di foto itu adalah memang mirip sekali dengan Nazaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istana sendiri memiliki dua koridor yang panjang. Koridor pertama menghubungkan antara Istana Negara dengan Istana Merdeka. Di sepanjang koridor tersebut, dipajang ratusan foto agenda Presiden selama satu tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara korisor kedua, adalah koridor untuk menuju Kantor Presiden. Di koridor ini, ratusan foto kegiatan SBY selama satu tahun terakhir juga dipajang. Nah, foto Nazar yang sedang melirik Presiden SBY berada di koridor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto yang dipajang di dua koridor ini biasanya diganti menjelang peringatan 17 Agustus. Artinya, sebelum 17 Agustus 2011 nanti, foto-foto tersebut diganti dengan agenda kegiatan Presiden terbaru. Foto Nazaruddin yang nongol di Istana itu diperkirakan saat Presiden menggelar rapat konsultasi dengan pimpinan lembaga tinggi negara, serta pimpinan fraksi pada 2010 lalu di Istana Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(anw/ape)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 22/07/2011 21:21 WIB&lt;br /&gt;Nazaruddin Mengaku Nyaris Kena Tembak di Bagian Kepala  &lt;br /&gt;Rachmadin Ismail - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - M Nazaruddin membuat pengakuan mengejutkan. Dari tempat persembunyiannya, dia mengaku nyaris tertangkap oleh petugas. Bahkan ada bunyi tembakan yang nyaris mengenai kepalanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan ini disampaikan Nazaruddin saat diwawancarai oleh Iwan Piliang dari Prestalk lewat komunikasi Skype. Nazar tampil dengan mengenakan topi anyaman dan berkemeja putih dalam sebuah kamar. Kamar itu tampak sederhana, dengan dinding warna hijau muda, dengan langit-langit rumah yang cukup sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diwawancara, Nazar terlihat segar bugar. Tidak tampak tanda-tanda fisiknya melemah karena sakit seperti dikabarkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saat ditanya tentang kabarnya, Nazar mengaku sempat khawatir dengan keselamatan jiwanya. Saat itu, mantan anggota Komisi III DPR tersebut baru saja selesai diwawancarai oleh TV One dan Metro Tv.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyaris terkena kepala. Alhmadulillah saya masih selamat dan bisa lolos," kata Nazar, Sabtu (22/7/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Nazar kembali melarikan diri. Dia kini terus dikawal oleh beberapa bodyguard yang mendampinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada orang mengejar. Tapi saya dikawal, Alhamdulillah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah pengakuan Nazar ini? Belum jelas. Namun selama ini kicauannya dari luar negeri dianggap oleh para politisi Partai Demokrat sebagai kebohongan. Termasuk serangan-serangannya terhadap Anas Urbaningrum dan tokoh-tokoh Demokrat lainnya. Bahkan kabar yang menyebutkan Nazar sakit keras pun kini telah terbantahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mad/asy)&lt;br /&gt;SBY: Nazaruddin, Kembalilah!&lt;br /&gt;JUM'AT, 22 JULI 2011 | 14:30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat meminta mantan Bendahara Partai Demokrat M. Nazaruddin menyerahkan kepadanya semua informasi yang dimiliki tentang persoalan internal partai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lebih senang manakala Nazaruddin kembali ke Tanah Air agar bisa dibuka semuanya," kata SBY dalam jumpa pers di halaman tengah Istana Kepresidenan di Jakarta, Jumat 22 Juli 2011, usai menunaikan salat Jumat. "Sebagai Ketua Dewan Partai Demokrat, (saya) sangat berharap agar Nazaruddin memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumpa pers itu digelar menyusul informasi tudingan yang dilancarkan Nazaruddin melalui beragam kesempatan. Tak hanya melalui media cetak, online, tapi juga dalam wawancaranya dengan 2 stasiun televisi nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu juga menyampaikan adanya kesepakatan bahwa dalam kasus suap Wisma Atlet hanya sampai pada dirinya. Sedangkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng bisa terbebas jeratan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY menegaskan, sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sekaligus sebagai Presiden, ia berulang kali mengimbau agar Nazaruddin segera kembali ke Tanah Air untuk menghadapi proses hukum, dibanding menyebar informasi yang belum dapat diuji kebenarannya di berbagai media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut SBY, tudingan Nazaruddin dalam pelariannya telah membuat keresahan dan menimbulkan saling curiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kembalilah Nazaruddin ke Indonesia, ke Tanah Air, kembalilah," kata SBY. "Sulit bagi kita ketika kita semua tidak tahu di mana Nazaruddin berada, dengan siapa yang bersangkutan, apa saja yang dilakukan selama ini, komunikasi internalnya dengan siapa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY meminta Nazaruddin juga menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani proses hukum. KPK, kata dia, akan kesulitan memproses kasus ini jika Nazaruddin tidak kembali. "Silakan dijelaskan semua sangkaan dan tuduhan itu karena proses hukum akan berjalan secara transparan dan akuntabel," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dalam proses hukum, jika Nazaruddin ridak bersalah pasti tidak dihukum. Namun, lanjut SBY, kalau bersalah menurut pengadilan pasti diberikan sanksi. "Terpulang pada kesalahannya berat atau ringan. trial by the court bukan trial by the press," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EKO ARI WIBOWO&lt;br /&gt;Nasir Aktif Berburu Proyek Wisma Atlet&lt;br /&gt;Jum'at, 22 Juli 2011 | 06:45 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta -Politikus Partai Demokrat, Muhammad Nasir, diduga terlibat aktif dalam perburuan proyek pembangunan wisma atlet SEA Games Jakabaring, Palembang. Indikasinya, kerabat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin itu berkali-kali hadir dalam rapat untuk membahas proyek sebelum resmi dikerjakan PT Duta Graha Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dokumen pemeriksaan saksi kunci kasus suap wisma atlet, Yulianis, pertemuan tiga kali dalam sepekan berlangsung di lantai enam gedung Permai, di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan. Gedung itu merupakan pusat kendali semua perusahaan yang terkait dengan Nazar, yang biasa disebut Grup Permai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Nasir dan Nazar, menurut dokumen itu, yang biasa hadir dalam pertemuan adalah Muhajidin Nur Hasyim (adik Nazar), Yulianis (anggota staf Nazar), Mindo Rosalina Manulang (bawahan Nazar dan tersangka kasus wisma atlet), serta anggota staf bernama Doni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen yang sama menyebutkan pembagian kerja antara perusahaan Grup Permai dan PT Duta Graha. Grup Permai bertugas "berbelanja" proyek wisma atlet ke Dewan Perwakilan Rakyat. Adapun PT Duta Graha bertugas melaksanakan proyek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perburuan proyek wisma atlet, Grup Permai mengeluarkan uang Rp 5 miliar untuk orang-orang di DPR. Uang itu dicairkan secara bertahap: pertama, Rp 3 miliar; lalu Rp 2 miliar. Duit diantarkan sopir Yulianis bernama Lutfi ke DPR. Namun dokumen itu tidak menyebutkan nama orang di DPR yang menerima uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total ongkos perburuan proyek wisma atlet, menurut dokumen itu, menembus Rp 20 miliar. Karena itu, dalam pertemuan pada akhir 2010, Nazar pernah memarahi Rosa begitu tahu anggaran proyek wisma atlet hanya sekitar Rp 200 miliar. "Bagaimana itu Menpora, kita sudah keluarkan uang banyak," kata Nazar, seperti dikutip dokumen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patgulipat dalam proyek wisma atlet terbongkar ketika penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap basah Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam bersama Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang dan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris. Mereka ditangkap di kantor Wafid tak lama setelah penyerahan suap berupa tiga lembar cek pelawat bernilai Rp 3,2 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan terungkap bahwa kasus wisma atlet hanya satu dari sekian banyak proyek pemerintah yang dimenangi Grup Permai. Perusahaan terkait Nazar-Nasir pun menjadi rekanan sejumlah badan usaha milik negara yang memenangi proyek pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu namanya sering dikaitkan dengan Nazar, Nasir jarang muncul di gedung DPR. Ia sering mangkir dari rapat komisi, rapat panitia kerja, dan rapat paripurna DPR. Empat nomor telepon seluler milik Nasir pun sulit dihubungi. Upaya Tempo menemui Nasir di kantornya, di ruang nomor 2102 gedung DPR, berkali-kali gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin lalu, atas permintaan KPK, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melarang Nasir bepergian ke luar negeri. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa kemarin mengatakan Nasir belum pergi ke luar negeri. "Sejauh yang saya tahu dan saya tanyakan, dia masih ada di Jakarta," katanya. Namun Saan mengaku tidak tahu di mana persisnya Nasir berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUSMAN PARAQBUEQ | MAHARDIKA SATRIA HADI&lt;br /&gt;Kamis, 21/07/2011 15:34 WIB&lt;br /&gt;Nada Sari Roti di Wawancara Nazaruddin Bukan dari Studio Metro TV &lt;br /&gt;Indra Subagja - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Metro TV sudah mengecek nada mirip jingle Sari Roti yang menyeruak dalam tayangan wawancara dengan Nazaruddin. Di dalam wawancara memang muncul nada lain. Tapi apakah itu suara Sari Roti pihak Metro TV tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya bunyi-bunyiannya mirip Sari Roti katanya. Bunyinya ting tung ting tung," kata Pemimpin Redaksi Metro TV Elman Saragih saat dihubungi detikcom, Kamis (21/7/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elman tidak tahu asal suara itu, namun dia memastikan itu bukan suara dari studio Metro TV. "Itu dari luar studio, bukan suara dari studio Metro TV," tegas Elman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elman kembali menjelaskan, dalam wawancara itu bukan pihak Metro TV yang menghubungi tetapi Nazaruddin yang proaktif. Nazaruddin mengontak nomor kantor Metro TV, bukan ke telepon seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat kita tanya di mana, dia tidak mau menyebutkan, hanya disebut di tempat yang aman dari intrik-intrik politik. Saat wawancara memang sempat beberapa kali putus, dan dia yang menelepon kembali," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, dalam materi wawancara Metro TV dan Nazaruddin yang diunggah di Youtube, muncul suara misterius yang disebut-sebut mirip nada jingle Sari Roti. Rekaman wawancara itu diunggah di Youtube. Belum dipastikan apakah ini rekaman yang diunggah itu asli atau telah dimodifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebohan rekaman di Youtube, Kamis (21/7/2011) ini pun juga berimbas ke situs mikroblogging twitter. Banyak pengguna twitter yang juga mempertanyakan isi rekaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam rekaman yang diunggah Youtube, nada itu terdengar di menit ke 2:22. Jingle Sari Roti yang biasa menyapa masyarakat di kota-kota besar lewat pedagang roti keliling samar terdengar. Bila benar itu suara jingle Sari Roti tentu akan menjadi tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ndr/nrl)&lt;br /&gt;Kamis, 21/07/2011 08:30 WIB&lt;br /&gt;Pembersihan Demokrat&lt;br /&gt;Kisah SBY Murka Diancam Nazar &lt;br /&gt;Deden Gunawan - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat berang. Ia menggebrak meja di depannya dan membentak Muhammad Nazaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, 23 Mei 2011 pagi, Nazar dan sejumlah elit partai dipanggil SBY di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Kala itu Nazar belum jadi tersangka kasus suap Kemenpora terkait proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang. Tapi Nazar saat itu sudah menjadi sorotan publik setelah anak buahnya Mindo Rosalina Manulang ditangkap KPK bersama Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu SBY, Nazar bukannya minta maaf, malah mengancam Ketua Dewan Pembina PD itu. Dengan jumawa, Nazar mengungkap orang penting di PD akan terseret kalau ia sampai diproses hukum. "Jadi Pak kalau nanti saya dijadikan tersangka semua akan kena, Anas kena, Ibas juga kena," kata Nazar kepada SBY seperti diungkap sumber detikcom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ayal pernyataan Nazar pun membuat SBY murka. "Silakan buka saja. Kalau anak saya harus diperiksa biar saja. Saya tidak takut," kata sang sumber menirukan pernyataan SBY yang marah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat kemarahan SBY, sore harinya Nazar pun kabur ke Singapura. Belakangan Nazar mengklaim pergi ke Singapura atas suruhan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Sementara usai SBY murka, malam harinya Dewan Kehormatan PD mengumumkan memecat Nazar dari bendahara umum PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hampir dua bulan SBY murka. Nazar sudah dipecat dari PD. Tapi perkembangan politik semakin tidak terkendali. Nazar yang dipecat melancarkan balas dendam dan tidak bosan menguliti borok elit PD. Dari persembunyiannya, Nazar semakin berani mengobok-obok borok PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini Nazar mempermalukan SBY dan elit PD yang tidak mempercayai pesan BlackBerry yang dikirim ke wartawan. Nazar muncul di TV lewat wawancara via telepon. Pernyataan Nazar hampir mirip dengan BBM yang dikirimnya pada wartawan yang diragukan SBY dan elit PD. Hanya saja Nazar semakin fokus menyerang Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anas otak besarnya (suap Wisma Atlet). Memang dia aktornya," ujar Nazaruddin dalam wawancara lewat telepon dengan Metro TV. Nazar mengaku sebagai bawahan hanya melaksanakan perintah Anas. Sementara keputusan ada di tangan Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tudingan teranyar Nazar dibantah Anas. Mantan anggota KPU ini balik menantang mantan teman dekatnya itu untuk menyerahkan diri ke KPK.Ia pun menyatakan Nazar telah disetir."Saya makin yakin dia digunakan oleh kepentingan politik pihak lain untuk merusak nama saya," kata Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Anas membantah, tapi tidak pelak kemunculan Nazar yang masih menjadi buron interpol di TV itu membuat PD yang akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 23 Juli 2011 mendatang semakin panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan-pernyataan Nazar membuat kubu Anas menjadi bulan-bulanan. Seperti diketahui, PD terbagi dalam tiga friksi sejak kongres di Bandung yakni kubu Anas, kubu Marzuki Alie dan kubu Andi Mallarangeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri PD TB Silalahi mengungkapkan hingga kini friksi di PD belum berhasil disatukan.&lt;br /&gt;Lemahnya gaya kepemimpinan Anas menjadi salah satu penyebab friksi ini semakin terlihat karena Anas tetap eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pergi ke mana-mana, Anas selalu mengajak orang-orang yang saat kongres menjadi tim suksesnya. "Kalau kemana-mana orang yang ikut ya itu-itu saja. Jhonny Allen, Sutan Bhatoegana atau Ruhut. Kalau seperti ini bagaimana orang tidak menduga masih ada kubu-kubuan?" sesal Silalahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsionaris PD yang kini menjabat sebagai Sekertaris SC Rakornas PD Ferry Juliantono membantah tudingan TB Silalahi. Menurut Ferry, langkah Anas saat terpilih menjadi Ketua Umum justru sangat akomodatif terhadap lawan-lawan politiknya saat di kongres. Sebab orang-orang Marzuki dan Andi Mallarangeng diikutsertakan dalam kepenguruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau di partai lain, kubu yang menang akan menyingkirkan kubu lawan hingga ke akar-akarnya. Tapi Anas justru memasukan orang-orang dari kubu lawan ke dalam kepengurusan," jelas Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Nazar tidak bisa dipungkiri membuat friksi di PD semakin mengeras. Suasana di partai berlambang Mercy ini ibarat sedang perang. Masing-masing kubu telah menyiapkan strategi agar tidak tersingkir. Pasalnya wacana bersih-bersih terus digulirkan setelah Nazar dipecat dari DPR dan PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber detikcom menyebutkan, saat ini kubu Anas dalam kondisi tertekan. Dalam setiap pertemuan di PD, kubu Anas menjadi bahan sindiran. Tidak itu saja, mereka pun mulai 'diasingkan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini saja dalam setiap rapat di DPP, Ruhut Sitompul dan Benny K Harman selalu jadi ledekan. Soalnya Benny dan Ruhut sebelumnya mendampingi Nazar dalam jumpa pers sebelum Nazar kabur. Teman-teman di DPP bilang wah dapat banyak nih," jelas sumber detikcom, yang merupakan salah satu pengurus di DPP PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya jadi bahan ledekan, sejumlah pengurus PD saat ini juga mulai menunjukkan sikap kurang suka terhadap orang-orang dekat Anas. Mereka saat ini mulai kasak-kusuk terhadap perilaku orang-orang Anas yang saat ini menjadi pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengurus yang saat ini jadi omongan sejumlah pengurus PD adalah Wakil Ketua Umum PD Jhonny Allen Marbun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber detikcom itu mengatakan, beberapa pengurus PD yang merupakan purnawirawan TNI menampakkan ketidaksenangannya pada Jhonny yang kini menjabat Ketua Steering Commitee (SC) Rakornas PD. Mereka mengeluhkan sikap Jhonny yang dianggap arogan dalam setiap rapat SC yang dilakukan di kantor DPP PD .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bayangkan purnawirawan jenderal bintang 3 saja sudah tidak digubris pendapatnya. Ini bikin kesal sejumlah pengurus yang juga mantan tentara," terang sumber detikcom yang juga menjadi anggota SC Rakornas PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kubu Anas dalam kondisi tertekan, kubu SBY justru berada di atas angin. Kubu Andi dan SBY sedang menunggu Anas akhirnya akan lengser sendiri karena kasus yang ditudingkan Nazar diproses hukum. Sementara kubu Marzuki tengah was-was karena juga disebut-sebut juga memiliki hubungan dengan Nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat Politik dari Indobarometer Muhammad Qodari melihat sudah terjadi saling injak antar sesama elit PD. Para pengurus partai yang harusnya merapatkan barisan justru melakukan aksi saling serang. Akibatnya kerusakan yang dilakukan oleh Nazar semakin menjadi-jadi lantaran ditambah kisruh elit-elit PD sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Qodari, kondisi PD saat ini ibaratnya tengah menuju jurang kehancuran. Saat ini kerusakan bukan hanya pada sisi elektoral melainkan di internal."Dari hulu ke hilir PD sudah mengalami kehancuran,” kata Qodari.&lt;br /&gt;Kamis, 07/07/2011 08:49 WIB&lt;br /&gt;Nazaruddin Diancam Dibunuh(1)&lt;br /&gt;Puluhan Miliar untuk Menghabisi Nazar &lt;br /&gt;Deden Gunawan,Chaidir Anwar Tanjung - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Muhammad Nazaruddin menghilang. Semua keluarganya ternyata juga ikut-ikutan raib. Keselamatan Nazar dan keluarganya terancam. Tersangka suap Kemenpora terkait proyek Wisma Atlet SEA Games itu akan dihabisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazar mengaku diancam akan dibunuh agar tidak lagi membongkar keterlibatan elit Partai Demokrat (PD) dalam kasus suap di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan korupsi terkait PT Anugerah Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya diancam (dibunuh) sama orangnya....(rahasia). Supaya saya tidak bukak data tentang (korupsi) Anugrah dan Menpora," jawab Nazar saat dikonfirmasi detikcom lewat Blackberry Messenger (BBM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menghilang, awalnya ramai disebut-sebut Nazar berada di Singapura. Tapi ternyata Kemenlu Singapura mengatakan mantan Bendum PD itu tidak ada lagi di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazar katanya sudah hengkang begitu ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemenlu Singapura mengaku sudah memberitahu pihak berwenang Indonesia soal raibnya Nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata menghilangnya Nazar juga diikuti oleh semua anggota keluarganya. Anggota Komisi III DPR M Nasir yang merupakan sepupu Nazar tidak pernah kelihatan lagi di DPR. Sepupu Nazar lainnya Rita Zahara, anggota DPRD Riau yang juga menjabat Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Riau dan juga bendahara DPD PD Riau pun tidak lagi kelihatan batang hidungnya di kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Nasir maupun Rita juga sama-sama tidak bisa lagi dihubungi nomor teleponnya. "Sudah 2 hari ini saya mencoba menghubungi Ibu Rita, tapi HP-nya tidak pernah aktif," kata anggota DPRD Riau Tengku Azwir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertua Nazar juga sudah tidak ada lagi di rumahnya. Sudah satu bulan ini ibu mertua Nazar tidak ada di Pekanbaru. Ibu mertua Nazar diketahui tinggal di rumah kontrakan di Jalan Amal, Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. "Sudah satu bulan Ibu Mertuanya ke Batam, ada anak di sana juga," kata seorang perempuan di rumah kontrakan itu yang lantas buru-buru masuk rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Nazar dan keluarganya 'menghilang' tidak sulit untuk dipahami. Nazar yang sudah mendapat ancaman akan dibunuh tentu ketakutan ancaman itu akan benar-benar menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya isu Nazar akan dibunuh sudah beredar sejak Nazar dan istrinya, Neneng Sri Wahyunu diberitakan kabur ke Singapura pada 23 Mei 2011. Kabar yang beredar, nyawa Nazar dihargai hingga puluhan miliar. "Memang ada dana untuk itu. Tapi saya tidak mau sebutkan berapa persisnya," jelas sumber detikcom di PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu ancaman pembunuhan terhadap Nazar pun makin menggelinding, dan bahkan dikait-kaitkan dengan kematian Bendahara Umum PD sebelum Nazar, Zainal Abidin, yang meninggal secara mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainal meninggal akibat serangan jantung pada 8 Juni 2009. Namun muncul sas sus yang meragukan Zaenal meninggal secara wajar. Pasalnya saat itu Zainal sedang dibidik Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dana kampanye untuk PD pada Pemilu 2009. Namun belum juga dimintai klarifikasinya, Zainal meninggal dunia secara mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainal, selain jadi Bedum PD juga aktif sebagai Presiden Direktur PT Shohibul Barokah yang telah menyumbangkan dana untuk kampanye SBY-Boediono sebesar Rp 9,5 miliar. Perusahaan Zainal yang terdiri dari PT Shohibul Barokah menyumbang Rp 5 miliar, PT Anugerah Selat Karimun Rp 2,5 miliar. Sedangkan melalui PT Shohibul Inspeksindo Internasional (Sospek), Zainal menggelontorkan uang sebesar Rp 2 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menduga nasib Nazar nantinya tidak jauh dengan yang dialami Zainal. Soalnya Nazar tahu banyak soal aliran uang di PD, dan kini terus meniupkan terompet tentang aliran dana haram ke sejumlah elit PD. Apalagi sekarang sudah menyentuh petinggi Polri," kata Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa Nahrawardaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Nazar semakin terancam sebab kini seolah menjadi musuh bersama. Beberapa orang di elit PD yang sebelumnya membelanya belakangan justru berbalik menyerangnya. Apalagi sampai sekarang belum ada jaminan dari PD atau pun pemerintah tentang keselamatan Nazar. Malah anggota Komisi III DPR dari PD, Ruhut Sitompul secara tegas mengancam Nazar bisa ditembak mati jika terus memilih menjadi buron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nazaruddin kau harus pulang jangan sampai ditetapkan jadi DPO. Kalau sudah DPO bisa ditembak mati kau kalau ketemu polisi tapi tak mau pulang," ujar Ruhut yang awalnya sangat vokal membela Nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi kondisi sulit ini, hanya ada satu cara yang dipilih Nazar, yakni menghilang. Sebab kalau dia kembali nasibnya bakal terancam. "Kalau dia (Nazar) balik ke Indonesia, siapa yang menjamin kalau Nazar tidak akan dibunuh?" tanya Mustofa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membunuh Nazar bukan sesuatu yang sulit, sekalipun sedang berada di luar negeri. Pembunuhan bisa dilakukan oleh pembunuh bayaran. "Munir aja bisa dibunuh saat berada di luar negeri. Apalagi Nazaruddin," kata Mustofa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Hifdzil Alim juga yakin Nazar menghilang karena takut dibunuh. "Dia kan belum berani untuk menguak semuanya di sidang atau di depan penyidik, karena mungkin dia tahu kalau pulang ke sini akan di-Nasrudin-kan, dihabisi," kata Hifdzil kepada detak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin yang dimaksud adalah Nasrudin Zulkarnaen, Direktur Putra Rajawali Banjaran yang tewas dibunuh karena menjadi tumbal dalam pusaran kpentingan hukum dan politik negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja spekulasi soal rencana pembunuhan Nazar dianggap sebagai bualan oleh PD. Sumber yang dekat dengan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum menyatakan tidak mungkin kelompok Anas ataupun PD akan membunuh Nazar karena justru akan merugikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan, Anas dikenal bukan orang yang menyukai kekerasan untuk menyelesaikan persoalan. "Buat apa? Toh semua orang akhirnya akan mati. Nanti malah PD lagi yang kena," kata sumber itu menirukan pernyataan Anas. Sementara Anas yang diminta konfirmasi belum memberi tanggapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ketua DPP PD Kastorius Sinaga pun membantah elit partainya ingin membunuh Nazar. Menurutnya, sangat tidak mungkin Nazar dibunuh. Kalau pun Nazar mengaku diancam akan dibunuh itu hanya bualan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nazar itu kan sering berbohong. Saya tidak percaya kalau ada upaya itu (pembunuhan) seperti yang dia bilang," jelas Kastorius kepada detikcom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ddg/iy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-6312546976117107888?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/6312546976117107888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/na1b-bendum-sebuah-partai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6312546976117107888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6312546976117107888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/na1b-bendum-sebuah-partai.html' title='na$1b bendum sebuah partai'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-7080800102810843561</id><published>2011-07-06T11:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T11:08:13.325-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan lengah, waspadai teologi radikalis dan kekera$an (145)</title><content type='html'>Terrorists look to implant bombs in humans&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    From: AP&lt;br /&gt;    July 07, 2011 1:11AM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE US government has warned airlines that some terrorists are considering surgically implanting explosives into humans to carry out attacks, The Associated Press has learned.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is no intelligence pointing to a specific plot, but the US shared its concerns last week with executives at domestic and international carriers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People travelling to the US from overseas may experience additional screening at airports because of the threat, according to the Transportation Security Administration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"These measures are designed to be unpredictable, so passengers should not expect to see the same activity at every international airport," TSA spokesman Nick Kimball said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Measures may include interaction with passengers, in addition to the use of other screening methods such as pat-downs and the use of enhanced tools and technologies."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Placing explosives and explosive components inside humans to hide bombs and evade security measures is not a new idea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But there is new intelligence pointing to a fresh interest in using this tactic, a US security official told the AP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The official spoke on condition of anonymity to discuss sensitive security information.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the US government receives information suggesting terror tactics that could threaten commercial aviation, the TSA alerts companies domestically and abroad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last December, the US received intelligence that al-Qaeda's Yemen branch was considering hiding explosives inside insulated beverage containers to carry them on planes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That warning was shared with domestic and foreign airlines so that security could be on the lookout, even though there was no specific plot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airport security has increased markedly since the September 11, 2001, terror attacks. But terrorists remain interested in attacking aviation and continue to adapt to the new security measures by trying to develop ways to circumvent them.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-7080800102810843561?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/7080800102810843561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/jangan-lengah-waspadai-teologi_06.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7080800102810843561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/7080800102810843561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/jangan-lengah-waspadai-teologi_06.html' title='jangan lengah, waspadai teologi radikalis dan kekera$an (145)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1549796775046279178</id><published>2011-07-05T19:31:00.000-07:00</published><updated>2011-07-05T19:31:37.669-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan LENGAH, waspadai TEOLOGI radikalis dan KEKERASAN (142)</title><content type='html'>SYDNEY, July 6, 2011 (AFP) &lt;br /&gt; Indonesia fears the trial of an alleged mastermind of the Bali bombings would increase terrorist risks and suggested it was not keen on prosecuting Umar Patek, a report said Wednesday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patek, one of the most wanted Islamic extremists in Southeast Asia, was arrested in March in Abbottabad in Pakistan -- the same town where Al-Qaeda leader Osama bin Laden was killed just weeks later.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In an interview with the Sydney Morning Herald, the head of Indonesia's anti-terrorism agency Ansyaad Mbai said Patek would become a new figurehead for violent jihadis if returned to the country of his birth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umar Patek was chased by many countries. There was a (million dollar) prize on his head but now that he's arrested it's as if Indonesia must face the problem alone," Ansyaad told the newspaper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"This man is very dangerous. His presence here would increase the terror threat, not only to Indonesia but to several countries with a presence here.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He'll be like fresh air for remnants of the terrorism network. (The terrorists) are dangerous, they still exist and they've been waiting for a figurehead such as Umar Patek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Born in 1970, Patek was the alleged field coordinator for the massive explosions that flattened night clubs on the holiday island of Bali in 2002, killing more than 200 people, almost 90 of them Australians.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It placed mainly Muslim Indonesia on the front lines of the global battle against Islamic militancy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A suspected member of the Al-Qaeda-linked Southeast Asian terror network Jemaah Islamiyah (JI), he was also blamed for a series of deadly bombings targeting Christians and Westerners in Indonesia dating back to 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ansyaad told the Herald Indonesia would face difficulties bringing him to justice, saying that the bombings occurred before Indonesia enacted its counter-terrorism laws.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia has previously said it would be "in the closest liaison" with Pakistan and Indonesia over "what happens next in this particular case".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But Foreign Minister Kevin Rudd, who is due to visit Jakarta this week, suggested that Patek was Indonesia's responsibility.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Given Patek is an Indonesian citizen and that some of the most serious crimes he is believed to have committed took place in Indonesia, the Australian government considers any action should in the first instance be taken by Indonesian authorities," his spokeswoman said.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1549796775046279178?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1549796775046279178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/jangan-lengah-waspadai-teologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1549796775046279178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1549796775046279178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/jangan-lengah-waspadai-teologi.html' title='jangan LENGAH, waspadai TEOLOGI radikalis dan KEKERASAN (142)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-2180808178637795954</id><published>2011-07-05T17:26:00.001-07:00</published><updated>2011-07-25T00:33:44.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>sens0r media ala ANA$</title><content type='html'>Senin, 25/07/2011 11:27 WIB&lt;br /&gt;Pembersihan Demokrat&lt;br /&gt;Datang dari Swiss, Menghilang di Cikeas &lt;br /&gt;Deden Gunawan - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Swiss, pertengahan Juni 2011. Presiden SBY sedang melakukan kunjungan untuk acara ILO. Di sela-sela acara itu, tiba-tiba saja ia memanggil seseorang 'istimewa' jauh-jauh dari Jawa Timur untuk datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang istimewa itu adalah Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Sukarwo. Ia datang untuk diajak diskusi tentang PD yang saat itu tengah gonjang-ganjing akibat ulah mantan bendahara umumnya, M Nazaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut dalam diskusi itu Menko Polhukam Djoko Suyanto dan sejumlah elit PD.&lt;br /&gt;Saat itu SBY minta Sukarwo ikut memikirkan masalah PD. Mantan aktivis GMNI itu juga diminta membersihkan jaringan HMI di PD wilayah Jatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu tercetus rencana Kongres Luar Biasa (KLB). Sukarwo dan Djoko Suyanto diplot untuk menggantikan Anas Urbaningrum. Tapi sebulan kemudian setelah pulang ke tanah air, rencana itu kemudian berubah total. Saat SBY akhirnya jumpa pers di Cikeas pada 11 Juli 2011, ia menegaskan tidak akan ada KLB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SBY akhirnya memilih jalan menjebloskan Anas lewat hukum. Sebab kalau lewat KLB , Ibas bakal ikut keseret, selain itu Anas nanti terkesan dizalimi,” kata sang sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko Suyanto hingga kini belum bisa dimintai konfirmasi soal kabar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan 2001. Peristiwa bersejarah bagi PD bermula dari lantai 6 Gedung Bank Artha Graha. Tepatnya di ruang kerja mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara era orde baru, T.B. Silalahi. Di sinilah SBY untuk pertama kalinya mengungkapkan keinginan untuk menjadi presiden Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan 2001, SBY masih menjabat Menko Polhukam era Presiden Megawati. Dia menemui TB Silalahi didampingi Sudi Silalahi, yang waktu itu masih menjabat Sekretaris Menko Polhukam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada TB Silalahi, SBY minta pendapat apakah dirinya layak menjadi presiden. “Apakah saya pantas jadi presiden?" kata SBY seperti ditirukan sumber detikcom.TB Silalahi pun kemudian menjawab, sangat pantas. Mendengar jawaban itu, SBY kemudian meminta bantuan kepada TB Silalhi untuk membantunya.&lt;br /&gt;"Abang saya anggap sebagai mentor saya. Jadi tolong bantu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, pertemuan SBY dan TB Silalahi semakin intens. Untuk memenuhi komitmennya membantu SBY, TB Silalahi kemudian menyusun pembentukan parpol yang kemudian diberi nama Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TB Silalahi membenarkan ia yang menggodok pembentukan PD. "Pembentukan partai (PD) hanya untuk syarat saja. Supaya bisa mengantarkan SBY jadi presiden," terangnya kepada detikcom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya sekadar syarat, pengurus partai dipilih secara langsung. Para pendiri partai tidak terlalu memusingkan siapa yang menjabat sebagai ketum atau pengurus. Sebab tujuan mereka hanya satu yakni mengantarkan SBY menjadi presiden. Sementara untuk urusan partai dikelola sambil lalu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi para pendiri ini tidak menyangka jika PD ternyata melesat dengan cepat. Pada Pemilu 2004, PD meraih suara sebanyak 7,45% (8.455.225) dari total suara dan mendapatkan kursi sebanyak 57 di DPR.&lt;br /&gt;Dengan begitu PD meraih peringkat ke 5 Pemilu Legislatif 2004. Raihan ini tentu saja merupakan sebuah prestasi bagi PD sebagai partai baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, pengurus partai menganggap raihan suara PD hanya pengaruh peningkatan popularitas SBY. Itu sebabnya semua kegiatan atau keputusan PD semua bermuara kepada SBY. Apalagi ketua umumnya Hadi Utomo, yang terpilih pada Kongres I PD merupakan adik ipar SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan elite PD mulai berubah setelah partai ini menjadi pemenang pemilu dengan mendapat suara dukungan 21.703.137 atau 20,4% pada Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eforia pun langsung terjadi di internal PD. Dengan kemenangan itu, kader PD merasa melonjaknya suara PD bukan hanya imbas popularitas SBY, melainkan hasil kerja mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang menjelang Pemilu 2009 terjadi peningkatan jumlah kader maupun simpatisan. Tapi perekrutan yang dilakukan tidak selektif. Para pengurus hanya mencari kuantitas saja. Bukan kualitas," ujar Silalahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring banyaknya kader-kader baru di PD, sikap partai pelan-pelan berubah terhadap SBY. Pada awal berdirinya PD merupakan kumpulan para pendukung SBY alias fans club SBY. Belakangan sejumlah kader PD menginginkan perubahan paradigma itu dengan menjadikan PD sebagai partai modern yang tidak mengkultuskan figur SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk perubahan sikap sejumlah elit partai mulai terlihat saat Kongres II PD di Bandung, Agustus 2010. Saat itu, SBY dan orang-orag dekatnya menginginkan Andi Mallarangeng menjadi Ketua Umum PD mengantikan Hadi Utomo. Pertimbangannya, pada 2014 Andi bakal diusung sebagai cawapres mendampingi Ani Yudhoyono sebagai capres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rencana yang disusun orang-orang dekat SBY ini kandas. Sebab Anas ternyata sudah melakukan gerilya ke sejumlah DPD untuk mencari dukungan. Anas juga tidak mau menyerah ketika SBY memintanya untuk tidak maju sebagai calon ketum. Akhirnya Anas pun terpilih jadi Ketum PD. Kemenangan Anas ini merupakan kemenangan pertama kubu Anas terhadap SBY dan para pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, kubu SBY kembali menelan pil pahit ketika rencana mengusung Ani Yudhoyono sebagai capres 2014 mendapat penolakan dari kubu Anas. Padahal survei internal sudah dilakukan untuk mengukur elektabilitas Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rencana itu buyar setelah Ruhut membocorkannya ke publik. Hingga akhirnya SBY menyatakan keluarganya tidak akan maju di Pilpres 2014," jelas sumber detikcom di internal PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan atara kubu SBY dan Anas bukan hanya terjadi dalam penentuan sikap politik di tingkat nasional. Di tingkat daerah, dalam Pemilukada perseteruan juga terjadi dalam menetapkan calon yang didukung PD, misalnya dalam Pemilukada di Sulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja, pasca Anas jadi ketum, para pendiri PD merasa tersingkirkan. Mereka tidak punya lagi hak suara di dalam partai. Tapi belakangan peta kekuatan itu mulai berubah. Kubu Anas saat ini mulai blingsatan pasca kasus korupsi yang dilakukan mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin. Apalagi Nazar semakin gencar melakukan serangan terhadap Anas, yang merupakan teman dekatnya di PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kabar perseteruan SBY dan Anas dibantah sejumlah elit PD. Mereka menyatakan hubungan Anas dan SBY baik-baik saja. Meski awalnya tidak mendukung Anas, kini SBY sudah menerima kepemimpinan Anas.“SBY dan Bu Ani itu suka loh sama Anas,” kata sumber detikcom&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Ketua DPP PD Kastorius Sinaga menduga ada pihak-pihak tertentu yang ingin menghancurkan PD dan SBY. Namun Kastorius tidak mau menjelaskan pihak yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya munculnya isu konflik antara SBY dan Anas memang tidak bisa dielakkan. Hal ini lantaran elite PD tidak menaati aturan main partai. Semua berbicara sendiri-sendiri sehingga memunculkan ada perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini semua karena ada beberapa elite yang tidak bisa kontrol diri. Mereka asyik berseteru dengan teman partainya sendiri. Wajar kalau orang luar melihatnya ada perpecahan,” kata pengamat politik dari Uvolution Indonesia Andi Syafrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ddg/nrl)&lt;br /&gt;Anas Benarkan Istrinya Pernah di PT Dutasari  &lt;br /&gt;Jum'at, 15 Juli 2011 | 07:25 WIB&lt;br /&gt;Besar Kecil Normal&lt;br /&gt;foto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas Urbaningrum bersama istrinya Athiyyah Laila. TEMPO/Kink Kusuma Rein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita terkait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Istri Anas Kebagian Proyek BUMN&lt;br /&gt;LP Cipinang Dipasangi Jammer&lt;br /&gt;Pengejaran Nazaruddin Harus Jelas Sampai Kapan&lt;br /&gt;KPK Belum Cukup Bukti Jadikan Alex Noerdin Tersangka&lt;br /&gt;Dikabarkan Terima Fee, Gubernur Alex Noerdin Kumpulkan Pembantunya  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan bahwa Athiyyah Laila pernah aktif di PT Dutasari Citralaras. Namun, istrinya itu kini tidak lagi mengurusi perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah mundur sebelum saya menjadi anggota DPR pada 2009," kata Anas melalui pesan pendek kepada Tempo tadi malam. Ia tak mau menjawab lebih lanjut ketika ditanya bentuk kerja sama antara PT Dutasari dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. "Tolong tanya kepada orang yang tepat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Athiyyah mengaku tak pernah mendengar nama PT Dutasari. "Saya baru mendengar dari Anda," ujarnya kepada Tempo di rumahnya di Duren Sawit, Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Dutasari memiliki tagihan puluhan miliar rupiah ke perusahaan di bawah naungan badan usaha milik negara itu. Berdasarkan laporan keuangan PT Adhi Karya, pada 2008 membukukan utang kepada PT Dutasari sebesar Rp 64,49 miliar. Tahun berikutnya Rp 20,13 miliar dan pada 2010 sebesar Rp 3,9 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dokumen Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang dimiliki Tempo, nama Athiyyah tertera sebagai Komisaris PT Dutasari dengan menguasai 1.650 lembar saham pada 30 Januari 2008. Dalam perubahan akta terakhir, 10 Maret 2008, nama Athiyyah masih tercantum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machfud Suroso, yang tercatat sebagai pemegang saham mayoritas (2.200 lembar saham) PT Dutasari, mengatakan juga sudah tak bergabung dengan perusahaan itu. "Waktu itu mau bikin hotel di Jakarta, tapi enggak jadi," katanya ketika dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kenal dengan Anas karena pernah menjadi adik kelasnya ketika sekolah. Machfud tak menjelaskan sekolah di mana. Adapun dengan Athiyyah, ia tidak begitu kenal. Menurut dia, PT Dutasari ditinggalkan pada 2009 ketika Anas baru terpilih menjadi anggota DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machfud lantas mendirikan perusahaan baru bernama PT Selaras Bangun Abadi. Perusahaannya ini berkantor di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. PT Selaras bergerak di bidang perumahan. "Saya tak main proyek," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, perusahaan yang pertama kali didirikan adalah PT Dian Kartika Jaya. Pada 1993, PT Dian menggarap proyek dari PT Adhi Karya. "Ngerjain pembangunan Gedung Puspiptek Tangerang," katanya. Sejak proyek itu selesai, PT Dian tak pernah lagi bekerja sama dengan PT Adhi Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Tempo mendatangi kantor PT Dutasari di B-06 Plaza 3 Pondok Indah, Jalan T. B. Simatupang, Jakarta Selatan, kondisinya sepi dan tak terawat dibanding ruangan kantor perusahaan lain di kanan-kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas resepsionis mengakui Machfud sebagai direktur utama, tapi sedang di luar kantor. Tak sampai semenit kemudian, seorang pria berpakaian safari biru tua yang mengaku bernama Roy mengatakan atasannya bukan Machfud, melainkan Andi Hermansyah. Perusahaan itu bergerak di bidang perkapalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIANING SARI | ISMA SAVITRI | JOBPIE S&lt;br /&gt;Perusahaan Istri Anas Kebagian Proyek BUMN  &lt;br /&gt;Jum'at, 15 Juli 2011 | 07:20 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta - Di tengah ribut-ribut soal mafia proyek, ternyata Athiyyah Laila, istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, memiliki bisnis. Ia menjadi komisaris dan pemegang saham PT Dutasari Citralaras yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelusuran Tempo, perusahaan tersebut terlibat dalam kegiatan bisnis dengan PT Adhi Karya. Ini terlihat dalam laporan keuangan Adhi Karya pada 2009 dan 2010. Perusahaan milik negara ini memiliki utang usaha kepada PT Dutasari sebesar Rp 64,49 miliar pada 2008. Setahun kemudian, nilai utangnya menjadi Rp 20,13 miliar. Adapun pada 2010, turun menjadi Rp 3,9 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Kurnadi Gularso mengaku tidak mengetahui kerja sama perusahaannya dengan PT Dutasari. Sementara itu, Bambang Triwibowo, yang memimpin Adhi Karya dari 2008 hingga Juni 2011, tak menjawab ketika dihubungi tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Athiyyah Laila dan Anas Urbaningrum berbeda saat dimintai konfirmasi oleh Tempo secara terpisah. "Saya baru dengar (PT Dutasari)," kata dia di rumahnya di Duren Sawit, Jakarta. "Saya tak akan ngomong, itu fitnah," tegasnya. Tapi, Anas mengakui bahwa istrinya pernah menjadi komisaris perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar hukum tata negara Universitas Andalas, Saldi Isra, mengatakan tak ada larangan bagi keluarga politikus untuk berbisnis. "Asalkan tak memanfaatkan posisi strategis anggota keluarganya itu," ujar Saldi. Dia berharap apabila Athiyyah Laila berbisnis, tak memanfaatkan posisi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIANING S | HERU T | EVANA D | FEBRIYANA F | JOBPIE S&lt;br /&gt;Anas Minta Hentikan Pemberitaan Negatif&lt;br /&gt;Sandro Gatra | Nasru Alam Aziz | Selasa, 5 Juli 2011 | 16:30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta kepada media massa agar menghentikan pemberitaan negatif tentang dirinya yang berasal dari BlackBerry Messenger (BBM) mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami selaku kuasa hukum Anas Urbaningrum mengingatkan kepada siapa pun untuk menghentikan perbuatan tersebut jika tidak dapat membuktikan informasi yang berasal dari BBM M Nazaruddin," kata Patra M Zen, pengacara Anas, saat melaporkan Nazaruddin ke polisi di Mabes Polri, Selasa (5/7/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patra membuat laporan bersama pengacara lain, yakni Denny Kailimang dan Hinca IP Panjaitan, serta kader Partai Demokrat, Benny K Harman dan Ruhut Sitompul. Laporan itu diterima dengan nomor LP 412.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benny mengatakan, Anas mengambil langkah hukum agar polisi mengusut apakah benar pesan itu dikirim oleh Nazaruddin. Jika pesan itu bukan dikirim oleh Nazaruddin, kata Benny, maka media yang memberitakan harus bertanggung jawab atas fitnah dan pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Benny, hal tersebut diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP dan Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jika terbukti, maka ada ancaman penjara 6 tahun atau denda Rp 1 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau betul dia (Nazaruddin) yang memproduksi berita itu, maka dia harus bertanggung jawab. Namun jika tidak, berarti kalian menyebarkan berita apa (bohong) itu, ada deliknya," kata Benny kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya mengapa Anas yakin pernyataan itu tidak benar padahal belum diusut oleh KPK, Benny menjawab, "Makanya dia (Nazaruddin) datang dong ke sini untuk memberikan keterangan. Dia harus bertanggung jawab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazaruddin menyebut Anas menerima suap senilai Rp 2 miliar dari pimpinan Badan Anggaran DPR, Mirwan Amir, terkait suap wisma atlet SEA Games. Selain itu, Anas juga disebut mengambil jatah uang Rp 7 miliar untuk media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrat Ancam Media Penyebar BBM Nazaruddin&lt;br /&gt;Rabu, 06 Juli 2011 | 04:27 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Departemen Penegakan Hukum Partai Demokrat Benny Kabur Harman mengancam media yang menyebarkan tudingan yang dikirimkan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin melalui BlackBerry Messenger. "Pers bisa kena delik pasal penyebaran fitnah," ujarnya kepada wartawan di gedung DPR kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benny meragukan isi BBM yang menyudutkan sejumlah politikus Partai Demokrat itu berasal dari Nazaruddin. Informasi BBM itu, kata Benny, bisa saja berasal dari orang lain yang mengaku sebagai Nazaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, kalau bukan Nazaruddin yang mengirim, medialah yang harus bertanggung jawab karena menyebarluaskan berita yang salah," kata Benny, yang juga Ketua Tim Pencari Fakta Partai Demokrat dan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuasa hukum Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Patra M. Zen, juga mengingatkan media agar tidak lagi memuat berita yang berasal dari pesan tersebut. "Kami mengingatkan kepada siapa pun untuk menghentikan dan membuktikan informasi dari BBM Nazaruddin," kata Patra setelah melaporkan Nazaruddin menyangkut pencemaran nama baik ke Markas Besar Polri kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazaruddin menebarkan tudingan kepada rekannya di Komisi X DPR, Angelina Sondakh; Wakil Ketua Badan Anggaran Mirwan Amir; Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng; serta Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games XXVI, Jakabaring, Palembang. Seluruh tudingan ini dikirimkan Nazaruddin melalui pesan BlackBerry Messenger kepada beberapa media, termasuk Tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen Nezar Patria menilai tidak seharusnya Benny mengeluarkan pernyataan yang menyerang kebebasan pers. "Seharusnya Benny berfokus bagaimana caranya menyelesaikan kasus ini dan memulangkan Nazaruddin ketimbang menyerang media," kata Nezar kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, media sudah melakukan perimbangan berita atau cover both side karena melakukan konfirmasi kepada nama-nama yang disebut Nazaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Agus Sudibyo meminta Benny memahami isi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia mengatakan, apabila Benny atau pihak lain keberatan dengan isi pemberitaan sebuah media, sebaiknya mengirim hak jawab ke media tersebut. Benny juga bisa mengadukan masalah tersebut melalui Dewan Pers. "Sebut medianya mana, tanggal serta isi aduannya, nanti kami selesaikan," kata Agus kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FEBRIYAN | RIKY FERDIANTO | TRI SUHARMAN | RAJU FEBRIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazaruddin, Bukan Demokrat Pertama yang Buron&lt;br /&gt;Pertama kali yang masuk DPO adalah As'ad Syam, anggota DPR periode 2009-2014.&lt;br /&gt;Rabu, 6 Juli 2011, 06:18 WIB&lt;br /&gt;Arfi Bambani Amri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat, mulai Selasa 5 Juli 2011 muncul di situs Interpol sebagai buron internasional. Namun, soal masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), Nazaruddin rupanya bukan anggota DPR periode 2009-2014 yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali yang masuk DPO adalah As'ad Syam, anggota DPR periode 2009-2014 yang juga dari Demokrat. Menariknya, As'ad yang terpilih dari daerah pemilihan Jambi ini resmi diberhentikan DPR pada hari yang bersamaan dengan foto Nazaruddin terpampang di situs Interpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As'ad masuk dalam DPO sejak 12 Juli 2010 karena keberadaanya tidak diketahui oleh Kejaksaan Tinggi Jambi yang hendak menjalankan vonis Mahkamah Agung. MA memvonis mantan Bupati Muaro Jambi itu empat tahun penjara dalam korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Sungai Bahar sebesar Rp4,5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubu As'ad sendiri, seperti disampaikan Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat, Denny Kailimang, bukan hendak buron seperti ditetapkan kejaksaan. As'ad memasalahkan vonis Mahkamah Agung itu, baik secara formil mau pun secara administratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, dia di tingkat Pengadilan Negeri divonis bebas, lalu jaksa melakukan permohonan kasasi," kata Denny Kailimang. "Ini persoalan, karena jaksa seharusnya tak bisa kasasi atas vonis bebas," ujar Denny yang juga berprofesi pengacara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kedua, As'ad menilai ada kesalahan pengetikan. Nomor perkara yang diputuskan pengadilan negeri berbeda dengan nomor perkara yang diputuskan dalam kasasi Mahkamah Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan As'ad pun menghilang dari publik sejak 12 Juli 2010 itu. Sampai kemudian, Rabu 4 Agustus 2010, malam, Kejaksaan mencokoknya di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, As'ad diterbangkan ke Jambi untuk dieksekusi penjara di Lembaga Pemasyarakatan Muaro Bungo. Dan Selasa kemarin, As'ad pun diberhentikan sebagai anggota DPR. (umi)&lt;br /&gt;• VIVAnews&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-2180808178637795954?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/2180808178637795954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/sens0r-media-ala-ana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/2180808178637795954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/2180808178637795954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/sens0r-media-ala-ana.html' title='sens0r media ala ANA$'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-4085476042477499545</id><published>2011-07-05T17:20:00.001-07:00</published><updated>2011-07-05T17:22:21.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan lengah, WASPADAI radikalisasi dan kekerasan (141)</title><content type='html'>Densus Temukan Dokumen "Seni Merekrut Al Qaeda"&lt;br /&gt;Marieska Harya Virdhani - Okezone&lt;br /&gt;Rabu, 6 Juli 2011 04:06 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEPOK - Tim Densus 88 Mabes Polri menemukan sejumlah dokumen dari rumah kontrakan terduga teroris Nico Salman, di Bojong Pondok Terong, Cipayung, Citayam Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen terebut berupa satu bundel arsip bertuliskan “Seni Merekrut Al Qaeda” dari kamar rumah Nico. Dalam arsip dituliskan kalimat perekrutan bagi generasi baru untuk mengembangkan sayap di Afganistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, densus juga mengamankan majalah-majalah bertema intelejen dan terorisme. Ketua RW 08, Hajroni mengaku tak percaya ada warganya yang sedang merekrut kader dan masuk dalam jaringan Islam aliran keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini sudah betul-betul mengerikan, di lingkungan kami ternyata ada yang seperti ini. Karena memang di sini banyak kontrakan, karena itu setiap RT harus aktif mendata setiap warganya, termasuk KTP,” ujarnya di lokasi, Selasa (05/07/11) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajroni menuturkan, selama ini Nico dikenal memiliki hubungan baik dengan lingkungan. Meski aktif sebagai jamaah masjid, namun Nico tak pernah menjadi penceramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasa saja, layaknya warga biasa bergaul, tidak kelihatan kalau kegiatannya mencurigakan,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggerebekan rumah Nico Salman merupakan pengembangan dari penangkapan tersangka teroris bernama Ustad Abu di Bojonggede, Kabupaten Bogor, kemarin. Dari rumah Abu, tim Densus juga menyita sejumlah dokumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ded)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-4085476042477499545?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/4085476042477499545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/jangan-lengah-waspadai-radikalisasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4085476042477499545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/4085476042477499545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/07/jangan-lengah-waspadai-radikalisasi-dan.html' title='jangan lengah, WASPADAI radikalisasi dan kekerasan (141)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-628576055997367999</id><published>2011-06-25T17:36:00.001-07:00</published><updated>2011-06-25T17:36:58.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan lengah (waspadai akar radikalisasi dan kekerasan) (140)</title><content type='html'>Pemerintah Pusat-Aceh Perlu Dialog Bahas Hukuman Cambuk&lt;br /&gt;Bagus Santosa - Okezone&lt;br /&gt;Minggu, 26 Juni 2011 06:03 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Baso sepakat dengan pernyataan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) tentang penerapan hukuman cambuk di Provinsi Aceh termasuk pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Ahmad memaklumi hal tersebut karena Aceh memiliki kekhususan dalam pembuatan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu secara umum memang &lt;b&gt; melanggar ketetapan pasal 16 dari Konvensi Menentang Penyiksaan, Badan HAM PBB&lt;/b&gt;. Tapi hukuman cambuk itu kan adanya dalam perundang-undangan karena di Aceh memiliki kehususan dalam perundang-undangan," kata Ahmad saat berbincang dengan okezone, Minggu (26/6/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Pemerintah harus bisa memberikan pengertian dengan cara &lt;b&gt;persuasif dan berdialog&lt;/b&gt; bahwa hukuman cambuk adalah tindakan termasuk pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada beberapa tahap untuk ini, yaitu pemerintah melakukan pendekatan persuasif dengan cara dialog, kita juga sudah memberikan masukan untuk ini. Juga memberikan pemahaman serta memberikan opsi hukuman lain, misalnya diganti dengan penjara atau lainnya," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diwartakan sebelumnya, LSM Kontras mengecam penerapan hukuman cambuk yang diterapkan di Serambi Mekkah, Aceh. Pasalnya, hukuman yang diterapkan ini masuk kategori penyiksaan dan melanggar ketetapan pasal 16 dari Konvensi Menentang Penyiksaan, Badan HAM PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Litbang Kontras, Papang Hidayat dalam rilisnya Sabtu 25 Juni 2011 mengatakan, dalam pasal 16 dari Konvensi Menentang Penyiksaan Badan HAM PBB, disebutkan bahwa ada suatu jenis pelanggaran HAM menyerupai penyiksaan, meski tidak memenuhi semua unsur. Secara eksplisit, lanjutnya, pasal ini melarang keras praktik penghukuman atau perlakuan kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat. (put)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hri)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-628576055997367999?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/628576055997367999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-waspadai-akar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/628576055997367999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/628576055997367999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-waspadai-akar.html' title='jangan lengah (waspadai akar radikalisasi dan kekerasan) (140)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-6251935799396269352</id><published>2011-06-24T08:47:00.001-07:00</published><updated>2011-06-24T08:47:38.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>JANGAN LENGAH, premanisasi = radikalisasi + kekerasan (135)</title><content type='html'>Rebutan Lahan Parkir, Dua Ormas Betawi Bentrok&lt;br /&gt;Tri Kurniawan - Okezone&lt;br /&gt;Jum'at, 24 Juni 2011 21:58 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Dua kelompok dari organisasi masyarakat Betawi bentrok di Jalan Samanhudi, Sawah Besar, Jakarta Pusat, sekira pukul 20.00. Bentrokan terjadi gara-gara rebutan lahan parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Sawah Besar Kompol JR. Sitinjak mengatakan bentrokan terjadi persisnya didepan area parkiran pasar baru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Diperebutkan itu parkiran Seven Elevent yang baru akan dibangun," ujarnya saat dihubungi okezone, Jumat (24/6/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung bentrokan dua ormas tidak menimbulkan korban. Dari informasi yang diperoleh, bentrokan berawal ketika salah satu ormas merasa lahan parkiran miliknya diambil kelompok lainnya. Tidak terima lahannya direbut, salah satu dari kelompok kemudian melaporkan kepada rekan mereka lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Merasa mendapat perlawanan, kelompok lainnya pun memanggil kawannya hingga keributan tersebut pecah. Petugas patroli gabungan dari Polsek Sawah Besar dan Polres Jakarta Pusat yang mengetahui langsung datang ke lokasi, keributan pun dapat langsung dilerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari terjadinya bentrokan lanjutan, polisi memutuskan untuk memediasi dua tokoh dari kedua kelompok. Sejumlah polisi juga masih berjaga di sekitar tempat kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(abe)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-6251935799396269352?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/6251935799396269352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-premanisasi-radikalisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6251935799396269352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6251935799396269352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-premanisasi-radikalisasi.html' title='JANGAN LENGAH, premanisasi = radikalisasi + kekerasan (135)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1815169725293823304</id><published>2011-06-24T08:42:00.001-07:00</published><updated>2011-06-24T08:42:38.983-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>JANGAN LENGAH, media JUGA PENGAJAR PASIF RADIKALISASI  (132)</title><content type='html'>Media passively supporting terrorism, says former JI member&lt;br /&gt;Dicky Christanto, The Jakarta Post | Thu, 06/23/2011 12:41 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Indonesian media is acting as a passive supporter of terrorism because it fails to censor certain terms used by several terrorist figures, an expert says.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasir Abas, a former member of the Al Qaeda-linked Jamaah Islamiyah (JI) group, said local media often mislead readers by using terminology readers wouldn’t necessarily understand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Using the term 'bride', for example, to refer to a suicide bomber, without bothering to explain to readers that the term is totally wrong and misleading,” Nasir said at a seminar on terrorism on Thursday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The term “bride” is often used by terrorists because they believe that if they die on a suicide mission they will be picked up by angels with whom they will marry and live happily ever after, he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another example was “mujahid”, a word Nasir said had often been used by terrorist convict Abu Bakar Ba’asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Initially, the term mujahid was used to refer to a man who defended Islam, and it did not solely refer to physical war. Thus media have a responsibility to explain the difference,” he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If not explained properly, these two terms could give readers the wrong impression, especially younger readers, he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Youths might start to see these as a tempting truth, and afterwards look for answers in the wrong direction and very soon they might find they have gone too far,” he said.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1815169725293823304?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1815169725293823304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-media-juga-pengajar-pasif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1815169725293823304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1815169725293823304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-media-juga-pengajar-pasif.html' title='JANGAN LENGAH, media JUGA PENGAJAR PASIF RADIKALISASI  (132)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5137194030818615507</id><published>2011-06-22T18:33:00.001-07:00</published><updated>2011-06-22T18:33:17.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>premanisme ITU RADIKALISASI dan KANIBALISASI</title><content type='html'>Kamis, 23/06/2011 08:12 WIB&lt;br /&gt;Jangan Beri Peluang Premanisme Hidup di Jakarta &lt;br /&gt;Lia Harahap - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Maraknya aksi premanisme masih menjadi masalah yang tidak bisa dilepaskan dari ibukota Jakarta. Di usianya yang ke 484, pemerintah bersama kepolisian diminta membenahi sistem keamanan dan ketertiban di Jakarta dan tidak memberi peluang sedikit pun untuk aksi premanisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sistem penegakan hukum dalam hal menciptakan keamanan dan ketertiban tidak berjalan dengan baik. Saatnya pemerintah berkoordinasi dengan semua unsur penegak hukum yang ada di Jakarta, untuk menekan keberadaan kelompok-kelompok tersebut," ujar pengamat kebijakan publik, Andrinof Chaniago, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (23/6/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrinof mengatakan, sebenarnya komunitas preman timbul karena lingkungan sosial masyarakat di Jakarta tidak terbangun dengan baik. Masyarakat Jakarta cenderung bersifat individualistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang akhirnya memunculkan kelompok-kelompok yang tidak bertuan yang dengan leluasa melakukan tindakan kriminal," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, lanjut dia, Jakarta punya sumber daya manusia (SDM) yang cukup untuk menciptakan suasana yang kondusif sebagai ibukota negara. Sayangnya terkadang pemerintah dan unsur penegak hukum yang ada justru lemah menghadapi aksi keberadaan komunitas preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah tidak perlu takut hadapi preman, kalau pemerintah tegas pada kelompok-kelompok yang membuat rusuh itu, saya yakin mereka akan patuh," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lia/rdf)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5137194030818615507?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5137194030818615507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/premanisme-itu-radikalisasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5137194030818615507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5137194030818615507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/premanisme-itu-radikalisasi-dan.html' title='premanisme ITU RADIKALISASI dan KANIBALISASI'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5182556339933052622</id><published>2011-06-20T23:05:00.001-07:00</published><updated>2011-06-20T23:05:22.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>perceraian INI</title><content type='html'>Selasa, 21/06/2011 12:40 WIB&lt;br /&gt;Poligami Picu Perselisihan Aa Gym dan Teh Ninih&lt;br /&gt;Tya Eka Yulianti - detikBandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung - Dua tahun lebih Aa Gym dan Teh Ninih berselisih paham dalam rumah tangga hingga tak memenuhi kewajiban sebagai suami istri. Alasan perselisihan pun mulai dari perbedaan prinsip dalam dakwah, perbedaan prinsip dalam mengurus anak dan juga kekecewaan akibat poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terungkap dalam sidang pembacaan putusan di ruang sidang utama Pengadilan Agama Bandung, Selasa (21/6/2011). Ketua Majelis Hakim Acep Saipuddin membacakan kesimpulan yang diperoleh dari keterangan para saksi dalam sidang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sidang terakhir, Sekretaris Aa Gym, Zakaria dan adik kandung Teh Ninih, Dudung Abdul Ghani hadir di persidangan untuk memberikan keterangan terkait kondisi rumah tangga Aa Gym dan Teh Ninih. Namun saat itu keduanya tidak mau berkomentar banyak saat ditemui usai sidang, apalagi sidang pada waktu itu berlangsung tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zakaria yang juga santri Aa Gym pada pokoknya menerangkan bahwa ia mengetahui keadaaan rumah tangga Aa Gym dan Teh Ninih sudah tidak harmonis. Itu terlihat dari jarangnya mereka tampil bersama," ujar Acep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Acep menyebut, bahwa Zakaria pernah melihat Aa Gym dan Teh Ninih berselisih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyebabnya karena ada perbedaan prinsip dalam berdakwah dan perbedaan dalam mendidik anak serta ada ketidaksinkronan antara berdakwah yang dilakukan termohon (Teh Ninih - red) dengan aplikasi sehari-hari," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari keterangan Dudung Abdul Ghani terungkap bahwa Teh Ninih kecewa setelah Aa Gym memutuskan menikah kembali alias poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adik kandung Teh Ninih menerangkan bahwa rumah tangga Aa Gym dan Teh Ninih tidak harmonis. Saksi mengetahui hal itu dari keluhan keduanya. Sebabnya karena adanya perbedaan prinsip dalam mendidik anak. Serta adanya kekecewaan dari termohon setelah pemohon melakukan poligami," tutur Acep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pertimbangkan yang ada, majelis hakim menilai bahwa kondisi rumah tangga Aa Gym dan Teh Ninih benar sudah pecah pecah dan tidak ada harapan untuk dirukunkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis hakim pun mengabulkan permohonan cerai talak yang diajukan oleh Aa Gym. Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga ikrar talak dibacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tya/afz)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5182556339933052622?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5182556339933052622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/perceraian-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5182556339933052622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5182556339933052622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/perceraian-ini.html' title='perceraian INI'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-9089792859202758204</id><published>2011-06-16T15:58:00.001-07:00</published><updated>2011-06-17T04:32:25.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan LENGAH, radikalisme dan kekerasan ITU SUKA BALAS DENDAM (130)</title><content type='html'>Tukang Becak Itu Sudah Rakit 2 Bom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Laela Zahra&lt;br /&gt;Nasional - Jumat, 17 Juni 2011 | 15:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM, Jakarta - Tersangka teroris jaringan Dulmatin, Sudirman alias Dirman alias Yasir, yang ditangkap di Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (16/6/2011) pagi, diketahui telah merakit dua rangkaian bom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ditemukan dua buah rangkaian bom yang belum jadi, cuma masih berbentuk komponen," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal I Ketut Untung Yoga Ana, di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (17/6/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi penggeledahan yang dilakukan di sebuah toko sport, di Jl. Gajah Mada No 90, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (16/6/2011) malam. Tempat tersebut merupakan tempat tersangka teroris yang ditangkap di Pekalongan sebelumnya, Sugeng Setiaji. "Ada beberapa saklar bertombol, dan catatan cara merangkai bom," kata Yoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah bom tersebut berdaya ledak tinggi? "Karena belum dirangkai, jadi belum tahu," jawab Yoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirman yang berprofesi sebagai tukang becak itu mahir merakit bom dilatih oleh Dulmatin, perakit bom Bali I dan II itu. "Diketahui dia cukup mahir sehingga sudah bisa melatih," kata Yoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ditamukan juga buku harian milik Sugeng alias Tio yang mengisahkan tentang persenjataan. "Buku diktat tentang profil senjata, ada parang, pisau," jelas Yoga. [tjs]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antisipasi Teroris, KAI Awasi Objek Vital Kereta&lt;br /&gt;Jum'at, 17 Juni 2011 05:34 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANYUMAS - Teror terhadap 36 lokasi yang akan diledakkan diseluruh Indonesia terkait putusan Abu Bakar Baasyir, membuat pihak Daop V Kereta Api Purwokerto Jawa Tengah, langsung melakukan pemeriksaan terhadap obyek vital kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian dan Daop V untuk mengantisipasi isu teror SMS tersebut. Sejumlah anggota Polsuska PT Kereta Api Daop V Purwokerto, melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah peralatan vital kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan vital yang diperiksa ini menyangkut seluruh keselamatan penumpang yaitu dari wesel rel, tangki pengisian bahan bakar, terowongan, jembatan hingga stasiun. Satu per satu peralatan vital diperiksa segel dan kunci pengaman. Selain itu, pada wesel pemindah rel juga diperiksa untuk mengantisipasi adanya benda yang mencurigakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Humas Daop V Purwokerto Surono mengatakan, pemeriksaan ini terkait adanya teror ancaman peledakkan yang akan dilakukan di 36 lokasi di Indonesia. “Kami melakukan pemeriksaan ini terkait adanya isu peledakan bom di 36 lokasi di seluruh Indonesia. Jadi ini sifatnya untuk mengantisipasi agar semua berjalan lancar dan tenang,” jelas Surono, Kamis (16/6/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sms ancaman dengan nomor pengirim 082123552496 ini antara lain berbunyi: “Untuk jihad global yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kami telah memasang 36 peledak di seluruh Indonesia yang akan meledak bersamaan dengan ketuk palu hakim yang mengadili Abu Bakar Baasyir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah dilakukan penyisiran dilokasi-lokasi vital wilayah Daop V Purwokerto, pihak kepolisian tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan yang dianggap membahayakan perjalanan kereta api.&lt;br /&gt;(Saladin Ayyubi/Global/ram)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-9089792859202758204?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/9089792859202758204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-radikalisme-dan-kekerasan_16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/9089792859202758204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/9089792859202758204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-radikalisme-dan-kekerasan_16.html' title='jangan LENGAH, radikalisme dan kekerasan ITU SUKA BALAS DENDAM (130)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-8772090683183376493</id><published>2011-06-14T12:21:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T12:21:16.802-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan LENGAH, Indonesia masih subur buat radikalisasi dan kekerasan (125)</title><content type='html'>Anger against Ba’asyir arrest sparked police drive-by shooting: Police&lt;br /&gt;Mariel Grazella, The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 06/14/2011 6:18 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The National Police have concluded that the shooting of police officers in Palu, Central Sulawesi, was motivated by anger over the arrest of firebrand cleric and terror suspect Abu Bakar Ba’asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to National Police spokesman Insp. Gen. Anton Bachrul Alam, the suspects implicated in the offense were “angry towards and wanted revenge against police officers”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The suspects said that one of the reasons for attacking police officers was the arrest of Abu Bakar Ba’asyir,” he said on Tuesday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He added that the suspects considered the police murderers and captures of their colleagues in and around Java.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“[This includes] Dr. Azhari, Nurdin M. Top, utadz Urwah, Dulmatin and their colleagues in Aceh and Poso, such as Icang and others,” he said, adding that these “colleagues” were terror suspects and convicts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton said that the suspects considered the police “infidels and henchmen of the USA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The police have been active participants in eradicating terrorism,” Anton said.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-8772090683183376493?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/8772090683183376493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-indonesia-masih-subur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8772090683183376493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8772090683183376493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-indonesia-masih-subur.html' title='jangan LENGAH, Indonesia masih subur buat radikalisasi dan kekerasan (125)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1309960198618418088</id><published>2011-06-13T00:45:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T00:45:14.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan LENGAH, radikalisme dan kekerasan BUKAN BUDAYA INDONESIA (120)</title><content type='html'>JAKARTA, June 13, 2011 (AFP) &lt;br /&gt; Indonesia has arrested 16 terror suspects who planned to carry out a mass cyanide poisoning against police, the national police spokesman said Monday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We rounded them up in a four-day operation last week. They planned to poison police personnel using cyanide," Boy Rafli Amar told reporters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besides poisoning food at police station canteens, they also planned to inject the poison into mineral water bottles," he said, adding that the suspects revealed the plot during police interrogation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"This is a new model of terror attack."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In recent months police have arrested dozens of suspects, allegedly part of a new militant cell behind a series of recent incidents, including book bombs that were sent to Muslim moderates and counter-terrorism officials.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The cell was linked to an April suicide bomb attack in a prayer room at a police compound in Cirebon in West Java.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Police also foiled a bid to set off a massive bomb near a Christian church on the outskirts of Jakarta at Easter. No one was killed in those incidents.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia has been rocked by a series of attacks staged by regional terror network Jemaah Islamiyah in recent years, including the 2002 Bali bombings which killed 202 people.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1309960198618418088?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1309960198618418088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-radikalisme-dan-kekerasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1309960198618418088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1309960198618418088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-radikalisme-dan-kekerasan.html' title='jangan LENGAH, radikalisme dan kekerasan BUKAN BUDAYA INDONESIA (120)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-8679352111313730489</id><published>2011-06-11T17:42:00.001-07:00</published><updated>2011-06-11T17:47:55.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>JANGAN lengah (tetap waspadai radikalisme dan kekerasan) (111)</title><content type='html'>Terduga Teroris Jarang Bermasyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Nasional - Minggu, 12 Juni 2011 | 04:05 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM, Samarinda - Dua terduga teroris, Juardi dan Faisal yang ditangkap tim Densus 88 di Jalan Mulawarman Desa Loa Duri Kecamatan Loajanan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tidak pernah berinterasi dengan warga sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keduanya jarang berkumpul apalagi mengobrol dengan warga. Mereka hanya tersenyum jika berpapasan dengan warga," ungkap salah seorang warga, Jamilah, Minggu (12/6/2011) dinihari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamilah yang tengah menonton televisi di ruang tengah rumahnya saat penggerebekan berlangsung mengatakan, baru tahu jika salah satu yang ditangkap sejumlah orang berpakaian hitam dengan membawa senjata laras panjang tersebut bernama Faisal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini, kami hanya memanggilnya pa`le dan yang kami tahu dia mengontrak di rumah Juardi. Dia bersama istrinya tinggal di rumah itu sekitar enam bulan dan kami juga tidak tahu dari mana asalnya," kata Jamilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, baik Juardi maupun Faisal kata dia memiliki penampilan yang sama, yakni kerap memakai sarung. "Juardi sudah bertahun-tahun tinggal disini (Jalan Mulawarman) dan telah memiliki dua orang anak. Istri Juardi kami sering panggil bu Asih namun kami tidak tahu nama istri Faisal karena hanya keluar rumah saat akan berbelanja," ungkap Jamilah. Namun, baik Juardi maupun Faisal kata warga dikenal cukup ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka cukup ramah dan sering tersenyum jika bertemu dengan warga. Tapi, keduanya tidak pernah mau berkumpul dengan warga lainnya," kata warga lainnya Yuliati yang rumahnya hanya berjarak satu rumah dari rumah milik Juardi. Sebelum ditangkap, Juardi dan Faisal kata Yuliati baru pulang dari kampung halamannya di Jawa. "Mereka baru pulang tadi pagi dan siangnya langsung ditangkap. Katanya, mereka baru pulang dari Jawa namun kami tidak tahu tepatnya dia berasal dari Jawa mana," katanya.[iaf/ant]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerebek Tukang Daging, Densus 88 Sita Bahan Bom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasional - Minggu, 12 Juni 2011 | 03:06 WIB&lt;br /&gt;INILAH.COM, Kutaikartainegara - Selain menangkap dua orang terduga teroris , polisi juga menyita bahan-bahan pembuat bom dari alat-alat dan perlengkapannya seperti laptop dan sebuah tas plastik berisi kabel dan pipa paralon serta sebuah wajan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi menggerebek seorang tukang giling daging di Jalan Mulawarman Desa Loa Duri Kecamatan Loajanannasional hibun, Kabupaten Kutai Kartanegera, Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melihat orang-orang yang berpakaian serba hitam dan berkacamata yang semuanya membawa senjata laras panjang itu juga menyita sebuah laptop, telepon genggam, plastik berisi &lt;b&gt;kabel dan pipa paralon serta sebuah wajan yang di tengahnya berlubang&lt;/b&gt; dari rumah Juardi," ungkap salah seorang warga, Sujiono yang mengaku menyaksikan penangkapan kedua terduga teroris tersebut, Minggu (12/6/2011) dinihari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Densus 88 mengobrak-abrik TKPD, aaat penangkapan kata Sujiono, tidak terdengar adanya suara tembakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, warga sekitar sangat terkejut melihat kedatangan puluhan orang yang mengenakan rompi anti peluru dan membawa senjata laras panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka menggunakan tiga mobil dan saat turun dari mobil, orang-orang dengan pakaian serba hitam dan menggunakan kacamata gelap itu langsung berpencar dan mengelilingi rumah Juardi. Kami kemudian diminta menjauh sehingga suasana saat itu sangat tegang karena baru kali ini kami melihat langsung Densus 88. Tidak terdengar suara tembakan tapi Faisal terlihat sempat melawan saat akan dinaikkan ke mobil," ungkap Sujiono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga lainnya, Jamilah yang rumahnya persis berada disamping rumah Juardi, mengaku sangat terkejut melihat kedatangan puluhan orang sambil membawa senjata larang panjang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sempat stres karena biasanya saya hanya melihat di televisi dan baru saat ini melihat Densus 88," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang digrebek Densus 88 tersebut kata Jamilah merupakan rumah milik Juardi yang selama ini dikenal sebagai &lt;b&gt;tempat penggilingan daging.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini Juardi berjualan bakso dan rumahnya juga digunakan sebagai tempat penggilingan daging. Kami, hanya tahu, Faisal mengontrak dan juga membantu Juardi menjual pentol," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Faisal kerap keluar rumah saat akan shalat sementara istrinya menggunakan &lt;b&gt;cadar&lt;/b&gt; dan hanya keluar saat berbelanja," kata Jamilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti hubungan antara Juardi dan Faisal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setahu kami, &lt;b&gt;Faisal hanya ngontrak di rumah Juardi&lt;/b&gt; dan kami tidak tahu apakah ada hubungan keluarga diantara mereka. Tapi, keduanya memang memiliki penampilan yang sama dan lebih banyak mengenakan &lt;b&gt;sarung&lt;/b&gt;," ungkap warga lainnya, Sismadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pantauan hingga Minggu dinihari, rumah Juardi yang terletak di Jalan Mulawarman No. 17 RT. 9 RW. 4 Desa Loa Duri Kecamatan Loajanan, terlihat gelap dan pintunya tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian depan rumah berbentuk toko tersebut terdapat papan bertuliskan "Penggilingan Daging Wahyu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, dua terduga teroris itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Loajanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah seorang sumber di kepolisian yang tidak ingin disebutkan jati dirinya, kedua terduga teroris itu akan langsung dibawa ke Jakarta pada Minggu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keduanya menjalani pemeriksaan di ruangan berbeda," kata seorang anggota Polsek Loajanan.[iaf/ant]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-8679352111313730489?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/8679352111313730489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-tetap-waspadai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8679352111313730489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/8679352111313730489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/jangan-lengah-tetap-waspadai.html' title='JANGAN lengah (tetap waspadai radikalisme dan kekerasan) (111)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5178248523361077315</id><published>2011-06-09T17:02:00.001-07:00</published><updated>2011-06-09T17:02:57.586-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>radikal1$4$1 amrik ... 100611</title><content type='html'>WASHINGTON, June 9, 2011 (AFP) &lt;br /&gt; A key US House of Representatives committee next week will hold the second in a controversial series of hearings on Muslim radicalization in the United States, the panel's chairman announced Thursday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;House Homeland Security Committee Chairman Peter King, a Republican whose first session on the issue in March drew angry charges he was carrying out a religiously-based witch hunt, said the new hearing would take place June 15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"At this hearing, we will look specifically at the extent of the dangerous problem of radicalization in US prisons," King said in a statement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We have seen cases in which inmates have been radicalized at the hands of already locked-up terrorists or by extremist imam chaplains.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We will focus on a number of the serious cases in which radicalized current and former inmates have planned and launched attacks or attempted to join overseas Islamic terrorist organizations."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;King has said Muslim leaders and mosque imams are doing too little to stop the radicalization of young Americans and are not cooperating with law enforcement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His critics have charged that the New York Republican's focus on Muslim Americans plays into the hands of extremists who say Washington is wrongly targeting Islam in the wake of the September 11, 2001 terrorist strikes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;King promised the hearing would be a "deliberate and thoughtful examination of an issue that is too important for our security to ignore" and that US and overseas experts on the issue would testify.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A witness list was not immediately available.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5178248523361077315?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5178248523361077315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/radikal141-amrik-100611.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5178248523361077315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5178248523361077315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/06/radikal141-amrik-100611.html' title='radikal1$4$1 amrik ... 100611'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5047408472316578492</id><published>2011-05-28T02:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T02:13:31.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>KEMI$K1N4N akar RADIKALISME n T3R0R1$M3  (1)</title><content type='html'>3 Kali Survei, Pelaku Penembakan Beraksi&lt;br /&gt;Nurul Hidayat | Laksono Hari W | Sabtu, 28 Mei 2011 | 11:34 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Kepolisian Negara RI Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, pelaku penembakan di Palu, Sulawesi Tengah, sudah mempelajari lokasi sasaran sebelum beraksi. Pelaku mendatangi lokasi sebanyak tiga kali untuk memastikan waktu yang tepat guna melancarkan aksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang jelas tindak pidana pembunuhan sudah direncanakan karena mereka sudah menyurvei tempat itu sebanyak tiga kali dan mencari kesempatan yang dirasakan paling tepat pada siang itu," kata Boy saat dijumpai di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (27/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Boy mengatakan, untuk mempersangkakan pelaku dengan tindak pidana terorisme, kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan tindakan terorisme. "Sedang didalami kasus tindak pidana teroris karena perlu ada alat bukti untuk mempersangkakan yang bersangkutan dengan tindakan terorisme," ujar Boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boy mengatakan, kedua pelaku yang tertangkap belum mempunyai catatan kriminal, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah. Kepolisian sudah menelusuri latar belakang keluarga dan sudah diketahui identitas pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk mengetahui latar belakang mereka, kepolisian mencari informasi dari pihak keluarga. Keduanya warga Poso, F berprofesi sebagai buruh dan A non-job atau pengangguran," kata Boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, empat pelaku datang dengan dua sepeda motor sekitar pukul 11.00 wita. Dua orang di antaranya turun dari sepeda motor, lalu menyerang tiga anggota Direktorat Pengamanan Obyek Vital—yang berjaga di pos di dekat kantor Bank BCA Jalan Emy Saelan, Palu—dengan senjata api laras panjang, Rabu (25/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat penyerangan itu, dua polisi, yakni Bripda Gustiar Yudistira dan Bripda Prawira, tewas dengan tiga sampai lima luka tembak. Satu polisi lagi, Bripda Dedi Edwar, terluka di bagian lengan. Dedi dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan penembakan, pelaku tidak merampok Bank BCA. Mereka hanya mengambil senjata api milik anggota itu, lalu melarikan diri. Dalam hitungan jam, kepolisian berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku penembakan terhadap tiga polisi di Jalan Emy Saelan, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (25/5/2011). Dua pelaku lainnya masih diburu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5047408472316578492?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5047408472316578492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/kemik1n4n-akar-radikalisme-n-t3r0r1m3-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5047408472316578492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5047408472316578492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/kemik1n4n-akar-radikalisme-n-t3r0r1m3-1.html' title='KEMI$K1N4N akar RADIKALISME n T3R0R1$M3  (1)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5702233359768033182</id><published>2011-05-22T18:37:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T18:37:44.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>mesin POLITIK parpol DEMI 2014</title><content type='html'>tampaknya, mesin politik parpol semakin GENCAR saling MENAEKKAN citra sendiri&lt;br /&gt;dan MENJATUHKAN citra YANG LAEN&lt;br /&gt;tapi memang sebuah kenyataan bahwa parpol semakin TERDESAK dan semakin TERPOJOK&lt;br /&gt;persoalannya, apakah 2014 saat penyontrengan (atau apa pun prosesnya) mesin politik parpol YANG MENGALAHKAN mesin politik hatinurani pemberi suara (voters) atau SEBALIKNYA? &lt;br /&gt;tampaknya BAKAL AKAN ADA KEJUTAN LUAR BIASA, mirip 2004, 10 tahun sebelumnya&lt;br /&gt;sebuah keniscayaan yang tak terelakkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-5702233359768033182?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/5702233359768033182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/mesin-politik-parpol-demi-2014.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5702233359768033182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/5702233359768033182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/mesin-politik-parpol-demi-2014.html' title='mesin POLITIK parpol DEMI 2014'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-734472326669464397</id><published>2011-05-15T21:14:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T18:00:16.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>RADIKALISME SUDAH KUNO</title><content type='html'>jaman perang dingin, 2 adidaya berhadap-hadapan&lt;br /&gt;radikalisme kiri yaitu komunis&lt;br /&gt;radikalisme kanan yaitu kapitalis&lt;br /&gt;komunis takluk&lt;br /&gt;berarti RADIKALISME pun BISA TAKLUK&lt;br /&gt;tapi radikalisme kanan masih bertahan&lt;br /&gt;lalu muncul lah radikalisme AGAMA&lt;br /&gt;yang sebenarnya SAMA KANANNYA dengan radikalisme kapitalis&lt;br /&gt;perang SUPREMASI KEUNGGULAN RADIKALISME KANAN masih berlangsung&lt;br /&gt;namun AMAT SULIT BAGI RADIKALISME AGAMA karena AGAMA BUKAN PANGLIMA KEHIDUPAN GLOBAL saat ini &lt;br /&gt;keunggulan RADIKALISME KAPITALIS pun SEBENARNYA MULAI LUNTUR&lt;br /&gt;saat 2 radikalisme terakhir ini sedang berkelahi, maka muncul MODERASI KESEJAHTERAAN globalisasi &lt;br /&gt;arus modal mengalir ke negara2 yang SEDANG BERUBAH STATUS MENJADI MAJU&lt;br /&gt;ini sebuah persimpangan jalan bagi KELANGSUNGAN GLOBALISASI&lt;br /&gt;radikalisme sudah sampai ke ujungnya, mari BERUBAH menuju MODERASI KESEJAHTERAAN GLOBAL&lt;br /&gt;SYDNEY, May 19, 2011 (AFP) &lt;br /&gt;Indonesian jails often act as incubators of terrorism and fail to stamp out violent jihadist beliefs, a study said Thursday, warning of a growing threat from "freelance terrorists".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The findings of "Jihadists in Jail", a year-long research project by the Australian Strategic Policy Institute, is based on unprecedented interviews with 33 men convicted on terrorism charges by Indonesian courts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They were spoken to in four prisons in Jakarta, Solo, Surabaya and Semarang and the study included former senior members of the Jemaah Islamiyah terror network and others associated with groups such as KOMPAK and Ring Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The report's author, former Australian government intelligence analyst Dr Carl Ungerer, told national broadcaster ABC a group of hardcore jihadis were preparing to leave Indonesian jails over the next 18 months.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of them said they would bomb Western targets on their release.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Several of the men we interviewed hold this view. One of them said to us directly that if he was released from prison today, he would bomb the US embassy tomorrow," he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over the last decade, around 600 people have been arrested on terrorism charges in Indonesia, the report said. Many have been set free and not re-offended, but others have.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Recidivism remains a genuine concern," said the report, adding that it was questionable whether Jakarta has learned any lessons from holding dangerous extremists.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Not only is the further radicalisation of terrorist convicts in prison an issue, but the potential radicalisation of the inmate population and the prison officers is a problem as well," it said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The report pointed to terror convicts frequently being placed in the same prison block and being allowed to mingle freely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"This has helped expand their personal networks with the militant circle," it said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The men said they had the opportunity to meet individuals whom they wouldn't have otherwise met because of the small cell structures and the high level of secrecy surrounding their activities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"These interactions allowed many of them to better understand their specific roles in the organisation and the broader structure of terrorist organisations."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Cipinang prison in Jakarta, interviewees said convicted terrorists ganged up to form "shadow governments" to run the jails, with their reputations as fearless fighters gaining them respect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"They use the time (in jail) to reflect on their past activities in order to find ways to better perform their jihad duties," it said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A key concern was the use of prison mosques, which it said were places jihadists used to preach their gospel and attract new members.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungerer added that the men questioned said they no longer needed the backing of a large terror organisation like the now defunct Jemaah Islamiyah, which orchestrated the Bali bombing in 2002 that killed more than 200 people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A growing number now call themselves freelance terrorists, willing to try smaller, more random attacks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We're no longer dealing with organisations or organisational hubs, we're dealing with individuals, some call them lone wolves, some call them freelancers," said Ungerer, who has researched Indonesian Islamic terrorism for nearly a decade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It means that the threat is not going away, if anything, it's getting worse," he told ABC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Institute is an independent, non-partisan organisation that was established by Canberra to "inform the public on strategic and defence issues".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Increased radicalism: The failure of moderate Islam&lt;br /&gt;Al Makin, Yogyakarta | Mon, 05/16/2011 9:33 AM | Opinion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is moderate Islam like there is moderate Christianity, Judaism, Hinduism, Buddhism or even Marxism. However, lately we have been confronted mostly with “radical Islam” or worse “terrorism” in the name of Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, an ancient religion born in the Arabian Peninsula during late antiquity and related to an older Semitic religious tradition to which Judaism and Christianity also belong, has recently become a brand name for various bomb and suicide attacks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minority radical Muslims have hijacked Islam to justify their new radical faith. According to those radicals, the current world has deviated from the truth of Islam. Democracy embraced by most nations in the world, including Muslim nations, is seen as incompatible with Islamic dogma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moderate Islam, practiced by moderate Muslims around the world for 1,500 centuries, seems to have become extinct. Islam, like any other religion in the world that teaches spirituality and life after death, appears to challenge the current order of the world and to replace it with that of an “imagined” ancient religious dogmatic society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamic radicalism has become a safe haven for those who are dissatisfied with the fast progress of the current world and those who feel marginalized within harsh global competition. This world is then blamed for its disagreement with old concepts of religious norms. In this regard, radical Muslims always pursue a dream to transform current society to the society in the Medina of the seventh century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radicals imagine that society in Medina then was the most ideal society in human history and guided by prophetic revelation. This can be achieved with all necessary cost and means. As in communism with a Machiavellian touch, violence is often used as a means to achieve a goal. Whereas Islam is old, radical Islam is a new school of thought emerging in a modern global context.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam came to Indonesia in the 13th century, and has become a political power since the 16th century. Indonesian Muslims have practiced Islam for five centuries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, they retained their local identity, tradition and culture. Indonesian Muslim women did not wear veils but traditional clothes that varied from one province to another. Indonesian Muslim men wore songkok (a traditional hat) and sarong, not the long gamis and turbans worn by their Middle Eastern counterparts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesians rarely grew beards, which have now become a sign of piety in certain Islamic circles. Unlike the pants worn by members of the Taliban, their pants are long, reaching their ankles. They eat rice, not khubz (Arab bread). They like sambal, not hummus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the current development, Islam in Indonesia has been used to assault people of other faiths, or other Muslims from different schools of thought. The peaceful Islam in Indonesia seems like an old story. This and the next generation will only listen to the story that Muslims used to be neighbors to Christians, Buddhists, Hindus and other people embracing other faiths. Those who still hold the idea of old inter-religious harmony are strangers in their own community.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the current blatant process of “Talibanization” and “Pakistanization”, Indonesian Islam has turned out to be a new radical religion. Religious attributes, clothes, the increase in the number of mosques, religious expressions in the public domain and various attempts to sell religious sentiments in politics are nothing but indications of the resurgence of Islamic radicalism. There is little room, if any, left for moderation in practicing Islam in this country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The radical voice has dominated the public, whereas moderate Muslims remain silent, failing to speak out and unwilling to preach their moderate faith and practices. They somehow let the radicals speak on behalf of their religion and watch their actions on TV. They seem to condemn extremism but not harshly enough.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since I returned to Indonesia from Germany last year, I attended various conferences on Islam and Indonesia, among them were the “Annual Conference on Islamic Studies” held by the Religious Affairs Ministry in Banjarmasin, South Kalimantan, in November 2010; the “International Yale Indonesia Forum” held by the University of Diponegoro in Semarang in July 2010; the “Resurgence of Religions in Southeast Asia” held by Gadjah Mada University in Yogyakarta in January 2011. Some notable Indonesianists and Islamicists in these conferences came to the conclusion that Islamic radicalism and fundamentalism was on the rise in the archipelago. Indonesian Islam is therefore jeopardized.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our ears have gotten used to hearing bombs, which have indeed already penetrated Indonesian Islam’s dictionary – three bombs disguised in books, a suicide bomb in Cirebon, a bomb attempt found near a gas pipeline close to a Catholic church in Tangerang and perhaps many more to come.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If these bomb threats on behalf of Islam continue uninterrupted, “Islam” and “bomb” will be tied together more tightly. As soon as the word Islam is pronounced, our imagination will be drawn to the idea of a “dangerous explosion”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is so shocking is that few students from the State Islamic University Syarif Hidayatullah in Jakarta – where the ideas of notable liberal Muslim scholars such as Nurcholish Madjid, Harun Nasution, Azyumardi Azra and many others have incubated – were involved in the recent wave of radicalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the other hand, NU (Nahdlatul Ulama) and Muhammadiyah, two major Islamic organizations that should serve as pillars for moderate Islam in Indonesia, have failed to “delegitimize” Islamic radicalism. Worse still, radical ideas have penetrated the two organizations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some leaders and young members of the two organizations demonstrate their radical views publicly. They support the FPI’s (Islam Defenders Front) threatening actions and denounce their own fellows accused of embracing liberal stances.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is uncertain whether the leaders of the two organizations just enjoy the support of radical members for political benefit or if they do not care about the latest developments within their organizations. It is indeed dangerous if these religious leaders prioritize their personal agendas of political pragmatism while neglecting the broader nation’s interest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bear in mind that there is no remedy for Islamic radicalism coming from outside the Muslim community, particularly one’s with alien power, using unfamiliar languages. Any attempt to cure the radical virus from outside Islam will likely be doomed to failure. Power outside Islam is regarded as alien, the enemy of Islam. Bans on the total veil (burqa) in France, for instance, will become a legitimate reason for radical Muslims to denounce the hegemony of the West with which Muslim progressive intellectuals are often associated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeed, NU, Muhammadiyah, madrasah (Islamic schools), pesantren (traditional Islamic boarding schools) and Islamic institutes and universities spread across Indonesia should play a greater role in curbing the quick expansion of radicalism. Particularly the hearts and minds of the young generation should be shielded from any dangerous radical seduction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These Islamic institutions, supported by the government, should shoulder the task. It is better now than too late, before a religious edict of prohibition of becoming a moderate Muslim is issued by the MUI (Indonesian Ulema Council), and another bomb is placed in front of your office’s door.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamic radicalism has become a safe haven for those who are dissatisfied with the fast progress of the current world and those who feel marginalized within harsh global competition&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The writer is a lecturer at Sunan Kalijaga State Islamic University&lt;br /&gt;in Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamic parties in the hands of the ideologues&lt;br /&gt;Khairil Azhar, The Jakarta Post, Jakarta | Fri, 05/13/2011 9:37 AM | Opinion&lt;br /&gt;A | A | A |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Why do you work among the radicals?” a colleague asked me after I told him that since August 2011 I had been working for an Islamic school which is said to be “managed by radical Muslims”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I answered, “What’s wrong with being radical? A liberal is also a radical since he stands on an extreme position of the continuum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And many of the teachers I work with are supporters of a leading Islamic party called “radical” by those who are not members. They know that I graduated from an Islamic state university where many reformists have been born, such as the late Nurcholish Madjid, Musdah Mulia etcetera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To my surprise, I haven’t found any problems. They even can accept the way I express some things, which is more open and straightforward than others usually are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I lead a congregational prayer, they join the religious service without reservations. If I read the Koran loudly, they listen to me and smile. We can hold a debate in which we sharply criticize one another about certain Islamic teachings but we then sit at a round table having lunch and laugh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can without a doubt tell you that they are kind, warm and highly respectful people with knowledge and skills (ahl al-‘ilm). They are well-educated and can be categorized as a part of the Indonesian middle class.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most of them are hard-workers, and, for in performing religious-related activities they are extraordinary. One more thing, they are able to live simply; a rare quality amid today’s living styles, as something taken consciously and with perseverance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhaps, that’s why the late Nurcholish frankly admitted that Islamic party PKS was a party with great potential.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unfortunately, however, there are ideologues too, a small number of people with practically no ability to make decisions and disseminate selective religious teachings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They are the masters of the puppets but not the target of critical edicts. Theirs is a world of commoditizing followers and engineering stories.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To explain this phenomenon, let’s start with the ma’sum concept, that a religious leader, with his presumed knowledge and qualities is convinced he is protected from making mistakes or doing bad deeds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’sum itself is usually used to refer to the prophets or God’s angels, and is something conceived as unreachable by any ordinary person.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With this more or less superiority in their hands, religious leaders of an Islamic party, who are usually positioned on the shari’a (religious advisory) board or are top executives, possess abundant power to orchestrate most things.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fortunately for them this assumed legitimacy might make it easier for them to make applicative decisions on all levels as well as advance their individual agendas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This structure then potentially creates a great wall of anti-criticism and, to a significant extent, allows the process of making a cult icon out of a religious leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At this juncture, despite claims of democratic decision-making within a party, democratization might only become a commoditized symbol with all of its derivatives and features.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meanwhile, Islamic parties’ ideologues cannot be separated from what we might call the Middle East mind-set — that there are links of ideological thought and influence (or at least inspiration).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beside many of Indonesian potential youths who study there from time to time, these links are also cemented by donations in the form of zakat, Islamic obligatory alms, or in any other kind of gifts derived from the abundance of petrodollars in the Middle East’s rich countries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are possibly no special direct “ideological offers” following the alms. But such cash-flow means so much for an imaging process and the possibility of copying and pasting what is enacted there, in the dominant countries in the Middle East.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Islamic party activist told me that his party routinely received this kind of cash flow. That money might not be spent on the party itself since something like zakat in Islamic teachings must be used properly for the needy or social aims.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet, for instance, the petrodollars left-over can build schools and mosques, which nevertheless contribute to the way that party is comprehended by many Muslims, and therefore is included in its religious teachings which at times are harmful for democracy or social harmony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the ideologues themselves, in their reasoning process in the orchestra, there is a melee based on the feeling that Muslims are being suppressed or alienated by the current Indonesian political system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslims as the majority, therefore, must be able to obtain the biggest portion of the pie, including the right to ratify something like shari’a law more symbolically.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, the incessant fraud in the Middle East have not encouraged them to reassess their ideological reasoning models both on social and political utopia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is still a strong tendency to indulge in the glorification of many things that originate from the Middle East, and promote them as better than the more harmonious local traditions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This situation makes my fellow teachers look so inopportune given that they never change their opinions despite their right to choose what they desire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The writer is an associate researcher at Paramadina Foundation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Yunanto: Deradikalisasi Salah Bisa Picu Radikalisme Baru  &lt;br /&gt;Nurvita Indarini - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jakarta - Deradikalisasi menjadi program penting bagi para terpidana teroris maupun bagi pihak lain yang ditengarai berpikiran radikal. Sayangnya deradikalisasi di Indonesia dinilai belum terlalu tepat sasaran. Soal deradikalisasi ini memang harus hati-hati. Kalau deradikalisasi salah justru bisa memicu radikalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait deradikalisasi dan terorisme di Indonesia menjadi bahan penelitian Dr Carl Ungerer. Peneliti dari Australian Strategic Policy Institute itu menyebut, 30 persen napi teroris di Indonesia tidak mempan deradikalisasi. Akibatnya beberapa napi teroris masih berniat melakukan teror setelah bebas dari penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pemikiran dan Gerakan Politik Islam, Program Sarjana dan Pasca Sarjana Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Sri Yunanto, mengatakan, temuan Ungerer masuk akal. Sebab deradikalisasi yang selama ini dilakukan masih sporadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Deradikalisasi yang sudah berjalan ini masih banyak kelemahan walaupun tidak bisa dikatakan tidak ada manfaatnya. Kelemahanannya antara lain karena dilakukan sporadis dan tidak terintegrasi," ujar Yunanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini wawancara detikcom dengan pria yang juga aktif di Institute for Defense, Security and Peace Studies (IDSPS) ini, Jumat (20/5/2011):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait penelitian Carl Ungerer, bagaimana Anda melihat deradikalisasi yang telah dilakukan di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus melihat deradikalisasi yang sudah berjalan dan yang akan berjalan. Kalau yang sudah berjalan ini masih banyak kelemahan walaupun tidak bisa dikatakan tidak ada manfaatnya. Kelemahanannya antara lain karena dilakukan sporadis dan tidak terintegrasi. Siapa yang melakukan tidak jelas. Ini sebelum ada Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu memang ada Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT) namun tidak bisa menjangkau keseluruhan proses deradikalisasi. Program ini mencakup berbagai aspek, sosial, ekonomi, ideologi dan lainnya yang belum terstruktur dengan baik. Apakah sudah ada kurikulum untuk mengkonter paham radikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak juga orang yang menulis tentang pengkonteran paham radikal, namun sporadis, tersebar di mana-mana. Untuk upaya deradikalisasi ini banyak yang melakukan seperti Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga ada yang dari kepolisian. Namun evaluasi sangat minim, sehingga tidak tahu apa yang mau ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpidana teroris ditengarai dapat menyebar paham dari dalam penjara. Komentar Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem di penjara belum membedakan teroris. Padahal klasifikasi terpidana di penjara seharusnya bukan hanya seperti kriminal berat dan narkotika. Untuk terorisme, level teroris itu sebenarnya beda. Padahal kan ada teroris yang merupakan pelaku penyebar ideologi, pembantu, pemasok logistik dna sebagainya. Nah mereka ini ibaratnya dimasukkan jadi satu ke dalam satu keranjang, sehingga terpidana teroris yang berbeda level ini bisa berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang radikalnya 10 persen bisa meningkat karena bersentuhan dengan ideolognya. Bisa jadi orang yang dulunya menyembunyikan Noordin M Top malah jadi pengganti Noordin di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi deradikalisasi kelompok tertentu beda dengan kelompok lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada pemetaan tentang paham radikal ini. Ini belum mengarah ke sini. Meradikalisasi orang-orang yang pernah bergabung dengan NII tentu beda dengan lainnya. Saya rasa banyak soal dalam deradikalisasi, menyangkut sasaran dan aktor yang belum tersusun dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deradikalisasi dengan aspek ekonomi ini penting juga mengingat banyak orang yang tidak punya pekerjaan layak lantas bergabung dengan kelompok radikal. Atau saat terpidana keluar penjara, mereka tidak punya pekerjaan yang layak. Untuk ini perlu menggandeng banyak pihak, misalnya saja UMKM ikut juga, bank ikut juga. Program deradikalisasi di Arab Saudi dilakukan dengan melibatkan banyak kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi sosial juga harus dilakukan karena orang-orang radikal yang biasanya eksklusif harus bisa masuk ke kalangan moderat. Nah, untuk ini bisa dengan menggandeng Ditjen Bimas Islam dan ormas yang ada. Perlu juga pendekatan persuasif, dengan mengikutsertakan peran perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas terpidana teroris ini kembali ke masyarakat, radikalisme bisa kambuh lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar, pendukung ideologi ini tidak hilang. Yang keluar dari penjara juga bisa jadi tidak mengakui kesalahannya, masih berpegang pada pemikirannya yang radikal. Kita tidak cukup melakukan evaluasi, sehingga tidak ada kontrol pada mereka yang sudah keluar penjara. Kita tidak tahu kegiatannya apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok radikal ini berbeda-beda. Ada grup yang menargetkan pengeboman fasilitas asing dan ada juga yang targetnya masyarakat sipil. Juga ada yang menekankan kegiatannya di daerah konflik. Kelompok-kelompok ini tampaknya tidak ada hubungan, tapi tidak menutup kemungkinan akan ketemu karena ada kerjaan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi deradikalisasi yang Anda lihat sekarang ini memang belum tepat sasaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum. Masih sporadis dan belum terintegrasi. Meski sudah ada manfaatnya. Tapi manfaat ini jika dibandingkan dengan penyakitnya, masih gede penyakitnya. Saya rasa negara kita ini masih sering ketinggalan dengan teroris. Sudah ada pengeboman, ada kekerasan, tapi pemerintah masih sibuk dengan urusan birokrasi yang ruwet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemicu radikalisme apa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tidak diberi kesempatan melihat ajaran lainnya, penyebabnya memang tumpang tindih. Ada yang karena kebencian pada AS, bisa karena adanya latar belakang faktor ekonomi. Kesenjangan ekonomi membuat sekelompok orang tidak senang dengan kelompok tertentu karena sektor informal jauh dari tangan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada orang yang anti hermeneutik (penafsiran) di mana mereka membaca apa adanya suatu ajaran. Padahal tidak bisa langsung begitu, melainkan ada penafsiran, sejarah dan pandangan yang harus dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan atau kegagalan mengubah keyakinan dalam bentuk reinterpretasi reorientasi, reedukasi paham dan sikap radikal ditentukan oleh beberapa faktor seperti materi yang akan disosialisakan, cara atau saluran yang digunakan, aktor yang akan melakukan program deradikalisasi dan harapan yang realistis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya deradikalisasi bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya istilahnya jangan deradikalisasi, dirumuskan lagi istilah yang lebih baik. Karena orang yang disebut radikal juga pasti kan tidak suka. Harus dibuat pemetaan yang jelas, siapa saja, kondisinya bagaimana, dan sebagainya. Ini kan macam-macam, jadi harus jelas. Katakanlah mereka ini sebagai orang sakit, jadi harus ada diagnosis awal yang bagus agar bisa diberi obat yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NII yang serang sana-sini tentu beda dengan kelompok yang mengebom di sana-sini. Penanganannya beda. Media yang dipakai untuk menderadikalisasi apa, lalu siapa saja aktor yang melakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenag, MUI, pemuka agama, UMKM, bank dan lainnya kalau bekerja maka harus dalam payung BNPT. Jangan di bawah polisi, karena kan tugas polisi itu untuk penegakan hukum, penindakan. Pencegahan memang polisi boleh saja bertindak, tapi jangan hanya polisi karena ini bukan tugas utama polisi. Lalu harus ada manajemen, kebijakan, dukungan dana dan indikator sukses yang jelas. Kalau ini dilakukan, saya kira akan lebih baik dari negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deradikalisasi bisa saja salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja deradikalisasi salah. Kalau salah, maka ini bisa picu radikalisme baru. Ini betul. Satu orang sudah ditangkap terkait kegiatan radikalisme, namun ternyata masih banyak yang radikal di luar sana. Ketika pemimpinnya ditangkap, ada yang lain yang jadi dendam, dan ini harus diluruskan dengan deradikalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendam ini ada yang jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya saja, terpidana mati teroris seperti Imam Samudra dan Amrozi kan punya anak. Nah, ketika anak-anak ini besar jangan sampai menyimpan dendam karena ayahnya dibunuh. Karena itu, mereka harus didekati dan diberi pengertian bahwa ayahnya melakukan ijtihad yang kurang tepat. Nah adik-adik ini harus diurus negara. Lalu ibunya yang belum punya pekerjaan diberi pekerjaan, diberi masukan paham-paham moderat. Kalau ini tidak dilakukan maka bisa menumbuhkan benih radikalisme jangka pendek dan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpikiran radikal, seradikal apa pun, masih tetap berpeluang untuk diubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat bisa. Pemikiran lahir dari argumen dan konteks tertentu. Semua pemikiran ideologis ada pemikiran dan sejarah. Mereka ini biasanya tidak sadar kalau konteks dan sejarah berbeda. Mereka sepertinya tidak memiliki peluang melihat pandangan yang lain. Tidak benar kalau orang yang berpikiran radikal tidak bisa berubah. Deradikalisasi ini bisa berujung baik, tapi kalau tidak dilakukan dengan baik bisa berujung tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(vit/nrl)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-734472326669464397?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/734472326669464397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/radikalisme-sudah-kuno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/734472326669464397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/734472326669464397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/radikalisme-sudah-kuno.html' title='RADIKALISME SUDAH KUNO'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-1054317138605096086</id><published>2011-05-14T09:40:00.001-07:00</published><updated>2011-05-23T22:08:25.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan BIARKAN (padamkan api radikalisme dan kekerasan SELAMANYa) (111)</title><content type='html'>Selasa, 24/05/2011 12:03 WIB&lt;br /&gt;Mabes Polri: 6 Orang Ditangkap di Semarang Terkait Makar NII  &lt;br /&gt;Aprizal Rahmatullah - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jakarta - Mabes Polri menangkap 6 orang di Semarang (sebelumnya disebutkan 5) terkait aktivitas di Negara Islam Indonesia (NII). Mereka ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana makar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam orang yang ditangkap berinisial, SM, TD, M, NB, MA, SP. Mereka ditangkap di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada 6 warga didaerah Ungaran di Jawa Tengah. Terkait dengan kegiatan penyelidikan dari tim Bareskrim Polri," kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (25/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boy mengatakan, keenam orang itu ditangkap berdasarkan hasil pengembangan kasus NII di Jawa Barat tahun 2008. Saat ini pemeriksaan terus dilakukan untuk memastikan peran dan pasal yang dilanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita pernah memvonis 17 orang yang terkait aktivitas NII dan menyisakan beberapa informasi," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Boy, satu diantara enam merupakan Gubernur NII Jawa Tengah berinisial TD. TD ditangkap sedang bersama anggota NII lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada saat dilakukan penangkapam bersama yang lain-lainnya. Interview dan interogasi dan Dir I juga bersama reskrimum Polda Jateng. Sekarang sedang mengamankan ke kantor polisi," jelas Boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ape/gun)&lt;br /&gt;Pepi Diduga Terkait Kelompok Cirebon&lt;br /&gt;Senin, 23 Mei 2011 | 07:25 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta -  Pengamat terorisme Dynno Chressbon menduga kelompok Pepi Fernando, yang menyebarkan bom buku dan bom Serpong, terkait dengan tokoh-tokoh di balik peledakan bom bunuh diri di Cirebon, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jaringan Pepi memiliki hubungan rahasia atau sirri dengan pelaku lama," katanya kepada Tempo di Jakarta, Ahad 22 Mei 2011. Menurut Dynno, pelaku lama itu adalah Heri Sigu Samboja alias Soghir, yang dulu aktif di Jamaah Islamiyah; Abdullah Sunata (Kompak); Oman Abdurrahman (Tauhid Wal Jihad); dan Rois (Negara Islam Indonesia Banten).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, tokoh-tokoh tersebut terkoneksi dengan kelompok Tanzim Al-Qaidah Serambi Mekkah, yang digulung oleh kepolisian pada awal 2010 di Jalin-Jantho, Aceh Besar. Sunata dan Oman adalah terpidana perkara pelatihan terorisme itu. Adapun Abu Bakar Ba'asyir, pemimpin Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, dituntut hukuman seumur hidup atas tuduhan mencari pendanaan untuk pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dynno, intelijen mencium adanya struktur tanzim sirri (organisasi rahasia) yang dibentuk oleh tokoh-tokoh itu. Bahkan diduga rencana kelompok Pepi menyerang iring-iringan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Agustus 2010 di Cawang, Jakarta Timur, segaris dengan agenda serangan oleh jaringan Cirebon-Cibiru (Bandung)-Subang-Sumedang-Klaten-Bogor-Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan Cirebon diciduk setelah bom bunuh diri Muhammad Syarif di Cirebon pada 15 April lalu. Sebanyak 13 orang menjadi tersangka dan tiga lainnya tewas dalam penangkapan. Polisi menyatakan mereka terkait dengan jaringan Soghir, yang juga murid Dr Azahari Husin, di Solo dan Oman di Jawa Barat. Para pelaku mengaku anggota Jamaah Ansharut Tauhid pimpinan Ba'asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun grup Pepi adalah jaringan NII Bekasi dan Jawa Barat. Polisi menetapkan 17 orang, termasuk Pepi, sebagai tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun polisi belum menemukan bukti kaitan itu. "Sejauh ini belum ada," kata juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, kemarin. Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Ansyaad Mbai, berdasarkan rakitan bomnya, kelompok Pepi tak terkait dengan tim Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIANING SARI | JOBPIE S&lt;br /&gt;CIREBON, Indonesia, May 19, 2011 (AFP) &lt;br /&gt;Indonesian police said Thursday they were searching for 15 suicide vests prepared by a terrorist cell that carried out an attack on a police mosque last month, wounding 30 people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Information gathered from suspects detained in relation to the attack suggested another 15 vest bombs were circulating somewhere in the massive archipelago, police said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We are still looking for 15 bombs," police spokesman Anton Bachrul Alam told reporters in Cirebon, West Java, where the mosque was attacked on April 15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Twenty-two suicide vests had already been seized as part of the ongoing investigation, he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Police also released a video made by the bomber, Muhammad Syarif, 32, whom they allege was linked to several militant networks including Jemaah Ansharut Tauhid, founded by radical cleric Abu Bakar Bashir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Police have arrested at least 25 suspects linked to Syarif, who was killed instantly when he set off his device in a prayer room at a police compound.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The suspects were allegedly involved in a series of recent incidents, including book bombs that were sent to Muslim moderates and counter-terrorism officials.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Police also foiled a bid to set off a massive bomb near a church on the outskirts of Jakarta at Easter. No one was killed in those incidents.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Officials have warned of possible retaliatory attacks by local extremists bent on avenging Osama bin Laden, the Al-Qaeda leader who was killed by US forces in Pakistan this month.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia has won praise for rounding up hundreds of Islamist militants since it became a key battlefield in the "war on terror" in 2002 when local radicals detonated bombs on Bali island, killing 202 people, mainly Westerners.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But analysts say religious extremism has been growing since 2008 and terror networks are adapting to police crackdowns.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A report released Thursday in Australia provided fresh insights into growing radicalism among inmates in the country's notoriously corrupt prisons, which analysts say are breeding grounds for Islamist extremism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan Teroris Sigit Qurdowi Kuat dan Besar&lt;br /&gt;Jaringannya bahkan sampai kelompok Cirebon.&lt;br /&gt;Rabu, 18 Mei 2011, 18:40 WIB&lt;br /&gt;Muhammad Hasits, Mohammad Adam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Jaringan pimpinan Kelompok Tauhid Wal Jihad Sigit Qurdowi bukanlah jaringan teroris kelas teri. Jaringan ini disebut sebagai jaringan teroris cukup kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jaringan ini (Sigit) cukup kuat dan cukup besar. Bahkan, jaringannya sampai kelompok Cirebon," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Arsyad Mbai, Rabu, 18 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dua pekan lalu Densus 88 sukses membongkar jaringan Sigit yang diduga terkait dengan teror bom Klaten dan Cirebon. Sigit akhirnya ditembak mati bersama pengawalnya yang bernama Hendro. Ada dugaan, Sigit yang melatih pelaku bom bunuh diri di masjid Ad Dzikra Mapolresta Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan penyelidikan, Densus akhir pekan lalu melakukan penggeledahan di rumah Sigit. Dari hasil penggeledahan, ditemukan diantaranya; delapan kilogram pupuk organik, dua kilogram arang, dua pucuk senapan angin, dan satu buah samurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigit diketahui sebagai ketua tim Hisbah. Menurut pengamat teroris, Nur Huda Ismail, Tim Hisbah itu adalah salah satu organisasi yang diisi oleh mantan preman yang bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Solo ada banyak laskar. Tim Hisbah itu laskar para mantan preman yang bertaubat," kata Nur Huda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Huda sendiri mengaku kenal dengan sosok Sigit. Menurut dia, Sigit juga mantan preman yang telah bertaubat. "Dia itu juga ikut pengajian-pengajian yang diadakan kelompok lain, seperti pengajian kelompok Urwah dulu," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, Sigit memiliki semangat jihad yang tinggi. "Dia punya semangat besar untuk berantas kemaksiatan. Dia preman, sweeping orang judi dan minum," jelas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laskar Hisbah sendiri didirikan sejak akhir tahun 1990-an atau awal 2000-an. "Pertengahan 2000-an namanya sudah terkenal," kata dia. (umi)&lt;br /&gt;• VIVAnews &lt;br /&gt;Nasional&lt;br /&gt;Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Sigit Qurdowi Tiba di Rumah Orang Tua&lt;br /&gt;Jenazah Sigit tiba setelah polisi empat hari 'menginap' di RS Bhayangkara, Semarang.&lt;br /&gt;Rabu, 18 Mei 2011, 22:19 WIB&lt;br /&gt;Bayu Galih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Setelah selama empat hari jenazah Sigit Qurdowi dibawa ke RS Bhayangkara Semarang, malam ini jenazah telah dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Gang Arjuna VI No 3 Brondongan, Protojayan, Serengan, Solo. Polisi membawa jenazah Sigit ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil ambulans berwarna jingga yang mengangkut jenazah Sigit tiba sekitar pukul 21.00 WIB. Selanjutnya peti jenazah pun dikeluarkan dari mobil ambulan berplat nomor H 8434 KJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peti jenazah yang diusung petugas Dinas Perlindungan mas langsung dibawa masuk ke rumah duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jenazah dibawa masuk ke rumah orang tuanya, ratusan takziah menyambut jenazah dengan takbir. "Allahu Akbar, Allahu Akbar," demikian teriakan yang terdengar di rumah duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan orang yang takziah tersebut telah menunggu lama di kediaman Sigit. Setelah sempat disemayamkan di kediaman orang tuanya. Sekitar 10 menit kemudian peti jenazah dibawa ke mushola setempat untuk di sholatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigit Qurdowi ditembak anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror dalam penggerebekan di Solo. Selain Sigit, Densus 88 juga menewaskan Hendro Yunianto, terduga teroris lain. Sigit dan Hendro merupakan bagian dari Laskar Hisbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi menduga Sigit dan jaringannya sebagai pemasok senjata untuk jaringan teroris Muchammad Syarif, yang melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, 15 April lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Fajar Sodiq | Solo&lt;br /&gt;• VIVAnews &lt;br /&gt;Senin, 16/05/2011 10:51 WIB&lt;br /&gt;Wow, Polisi Juga Sita 15 VCD Porno dari Rumah Sigit  &lt;br /&gt;Aprizal Rahmatullah - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERNYATA TERORIS KENAL 3-TA: HARTA, WANITA, dan tahta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Densus 88 telah menyita duit Rp 53 juta dan sejumlah senjata tajam hasil penggeledahan di rumah orang tua Sigit Qurdowi di Solo. Tak hanya itu, Densus juga menyita 15 keping VCD porno. Wah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggeledahan dilakukan di rumah orang tua Sigit yang terletak di Jl Arjuna, Potrojayan, Serengan, Solo. Rumah itu digeledah polisi sejak siang hingga malam, selama hampir lima jam. Penggeledahan itu disaksikan oleh pengurus RT dan RW setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penggeledahan di rumah Sigit Qordowi, pada Minggu, 15 Mei 2011 adalah sebagai berikut satu potong kayu panjang satu meter, kapak satu buah, senapan angin 2 pucuk, pisau lipat satu bilah, mandau dua bilah, sajam penusuk satu buah, samurai satu buah, ikat pinggang paku satu buah," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam melalui pesan singkat, Senin (16/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton menjelaskan, dari penggeledahan pihaknya menemukan uang Tunai Rp 53.200.000. Buku-buku bertema jihad 91 buah, pakaian-pakaian jihad 36 potong dan celana 3/4 5 potong, pupuk organik 8 kg, arang 2 kg, plat nomor sepeda motor, matras 1 gulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"2 Buah rompi, VCD porno 15 keping, kaset pita 6 buah. 1 Ember isi serbuk kapur, 1 kantong plastik semen putih, amplop dan surat permintaan donatur, stempel, 2 buah HP," jelas Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua terduga teroris, Sigit Qurdowi dan pengawalnya Hendro tewas akibat baku tembak dengan polisi di Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo sekitar pukul 01.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigit Qurdowi dan Hendro antara lain merupakan DPO bom gereja dan Mapolsek Pasar Kliwon (Solo) pada bulan Desember 2010. Mereka juga terlibat jaringan terorisme di Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini polisi berhasil membongkar 15 anggota jaringan Cirebon. Termasuk M Syarif (pelaku bom bunuh diri), Sigit dan Hendro yang tewas di Sukoharjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ape/anw)&lt;br /&gt;Dalang Bom Cirebon Tewas Ditembak&lt;br /&gt;Minggu, 15 Mei 2011 | 02:52 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Sukoharjo - Detasemen Antiteror 88 Kepolisian RI menembak mati terduga teroris Sigit Qodhowi di Sukoharjo, Jawa Tengah, kemarin dinihari. Sigit diduga sebagai pemasok senjata bagi kelompok teroris di sejumlah daerah, sekaligus dalang bom Cirebon, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perannya (Sigit) bisa sebagai instruktur ataupun motivator," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Sukoharjo kemarin. Selain itu, polisi menembak mati rekan Sigit, Hendro Yunianto. Dalam baku tembak yang terjadi pada pukul 01.15 WIB itu, seorang pedagang angkringan, Nur Iman, tewas tertembus peluru nyasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polri menganggap Sigit sebagai salah satu tokoh kelompok Tauhid wal Jihad, yang disebut sebagai jaringan teroris baru pelaku peledakan bom Cirebon. Tauhid disinyalir merancang, melatih, serta memasok senjata bagi para pelaku teror. Pelatihan salah satunya diduga dilakukan terhadap tersangka teroris remaja di Klaten, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, kemarin mengatakan Sigit juga diduga terlibat dalam serangkaian bom gereja dan teror bom Markas Kepolisian Sektor Pasar Kliwon, Surakarta. Teror di Pasar Kliwon terjadi tahun lalu dan bom gereja pada 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi mengendus keberadaan Sigit setelah menangkap empat tersangka teroris di wilayah Karesidenan Surakarta pada Kamis dan Jumat lalu. Mereka adalah Edi Jablay dan Hari Budiarto yang ditangkap di Mojolaban; Ari Agung Santoso yang ditangkap di Tawangmangu, Karanganyar; serta Arifin Nur Haryono yang ditangkap di Karang Pandan, Karanganyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para teroris asal Solo ini ditangkap setelah polisi mendapat keterangan dari lima tersangka kelompok Tauhid yang ditangkap pada April sampai awal Mei lalu. Para tersangka peledakan bom Cirebon itu adalah Achmad Basuki, Arief Budiman, Andri Siswanto, Mushola, dan Ishak Andrianan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigit juga menjadi pemasok senjata bagi tersangka teroris yang ditangkap di dua kota di Jawa Barat: Cirebon dan Depok, serta Boyolali, Jawa Tengah. Adanya pemasok senjata diketahui setelah penangkapan dua tersangka peledakan bom Cirebon lain, yakni Ibrohim dan Zulkifli Lubis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrohim ditangkap di Depok dan Zulkifli dicokok di Simo, Boyolali. Polisi menyita peluru berbagai kaliber, tujuh magasin AK-47, dan senjata FN dari penangkapan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIKY FERDIANTO | AHMAD RAFIQ | BUNGA MANGGIASIH | UKKY P | PURWANTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 14/05/2011 13:36 WIB&lt;br /&gt;Polisi: Tersangka Teroris Kerap Minta Sumbangan ke Warga &lt;br /&gt;Muchus Budi R. - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukoharjo - Polisi menembak mati 2 tersangka teroris Sigit Qordhowi dan Hendro Yunianto. Polisi juga telah melakukan penggeledahan di kediaman kedua pelaku teror di Sukoharjo, Jawa Tengah. Nah, polisi juga menemukan selebaran untuk meminta sumbangan. Diduga dengan cara ini mereka mendanai aksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sering mendapatkan laporan masyarakat yang mengeluh sering dimintai sumbangan dari tersangka. Istilahnya sumbangan tetapi setengah melakukan pemalakan," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang, keterangannya kepada wartawan di Mapolres Sukoharjo, Sabtu (14/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edward menjelaskan, masyarakat yang dimintai keterangan juga mengamini. Hendro Cs kerap meminta sumbangan dengan setengah memaksa. Sumbangan itu berbalut untuk kegiatan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Informasi itu yang sering disampaikan warga kepada kami terkait keberadaan dan kegiatan tersangka," ujar Edward.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi juga menyita ribuan baut, buku-buku dan kaus bertuliskan jihad. Polisi juga menyita senjata api dan amunisinya dari para tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mbr/ndr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Permintaan Donatur Ditemukan Di Rumah Sigit&lt;br /&gt;Senin, 16 Mei 2011 | 14:37 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror menemukan surat permintaan donatur dalam penggeledahan di rumah Sigit Qordawi di Gang Arjuna, RT 01 RW 04, Kecamatan Serengan, Surakarta, Jawa Tengah kemarin, Ahad, (15/5). "Ada amplop dan surat permintaan donatur," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Polisi Anton Bahrul Alam, Senin, 16 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu lalu, Anton mengatakan, saat penggeledahan di rumah Sigit di daerah Cemani, Solo, Jawa Tengah, Densus&lt;br /&gt;menemukan dokumen berisi daftar sumbangan dari para pengusaha hiburan di kawasan Surakarta dan sekitarmya. "Bagi orang yang tak mau menyumbang, dirusak (tempat usahanya)," kata Anton. "Kalau menyumbang, aman." Menurut Anton, hal ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat. "Mereka diperas, dipaksa," tutur Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain amplop, polisi juga menemukan kayu sepanjang satu meter, kapak satu buah, senapan angin dua pucuk, pisau lipat satu bilah, mandau dua bilah, senjata tajam penusuk satu buah, samurai satu buah, dan ikat pinggang paku satu buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya senjata, Densus juga menemukan uang tunai senilai Rp 53,2 juta, buku-buku jihad sebanyak 91 buah, pakaian-pakaian jihad 36 potong dan celana berukuran tiga perempat 5 potong. Lalu terdapat pula pupuk organik sejumlah 8 kg, arang 2 kg, plat nomor spm r2, matras 1 gulung serta 2 buah rompi, vcd porno 15 keping, kaset pita 6 buah,1 ember isi serbuk kapur dan 1 kantong plastik semen putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIANING SARI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-1054317138605096086?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/1054317138605096086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/jangan-biarkan-padamkan-api-radikalisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1054317138605096086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/1054317138605096086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/jangan-biarkan-padamkan-api-radikalisme.html' title='jangan BIARKAN (padamkan api radikalisme dan kekerasan SELAMANYa) (111)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-6299207406912280384</id><published>2011-05-05T19:12:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T21:17:17.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>JANGAN lengah (tetap waspadai radikalisme dan kekerasan) (110)</title><content type='html'>PKS Punya Sejarah Dengan NII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika – Kam, 5 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Setelah Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar (PG), kali ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut-sebut memiliki kedekatan biologis dan ideologis dengan NII. Termasuk kaitannya dengan masuknya Ikhwanul Muslimin ke Indonesia. Menteri Peningkatan Produksi di Kabinet NII KW9, Imam Supriyanto menyatakan Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Amiduddin punya sejarahnya sendiri di NII.&lt;br /&gt;“Betul. &lt;b&gt;Hilmi putra Danu Muhammad Hasan, yaitu Panglima Militer DII/TII bentukan Kartosuwiryo&lt;/b&gt;,” katanya, Kamis (5/5). Waktu itu, Danu bertugas di daerah operasi di Pantura seperti Cirebon dan Indramayu. Tak mengherankan jika masyarakat di sekitar pondok pesantren Al Zaytun sangat mengenal dengan Danu. Karena Indramayu menjadi salah satu daerah operasional DI/TII.&lt;br /&gt;Saat terjadi kasus Komando Jihad, lanjut Imam bercerita, Danu ditangkap. Namun, agar anaknya, yakni Hilmi tak terlibat, ia pun dikirim tugas belajar ke Mesir di Universitas Al Azhar. “Selama jadi mahasiswa, ia bersentuhan dengan Ikhwanul Muslimin. Yang saya dengar, selesai kuliah, gerakan itu dibawa ke Indonesia,” katanya.&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin pun terus membuat gerakan bawah tanah yang dikenal dengan nama tarbiyah. Mereka terus merekrut mahasiswa. Setelah dianggap memiliki kekuatan, organisasi itu pun mulai melebarkan sayapnya.&lt;br /&gt;Salah satunya, bergerak di partai politik dan parlemen. Cara ini sama persis seperti yang dilakukan organisasi tersebut di Mesir. “Sehingga, kehidupan islami bisa terbawa ditingkat negara,” katanya. Dalam perkembangan Indonesia, ketika memasuki era reformasi, dibuatlah Partai Keadilan (PK) yang menjadi cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).&lt;br /&gt;“Pada saat PK lahir saya berjumpa dengan Walikota Depok saat ini Pak Nur Mahmudi dan gerakan underground memang masih berjalan dan punya struktur yang kuat," katanya. Menurutnya, cara dengan membuat parpol jauh lebih gentle dibandingkan dengan gerakan yang menyusup partai atau gerakan bawah tanah.&lt;br /&gt;Imam menambahkan, NII yang dikomando Panji Gumilang sampai saat ini tidak membentuk partai politik.  Ia mengaku pernah berdiskusi dengan Panji dan guru politiknya, Arbi Sanit untuk membentuk partai politik. “Namun kemudian tidak direalisasikan karena sudah menyisipkan kader ke partai politik," katanya.&lt;br /&gt;Gawat, Jabodetabek Dipenuhi Anggota NII&lt;br /&gt;Mengungkap Jaringan Negara Islam Indonesia&lt;br /&gt;Kamis, 05 Mei 2011 , 00:27:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RMOL.Ini soal gerakan Negara Islam Indonesia. Rupanya, 80 persen anggota aktif organisasi ini berada di Jabodetabek.&lt;br /&gt;“DI  DKI Jakarta, anggota NII KW9 tersebar di pinggiran Kota Ja­karta,” kata Ketua Negara Is­lam Indonesia Crisis Center, Su­kanto, dalam diskusi “Pe­na­nga­nan NII di Berbagai Daerah” di Gedung MPR/DPR/DPD, Ja­kar­ta, kemarin.&lt;br /&gt;Sukanto menggambarkan, ang­gota NII antara lain tersebar di Ci­putat, Lebak Bulus, Pasar Ming­gu, dan Pamulang,  Jatiwaringin, Jati­bening, dan Bekasi.&lt;br /&gt;Kemudian, di Jakarta Barat, an­tara lain tersebar di Meruya dan Kebon Jeruk.&lt;br /&gt;Menurut dia, anggota NII Ko­man­demen Wilayah 9 cukup aktif me­rekrut masyarakat. “Ajaran dari pimpinan NII, setelah se­se­orang hijrah menjadi anggota NII KW9, ia kemudian ditugaskan me­rekrut orang lain dan meng­galang dana.”&lt;br /&gt;Kepada orang-orang yang akan direkrut awalnya dijanjikan surga dan hal yang indah-indah. Na­mun, setelah  direkrut dan hijrah me­jadi anggota NII KW-9, yang ber­sangkutan ditugasi merekrut anggota baru lagi.&lt;br /&gt;Dalam kaitan itu Sukanto me­ngingatkan para orangtua untuk lebih memerhatikan putra-putri­nya, terutama yang masih SMA atau masih kuliah. Sebab, pelajar SMA dan mahasiswa menjadi sasaran utama rekrutmen untuk menjadi anggota NII. “Orangtua harus meningkatkan kualitas ko­munikasi dengan putra-putrinya dan mengenal betul pergaulannya agar tidak menjadi korban NII.”&lt;br /&gt;Sukanto menambahkan, Pon­dok Pesantren Al Zaytun di Indra­mayu, Jawa Barat, memiliki hu­bungan dengan NII. NII memiliki Program Tarbiyah Pembangunan Maha Al Zaytun. Bentuknya me­mang pendidikan formal tapi di­gunakan untuk kaderisasi yang ma­sih bersifat umum. “Al Zaytun itu salah satu program NII. Me­mang tidak semuanya NII, te­tapi 1/3-nya anak NII, se­dangkan 2/3-nya adalah orang umum.”&lt;br /&gt;Setelah pendidikan menye­lesai­kan pendidikan SMA-nya, san­tri Al Zaytun mengikuti ting­kat kaderisasi berikutnya. Mereka dibina di tingkat teritorial. “Kalau Al Zaytun sebagai lembaga pen­didikan sih tidak ada yang salah dan tidak bermasalah,” katanya.&lt;br /&gt;Dia mengingatkan, keberadaan Al Zaytun tak lepas dari campur tangan NII.  Al Zaytun dibiayai, di­bangun, dibina, diprakarsai, dan dimobilisasi oleh orang-orang NII. Mantan petinggi di sana pun merupakan perekrutan dari NII tingkat desa di seluruh In­donesia yang sengaja dikirim ke pesantren itu sebagai tenaga ker­ja. Sumber dananya sendiri un­tuk Al Zaytun berasal dari jaringan territorial yang bergerak di bawah tanah. “Setiap anggota NII harus menyetorkan sejumlah dana setiap bulan.”&lt;br /&gt;Kuatnya eksistensi NII adalah akibat pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah. Menurut dia, pi­hak Crisis Center NII sudah ber­tahun-tahun melaporkan ke­pada aparat keamanan tentang adanya korban perekrutan NII di sejum­lah daerah tapi selalu tidak ada tindak lanjutnya.&lt;br /&gt;Menurut dia, salah satu alasan kor­ban NII tidak bisa ditin­dak­lanjuti adalah tidak adanya lagi pa­sal makar maupun pasal tin­dakan subversif. “Tidak ada tin­dakan apa pun dari pemerintah ter­kait dengan tindakan ‘cuci otak’ NII sehingga selain organi­sasi itu makin berani, kelompok se­jenis lainnya juga kian ber­kembang.”&lt;br /&gt;Secara terpisah, Koordinator So­lidaritas Umat Islam untuk Ke­luarga Besar Korban Gerakan NII KW-9 (SIKAT), Taufik Hidayat, me­maparkan, NII yang ada saat ini berbeda dengan NII pimpinan Kar­tosuwiryo. Tujuan  NII KW-9 bukan untuk mendirikan negara Is­lam. “Tujuan jauh berbeda, yai­tu mencari keuntungan dengan melakukan penggalangan. Dari sekitar 180 ribu anggota yang me­reka miliki, sekitar 80 persen atau sekitar 151.884 aktif ber­ge­rak di daerah Jabodetabek.”&lt;br /&gt;NII Katosuwiryo sebenarnya sudah berakhir pada 1962. Na­mun, pada awal masa Orde Baru, intel mengumpulkan para ta­hanan eks NII seperti Adang Zae­lani, supaya bisa digalang untuk membela pemerintah. Para ta­hanan, menurut dia, diberi tugas membangun sebuah megaproyek di Indramayu, yaitu Al Zaytun.  Masyarakat sekitar hanya tahu di situ mau ada proyek untuk pe­ngem­bangbiakan sapi milik Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut. ’’Saat itu yang diberi tugas un­tuk memimpin proyek adalah AS Panji Gumilang, sementara para tahanan tersebut menjadi penasihat Al Zaytun.’’&lt;br /&gt;NII memang berbeda dengan ke­lompok Islam garis keras lain­nya. NII merekrut anggota de­ngan doktrin, tapi tidak ditujukan un­tuk melakukan terorisme, seper­ti bom bunuh diri. Sebab, tu­juan mereka hanyalah meng­ga­lang dana. Kelompok NII KW-9 tidak memiliki ciri-ciri seperti ke­lompok Islam radikal lainnya. Mereka cenderung berbaur de­ngan masyarakat sehingga sulit terdeteksi. Misalnya, mereka ti­dak mewajibkan para wanitanya memakai cadar atau yang pria ti­dak diwajibkan berjanggut.&lt;br /&gt;Taufik menambahkan, biasa­nya para anggota NII melakukan perekrutan anggota di tempat-tem­­pat umum seperti mal, res­toran, atau kontrakan dan tem­pat kos. Di situlah para calon korban diajak berdiskusi mengenai dunia Islam. Mereka diyakinkan bahwa beribadah hanya bisa di negara Islam, menganut hukum Islam, dan berisi umat Islam. Setelah me­reka yakin Indonesia bobrok, para korban pun diajak hijrah.&lt;br /&gt;“Nah, pada saat mau hijrah, calon anggota dimintai uang yang ka­tanya untuk mengukur ke­seriusannya. Pembiaayaan ini di­sebut sedekah hijrah dengan nilai yang bisa mencapai puluhan juta rupiah,” tambahnya.&lt;br /&gt;Setelah hijrah, seorang anggota NII memiliki dua kewajiban, yaitu menggalang dana dan men­cari anggota baru. Kewajiban meng­galang dana dilakukan de­ngan melunasi sembilan buah pos yang ditentukan negara. Adapun pencarian anggota baru dilakukan dengan cara mendekati teman-teman dekat supaya bisa di­indoktrinasi.&lt;br /&gt;’’Saya Setuju, NII Itu Sesat’’&lt;br /&gt;Ma'ruf Amin, Anggota Wantimpres Bidang Hubungan Antaragama&lt;br /&gt;ANGGOTA Dewan Per­tim­bangan Presiden (Wantimpres) Bi­dang Hubungan Antaragama, Ma’ruf Amin, menyatakan, NII adalah kelompok yang memiliki pemahaman menyimpang. Selain me­nganut paham keagamaan yang menyimpang, NII juga me­miliki tujuan mendirikan negara Islam.&lt;br /&gt;“Itu menyalahi kesepakatan na­sional kita di Indonesia. Negara kita adalah negara Pancasila yang se­mua agama bisa hidup dan berdampingan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Ketua Pengurus Harian MUI ini mengungkapkan, ketika MUI mela­kukan penelitian terhadap Al-Zaytun, MUI berkesimpulan, dari sisi pendidikan, pe­nyim­pangan­nya tidak terlihat. Tapi, ka­rena pimpinannya berasal dari NII KW-9, maka MUI mem­beri­kan rekomendasi kepada pe­me­rintah agar mengganti pimpinan Al-Zaytun karena berpotensi me­nyebarkan pengaruhnya. “Kerena kami menganggap sangat berba­haya, mesti diwaspadai dan mesti di­tangkal paham yang di­milikinya.”&lt;br /&gt;Saat ditanya mengenai alasan MUI belum mengeluarkan fatwa se­sat tentang NII, Amin berdalih, rekomendasi yang diberikan MUI sudah cukup karena sudah jelas langkah-langkah yang harus diambil. “Saya setuju kalau NII itu sesat. Mereka melakukan pe­nye­le­wengan pemahaman seperti me­lakukan penggalangan dana. Maka dari itu, MUI memberikan re­ko­men­dasi seperti itu,” je­las­nya.&lt;br /&gt;Pemerintah Belum Optimal Jaga Keamanan NKRI&lt;br /&gt;Muhamad Arwani Thomafi Anggota Komisi VIII DPR&lt;br /&gt;DPR takkan menolerir Negara Is­lam Indonesia (NII) dan aliran atau organisasi yang me­nye­barkan paham-paham yang me­nye­satkan dan berusaha meng­ganti ideologi bangsa Indonesia serta menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik In­donesia (NKRI).&lt;br /&gt;“Ide-ide  yang disebarkan NII je­las sangat menyimpang, me­nye­satkan serta berusaha me­run­tuhkan Indonesia. Itu ter­masuk tindakan kriminal,” kata anggota Komisi VIII DPR, Muhamad Arwani Thomafi,  yang dikontak Rakyat Merdeka, kemarin.&lt;br /&gt;Label Islam yang digunakan  NII jelas merugikan umat Islam  In­donesia dan bertentangan de­ngan prinsip dasar ajaran Islam. Karena itu, Wakil Sekjen PPP ini men­desak pemerintah meng­am­bil langkah tegas terhadap se­pak terjang NII yang disinyalir su­dah berlangsung lama dan makin tumbuh subur.&lt;br /&gt;“Masyarakat Islam tidak meng­­hendaki gerakan bawah ta­nah ini. Paham-paham semacam NII makin subur di Indonesia dan berlangsung sejak lama. Ini menunjukkan pemerintah belum op­timal menjaga keamanan NKRI dan mensosialisasikan ke­pada kepada masyarakat ten­tang prinsip dasar ideologi bangsa ini,” ujarnya.&lt;br /&gt;Anggota DPR dari Dapil Jawa Te­ngah III ini mengingatkan, NII hanyalah salah satu contoh organisasi terlarang, masih banyak lagi organisasi sesat di Indonesia.&lt;br /&gt;Dalam kaitan itu, dia men­je­laskan, Komisi VII akan me­mang­gil pemerintah dan pihak ter­kait, termasuk NII. Peme­rin­tah diminta segera meng­iden­tifikasi NII dan aliran ke­agamaan lainnya yang ada di In­donesia karena mungkin ma­sih banyak organisasi sejenis.&lt;br /&gt;’’Dalam waktu dekat, kami me­ngusulkan untuk segera me­manggil pemerintah dan NII untuk menuntaskan kasus ini, jangan sampai masalahnya ber­larut-larut karena akan ma­kin banyak yang dirugikan,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 04 Mei 2011 | 17:51  oleh Dwi Nur Oktaviani DOA BERSAMA FPIPatrialis: FPI silakan gelar doa bersama untuk Osama&lt;br /&gt;kontan&lt;br /&gt;JAKARTA. Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar menilai tak ada masalah dengan rencana Front Pembela Islam (FPI) untuk menggelar doa untuk Osama Bin Laden. "Kita tidak bisa melarang, tapi setiap radikalisme pasti akan diberantas," ujar Patrialis seusai konferensi pers mengenai pemulangan 56 WNI di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (4/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, Rabu malam (4/5) pukul 19.00 - 22.00 FPI akan menggelar doa bersama untuk mengenang Osama bin Laden yang tewas dalam operasi militer Amerika Serikat di Pakistan. Acara berlangsung di Markas Pusat FPI, Petamburan, Tanah Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa pun disampaikan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas, yang mengatakan rencana FPI itu sah-sah saja. "Saya enggak ngerti dan kurang paham soal hukum Islam. FPI kan ahlul sunnah wal jamaah, kalau sama-sama Islam kan boleh-boleh saja, tapi tanyakan juga ke ahli agama," tegas Taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diutarakan, Ketua DPP PKS, Mustafa Kamal, yang memahami tindakan FPI itu. Menurut Mustafa hal tersebut adalah bentuk ekspresi dari masyarakat."Kami kira masing-masing komponen masyarakat berhak berekspresi dengan keyakinan yang diyakininya," tegas Mustafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi VI itu menilai tindakan FPI itu lebih merupakan sikap protes terhadap langkah Amerika Serikat yang keluar dari kaidah-kaidah Islam. Apalagi seperti yang diberitakan di sejumlah media jika jenazah Osama dibuang ke laut. "Ini menyinggung umat Islam. Amerika harus hati-hati karena langkahnya yang blunder dapat menimbulkan dampak yang hebat . Amerika sebagai negara yang beradab, mereka harus menyelesaikan persoalan secara beradab," tutupnya.&lt;br /&gt;Rabu, 04 Mei 2011 | 20:19  oleh Rika &lt;br /&gt;KEMATIAN OSAMA BIN LADENSidney Jones: Kematian Osama akan mengembalikan serangan teror ke orang asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA. Tewasnya pimpinan Al-Qaeda Osama bin Laden bukanlah kemenangan atas terorisme. Terorisme masih akan membayangi dunia, bahkan bentuknya akan kembali seperti dua tahun lalu.&lt;br /&gt;Sidney Jones, peneliti dari International Crisis Group, menyatakan terbunuhnya Osama di tangan Amerika Serikat akan menyulut kemarahan para teroris dalam jaringan Al-Qaeda, termasuk yang beroperasi di Asia Tenggara. Akibatnya, mereka akan menargetkan sasaran teror kembali ke orang asing, khususnya orang Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua tahun terakhir, terorisme lebih bergerak di tingkat lokal dan kecil-kecil, sekarang saya khawatir kejadian ini akan mengembalikan keadaan kembali seperti semula," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Osama tak ada, ia menegaskan jaringan Al-Qaeda tak akan hilang. Penerus Osama kemungkinan adalah pria Mesir yang menjadi tangan kanan dan penasihatnya, Ayman al-Zawahiri. Namun, Sidney mengingatkan, siapa pun penerus Osama tak ada bedanya karena jaringan terorisme ini sudah menyebar di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia.&lt;br /&gt;Jumat, 06/05/2011 08:13 WIB&lt;br /&gt;Ketum PPI Australia Sempat Terlibat Aktivitas Politik Praktis  &lt;br /&gt;Ari Saputra - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang teman yang pernah menjadi mahasiswa di sebuah uni di pedalaman new south wales pernah berkisah pada saya: BANYAK MAHASISWA BERAGAMA TERTENTU MEMANFAATKAN PERSATUAN PELAJAR INDONESIA DI AUSTRALIA untuk KEPENTINGAN AGAMA dan POLITIK AGAMA tertentu&lt;br /&gt;saya diam saja, tapi semoga UANG BEASISWA TIDAK DISIA-SIAKAN BEGITU SAJA lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Muhammad Subhan Zein menyatakan bahwa dirinya memang sempat terlibat politik praktis di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara wakilnya, Dirgayuza Setiawan pernah berafiliasi politik dengan Tunas Indonesia Raya (Tidar), organisasi sayap Partai Gerindra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keaktifan saya sebagai pengurus PKS dimulai tahun 2000 dan diakhiri 2005. Sejak pertengahan 2005 sampai sekarang saya tidak lagi terlibat dengan kegiatan politik praktis apapun dengan PKS atau partai lain. Dirgayuza sudah terhenti (dari Tidar) sejak keberangkatannya ke Australia tahun 2008," kata Subhan Zein dalam keterangan yang disampaikan kepada detikcom, Jumat (6/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut sekaligus meralat pemberitaan detikcom sebelumnya yang menyebut Subhan Zein sebagai kader Partai Gerindra. Saat itu, anggota Komisi VIII DPR, Zulkarnaen Jabbar hanya menyebut Ketua PPI sebagai kader parpol yang punya niatan politis dengan mengolok-olok anggota dewan saat berkunjung ke Australia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun itu dibantah Zubhan Zein. "Hal ini bentuk kepedulian kami terhadap Komisi VIII DPR dalam upaya tulus kami membantu mewujudkan tatanan pemerintahan yang lebih baik," tepis Zubhan yang mempunyai keanggotaan aktif PPIA mencapai 18.378 pelajar di seantero Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ari/lrn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1763438108153485393-6299207406912280384?l=ikutyesusikutmesias.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/feeds/6299207406912280384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/jangan-lengah-tetap-waspadai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6299207406912280384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1763438108153485393/posts/default/6299207406912280384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikutyesusikutmesias.blogspot.com/2011/05/jangan-lengah-tetap-waspadai.html' title='JANGAN lengah (tetap waspadai radikalisme dan kekerasan) (110)'/><author><name>INRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02508706310941291868</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1763438108153485393.post-5356513963996787350</id><published>2011-05-05T09:12:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T03:36:16.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah di balik SEJARAH'/><title type='text'>jangan DIBIARKEN (21)</title><content type='html'>Beda Nasib Ustad Abu dengan Panji Gumilang&lt;br /&gt;Senin, 09 Mei 2011 , 10:25:00 WIB&lt;br /&gt;Laporan: Zul Hidayat Siregar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RMOL. Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Baasyir dan Pimpinan Pondok Pesantren Az Zaytun Panji Gumilang tampaknya mendapat perlakuan berbeda dari aparat Kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Abu langsung diciduk Densus 88 setelah beberapa pelaku bom menyebut-nyebut namanya terkait dalam serangkaian aksi teror. Tapi, Panji Gumilang, meski sudah banyak pengakuan dari mantan pengurus Negara Islam Indonesia bahwa dirinya merupakan pimpinan NII KW 9, tetap saja masih melenggang hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheranan itu lah yang diungkapkan anggota Komisi I DPR Teguh Juwarno saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang aneh, ketika bicara terorisme, Abu Bakar Baasyir langsung ditangkap. Tapi ketika ini NII sudah menjadi teroris, banyak sekali pengakuan korban, banyak saksi mata, bahkan mereka yang insyaf mengatakan bahwa memang Panji Gumilang (pemimpin NII), tapi tidak ditangkap, ada apa? Kan memang ada pembiaran," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, selain berencana memanggil Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto dan juga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, Komisi intelijen dan pertahanan ini juga berencana memanggil Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira perlu juga untuk memberi tempat (kepada Panji Gumilang), meskipun kita harus solid dahulu dengan perspektif yang utuh, dimana kita perlu hadirkan tokoh-tokoh masyarakat yang tahu hal tersebut. Saya kira tidak ada salahnya (Panji Gumilang dipanggil)," tandas Sekretaris Fraksi PAN ini. [zul]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual Amunisi AK-47, Baim Ditangkap Densus 88&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Laela Zahra &amp; MA Hailuki&lt;br /&gt;Metropolitan - Minggu, 8 Mei 2011 | 10:56 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH.COM, Jakarta - Densus 88 Polri meringkus dua orang terduga aksi terorisme berinisal FD dan E alias Baim di Depok, Sabtu (7/5/2011) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, Fd di tangkap di Jalan Raya Radem Saleh Studio Alam Depok terkait penjualan senjata api jenis FN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang sama Densus juga menangkap seorang berinisial E alias Baim di Kelurahan Mekarjaya Rt.06/ Rw 022 Depok terkait dengan penjualan amunisi berbagai jenis senpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penyergapan itu Polisi menemukan 344 butir Amunisi senjata AK-47 dan SS-1, 8 magazen AK-47 yang sebagian terisi penuh,. Hasil penggeledahan di rumah ZL seorang pembeli senpi dari Fd juga di Depok, di temukan sepucuk Senpi FN dan 34 butir peluru . [mah]&lt;br /&gt;Ansyad Mbai: Umar Patek Terlibat Bom Cirebon Nanti Kami Ungkap Jaringannya&lt;br /&gt;Kamis, 05 Mei 2011 , 06:57:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RMOL. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan aparat polisi dan TNI terus mewaspadai ancaman balas dendam atas tewasnya pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebenarnya Osama Bin Laden tewas atau masih hidup,  kami tetap waspada terhadap aksi an­cam­an bom dengan motif balas den­dam,’’ kata Ketua BNPT, Irjen Pol (Purn) Ansyad Mbai, di Ja­karta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya bom yang terjadi di tanah air ada unsur balas den­dam. Misalnya bom Natal me­rupakan balas dendam dari kasus Poso dan Ambon. Bom di Ke­­dubes Philipina untuk mem­balas dendam atas mujahidin yang dibantai Philipina di Min­danau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ansyad menilai perlu ada upa­ya progresif untuk menekan acaman teror yang terjadi di In­donesia, salah satunya melalui pro­gram deradikalisasi. Ini tidak cukup dilakukan dengan khutbah yang dilakukan para ulama, tetapi harus ada pendekatan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang paling mendesak untuk dilakukan adalah rehabilitasi para teroris yang sudah kembalil ke masyarakat. Kami bekerja sama de­ngan polisi, lembaga ke­ma­sya­rakatan dan Kementerian Aga­ma,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kutipan selengkapnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Patek ditemukan di Pakistan, apa ada hubungannya dengan Osama Bin Laden?&lt;br /&gt;Keberadaan Umar Patek di Pa­kistan ingin berjihad di sana. Se­dangkan keterkaitannya dengan bom bunuh diri di Cirebon, dia satu kelompok. Nanti akan kami ung­kap jaringannya secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa masjid yang dibom?&lt;br /&gt;Teroris itu tidak peduli soal sa­sar­an, tempatnya boleh di mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka siapapun yang meng­hambat tujuannya, itu ada­lah musuh dan harus diperangi. Kalau masjid itu punya peme­rin­tah dan tidak sesuai dengan pa­ham­nya, maka mereka berke­ya­kinan tidak masalah bila dibom. Sebab, dianggap masjid kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa macam kelompok ra­dikal di Indonesia?&lt;br /&gt;Ada dua kelompok radikal, yak­ni radikal teroris dan radikal non-teroris. Kelompok radikal te­roris itu melakukan aksi teror fisik. Sedangkan radikal non-te­roris melakukan aksi dakwah ke be­berapa masjid untuk me­nye­bar­kan pandangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa motivasinya sama?&lt;br /&gt;Betul. Kedua kelompok ingin me­lakukan jihad. Lebih jelasnya memformalkan syariat Islam men­jadi sebuah dasar negara. Jadi yang membedakannya soal strategi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu apa saja yang disampaikan mereka?&lt;br /&gt;Kelompok radikal teror pada mulanya mengusung isu inter­na­sio­nal, seperti simbol-simbol Amerika dan Yahudi. Tetapi seka­rang mengusung isu lokal bahwa ne­gara dianggap kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teroris terasa sulit diberantas, be­gitu tokohnya tewas, muncul to­koh yang lain, kenapa bisa be­gitu?&lt;br /&gt;Memang kondisinya seperti itu. Setiap teroris yang tewas, pasti muncul teroris baru. Ini me­mang menjadi persoalan untuk memberantasnya sampai tuntas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kedua kelompok ra­dikal ini mendapat dana dari Al Qaeda?&lt;br /&gt;Pendanaan mereka tidak semata-mata dari Al-Qaeda, itu sudah terbukti. Coba saja lihat, me­reka merekrut orang untuk dicuci otak, mengambil laptop dan nyari duit dari kejahatan. Arti­nya kita tidak bisa salahkan dari luar saja, tapi dari dalam juga. Mereka merampok Bank Cimb Niaga dan merampok toko emas yang katanya merampok kekayaan musuh dalam perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengatasi ke­mung­­kinan teror di Asean Summit?&lt;br /&gt;Saya rasa pelaksanaan Asean Summit itu membuktikan bahwa Indonesia dalam kondisi aman. Tetapi kami tetap waspada dalam melakukan pengamanan. TNI dan Polri terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, tidak terkecuali dengan pihak keamanan dari negara-negara tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda melihat pa­ham NII?&lt;br /&gt;Saya setuju dengan pendapat bahwa gerakan ini adalah makar. Tentu sudah sewa
